Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

KAJIAN PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI JAWA TENGAH Chasanah, Ummi; Soehartono
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/5vqqhw98

Abstract

Pelaksanaan pembangunan konstruksi di Jawa Tengah secara umum sering terjadi adanya kendala maupun hambatan yang dapat mengakibatkan proyek tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan dari rencana. Adapun kendala dan hambatan tersebut dapat disebabkan berbagai hal, antara lain : keterlambatan material, kurangnya tenaga kerja, pekerjaan yang berulang, komunikasi yang tidak lancar dan sebagainya. Dalam hal ini penulis manganalisis mengenai penerapan manajemen waktu pada pelaksanaan konstruksi. Berbagai upaya dilakukan agar waktu yang direncanakan untuk suatu pelaksanaan konstruksi dapat terrealisasi dengan tepat, efektif, dan efisien sesuai rencana. Pengelolaan waktu yang tepat dan terencana akan menghasilkan konstruksi yang tepat sesuai dengan rencana sehingga tujuan dari pembangunan konstruksi dapat tercapai sesuai waktu rencana. Penerapan manajemen waktu perlu adanya sikap logis dalam membuat perencanaan, memonitoring pekerjaan, mengevaluasi setiap pekerjaan dari rencana dan realisasi, dan waktu yang di butuhkan. Sehingga manajemen waktu dalam pelaksanaan jasa konstruksi selalu disesuaikan dengan standarisasi yang ada, seperti menentukan jadwal, monitoring, membandingkan jadwal waktu pelaksanaan dan kemajuan progres di setiap pekerjaan, dan menerapkan perbaikan jadwal agar pembangunan konstruksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.  
PEMANFAATAN MATERIAL KOMPOSIT FLY ASH  SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PADA PEMBUATAN BETON DITINJAU DARI UJI TEKAN DAN UJI POROSITAS Apriyanti, Eny; Chasanah, Ummi; Subekti, Sri
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 1 No. 2 (2024): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/tbzmdd16

Abstract

Fly ash batubara adalah  bahan komposit yang merupakan limbah padat hasil dari pembakaran pembangkit tenaga listrik, yang mempunyai sifat pozzolan dan berpotensi dalam membentuk material baru mempunyai sifat tahan pada suhu tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang baik. Pemanfaatan fly ash sebagai komposit pada campuran beton sangat bermanfaat ditinjau dari segi aspek lingkungan yang dapat mengurangi polusi udara dan mengurangi pencemaran lingkungan karena fly ash merupakan bahan padat yang tidak mudah larut dan tidak mudah menguap sehingga lebih sulit dalam penangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi fly ash sebagai bahan campuran pada pembuatan beton, pengujian kuat beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan campuran fly ash 5%, 10%, 15% tujuan penambahan fly ash pada pembuatan beton untuk meningkatkan nilai kuat tekan. Dalam penelitian diperoleh kuat tekan pada komposisi campuran fly ash 5% dengan kuat tekan 25, 44 MPa dan porositas 2,34% untuk beton normal mempunyai kuat tekan 26,63 MPa. Campuran fly ash 10% didapat 21, 36 dan porositas 2,07%; campuran fly ash 15% didapat 6,048 MPa dan porositas 6,09%. Dengan hasil tersebut maka fly ash dapat digunakan sebagai bahan campuran pada pembuatan beton dengan komposisi tidak lebih dari 5%.
PROSES ERECTION PEMASANGAN CANGKANG DAN BILAH SAYAP KANTOR PRESIDEN DI IKN PENAJAM PASER UTARA – KALIMANTAN TIMUR Chasanah, Ummi; Soehartono; Saleh, Rahmat
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/02ph8e14

