Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN TEORITIK KRAKTERISTIK (PUMP AS TURBINE /(PAT) UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK MICROHYDRO Rifa'i, Ahmad Imam
SENATIK STT Adisutjipto Vol 3 (2017): Dukungan Teknologi Untuk Pengembangan Industri Dirgantara Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.798 KB) | DOI: 10.28989/senatik.v3i0.131

Abstract

In recent years, turbine use or pump operation as a turbine (PAT) has become an ongoing alternative to managing Water Distribution Networks (WDNs) in microhydro power generation units. Commercial pumps available on the market have a variety of shapes and models. Generally, pump manufacturers do not provide their pump characteristics curves that work as turbines. This paper presents a theoretical study on the efficiency of pump operation used as turbine (Pump as Turbine). Based on the results of the study, PAT efficiency increases with the specific speed (Nsp) and with special impeller will increase efficiency by 93% 8.07% and 5.45% and efficiency also increased by modifying the thickness of the pump blade.Kata Kunci : Pump as Turbine (PAT) , blade, efficiency, specific speed
Uji Kinerja Mesin Pencacah Tumbuhan Nilam dengan Kapasitas 120 Kg/Jam Porawati, Hilda; Darmuji, Darmuji; Rifa'i, Ahmad Imam
METANA Vol 16, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v16i2.34010

Abstract

Tumbuhan nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri dan salah satu penyumbang devisa terbesar di  antara  tanaman  atsiri  lainnya. Minyak nilam merupakan bahan baku dalam industri kosmetik, parfum, antiseptik serta aromaterapi. Salah satu indikator peningkatan kapasitas produksi minyak nilam adalah terdapat pada proses pencacahan tumbuhan nilam sebelum dilakukan proses penyulingan minyak nilam. Proses pencacahan tumbuhan nilam akan lebih efektif dalam efisiensi waktu pengerjaan dan peningkatan kapasitas jika dilakukan dengan mesin pencacah. Komponen utama dari mesin pencacah tumbuhan nilam adalah rangka, cover dan rangka, poros, saluran masuk, saluran keluar, kedudukan mata pisau, transmisi  tunggal  serta  mesin  penggerak. Daya mesin penggerak yang digunakan sebesar 5.5 HP dengan mata pisau planer berjumlah 4 buah dimensi 300 x 30 x 30 mm yang terbuat dari komposisi material High Speed Steel (HSS) 18%. Posisi mata pisau di pasang dengan kemiringan mata pisau 3⁰. Sistem transmisi menggunakan sistem transmisi tunggal yaitu 2 buah pulley dihubungkan dengan menggunakan v-belt. Penelitian ini dilakukan dengan mengatur variasi putaran motor penggerak untuk mengetahui kapasitas cacahan dalam rentang waktu 1 jam. Ukuran hasil cacahan yang diteliti diatur dengan variasi jarak potong mata pisau yaitu 20 mm dan 30 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas cacahan meningkat seiring dengan meningkatnya putaran poros mata pisau. Pada putaran poros mata pisau > 1000 rpm mesin pencacah tumbuhan nilam memiliki kapasitas cacahan ±120 kg/jam. Kapasitas cacahan untuk variasi jarak 30 mm memiliki kapasitas cacahan yang lebih banyak di bandingkan dengan pengaturan jarak 30 mm. Berdasarkan syarat mutu dan metode uji dari mesin pencacah (chopper) mesin pencacah tumbuhan nilam SNI 7580:2010 tergolong kedalam mesin kelas A. Patchouli plant produces essential oils and one of the largest foreign exchange earners, among other essential plants. Patchouli oil is a raw material in the cosmetics, perfume, antiseptic, and aromatherapy industries. One indicator of an increase in patchouli oil production capacity is the patchouli plant's chopping process before the patchouli oil refining process is carried out. The patchouli plant's chopping process will be more effective in the efficiency of processing time and increased capacity if it is done with a chopping machine. The patchouli chopping machine's main components are the frame, cover and frame, shaft, inlet, outlet, the position of the blade, single transmission, and engine. The power of the engine used is 5.5 HP with 4 planer blades of 300 x dimensions. 30 x 30 mm, which is made of 18% High-Speed Steel (HSS) material composition. The position of the blade is attached with a 3 angle of the blade. The transmission system uses a single transmission system, namely 2 pulleys connected using a v-belt. This research was conducted by adjusting the motor rotation variation to determine the chopping capacity within 1 hour. The size of the chopped results studied was adjusted by varying the cutting distance of the blades, namely 20 mm and 30 mm. The results showed that the chopping capacity increased with an increasing rotation of the blade shaft. At the blade rotation> 1000 rpm, the patchouli chopping machine has a ±120 kg/hour chopping capacity. The chopping capacity for 30 mm spacing variations has more chopping capacity than the 30 mm spacing setting. Based on the chopper's quality requirements and the test method, the patchouli plant SNI 7580: 2010 is classified as a class A machine.
STUDI EKSPERIMENTAL PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI, PENURUNAN TEKANAN DAN FAKTOR GESEKAN PADA ALAT PENUKAR KALOR MENGGUNAKAN MICRO-FIN TUBE Ahmad Imam Rifa’i; Budi Kristiawan; Agung Tri Wijayanta
Mekanika: Majalah Ilmiah Mekanika Vol 18, No 1 (2019): MEKANIKA: Majalah Ilmiah Mekanika
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mekanika.v18i1.35040

