Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG GIZI MASA KEHAMILAN PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI DUSUN KARANGASEM DESA SAMPANG KECAMATAN GEDANGSARI GUNUNGKIDUL DIY Ariningtyas, Nurul; Cahyani, Fatimah Dwi; Sayekti, Indah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 1 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi wanita usia subur merupakan elemen pokok dalam kesehatan reproduksi meliputi prakehamilan, kehamilan, nifas dan menyusui. Masalah gizi prakehamilan salah satunya KEK (Kekurangan Energi Kronik). KEK yang tidak ditangani dengan baik sebelum prakehamilan dapat berakibat pada masalah yang lebih serius seperti anemia, perdarahan, kematian ibu saat melahirkan, bayi berat lahir rendah (BBLR) dan kelahiran prematur. Prevalensi KEK pada wanita hamil di Indonesia tahun 2023 mencapai 16,9%. Data BAPPEDA DIY Tahun 2023 ibu hamil dengan KEK sebanyak 4.888 orang. Data profil DIY, kejadian KEK ibu hamil paling tinggi berada di Kabupaten Gunungkidul, tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Gedangsari I sebanyak 23,91%. Tujuan: Setelah mengikuti penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan tentang gizi masa kehamilan pada wanita usia subur (WUS) diharapkan wanita usia subur mampu memahami tentang gizi masa kehamilan. Metode: Metode penyuluhan secara luring. Sasaran wanita usia subur khususnya wanita usia 20-45 tahun. Sampel diambil dengan kriteria tertentu; wanita usia subur yang telah menikah dan melahirkan dan bersedia menjadi peserta penyuluhan. Peserta yang hadir 30 orang. Metode penyuluhan Ceramah Tanya jawab. Materi penyuluhan tentang gizi masa kehamilan. Penyampaian materi ditutup dengan tanya jawab. Kesimpulan: Penyuluhan tentang peningkatan pengetahuan tentang gizi masa kehamilan pada wanita usia subur (WUS) mampu meningkatkan pengetahuan dari 60% menjadi 95%. Kata Kunci: Penyuluhan, Gizi, Kehamilan, KEK, Kesehatan. ABSTRACT Background: Nutrition for women of childbearing age is a staple element in reproductive health including prepregnancy, pregnancy, postpartum and breastfeeding. One of the pre-pregnancy nutrition problems is chronic energy deficiency. Chronic energy deficiency that is not properly treated before prepregnancy can result in more serious problems such as anemia, bleeding, maternal death during childbirth, low birth weight babies and premature birth. The prevalence of is chronic energy deficiency in pregnant women in Indonesia in 2023 will reach 16.9%. Data from BAPPEDA DIY in 2023 for pregnant women with chronic energy deficiency is 4,888 people. DIY profile data, the highest incidence of chronic energy deficiency for pregnant women is in Gunungkidul Regency, precisely in the working area of the Gedangsari I Health Center as much as 23.91%. Objective: After participating in counseling on increasing knowledge about nutrition during pregnancy in women of childbearing age, it is hoped that women of childbearing age will be able to understand nutrition during pregnancy. Method: Offline counseling method. The target is women of childbearing age, especially women aged 20-45 years. Samples are taken with certain criteria; Women of childbearing age who have been married and given birth, are willing to become counseling participants. The participants who attended were 30 people. Counseling method of Question and answer lecture. Counseling material on nutrition during pregnancy. The presentation of the material was closed with a question and answer. Conclusion: Counseling on increasing knowledge about nutrition during pregnancy in women of childbearing age (WUS) was able to increase knowledge from 60% to 95%. Keywords: Counseling, Nutrition, Pregnancy, Chronic energy deficiency, Health.