Abstract

Pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) adalah hal dalam rangka memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur dengan gedung-gedung pemerintahan, yang merupakan lompatan transformasi bangsa menuju Indonesia Maju. Pembangunan IKN Nusantara mengusung konsep Future Smart Forest City of Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan sekitar dan representasi bangsa yang unggul dengan mewujudkan smart city (kota pintar) kota modern berkelanjutan yang memiliki standar internasional. Pekerjaan cangkang dan bilah – bilah sayap burung garuda. Pekerjaan tersebut dengan menggunakan kerangka baja, cangkang tembaga, kuningan, galvalum serta kaca. Tembaga dan kuningan, bahan tersebut nantinya akan mengalami proses oksidasi sehingga secara perlahan namun pasti akan berubah warna menjadi hijau tosca matang. Bahan tersebut telah terbukti pada peninggalan masa lalu yang merupakan bahan konstruksi bangunan, terbuat dari baja yang tahan cuaca dan sampai akhirnya berhenti dengan warna kemerahan mirip warna tembaga, Sedangkan bilah sayap pada garuda menggunakan bahan brush dan besi baja yang sangat tahan dengan kondisi alam dan bentuk asli bilah garuda ini tidak di cat sama sekali. Bilah sayap garuda dibuat model kotak – kotak, hal ini memudahkan untuk memasang dan menyusun cangkang dan bilah sayap. Burung garuda dipilih dengan desain tepat, karena berkaitan erat dengan Bangsa Indonesia dengan berbagai perbedaan, silang pandang, keragaman adat istiadat, budaya, dan perilaku serta perbedaan kepercayaan maupun agama. Garuda adalah simbol persatuan dan juga Lambang Negara Bhineka Tunggal Ika, secara simbolik dan mengandung bahasa keindahan, keramahtamahan, keteduhan, kemandirian, keindahan dan kewibawaan sebagai bangsa.
PEKERJAAN KOLOM, PLAT PADA PROYEK EKSPANSI DP MALL DI SEMARANG – JAWA TENGAH Soehartono; Chasanah, Ummi; Adi Kurniawan, Eka
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/c50sw811

Abstract

Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kota Semarang 2022, tercatat memiliki penduduk sebanyak 1.653.524 jiwa yang terbagi menjadi 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Kota Semarang memiliki luas area keseluruhan sebesar 373,7 km² dan kepadatan penduduk sebanyak 4.425 jiwa/km² dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk dalam kurun waktu tahun 2020-2022 sebesar 1,37 %. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dalam bidang stabilitas ekonomi yang tinggi, maka memberikan dampak yang besar terhadap tingkat kehudupan masyarakat dan perkembangan perekonomian secara umum di Indonesia, dan khususnya di Kota Semarang. Sehingga terjadi peningkatan pola hidup di lingkungan masyarakat dengan kebutuhan manusia semakin meningkat dan beragam kebutuhan. Keistimewaan tersebut dapat jadi pemikat dan pengunjung hampir seluruh kecamatan dari Kota Semarang, bahkan hingga luar Kota Semarang. Keberadaan pusat perbelanjaan dalam suatu kawasan ini diharapkan akan menumbuhkan kawasan tersebut menjadi kawasan bisnis dan dapat meningkatkan nilai lahan di sekitarnya. Kota Semarang merupakan kota niaga, terdapat banyak pusat perdagangan baik lokal maupun nasional yang memiliki omset perdagangan amat baik, keberadaan pusat bisnis dibeberapa daerah Kota Semarang mempengaruhi aspek sosial dan ekonomi penduduk sekitarnya. Pelaksanaan pengecoran kolom dan plat proyek ekspansi DP Mall Semarang, dengan menggunakan baja tulangan adalah tulangan berulir mutu BJTD-40, sesuai dengan SII 0136-19. Dengan menggunakan peraturan perencanaan gedung yang berpedoman pada standart SNI 1727:2019 dan SNI 1726:2019 serta SNI 2847:2019. Pengecoran yang menggunakan ready mix dengan mutu beton sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Hasil mutu pengecoran dibuktikan dengan hasil benda uji dari laboratorium yang ditentukan.
PEKERJAAN RIGID PAVEMENT JALAN TOL RUAS SOLO - YOGYAKARTA – NYIA KULON PROGO SEKSI 1 KLATEN – PURWOMARTANI Chasanah, Ummi; Soehartono; AHS, Awaludin
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/e5hss671