Abstract

Micro-fin is the popular technique for increasing heat transfer performance of the heat exchangers. In this research, the heat transfer coefficient of water inside counter-flow heat exchangers with micro-fin was investigated by experiment at the Reynolds number (Re) was varied from 4000-10,000. The results show that the heat transfer coefficient increase with increasing Reynolds number. Furthermore, effect helical micro-fin increasing pressure drop and friction factor at turbulent flow region.
Rancang Bangun Alat Pencetak Rempeyek Bulat Diameter 90mm Hilda Porawati; Ahmad Imam Rifa'i; Gentur Pressa Reforandika; Fahrur Razi Ramadhan
Jurnal Inovator Vol 5 No 1 (2022): Teknologi proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i1.209

Abstract

Produk rempeyek sangat disukai masyarakat sehingga banyak pengolah yang memproduksinya yang dijual diberbagai tempat mulai pasar tradisional maupun pasar modern. Penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan kapasitas produksi sangat dibutuhkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dalam penelitian ini rancang bangun alat penggoreng rempeyek telah dibuat dengan menggunakan cetakan bulat yang memiliki 10 cetakan rempeyek dengan sistem pengungkit pegas yang dioperasikan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penggorenggan memiliki diameter 90 mm dan ketebalan cetakan 2 mm dan berjumlah 10 buah keping dalam sekali proses penggorengan. Penggunaan material stainles pada cetakan menyebabkan adonan lengket pada tahap penggorengan rempeyek.
Komparasi Studi Numerik Dan Analitik Konduktivitas Termal Dua Dimensi Pada Kondisi Steady-State Ahmad Imam Rifa'i; Zainuri Anwar; Baiti Hidayati; Muhammad Irfan Dzaky; Toni Okviyanto; Tri Satya Ramadhoni; Herlin Sumarna
ROTASI Vol 25, No 3 (2023): VOLUME 25, NOMOR 3, JULI 2023
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.25.3.16-22

Abstract

Aplikasi untuk penukar panas, penyimpanan energi, dan sistem manajemen termal semuanya menggunakan konduksi termal. Metode numerik sangat membantu untuk menghitung kenaikan suhu dan untuk mengurangi proses eksperimental yang lebih besar. Dalam penelitian ini, masalah konduksi panas tunak dua dimensi pelat persegi tanpa menghasilkan panas atau mempengaruhi distribusi temperatur dicoba untuk diselesaikan dengan menggunakan metode numerik. Dengan bantuan bahasa pemrograman Matlab, algoritma dibuat dan digunakan untuk menghasilkan hasil numerik dengan menggunakan pendekatan numerik Metode Perbedaan Hingga. Hasil dari dua pendekatan analitis dan numerik yang berbeda dibandingkan satu sama lain. Keakuratan pendekatan solusi ditunjukkan oleh kesepakatan antara hasil analitik dan numerik
EFFECT OF STEAM PRESSURE AND TEMPERATURE ON THE AMOUNT OF OIL PRODUCED IN A CITRONELLA OIL DISTILLATION MACHINE Zainuri Anwar; Ahmad Imam Rifa'i; Almas Nurzain
TRAKSI Vol 23, No 2 (2023): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/traksi.23.2.2023.247-253