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PERSALINAN MARYAM DI KLINIK PRATAMA RUMAH SEHAT ALISA BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2022-2023 Ariningtyas, Nurul; Adhisty, Yulia
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 1 (2025): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PERSALINAN MARYAM DI KLINIK PRATAMA RUMAH SEHAT ALISA BANTUL YOGYAKARTA TAHUN 2022-2023   Nurul Ariningtyas, Yulia Adhisty, Izzah Fikri Nur Jannah Program Studi D3 Kebidanan Universitas Islam Mulia Yogyakarta nurul.ariningtyas@uim-yogya.ac.id ABSTRAK   Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di seluruh dunia menurut World Health Organization (WHO) tahun 2023 adalah sebesar 295.000 kematian dengan penyebab kematian ibu adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan (pre- eklampsia dan ivebagianiv), pendarahan, infeksi postpartum, dan aborsi yang tidak aman. Bidan memainkan peran penting dalam mengelola posisi ibu selama tahap kedua persalinan. Teknik Maryam memposisikan ibu melahirkan dengan bersandar pada sesuatu yang kokoh dengan posisi setengah jongkok, selain itu kaki dan paha yang terbuka lebar akan membantu melebarkan tulang panggul hingga melebarkan jalan lahir. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan metode Maryam di Klinik Pratama Rumah Sehat Alisha, Teruman, Bantul, Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan satu variabel. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu bersalin di klinik Rumah Sehat Alisa yang bersalin menggunakan metode Maryam periode Januari 2022 – Desember 2023 populasi 85 ibu bersalin. Metode sampel yang digunakan total sampling sebanyak 85 responden. Hasil Penelitian: Karakteristik responden pada penelitian ini berdasarkan umur sebagian besar berumur 21-35 tahun sebanyak 72 responden (85%), paling banyak ibu bersalin melahirkan lebih dari satu kali sebanyak 54 responden (64%), semua responden bekerja sebanyak 49 responden (57%).   Kata kunci: Karakteristik, Persalinan, Metode Maryam.   CHARACTERISTICS OF MOTHER'S BIRTHING USING THE MARYAM METHOD AT THE ALISA PRIMARY HEALTH CARE BANTUL YOGYAKARTA YEARS 2022-2023   Nurul Ariningtyas, Yulia Adhisty, Izzah Fikri Nur Jannah Third Diploma Midwifery Study Program, Mulia Islamic University of Yogyakarta   ABSTRACT   Background:  The maternal mortality rate (MMR) worldwide according to the World Health Organization (WHO) in 2020 is 295,000 deaths with the causes of maternal death being high blood pressure during pregnancy (pre-eclampsia and some), bleeding, postpartum infections, and abortion. which is unsafe. Midwives play an important role in managing the mother's position during the second stage of labor. Maryam's technique positions the birthing mother by leaning on something sturdy in a half-squatting position, apart from that, wide open legs and thighs will help widen the pelvic bones and widen the birth canal. Objectives: To determine the characteristics of mothers giving birth using the Maryam method at the Alisha Primary Health Care, Bantul, Yogyakarta. Methods: Types of research quantitative descriptive with a one variable approach. The population in this study was mothers giving birth at the Alisha Primary Health Care, Bantul, Yogyakarta who gave birth using the Maryam method for the period January 2022 – December 2023. A population of 85 mothers gave birth. The sample method used was a total sampling of 85 respondents. Results: The characteristics of the respondents in this study based on age were mostly 21-35 years old, 72 respondents (85%), most mothers gave birth more than once, 54 respondents (64%), all respondents worked, 49 respondents (57%).   Keywords: Characteristics, Labor, Maryam Methode.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KOMPRES HANGAT UNTUK MENGATASI DISMENORE DENGAN MEDIA LEAFLET DI SMP NEGERI 2 SEWON Ariningtyas, Nurul; Widarti, Sri; Asiatun, Siti