Abstract

Pembangunan sarana transportasi seperti jalan tol merupakan salah satu akses untuk mempercepat dan mempermudah arus lalu lintas. Keterbatasan pembangunan infrastruktur Jalan tol berdasarkan UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan “ Jalan Tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai rasional yang penggunanya diwajibkan membayar Tol. Pembangunan jalan tol penyelenggara harus memperhatikan UU No.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, UU No.38 Tahun 2004 tentang Jalan, PP No.29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, PP No.34 Tahun 2006 tentang Jalan, dan Kepres No.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan peraturan teknis lainnya yang terkait langsung dalam penyelenggaraan pembangunan jalan tol. Proyek Pembangunan Jalan tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo merupakan Proyek Stategis Nasional (PSN) yang memiliki panjang 96,57 KM dan terbagi menjadi 3 seksi pekerjaan, yaitu Seksi 1 Banyudono – Klaten, Seksi 2 Klaten – Purwomantani, Seksi 3 Purwomantani – Kulon Progo.Proyek ini bertujuan meningkatkan aksebilitas ke NYIA Kulon Progo.Jalan tol ini direncanakan akan beroperasi pada Desember 2024. Rigid pavement atau perkerasan kaku merupakan jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton sebagai bahan utama perkerasan merupakan salah satu jenis perkerasan jalan dan perkerasan lentur (asphalt). Keunggulan dari perkerasan kaku sendiri dibanding perkerasan lentur (asphalt) adalah bagaimana distribusi beban disalurkan ke subgrade. Struktur dan komponen dalam pekerjaan rigid pavement yang harus diperhatikan terbagi dalam 3 bagian, adalah : Slab beton, Subbase dan base, dan Subgrade.
PENGGUNAAN K3 PADA PEKERJAAN PILE CAP PEMBANGUNAN GEDUNG IBRAHIM TOWER 13 LANTAI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Chasanah, Ummi; Baswindro; Pangestuti, Vivi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vm7zpz35

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (k3) diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 8 Tahun 2010 Tentang Alat Pelindung Diri. Dalam Pasal 1 disebutkan bahwa alat pelindung diri atau APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Lambang K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang berarti makna yang terdapat dalam Kepmenaker RI 1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Berikut penjelasan mengenai arti dan makna lambang/logo/simbol K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin,  pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Kecelakaan kerja adalah kecelakaan atau penyakit yang diderita oleh seseorang akibat melakukan suatu pekerjaan atau ditimbulkan oleh lingkungan kerja (Payaman, 1994). Rambu-rambu K3 ini pada prinsipnya harus mematuhi standar yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Salah satu acuan yang digunakan adalah Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No. 05 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Pada pekerjaan pile cap telah dilaksanakan sesuai dengan aturan rencana kerja. Perlu kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perlu ditingkatkan dengan cara melakukan pendekatan yang melibatkan peningkatan edukasi, pengawasan ketat, penyediaan APD yang nyaman, dan meminimalkan resiko kecelakaan kerja. Pekerjaan pile cap pada proyek Pembangunan Gedung Ibrahim Tower 13 lantai untuk K3 adalah zero accident.
IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELLING PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUS UIN MAULANA MALIK IBRAHIM KAMPUS 3 MALANG - JATIM Soehartono; Chasanah, Ummi; Baswindro; Zamawi, Irvan
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 1 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/kd0ghf74

