Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inclusive Education and Justice for Students With Special Needs in Madrasas Mareta, Mira; Alimah, Ade; Muhammad, Muhammad
Ulumuna Vol 28 No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/ujis.v28i2.862

Abstract

Inclusive education strives to provide equal opportunities for all children, regardless of their disabilities, to access education. While inclusive education is vital to ensure justice and equal opportunities for every child, the effectiveness of catering to each child's unique needs and potential is still up for debate. This article delves into research conducted in 2023 in West Nusa Tenggara, Indonesia, which explores the implementation of inclusive education and its impact on justice. The study used focus group discussions with principals, teachers, and parents of two madrasas (Islamic schools) in two regencies, the Ministry of Religious Affairs representatives, the Inclusive Madrasa Educator Forum, and a non-governmental organization. The results show that the implementation of inclusive education in madrasas has made significant progress, including an increase in the number of inclusive madrasas, positive attitudes from the school community, individualized education programs, the establishment of the Inclusive Madrasah Educator Forum, and collaboration between the government, non-government organizations, and the community. However, challenges such as limited resource allocation, a lack of teacher professional development, and obscure study plans, processes, and evaluations still exist. These unresolved challenges may lead to injustice for children with special needs in madrasas.
MENGGALI NILAI-NILAI KONSELING PRANIKAH PADA TRADISI MANDIK KEMANTIN DI LOMBOK TIMUR Ramdiani, Riri; Mareta, Mira; Bafadal, Iqbal; Raudlatul Muhasanah
Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/m8gy4h08

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengetahui bagaimana prosesi tradisi mandik kemantin di Desa Pengadangan Barat Lombok timur, yang kedua untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai konseling  pranikah  dalam tradisi Mandik kemantin di Desa Pengadangan Barat Lombok Timur. Tradisi Mandik Kemantin ini sejalan dengan konseling Pranikah. Oleh karena itu metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, wawancara mendalam dan observasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis isi. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian yakni menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mandik kemantin merupakan prosedur wajib yang dilakukan oleh mayarakat Desa pengadangan Barat sebelum melangsungkan sebuah pernikahan. Tradisi ini bagian dari integrasi dan budaya sasak dalam membangun kehidupan perkwinan. Terdapat tiga tahapan pada prosesi mandik kemantin, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap penutup. Dalan tradisi mandik kemantin ini juga mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan konseling pranikah, termasuk: spiritual, agama, kerjasama dan komunikasi, kesopanan, komitmen, ekonomi, pendidikan, nilai yang dapat memeberikan arahan dan pemecahan masalah, keterbukaan dan berkata jujur, penerimaan. Tradisi mandik kemantin bukan hanya soal ritual akan tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang menunjang keharmonisan dan kebahagiaan dalam sebuah pernikahan. Nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip konseling pranikah, menunjukkan kearifan lokal pada suku sasak dalam membangun kehidupan pernikahan yang sakinah mawaddah dan warrahmah.
ART THERAPY SEBAGAI TEKNIK KATARSIS UNTUK MENURUNKAN STRES DAN KECEMASAN PADA REMAJA BROKEN HOME Difebrian, Andiniyasmin; Mareta, Mira; Fitriana, Herlina
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 15, No 1 (2025): Edisi Januari - Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v15i1.23642

Abstract

Berdasarkan data, satu dari tiga remaja di Indonesia menghadapi masalah kesehatan mental, dengan remaja dari keluarga broken home mengalami tekanan emosional yang lebih besar akibat konflik keluarga dan kurangnya dukungan emosional. Terapi seni diharapkan dapat menjadi intervensi non-farmakologi yang efektif untuk membantu remaja mengekspresikan perasaan yang terpendam dan mengatasi masalah emosi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi efektivitas terapi seni (art therapy) sebagai teknik katarsis dalam mengurangi stres dan kecemasan pada remaja yang mengalami broken home. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan 10 remaja dengan 2 laki-laki dan 8 perempuan berusia 17-22 tahun yang tinggal dalam kondisi broken home yang tinggal di daerah Jalan Pendidikan Mataram. Partisipasi dalam sesi terapi seni dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu selama 60-90 menit per sesi dengan konseling kelompok. Efektivitas terapi diukur melalui perubahan skor pada Depression, Anxiety, and Stress Scale (DASS-42) sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwa art therapy secara signifikan mengurangi stres dan  kecemasan pada remaja yang terlibat.  Hasil uji-t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pretest  dan posttest, dengan nilai t-hitung 11.434 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2,262. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa  Ha dapat diterima dan Ho ditolak, artinya art therapy efektif mengurangi stres dan kecemasan  pada remaja broken home.
Eksplorasi Peran Emosi atau Perasaan Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Pendidikan Agama Islam Muhtar, Lalu Deni; Zubair, Maimun; Mareta, Mira
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2568

Abstract

Pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk individu dan masyarakat yang berkualitas. Tantangan utama pendidikan saat ini adalah bagaimana mengimplementasikan kurikulum yang relevan dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik serta perubahan zaman. Kurikulum Merdeka Belajar, yang menekankan kebebasan dan kemandirian dalam proses pembelajaran, menawarkan solusi terhadap tantangan ini. Dalam konteks pendidikan agama Islam, peran emosi atau perasaan sangat penting karena memengaruhi motivasi, konsentrasi, dan pemahaman peserta didik. Studi yang membahas peran emosi dalam pendidikan agama Islam masih terbatas, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan pengelolaan perasaan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran agama. Artikel ini mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana perasaan dapat memengaruhi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pendidikan agama Islam, serta menawarkan rekomendasi untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan konsep ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur untuk menganalisis peran emosi dalam implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada pendidikan agama Islam. Proses ini melibatkan pemilihan literatur berkualitas tinggi dari jurnal ilmiah, buku teks, artikel, dan dokumen akademis lainnya. Analisis literatur berfokus pada bagaimana Kurikulum Merdeka Belajar berkontribusi terhadap pembentukan sikap dan nilai dalam agama Islam serta implikasi kecerdasan emosional terhadap pengajaran dan pembelajaran agama Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional guru berperan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran, membangun hubungan baik dengan siswa, dan mengelola stres. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kebijakan pendidikan dan praktik terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, dengan menekankan pentingnya integrasi kecerdasan emosional dalam kurikulum dan pelatihan guru.
DZIKR AND MEDITATION IN TASHAWWUF: Spiritual Disciplines, Psychological Benefits, and Their Contemporary Relevance Afifi, Mansur; Fattah, Abdul; Mareta, Mira; Fakhri, Mohammad
MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 49, No 2 (2025)
Publisher : State Islamic University North Sumatra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/miqot.v49i2.1485

Abstract

Dzikr (remembrance of Allah) and meditation are core spiritual practices in Islam that support inner peace and personal transformation. Grounded in the Qur’an and developed within tashawwuf (Sufism), they aim to purify the self (tazkiyah al-nafs), deepen God-consciousness, and cultivate spiritual tranquillity. This study explores the relevance of dzikr and meditation by integrating Islamic spiritual perspectives with contemporary psychological and mental-health insights. Using a qualitative–descriptive method, data were obtained through literature analysis and participatory observation in dzikr and meditation gatherings, supplemented by informal interviews. The results show that these practices enhance spiritual well-being by fostering gratitude, emotional balance, and awareness of the Divine, while also producing measurable psychological benefits such as reduced stress and increased resilience. The study concludes that dzikr and meditation remain highly relevant for promoting holistic well-being and providing accessible pathways to balance and meaning in modern life.
Enhancing Teenage Mothers' Resilience in Lombok Through Strength Bombardment Technique Intervention Mareta, Mira; Bafadal, Iqbal; Kirana, Dyah Luthfia
Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 15 No. 2 (2025): December
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jbki.2025.15.2.97-106

Abstract

The lack of resilience in teenage mothers can lead to vulnerabilities in their cognitive, emotional, and behavioral functioning. Resilience is essential for managing the dual roles of wife and mother. This study aimed to assess the effectiveness of the Strength Bombardment Technique in enhancing resilience among teenage mothers. A pre-experimental, one-group pre-test post-test design was utilized. Twenty-one teenage mothers were selected through purposive sampling. Resilience levels were measured using an instrument based on Stoltz's theory, both before and after the intervention. Paired Sample T-Test analysis showed a significant increase in resilience (sig. 2-tailed = 0.000 < 0.05), confirming the effectiveness of the Strength Bombardment Technique. These findings suggest that the Strength Bombardment Technique is a promising method for empowering teenage mothers by enhancing their resilience.
Interaksi Edukatif antara Guru Akidah Akhlak dengan Siswa dalam Pembentukan Karakter Sosial Siswa Idrus, S. Abdul Jalil Al; Mareta, Mira
Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram Vol. 11 No. 2 (2022): Schemata: Jurnal Pascasarjana UIN Mataram
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is, first to analyze the educational interaction between teachers and students moral creed in shaping the social character of students. Second, analyze the process of forming the social character of students this type of research is qualitative descriptive. Collecting data using observation methods, interviews and literature. The results obtained are important educational interactions conducted by teachers because it can foster respect for students to teachers, as a motivation in learning, as a place to communicate and interact and foster familiarity. In the process of forming the character of the teacher is mutual respect and appreciation in the learning process, provide an example in the relationship of teachers and students with good words and deeds, work together in creating a conducive madrasah and foster social awareness. The implications of this study strengthen religious values, provide influence and stimulus to students in behavior and speech. Keywords: Educational Interaction, Students Moral, Social Character Tujuan penelitian ini adalah, pertama untuk menganalisis interaksi edukatif antara guru akidah akhlak dengan siswa dalam membentuk karakter sosial siswa. Kedua, menganalisis proses pembentukan karakter sosial siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulkan data menggunakan metode observasi, wawancara dan kepustakaan. Hasil yang diperoleh adalah interaksi edukatif penting dilakukan oleh guru karena dapat menumbuhkan rasa hormat siswa kepada guru, sebagai motivasi dalam belajar, sebagai wadah untuk berkomunikasi dan berinteraksi serta menumbuhkan keakraban. Dalam proses pembentukan karakter yang dilakukan guru yaitu saling menghormati dan menghargai di dalam proses pembelajaran, memberikan keteladanan dalam hubungan guru dan siswa dengan perkataan dan perbuatan yang baik, bekerja sama dalam menciptakan madrasah yang kondusif serta menumbuhkan kepedulian sosial. Implikasi penelitian ini memperkuat nilai-nilai keagamaan, memberikan pengaruh dan stimulus kepada siswa dalam tingkah laku dan perkataan. Kata kunci : Interaksi Edukatif, Moral Siswa, Karakter Sosial