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 1 (2025): JIK MMY : JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sebanyak 50% wanita yang sedang menstruasi mengalami dismenore. Dari jumlah tersebut 10% mengalami gejala yang hebat sehingga tidak dapat melakukan aktifitas dan harus beristirahat di tempat tidur. Kompres air hangat menjadi salah satu terapi dismenore. Media leaflet adalah bentuk media komunikasi yang termasuk salah satu publikasi singkat berupa selebaran. Leaflet dapat berisi keterangan atau informasi tentang perusahaan, produk, organisasi, dan jasa yang bertujuan untuk informasi umum. Tujuan Penelitian: Mengetahui peningkatan pengetahuan remaja tentang kompres hangat untuk mengatasi dismenore dengan media leaflet di SMP Negeri 2 Sewon. Metode Penelitian: Jenis Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan satu variabel. Populasi adalah siswi di SMP Negeri 2 Sewon sejumlah 50 siswi. Metode sampel Accidental Sampling sebanyak 45 responden. Analisi data adalah Analisis Univariat. Hasil Penelitian: Karakteristik responden berdasarkan BB <40 kg 13%, 40-50 kg 67%, >50 kg 20%. Karakteristik LLA 20-22 cm 51%, 23-24 cm 34%, >25 cm 13%. Karakteristik TB <155 cm 38%, 155-159 cm 38%, >160 cm 24%. Karakteristik usia saat ini 13 tahun 11,2%, 14 tahun 80%, 15 tahun 8,8%. Karakteristik usia menarche 11 tahun 28,9%, 12 tahun 33,3%, 14 tahun 37,8%. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan media leaflet adalah pengetahuan baik 76% dan pengetahuan cukup 24%. Tingkat pengetahuan setelah diberikan leaflet adalah pengetahuan baik 100%. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan remaja tentang kompres hangat untuk mengatasi dismenore dengan media leaflet di SMA Negeri Sewon 2 sebanyak 24%. ABSTRACT Background: As many as 50% of women who are menstruating experience dysmenorrhea. Of these, 10% experienced severe symptoms so they could not do activities and had to rest in bed. Warm water compresses are one of the therapies for dysmenorrhea. Leaflet media is a form of communication media that includes one of the short publications in the form of leaflets. Leaflets can contain information about companies, products, organizations, and services that are intended for general information. Objectives: To find out the increase in adolescents' knowledge about warm compresses to overcome dysmenorrhea with leaflet media at Junior High School 2 Sewon. Methods: Type of quantitative descriptive research with a one-variable approach. The population is 50 students at SMP Negeri 2 Sewon. The Accidental Sampling sample method was 45 respondents. Data analysis is Univariate Analysis. Results: Respondent characteristics based on weight <40kg 13%, 40-50kg 67%, >50kg 20%. Characteristics of Upper arm circumference 20-22cm 51%, 23-24cm 34%, >25cm 13%. Characteristics of height <155cm 38%, 155-159cm 38%, >160cm 24%. The current age characteristics are 13 years 11.2%, 14 years 80%, 15 years 8.8%. The characteristics of menarche age were 11 years 28.9%, 12 years 33.3%, 14 years 37.8%. The level of knowledge before being given leaflet media is 76% good knowledge and 24% sufficient knowledge. The level of knowledge after being given a leaflet is 100% good knowledge. Keywords: Knowledge, Adolescents, Dysmenorrhea, Leaflets, Warm Compresses. Kata kunci: Pengetahuan, Remaja, Dismenore, Leaflet, Kompres Hangat.
PENYULUHAN TENTANG BAHAYA MEROKOK DAN DEKLARASI PEROKOK SANTUN UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI DUSUN DEMANGAN KALURAHAN DEMANGREJO KAPANEWON SENTOLO KABUPATEN KULON PROGO Ariningtyas, Nurul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 3 No. 2 (2025): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Paparan asap tembakau tidak hanya berdampak buruk bagi individu yang merokok secara langsung (perokok aktif), tetapi juga berisiko tinggi bagi orang-orang di sekitarnya, terutama ibu dan anak-anak (perokok pasif). Data hasil penelitian Universitas Indonesia dan Imperial College London Inggris tahun 2021 menunjukkan prevalensi Second Hand Smoke (SHS) atau disebut juga perokok pasif di dalam rumah di Indonesia sangat tinggi, yakni 78,4%. Data Perokok Aktif di Daerah Istimewa Yogakarta (DIY) Tahun 2024 dengan populasi umum (Usia ≥15 Tahun) sebesar 24,82%. Hasil survey pendahuluan sebanyak 55% warga Dusun Demangan adalah perokok aktif. Tujuan: Setelah mengikuti penyuluhan tentang bahaya merokok dan deklarasi perokok santun untuk mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak diharapkan warga Dusun Demangan mempunyai komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak dengan mejadi perokok santun. Metode: Metode penyuluhan secara luring. Sasaran Bapak-bapak usia mulai dari 19 tahun sampai dengan >50 tahun sebanyak 31 peserta. Metode penyuluhan ceramah tanya jawab dan diskusi interaktif. Penyampaian materi ditutup dengan deklarasi perokok santun dan do’a bersama. Kesimpulan: Penyuluhan berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias dan dukungan dari peserta kegiatan dan seluruh peserta kompak untuk melakukan deklarasi perokok santun. Kata Kunci: Penyuluhan, Perokok, Santun, Ibu, Anak. ABSTRACT Background: Tobacco smoke not only harms individuals who smoke directly (active smokers), but also poses serious risks to those around them, especially mothers and children (passive smokers). Year 2021 study conducted by Universitas Indonesia and Imperial College London found that the prevalence of second-hand smoke (SHS) exposure inside Indonesian households is alarmingly high, reaching 78.4%. In 2024, data from the Special Region of Yogyakarta (DIY) revealed that 24.82% of the population aged 15 years and above are active smokers. Preliminary survey results showed that 55% of residents in Demangan Hamlet are active smokers. Objective: After participating in an outreach session on the dangers of smoking and the "Courteous Smoker Declaration" to support maternal and child health, residents of Demangan Hamlet are expected to commit to improving maternal and child health quality by becoming courteous smokers. Method: The counseling session was conducted offline. The target participants were adult males aged between 19 years to over 50 years, totaling 31 individuals. The session was delivered through lectures, Q&A, and interactive discussions. The presentation concluded with the "Courteous Smoker Declaration" and a collective prayer. Conclusion: The outreach activity proceeded smoothly and was met with enthusiasm and support from the participants. All attendees unanimously pledged their commitment through the Courteous Smoker Declaration. Keywords: Counseling, Smokers, Courteous, Mothers, Child.
HUBUNGAN USIA, PENDIDIKAN DAN PARITAS TERHADAP POSTNATAL ANXIETY BERDASARKAN SKALA DASS-42 Ariningtyas, Nurul; Fatayati, Aminatul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v10i1.286

Abstract

Masa nifas adalah suatu periode transisi kompleks, secara psikologis serta secara fisik. Salah satu dari gangguan psikologis yang sering kali muncul adalah kecemasan pasca persalinan. Depresi postpartum bisa menjadi suatu kelanjutan dari dampak kecemasan yang belum ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, pendidikan serta paritas terhadap kecemasan ibu nifas. Penelitian dilakukan pada Rumah sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis data primer. Populasi penelitian adalah ibu nifas yang di rawat di bangsal nifas pada Desember 2023-Februari 2024 sebanyak 150 pasien. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner DASS-42 dengan 14 pertanyaan. Metode analisis dengan Univariat untuk mengetahui distribusi dan persentase variabel independent serta Bivariat degan Uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara usia, pendidikan dan paritas terhadap postnatal anxienty. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara Usia, Pendidikan dan Paritas terhadap postnatal anxiety dengan p-value >0,05.
HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MENGHADAPI PREMENOPAUSE Fatayati, Aminatul; Ariningtyas, Nurul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIKES Ar-Rum Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36409/jika.v9i2.258

Abstract

Wanita biasanya memasuki masa premenopause antara usia 40 hingga 50 tahun, yang seringkali diikuti dengan munculnya gejala cemas. Wanita membutuhkan dukungan suami untuk mengurangi kecemasan selama masa premenopause. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dengan tingkat kecemasan pada ibu yang mengalami premenopause di wilayah Desa Banyuroto,Sawangan, Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasi dan cross-sectional untuk menganalisis hubungan antara dukungan suami dan tingkat kecemasan pada ibu premenopause. Sampel penelitian ini terdiri dari 35 ibu premenopause yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang berfokus pada dukungan suami dan tingkat kecemasan. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara dukungan suami dan tingkat kecemasan pada ibu premenopause dengan koefisien korelasi sebesar 0,350 dan nilai p 0,028.
PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI DAN KOLESTEROL PADA WANITA USIA DEWASA DI KUTUASEM SINDUADI MLATI SLEMAN YOGYAKARTA Ariningtyas, Nurul
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia (57,6%). Hal tersebut terbukti dengan adanya jumlah pasien hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Prevalensi hipertensi yang terdiagnosis dokter di Indonesia mencapai 25,8% dan Yogyakarta menduduki peringkat ketiga prevalensi hipertensi terbesar di Indonesia. Berdasarkan data yang di keluarkan oleh WHO, angka prevalensi penyakit yang diakibatkan karena tingginya kadar kolesterol di dalam tubuh terus meningkat. Seperti hipertensi dengan lebih dari 35%. Selain itu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh hiperkolesterolemia juga meningkat di Indonesia dengan 30% lejadian komplikasi pada penyakit jantung (Cardiovascular Disease) dan banyak ditemukan pada wanita dengan lebih dari 50% prevalensinya. Tujuan: Memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan kolesterol pada wanita usia dewasa dan cara penanganannya. Metode: Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang hipertensi dan kolesterol pada wanita usia dewasa dan cara penanganannya menggunakan media presentasi power point dan membagikan flyer terkait materi. Kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan (Tekanan darah, cek kolesterol darah, cek asam urat darah dan cek gula darah). Kata Kunci: penyuluhan kesehatan, hipertensi, kolesterol. ABSTRACT Background: Hypertension is a non-communicable disease that most often attacks Indonesian people (57.6%). This is proven by the number of hypertensive patients in First Level Health Facilities which increases every year. The prevalence of hypertension diagnosed by doctors in Indonesia reaches 25.8% and Yogyakarta is ranked third in the highest prevalence of hypertension in Indonesia. Based on data released by WHO, the prevalence rate of diseases caused by high cholesterol levels in the body continues to increase. Such as hypertension with more than 35%. Apart from that, cardiovascular disease caused by hypercholesterolemia is also increasing in Indonesia with a 30% incidence of complications in heart disease (Cardiovascular Disease) and is often found in women with more than 50% prevalence. Objective: The aim of health education is to provide education about hypertension and cholesterol in adult women and how to treat them. Method: This community service is carried out by providing education about hypertension and cholesterol in adult women and how to treat it using power point presentations and distributing flyers related to the material. The activity continues with a health check (blood pressure, blood cholesterol check, blood uric acid check and blood sugar check). Keywords: children's diarrhea, sugar-salt solution, demonstration. health education, hypertension, cholesterol.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN DENGAN PEMBERIAN BUAH PEPAYA UNTUK MENCEGAH KONSTIPASI KEHAMILAN TRIMESTER III ariningtyas, nurul; Amaliyah, Sherly; Widarti, Sri; Puspitasari, Riadinata Shinta
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Asuhan kebidanan berkelanjutan merupakan asuhan berkesinambungan dari masa hamil, persalinan, nifas, dan BBL serta pemilihan kontrasepsi yang bertujuan untuk menekan dan menurunkan angka AKI dan AKB. Ibu hamil trimester III mengalami konstipasi akibat rahim yang semakin membesar yang akan menekan rectum dan usus bagian bawah. Pemberian buah pepaya dapat mencegah konstipasi pada ibu hamil trimester III karena mengandung beta karoten, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C dan kalium yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga mampu mengendalikan dan mencegah sembelit. Tujuan: Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil selama masa hamil sampai dengan KB. Metode: Pelaksanaan asuhan Ny.P dari kehamilan trimester III sampai dengan KB. Pemberian buah pepaya sebanyak 30gram perhari dilakukan setiap pagi hari. Evaluasi pemberian buah pepaya di hari berikutnya. Keberhasilan pemberian buah pepaya dinilai apabila ibu hamil dapat buang air besar lebih dari 2 kali dalam seminggu atau secara rutin setiap hari. Hasil: Setelah diberikan asuhan pada Ny.P di masa kehamilannya