Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Streamlining Production Flow dalam Upaya Continuous Improvement di Pabrik Mie Ho Kie San, Patikraja Leony, Florence; Arisandhy, Vivi; Liputra, David Try; Suhada, Kartika; Suhandi, Victor; Heryanto, Rainisa Maini; Wawolumaja, Rudy; Wiranata, Chandra; Wisanta, Cindy Felicia; Emerentia, Kharens; Mashari, Lea; Hambali, Mellisa Pricilia
Jurnal Surya Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.6.2.2024.157-166

Abstract

Ho Kie San Noodle Factory is one of the MSMEs in Patikraja District, Central Java that produces traditional noodles. Previously, the community service team had assisted this partner in increasing its production potential. However, there are still many improvements that can be made. The management conveyed the need for Kaizen (continuous improvement) material. Therefore, community service activities were carried out again in this factory. The method used is training. There were 9 participants who attended, representing the human resource department, finance department, general department, administration department, technical department, production department, inventory department and marketing department. The stages of the activities carried out were factory surveys and interviews with management, training implementation preparation, compiling training materials, filling preliminary questionnaires, training to representatives of each department within the company regarding the concept of continuous improvement and streamlined, and filling evaluation questionnaires. Based on the results of the questionnaire, it was found that the level of understanding of the participants increased after the training. Providing materials of Kaizen (continuous improvement) as well as production flow streamlining can help participants in streamlining the flow in each department and can also give motivation to continue making improvements in each department.
PENDAMPINGAN PEMANFAATAN PHOTO BOX UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK PROMOSI ANINDYA CAKE AND COOKIES MELALUI MEDIA SOSIAL Wiranata, Chandra; Susanto, Kevin; Mashari, Lea; Hambali, Mellisa Pricilia; Pakpahan, Marpha Yosua; Hermawan, Melina; Christina, Christina; Liputra, David Try; Wianto, Elizabeth; Leony, Florence
Jurnal Terapan Abdimas Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v8i2.16008

Abstract

Abstract Anindya Cake and Cookies is one of the Small Medium Enterprise in culinary that is located at Jalan Terusan Unpar I no 10 F, Sukawarna Village, Sukajadi County, Bandung. The products of Anindya Cake and Cookies are cookies, banana chips, bread pudding and homemade sweet food. Currently, Anindya Cake and Cookies is managed simply, and has not implemented marketing strategies, especially in social media promotion. This community service was done through mentoring method to help Anindya Cake and Cookies to implement the promotion effectively, concerning the products were included in creative industry that carried local wisdom, for example lotek banana chips, that was one Sundanese community’s traditional food. Mentoring topic that was given was the use and implementation of Mini Studio Photo Box Portable LED Lights to promote the products through social media. The result of the product picture more real although taken with cellphone and that the result would increase product marketing attractiveness of Anindya Cake and Cookies. Abstrak Anindya Cake and Cookies merupakan sebuah Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) bidang kuliner yang berlokasi di Jl. Terusan Unpar 1 no 10 F, Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Bandung. Produk yang dihasilkan adalah cookies, keripik pisang, bread pudding dan makanan-makanan manis homemade.  Saat ini Anindya Cake and Cookies masih dikelola secara sederhana, dan belum menerapkan strategi pemasaran khususnya promosi melalui media sosial secara maksimal.  Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode pendampingan bertujuan membantu Anindya Cake and Cookies meningkatkan daya tarik promosi secara maksimal mengingat produk yang dihasilkan Anindya Cake and Cookies termasuk hasil industri kreatif yang mengusung kearifan lokal diantaranya keripik pisang rasa lotek yang menjadi ciri khas makanan masyarakat Sunda.  Topik pendampingan yang diberikan adalah cara penggunaan dan pemanfaatan Mini Studio Photo Box Portable Lampu LED untuk promosi melalui media sosial.  Tampilan foto produk di media sosial terlihat lebih nyata walaupun hanya menggunakan kamera ponsel, hasil lebih meningkatkan daya tarik pemasaran produk yang dihasilkan Anindya Cake and Cookies.  
Analisis Penyebab Risiko pada Rantai Pasok Darah di Masa Pandemi COVID-19 Menggunakan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) Amalina, Ninda Nurseha; Liputra, David Try; Heryanto, Rainisa Maini
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.65-76