Abstract

One of the parameters that affect the citronella oil distillation process is the pressure and temperature of the steam. The aim of this research was to determine the optimal working pressure and temperature for the distillation process. The distillation method uses the direct steam type, by varying the pressure in the boiler, namely 2 bar, 2.5 bar and 3 bar. Steam temperature increases with increasing working pressure, namely 100 - 110ºC. The raw material for citronella used  5 kg with a long distillation process of 4 hours. The test results showed that the highest amount of oil and yield occurred at a pressure of 3 bar and a temperature of 110ºC, 19 ml and 0.32%, respectively. The color of the oil produced pale yellow to brownish yellow with a specific gravity of oil at 25ºC which is 0.878 gr/ml. Citronella oil has good quality according to the SNI 06-3953-1995 citronella oil quality standards.
Perancangan Shell and Tube Heat Exchanger Dengan Fluida Kerja Biogas Palm Oil Mill Effluent (POME) Rifa'i, Ahmad Imam; Fitriani, Devita Dinda Dinda; Seprianto, Dicky; Witjahjo, Soegeng
ROTASI Vol 25, No 4 (2023): VOLUME 25, NOMOR 4, OKTOBER 2023
Publisher : Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/rotasi.25.4.23-30

Abstract

Penukar kalor tipe shell and tube digunakan pada industri pada proses pendinginan maupun pada proses pemanasan. Penukar kalor tipe shell and tube memiliki keunggulan diantaranya: perawatan yang mudah, desain konstruksi yang sederhana, serta memiliki kemampuan kerja yang baik karena mampu beroperasi pada suhu dan tekanan tinggi, fluida yang korosif. Dalam upaya menemukan ukuran diameter tube terbaik pada sebuah desain penukar kalor tipe shell and tube yang akan digunakan sebagai pendingin. Pada penelitian ini penukar kalor dirancang dengan menggunakan fluida kerja air dan Biogas Palm Oil Mill Effluent (POME) serta diameter luar pipa 0,75 inch, 1,0 inch, dan 1,25 inch. Penelitian dilakukan untuk mengetahui nilai koefisien perpindahan panas keseluruhan (U) dengan menggunakan perhitungan numerik menggunakan Kern Methode dan simulasi pada software HTRI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan penukar kalor shell and tube terbaik adalah penukar kalor dengan diameter luar pipa 0,75 inch yang memiliki nilai over design sebesar 6.49%. Sebuah model kemudian akan dikatakan valid apabila nilai over design pada parameter koefisien perpindahan panas bersihnya tidak melebihi 25% dari nilai koefisien perpindahan panas required design.  
PERANCANGAN HEAT EXCHANGER SISTEM PEMANAS AIR BERBASIS SISTEM REFRIGERASI R410a Dzaky, Muhammad Irfan; Rifa’i , Ahmad Imam; Anwar, Zainuri; Hidayati, Baiti; Satya Ramadhoni, Tri; Okviyanto, Toni; Sumarna, Herlin; Zikri, Ahmad; Nasution, Ghifari
JURNAL FOUNDRY Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v7i1.103

Abstract

Ketersediaan air panas dalam lingkungan apartemen memiliki peran krusial dalam memberikan kenyamanan, kebersihan, dan efisiensi bagi penghuninya. Perancangan sistem inovatif pemanas air yang menggabungkan prinsip dasar refrigerasi menjadi sorotan utama, dengan fokus pada pemahaman mendalam mengenai beragam sumber energi, termasuk pemanfaatan energi listrik, tenaga surya, dan panas buangan AC. Keselamatan penggunaan pemanas air juga ditegaskan sebagai hal yang penting, dengan penekanan pada risiko kebakaran akibat kelalaian dan tersengat aliran listrik. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk merancang sistem pemanas air yang efektivitas berbasis sistem refrigerasi. Metode penelitian difokuskan pada perancangan sistem pemanas air (Air Conditioning Water Heater/ACWH) dengan prinsip refrigerasi R410a. Hasil perhitungan mengenai dimensi pipa tembaga yang optimal untuk memanaskan air hingga temperatur yang diinginkan, serta faktor termal yang terlibat, dijelaskan secara rinci. Heat exchanger yang digunakan adalah tipe double pipe dengan ukuran panjang pipa tembaga 16,68 meter mampu efektif memanaskan air dari 27°C menjadi 50°C dengan aliran 100 L/jam dengan ukuran diameter pipa 3/8 inci dan 1 1/8 inci dengan dimensi heat exchanger secara keseluruhan 106 cm x 69,3 cm.
Perancangan Panel Surya Sebagai Sumber Energi Pompa Sprayer Pendingin Shade House Semi Terbuka Rifa'i, Ahmad Imam; Pandjaitan, Maria Margaretha Lanny Widyastuti; Lukas, Lukas
METANA Vol 20, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v20i2.63682