Abstract

Proyek Pembangunan Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan menggunakan software Building Information Modelling (BIM). Software ini diupayakan untuk meningkatkan efisiensi dalam hal kebutuhan tenaga kerja, waktu, dan biaya. Sistem informasi ini memiliki potensi mengubah struktur, budaya, politik, dan pola kerja organisasi, sering kali muncul hambatan dalam proses penerapan software. Building Information Modelling (BIM) merupakan pendekatan sistematis dalam proses perencanaan, desain, konstruksi, dan pengelolaan bangunan atau infrastruktur. BIM menggunakan model digital yang terintegrasi dan komprehensif untuk menggambarkan semua aspek dari proyek, termasuk geometri, fungsi, informasi geografis, dan data lainnya. Building Information Modelling berperan dalam perencanaan operasional, fabrikasi digital, manajemen dan perencanaan, pemodelan as-built, analisis konstruksi, manajemen fasilitas, pemeliharaan dan rencana rekonstruksi, manajemen ruang, serta manajemen krisis. Dimensi Building Information Modelling antara lain : BIM 2D, BIM 3D, BIM 4D, BIM 5D, BIM 6D, BIM 7D, BIM 8D dan BIM 10D. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : peningkatan konsistensi Level of Development (LOD), optimalisasi penggunaan BIM 4D dan 5D, penguatan kolaborasi antar tim, pengembangan kompetensi tim, dan evaluasi rutin dan pembelajaran berkelanjutan. Beberapa jenis LOD yang biasanya digunakan dalam industri konstruksi antara lain : LOD 100, LOD 200, LOD 300, LOD 400, dan LOD 500. BIM dapat digunakan untuk penjadwalan Autodesk Naviswork dan untuk clash detection yang berfungsi untuk mengetahui element model revit yang mengalami overlapping atau yang saling tumpeng tindih.
PERENCANAAN STRUKTUR ATAS BANGUNAN RUMAH SUSUN SEWA SEDERHANA (RUSUNAWA) 5 LANTAI JL. MENDUNGAN PABELAN KARTASURA KAB. SUKOHARJO DENGAN SAP 2000v14. Arifin, Fathul; Soehartono; Chasanah, Ummi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/c8d2fj74

Abstract

Perencanaan Struktur Atas Bangunan  Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) untuk mahasiswa di dekat kampus Universitas Muhamadiyah Solo di Kota Kartosura Sukoharjo. Bagi mahasiswa dari luar kota yang berkuliah di universitas ini dapat memperoleh tempat tinggal sementara yang nyaman di dekat kampus sehingga aktivitas mereka bisa lebih kondusif dan lebih menyatu dengan lingkungan kampus. Diharapkan bangunan ini dapat membantu menekan jumlah hunian horizontal yang sangat banyak menghabiskan lahan di Kartosuro, sekaligus membantu mencukupi kebutuhan hunian sewa untuk mahasiswa karena perkembangan kotanya sangat dipengaruhi oleh pesatnya pertambahan jumlah mahasiswa luar kota. Permasalahan dalam perencanaan ini adalah bagaimana mendesain suatu bangunan hunian sewa sederhana yang masih tetap memiliki kualitas yang lebih dibandingkan rusunawa.
PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DASAR YANG BERKUALITAS UNTUK MENCAPAI SMART LIVING Subekti, Sri; Artiningsih, Ni Komang Ayu; RHJ. Wedyowibowo; Chasanah, Ummi
JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand Vol. 2 No. 2 (2025): JUTSU : Jurnal Teknik Sipil Unpand
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/vm3f3c24

Abstract

Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang tidak terencana dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti kemacetan lalu lintas, polusi udara, perubahan lingkungan. Metode yang dilakukan data sekunder, primer, pemanfaatan data dari berbagai sumber untuk mengidentifikasi kebutuhan, merancang solusi. Isu stratregis Kota Tangerang pada periode pembangunan 2024-2026 adanya daya saing pada sektor infrastruktur kota. Permasalahan rendahnya kesadaran masyarakat tentang konsep smart living, ketimpangan digital antara wilayah, kelompok sosial, tingkat pendapatan; kurangnya pemahaman  manfaat teknologi, kesulitan mengadopsi teknologi baru; minat masyarakat masih rendah dalam penggunaan  transportasi angkutan umum. Kurangnya penegakan Peraturan Daerah dengan menggunakan Sistem Informasi Geospasial. Sarana kesehatan individu masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana. Perlunya kerjasama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek dalam perencanaan, pengembangan, pengoperasian layanan transportasi umum perkotaan dalam menyediakan transportasi aman, nyaman, terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha dalam Forum Tanggung Jawab Sosial, Lingkungan mewujudkan kota lebih baik dan maju.