Abstract

Kebutuhan darah merupakan sesuatu hal yang perlu mendapat prioritas perhatian karena dapat menyangkut keberlanjutan hidup manusia. Entitas dalam suatu rantai pasok darah dapat terdiri dari Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai pemasok darah, bank darah rumah sakit (BDRS) sebagai penyalur darah, dan pasien sebagai konsumen darah. BDRS merupakan unit pelayanan yang bertanggung jawab terhadap ketersediaan darah yang dapat memadai untuk menunjang pelayanan medis. Semenjak masa pandemi COVID-19, kemampuan pemenuhan produk darah di BDRS Kota Bandung mengalami penurunan. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pemenuhan produk darah. Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi risiko dan analisis penyebab risiko pada suatu rantai pasok darah di masa pandemi khususnya di BDRS Kota Bandung. Penelitian diawali dengan tahap identifikasi risiko dengan model Supply Chain Operations Reference (SCOR). Penyebab risiko di BDRS dianalisis menggunakan metode Fishbone Analysis. nilai risiko (severity), dan penyebab risiko (occurrence) dinilai menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 34 risiko dan 29 penyebab risiko yang teridentifikasi. Melalui penelitian ini diharapkan BDRS dapat mengidentifikasi dan menganalisis risiko serta penyebabnya agar BDRS dapat segera melakukan penanganan sehingga permasalahan dalam rantai pasok darah dapat diminimasi.
Penentuan Jumlah Pegawai Bagian Farmasi untuk Mengurangi Total Waktu Menunggu Pasien Rawat Jalan dan Pasien Rawat Inap dengan Metode Simulasi Liputra, David Try; Arisandhy, Vivi; Menori, Christophorus Ivander
JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri Vol 11, No 1 (2024): JISI UMJ
Publisher : Fakultas teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jisi.11.1.87-98

Abstract

Penelitian Tamzil (2018) telah mengusulkan penambahan jumlah pegawai bagian farmasi yang melayani pasien rawat jalan dan pasien rawat inap untuk mengurangi waktu menunggu pasien. Pada penelitian ini akan dilakukan pengkajian kembali mengenai usulan penambahan pegawai tersebut, baik yang melayani pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. Hal ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi jumlah pegawai yang lebih baik lagi sehingga total waktu menunggu dapat menjadi lebih singkat lagi. Penentuan jumlah pegawai tersebut akan menggunakan metode simulasi dimana skenario yang diusulkan adalah sebanyak 3 skenario. Selain itu, untuk mencapai ketentuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, maka diterapkan juga alternatif perubahan. Alternatif perubahan untuk Bagian Rawat Jalan ada 2, yaitu penambahan pegawai rawat jalan sebanyak 2 orang serta penambahan pegawai rawat jalan sebanyak 1 orang dan pegawai input sebanyak 1 orang. Alternatif perubahan untuk Bagian Rawat Inap, yaitu penambahan pegawai yang mengantarkan obat menuju nurse station sebanyak 1 orang. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa skenario usulan 3 alternatif 2 menghasilkan waktu menunggu obat yang lebih singkat untuk pasien rawat jalan, sedangkan untuk pasien rawat inap skenario 3 yang menghasilkan waktu menunggu obat yang lebih singkat. Waktu menunggu obat untuk pasien rawat jalan sudah memenuhi ketentuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, namun untuk pasien rawat inap tidak ada alternatif yang memungkinkan untuk mencapai standar yang ditetapkan. Hal ini disebabkan pengantaran obat menuju ke nurse station sudah membutuhkan waktu 1,5 jam. Oleh karena itu, pihak rumah sakit perlu meninjau kembali sistem pelayanan pegawai rawat inap.
Desain Mitigasi Risiko Rantai Pasok Darah Menggunakan Pendekatan Baru Heryanto, Rainisa Maini; Liputra, David Try; Arisandhy, Vivi; Amalina, Ninda Nurseha
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 13 No. 2 (2024): Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v13i2.7326.143-156

Abstract

Blood is an essential component for body and plays critical role in human survival. Hospital blood banks (HBB) are responsible for ensuring availability and safety of blood in particular area. Risks that could arise in blood supply chain at HBB need to receive full attention, especially in the event of an outbreak or disaster. This attention is necessary to ensure smooth flow of activities, information, products, and finances. The primary objective of this research is to develop risk mitigation design for the blood supply chain. This research focuses on case study at HBB in Bandung City with specific focus on packaged red blood cells. The new approach used in this research involves initiating process by collecting potential risks, which are then defined and classified within the supply chain operations reference (SCOR) model. Subsequently, questionnaires were distributed to gather input for calculating weights using the analytical hierarchy process (AHP). Following step involves identifying root cause of these risk through fault tree analysis (FTA) and determining the most influential risk causes using failure mode effect and analysis (FMEA). Final phase entails designing strategies for mitigating risks in blood supply chain. This research aims to assist HBB facilities in prioritizing risks for treatment and implementing strategies to minimize these risks within their respective areas. According to AHP results, risk with the highest weight (0.173) is unavailability of blood stock at Indonesian Red Cross due to a shortage of donors. This risk can be mitigated by incorporating blood donation activities in agencies and HBB. The new approach in the research could provide more detailed mapping of blood supply chain risks.
Usulan Algoritma Penjadwalan Pengiriman Produk Di PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk Joshua Gerald; Kartika Suhada; David Try Liputra
Journal of Integrated System Vol. 2 No. 1 (2019): Journal of Integrated System
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v2i1.1594