Abstract

Hidroponik tipe shade house semi terbuka memiliki sistem tanam yang terbebas dari hama tanaman serta suhu di dalam shade house lebih terjaga. Suhu di dalam shade house diatur dengan menggunakan sprayer untuk jangka waktu setiap 30 menit dilakukan pengabutan air dengan memanfaatkan pompa tekanan tinggi. Kabut air dapat menjaga suhu ruangan shade house hidroponik sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tahapan dalam perancangan panel surya sebagai sumber energi alternatif khususnya dalam sistem tanam hidroponik. Indonesia merupakan daerah yang memiliki iklim tropis sehingga Indonesia selalu disinari Matahari sepanjang tahun. Hal tersebut menjadi sumber energi yang sangat berpotensi untuk dikembangkan.  Dalam penelitian ini energi alternatif panel surya dirancang sebagai sumber listrik dari pompa sprayer pendingin yang meliputi penentuan jumlah kebutuhan daya harian, analisis Peak Sun Hours (PSH), efisiensi dan kapasitas panel surya yang dibutuhkan untuk menangkap energi matahari yang tersedia, kapasitas baterai, serta waktu pengisian baterai. Hasil perancangan menunjukkan bahwa beban pemakaian daya harian total adalah 417,6Wh dengan efisiensi energi listrik yang dibangkitkan dari panel surya masing-masing panel surya adalah sebesar 98,8Watt dengan jumlah radiasi matahari yang diterima permukaan panel surya selama 5 jam 23 menit. Kapasitas baterai yang digunakan adalah 12V 100Ah membutuhkan waktu pengisian baterai 4 jam 27 menit dengan panel surya sejumlah 4 buah yang disusun secara paralel. Semi-open shade house type hydroponics has a planting system that is free from plant pests, and the temperature inside the shade house is maintained more. The temperature in the shade house is regulated using a sprayer every 30 minutes; the water is misted using a high-pressure pump. Water mist can maintain the hydroponic shade house's room temperature so plants can grow well. This research provides an overview of the stages in designing solar panels as an alternative energy source, especially in hydroponic planting systems. Indonesia is an area with a tropical climate, so Indonesia is always illuminated by the sun all year round. This is an energy source that has great potential to be developed. In this research, alternative energy solar panels are designed as a source of electricity from a cooling sprayer pump, which includes determining the amount of daily power requirements, analysis of Peak Sun Hours (PSH), efficiency and capacity of solar panels needed to capture available solar energy, battery capacity, and time. battery charging. The design results show that the total daily power consumption load is 417.6Wh, with the efficiency of the electrical energy generated from the solar panels for each solar panel being 98.8Watt with the amount of solar radiation received by the surface of the solar panels for 5 hours 23 minutes. The battery capacity used is 12V 100Ah, requiring a battery charging time of 4 hours 27 minutes with four solar panels arranged in parallel.
Evaluasi Kinerja Efisiensi Heat Recovery Steam Generator (HRSG) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU): Studi Kasus di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkit Keramasan Sumarna, Herlin; Hidayati, Baiti; Ramadhoni, Tri Satya; Dzaky, Muhammad Irfan; Okviyanto, Toni; Rifa'i, Ahmad Imam; Anwar, Zainuri
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 01, Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i1.3044

Abstract

Heat Recovery Steam Generator (HRSG) adalah komponen penting dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang memanfaatkan panas sisa dari gas buang turbin gas untuk menghasilkan uap yang digunakan dalam turbin uap. Efisiensi HRSG berperan signifikan dalam meningkatkan efisiensi termal keseluruhan siklus gabungan (combined cycle) PLTGU. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan efisiensi termal HRSG berdasarkan data operasional harian, serta membandingkannya dengan efisiensi desain dan standar industri. Berdasarkan hasil perhitungan, efisiensi termal aktual rata-rata HRSG adalah sebesar 82,90%, dengan nilai tertinggi sebesar 83,21% pada hari ketiga dan terendah sebesar 82,28% pada hari kelima. Nilai ini masih berada dalam kisaran standar efisiensi HRSG, yaitu 75-85% menurut referensi yang digunakan (V. Ganapathy, 1996), dan hanya berbeda sedikit dari efisiensi desain sebesar 85,91%. Perbedaan efisiensi ini disebabkan oleh fluktuasi laju alir massa bahan bakar serta variasi kondisi operasi lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi termal HRSG yang dioperasikan masih berada dalam batasan yang diinginkan, meskipun terdapat ruang untuk perbaikan lebih lanjut guna mencapai efisiensi yang mendekati desain. Optimasi operasi dan pemeliharaan rutin direkomendasikan untuk mempertahankan dan meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan