Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KENDALA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA: STUDI KUALITATIF: KENDALA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU BEKERJA: STUDI KUALITATIF Yhenti Widjayanti; Muhammad Putra Ramadhan; Ronal Surya Aditya; Qory Tifani Rahmatika; Eri Yanuar Akhamad Budi Sunaryo; Nurul Evi; Ahmad Masfi; Nurma Afiani
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan Terapan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v8i2.3717

Abstract

Abstract: Breastfeeding is the best way to meet the nutritional needs for the growth and development of infants. Breastfeeding plays a role in cognitive, sensory, motor development and protection against infections and chronic diseases, but various obstacles are still found in the community. The study focused on the experience of ineffective breastfeeding among working mothers in Pucangsongo Village. Design of this study was Qualitative research with a phenomenological approach. Data was collected by interviewing five nurses and observing data in the field to obtain primary data and reviewing Pucangsongo Polindes documents to obtain secondary data. Triangulation of research data is done by triangulation of sources and methods. Data analysis through the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions and notifications. Results of this study were obstacles faced by working mothers who experience problems with ineffective breastfeeding include the availability of advice and infrastructure for breastfeeding in the workplace. Failure to breastfeed for working mothers, namely busyness during work or company policies that are not cooperative in providing sufficient time for mothers to express breast milk. Health workers such as midwives also affect the experience of ineffective breastfeeding. Health workers have a very important role in protecting, promoting, and supporting breastfeeding businesses and must be seen in terms of their broad involvement in social aspects. Keywords: breastfeeding, experience, women’s employment
Peningkatan Motivasi Perawat Melalui Faktor Upah Berdasarkan Model Effektivitas Organisasi Mc Kinsey 7s Framework di Kabupaten Sampang Madura Achmad Masfi M.Kep; , Qory Tifani Rahmatika; , Muhammad Putra Ramadhan; Nurma Afiani; Nurul Evi; Yhenti Widjayanti; Yanuar Akhmad Budi Sunaryo
Jurnal Keperawatan Terapan Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Keperawatan Terapan (E-Journal)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jkt.v11i1.5343

Abstract

Introduction : Banyak persoalan yang dihadapi oleh Pusat Kesehatan Masyarakat salah satunya adalah motivasi perawat. Motivasi petugas kesehatan berpotensi mempengaruhi pemberian pelayanan kesehatan. Moral yang rendah di antara tenaga kerja dapat merusak kualitas penyediaan layanan dan mendorong pekerja menjauh dari profesinya. Methode: Penelitin ini menggunakan desain penelitian explorative survey dengan pendekatan cross sectional, untuk mengetahui Gaji dan jasa pelayanan sebagai variabel independent yang di tinjau melalui Model Mc Kinsey 7S Framework dan motivasi sebagai variabel dependent yang . Sampel sebanyak 208 perawat yang tersebar di 21 Pusat Kesehatan Masyarakat dengan teknik sampling random dan cluster. Sedangkan uji analitik yang digunakan adalah spearman rank dengan tingkat kesalahan 5%. Result: Gaji yang diterima perawat hampir seluruh dari respoden terkatagori cukup sebesar 143 (68,8%), jasa pelayanan yang diterima oleh perawat hampir seluruh dari respoden terkatagori cukup sebesar 131 (63%) dan motivasi perawat tekatagori hampir seluruh dari respoden kurang sebesar 109 (52%). Hasil uji spearman rank menunjukkan bahwa nilai signifikan baik gaji dan jasa pelayanan terhadap motivasi sebesar 0,000 yang artinya ada hubungan antara gaji dan jasa pelayanan terhadap motivasi perawat. Conclusion : implementasi variabel gaji dan jasa pelayanan dengan pendekatan model MC Kinsey 7S frameworkadalah suatu system yang menjadi faktor timbal balik antara organisasi dan staff dalam menjalani organisasi. Gaji dan jasa pelayanan berhubungan erat dengan structure dalam pembagian tugas dan tanggung jawab dan skill yang dimiliki oleh staff dalam menjalankan organisasi untuk mencapai motivasi yang optimal sehingga dapat mempengaruhi pencapain kinerja.