selama 7 hari, Ibu hamil tidak mengalami konstipasi, kemudian setelah diberikan asuhan ibu hamil dapat BAB 4 kali dalam seminggu. Kata kunci: Asuhan, Kebidanan, Berkelanjutan, Konstipasi, Pepaya, Kehamilan. ABSTRACT Background: Continuous midwifery care is continuous care during pregnancy, childbirth, postpartum and BBL as well as contraceptive selection which aims to suppress and reduce MMR and IMR rates. Pregnant women in the third trimester experience constipation due to the enlarging uterus putting pressure on the rectum and lower intestine. Giving papaya fruit can prevent constipation in third trimester pregnant women because it contains beta carotene, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C and potassium which are needed by the body so that it can control and prevent constipation. Objectives: Continuous midwifery care for pregnant women during pregnancy to KB. Methods: Implementation of the care of Mrs. P from the third trimester of pregnancy to KB. Giving 30 grams of papaya fruit per day is done every morning. Evaluate giving papaya the next day. The success of giving papaya fruit is assessed if the pregnant woman can defecate more than twice a week or regularly every day. Results: After being given care to Mrs. P during her pregnancy for 7 days, the pregnant woman did not experience constipation, then after being given care the pregnant woman defecated 4 times a week. Keywords: Care, Midwifery, Continuous, Constipation, Papaya, Pregnancy.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN DENGAN MASSAGE EFFLEURAGE DAN KOMPRES WARM WATER ZAK UNTUK MENGURANGI NYERI PUNGGUNG KEHAMILAN TRIMESTER III Ariningtyas, Nurul; Sayekti Eka Wahyudya, Indah; Adhisty, Yulia; Widarti, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Mulia Madani Yogyakarta Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KESEHATAN MULIA MADANI
Publisher : Akademi Kebidanan Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Massage Effleurage yaitu gerakan ringan berirama yang dilakukan pada seluruh permukaan tubuh. Tujuannya adalah memperlancar peredaran darah dan cairan getah bening/limfe, mengurangi nyeri dan ketegangan otot. Kompres warm water zak merupakan tindakan dengan memberikan kompres hangat bertujuan memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah terjadinya spasme otot, dan memberikan rasa hangat Tujuan: Asuhan kebidanan berkelanjutan pada ibu hamil selama masa hamil sampai dengan KB dengan massage effleurage dan kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung kehamilan trimester III. Metode: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan yang dilakukan pada Ny “N” dengan pemberian massage effleurage dan kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung di TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta dengan pendekatan managemen kebidanan dimulai dari masuknya ibu hamil trimester III, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan KB. Hasil: Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny “N” dengan pemberian Massage Effleurage dan Kompres warm water zak untuk mengurangi nyeri punggung di TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta berhasil. Setelah dilakukan pengobservasian kunjungan 4x selama 4 hari Tingkat nyeri punggung berkurang ditandai dengan menurunnya angka skala nyeri NRS. Kata kunci: Asuhan, Kebidanan, Berkelanjutan, Massage Effleurage, Kompres, Warm Water Zak. ABSTRACT Background: Effleurage Massage is a light rhythmic movement performed on the entire surface of the body. The purpose is to improve blood circulation and lymphatic fluid flow, reduce pain and muscle tension. A warm water compress is an action that involves applying a warm compress to meet comfort needs, alleviate or relieve pain, reduce or prevent muscle spasms, and provide warmth. Objectives: Sustainable Midwifery Care provided to Mrs. 'N' with the application of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain. Methods: Sustainable Midwifery Care provided to Mrs. 'N' with the application of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain at TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta, using a midwifery management approach starting from the arrival of pregnant women in the third trimester, laboring mothers, postpartum mothers, newborns to family planning selection. Results: Sustainable Midwifery Care for Mrs. 'N' with the provision of Effleurage Massage and warm water compresses to reduce back pain at TPMB Octaviani Ratika Putri Sleman Yogyakarta was successful. After conducting observations through 4 visits over 4 days, the back pain level decreased as indicated by a drop in the NRS pain scale. Keywords: Care, Midwifery, Continuous, Massage Effleurage, Warm Water Zak