Abstract

Abstrak PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang berlokasi di jalan Raya Cimareme 131, Padalarang Kab. Bandung Barat, merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur minuman dalam kemasan. Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah keterlambatan tibanya produk di tangan konsumen. Hal tersebut menyebabkan timbulnya beberapa permasalahan, seperti: harus diperbaikinya kontrak kerjasama dengan pihak konsumen yang membutuhkan waktu cukup lama dan konsekuensi biaya yang ditimbulkan akibat perbaikan kontrak tersebut. Maka dari itu diusulkan algoritma penjadwalan yang didalamnya terdapat metode backward scheduling dalam membantu penyelesaian algortima penjadwalan. Dari hasil algoritma usulan untuk 5 periode pengiriman, didapatkan terjadi penurunan keterlambatan secara berturut-turut adalah 9, 13, 7, 5 dan 10. Selain penurunan jumlah keterlambatan, algoritma usulan juga dapat memberikan pengurangan kebutuhan moda transportasi. Dimana jumlah pengurangan kebutuhan moda transportasi dari ke 5 periode usulan secara berturut-turut adalah 2, 2, 1, 1, 2. Algoritma usulan membantu perusahaan dalam merancang jadwal pengiriman karena dapat mengurangi permasalahan keterlambatan sampainya produk ke tangan konsumen. Kata kunci : indutri minuman kemasan, distribusi, penjadwalaan, algoritma, backward scheduling. Asbtract PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk is located on Jalan Raya Cimareme 131, Padalarang Kab. West Bandung, is a company engaged in beverage packaging manufacturing. The problem faced by the company is the delay in the arrival of the product in the hands of consumers. This has led to several problems, such as: the contract of cooperation with the consumer must be improved, which takes a long time and the consequences of costs resulting from the repair of the contract. Therefore, a scheduling algorithm is proposed, in which there is a backward scheduling method in assisting the completion of scheduling algorithms. From the results of the proposed algorithm for the 5 delivery periods, it was found that there were decreases in delay, respectively 9, 13, 7, 5 and 10. In addition to a decrease in the number of delays, the proposed algorithm can also reduce the need for transportation modes. Where the number of reductions in transportation mode needs from the 5 proposed periods are 2, 2, 1, 1, 2. The proposed algorithm helps the company in designing the delivery schedule because it can reduce the problem of delays in arriving at the hands of consumers. Keywords : beverage packaging industry, distribution, scheduling, algorithms, backward scheduling.
Algoritma Penjadwalan Distribusi Barang Berbasis Teknik Backward Scheduling (Studi Kasus: PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk.) Kartika Suhada; David Try Liputra; Vivi Arisandhy; Tomy Jeremy
Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (2020): Journal of Integrated System Vol. 3 No. 2 (Desember 2020):
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v3i2.2994

Abstract

Backward scheduling adalah metode penjadwalan yang dilakukan secara urutan terbalik, dimana batas waktu penyelesaian (due date) sebagai titik awal penjadwalan. Penelitian terkait penggunaan metode tersebut telah banyak dilakukan. Penelitian sebelumnya banyak yang membahas penerapan metode penjadwalan, namun lebih difokuskan pada aktivitas produksi. Penelitian ini membahas penerapan metode backward scheduling untuk aktivitas distribusi. Objek penelitian adalah PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company, Tbk. yang menghadapi permasalahan keterlambatan pengiriman barang. Javia dkk. (Javia dkk., 2019) telah berhasil mengembangkan algoritma yang dapat mengurangi jumlah keterlambatan tersebut, tetapi hasilnya belum cukup signifikan. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dirancang suatu algoritma penjadwalan distribusi barang yang dapat meminimasi jumlah keterlambatan dan total biaya keterlambatan yang timbul. Penerapan algoritma usulan dibandingkan algoritma Javia dkk. menghasilkan pengurangan dalam beberapa hal, yaitu: kebutuhan moda sebanyak 6 unit, jumlah kota yang mengalami keterlambatan pengiriman sebanyak 2 kota, jumlah moda yang terlambat sebanyak 3 unit, dan jumlah muatan yang terlambat sebanyak 18 pallet. Selain itu, durasi keterlambatan untuk 3 kota besarnya sama, namun untuk 2 kota lainnya tidak mengalami keterlambatan. Biaya penalty yang timbulpun berkurang sebesar Rp7,104,000,- atau 3.928%. Kata kunci: penjadwalan, distribusi barang, backward scheduling
Penjadwalan Mata Kuliah dengan Mempertimbangkan Ketersediaan Waktu Pengajar dan Satuan Kredit Semester yang Tidak Terpisah Menggunakan Integer Linear Programming Victor Suhandi; