Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

LITERASI ALKITAB SIKLUS TAHUN GEREJA MASA ADVEN SAMPAI NATAL DI GEREJA TORAJA JEMAAT MA’DONG DAN BUTTU LEPONG, DENPINA, TORAJA UTARA Mery Toban; Serdianus Serdianus; Setblon Tembang; Christian Elyesar Randalele; Yanni Paembonan; Bartolomius Budi; Anugerah Agustus Rando; Lorensy Kadang; Defri Meilepen; Erayanti Paelongan; Tania Stevannie
Bida: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Bida: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/bida.v1i1.3

Abstract

Alkitab sebagai dasar hidup orang Kristen sangat perlu dibaca. Dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat, remaja lebih mempunyai aktivitas yang memanfaatkan gadget dalam aktivitasnya. Peluang inilah yang dimanfaatkan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen (FKIPK). Pengenalan yang mendalam dapat diperoleh melalui kronologi kisah Alkitab, yang dapat membantu mereka memahami nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung di dalamnya. Masalah yang terjadi adalah sebagian besar anak remaja belum rutin membaca Alkitab, sehingga pengetahuan tentang Alkitab masih sangat kurang. Hal serupa ditemukan ketika tim FKIPK melaksanakan kegiatan desa binaan di Ma’dong, Denpina, Toraja Utara. Khususnya di Gereja Toraja Jemaat Ma’dong dan Jemaat Buttu Lepong ditemukan bahwa sekolah minggu anak remaja yang mengikuti Gerakan Cinta Alkitab (GCA) belum konsisten saat monitoring dan evaluasi dilaksanakan dalam PkM tahun 2022. Metode yang digunakan adalah bercerita, video atau gambar, permainan atau aktivitas, aplikasi Quizizz. Berhubung keterbatasan waktu maka fokus pada kronologi kisah dan karakter tokoh Alkitab, didasarkan pada kalender gerejawi dengan memilih kisah dan tokoh pada masa Adven sampai Natal. Berdasarkan hasil penelitian PkM maka dapat disimpulkan bahwa anak remaja memahami konteks sejarah dan budaya, kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab dan menunjukkan penerapan nilai-nilai spiritual dan moral melalui kisah dan karakter tokoh dalam Alkitab. The Bible as the basis of Christian life really needs to be read. With the increasingly rapid development of technology, teenagers have more activities that utilize gadgets in their activities. This opportunity is utilized in Community Empowerment activities at the Faculty of Teacher Training and Christian Education. An in-depth introduction can be obtained through the chronology of Bible stories, which can help them understand the spiritual and moral values ??contained therein. The problem that occurs is that most teenagers do not read the Bible regularly, so their knowledge of the Bible is still very lacking. A similar thing was found when the faculty team carried out assisted village activities in Ma'dong, Denpina, North Toraja. Especially in the Toraja Church, Ma'dong Congregation and Buttu Lepong Congregation, it was found that the Sunday school of teenagers who took part in the Bible Love Movement was not consistent when monitoring and evaluation was carried out in Community Empowerment in 2022. The methods used were storytelling, videos or pictures, games or activities, Quizizz app. Due to time constraints, the focus is on the chronology of the stories and characters of Bible characters, based on the ecclesiastical calendar by selecting stories and characters from Advent to Christmas. Based on the results of the Community Empowerment research, it can be concluded that teenagers understand the historical and cultural context, stories and characters of figures in the Bible and demonstrate the application of spiritual and moral values ??through the stories and characters of figures in the Bible.
Peran Kompetensi Manajerial Gembala dalam Mewujudkan Visi “Terwujudnya Jemaat yang Misioner” di Gereja KIBAID Jemaat Marinding Yunita Sombolayuk; Firdaus Firdaus; Setblon Tembang
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 6 No. 2: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.243

Abstract

This research is motivated by the fact that church growth cannot be separated from understanding the importance of the management of a congregational pastor in realizing the church's vision. In this case, the role of the pastor's managerial competence is really needed to achieve the church's vision. KIBAID Church is an evangelical church with the vision of "Creating a missionary congregation." Implementation of the vision of "Creating a Missionary Congregation" is very dependent on local churches, one of which is the KIBAID church of the Marinding Congregation. This research aims to discover the role of the pastor's managerial competence in the vision of "Creating a Missionary Congregation" at the KIBAID Congregation of Marinding Church. This research is descriptive qualitative research. The findings in this research are that the pastor's role is to complete the vision with planning, the pastor's role is to share the vision, the pastor's role is to raise enthusiasm, the pastor's role is as a driving force in the church, the pastor's role is as a trainer for the next leader. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa pertumbuhan gereja tidak terlepas dari pemahaman akan pentingnya manajemen seorang gembala jemaat dalam mewujudkan visi gereja. Dalam hal ini peran kompetensi manajerial gembala sangat dibutuhkan untuk mencapai visi gereja. Gereja KIBAID merupakan salah satu gereja injili dengan visi “Terwujudnya Jemaat yang Misioner”. Implementasi visi “Terwujudnya Jemaat yang Misioner” sangat bergantung pada gereja lokal, salah satunya adalah gereja KIBAID Jemaat Marinding. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan peran kompetensi manajerial gembala dalam visi “Terwujudnya Jemaat yang Misioner” di Gereja KIBAID Jemaat Marinding. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Adapun hasil temuan dalam penelitian ini yaitu gembala berperan untuk melengkapi visi dengan perencanaan, gembala berperan membagikan visi, gembala beperan untuk membangkitkan semangat, gembala berperan sebagai penggerak dalam gereja, gembala sebagai pelatih bagi pemimpin berikutnya.