MEMBACA DAN BERHITUNG ITU GAYA HIDUP: PENGABDIAN LITERASI UNTUK PKK RW 16 DESA SUKOHARJO NGAGLIK SLEMAN DIY Ariningtyas, Nurul; Adrianza, Yogi; Agung Ramadhan, Katon
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2026): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Literasi fungsional merupakan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memegang peran penting dalam peningkatan kualitas hidup keluarga serta pemberdayaan perempuan di tingkat komunitas. Meskipun capaian literasi di tingkat provinsi relatif baik, ketimpangan akses dan praktik literasi masih ditemukan pada skala RW/kelompok masyarakat. PKK RW 16 Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman menunjukkan kebutuhan akan intervensi yang mengintegrasikan literasi dengan konteks kesehatan dan pengelolaan rumah tangga, sehingga diperlukan program pengabdian masyarakat yang kontekstual dan partisipatif. Tujuan: Meningkatkan kemampuan membaca dan berhitung ibu-ibu anggota PKK RW 16 melalui pelatihan praktis, penyediaan bahan ajar sederhana yang kontekstual, dan pembentukan mekanisme pendampingan berkelanjutan. Metode: Pengabdian dilaksanakan secara luring pada 12 Oktober 2025 dengan pendekatan kolaboratif (Tri Dharma Perguruan Tinggi) oleh dosen dari Prodi Kebidanan, Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Pendidikan Matematika. Metode kegiatan meliputi ceramah singkat, presentasi PowerPoint, diskusi interaktif, pemeriksaan kesehatan prakegiatan (berat badan, tekanan darah, glukosa, asam urat, kolesterol). Penguatan motivasi dilakukan melalui pemberian doorprize dan sesi tanya jawab. Kesimpulan: Penyuluhan berjalan dengan lancar dan mendapatkan antusias dan dukungan dari peserta kegiatan. Kolaborasi lintas prodi memperkaya materi dan strategi pelaksanaan. Untuk keberlanjutan, direkomendasikan pengembangan bahan ajar lokal, pembentukan kelompok pendamping, dan evaluasi tindak lanjut. Kata Kunci: Literasi Fungsional, PKK, Numerasi, Pengabdian Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan. ABSTRACT Background: Functional literacy refers to the ability to read, write, and calculate that can be applied in everyday life and plays an important role in improving family life quality and empowering women at the community level. Although literacy levels at the provincial level are relatively good, disparities in access and literacy practices are still found at the neighborhood/community group level. The PKK of RW 16 in Sukoharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency, shows a need for interventions that integrate literacy with health and household management contexts, requiring community service programs that are contextual and participatory. Objective: To improve the reading and arithmetic skills of mothers who are members of PKK RW 16 through practical training, provision of simple, contextual teaching materials, and the establishment of a continuous mentoring mechanism. Method: The community service was conducted on October 12, 2025, using a collaborative approach by lecturers from the Midwifery Study Program, Library and Information Science, and Mathematics Education. The activities included short lectures, PowerPoint presentations, interactive discussions and preactivity health checks (weight, blood pressure, glucose, uric acid, cholesterol). Motivation was reinforced through the giving of door prizes and a question and answer session. Conclusion: The outreach ran smoothly and received enthusiasm and support from the participants. Cross-program collaboration enriched the materials and implementation strategies. For sustainability, it is recommended to develop local teaching materials, form mentoring groups, and conduct follow-up evaluations. Keywords: Functional Literacy, PKK, Numeracy, Community Service, Women's Empowerment.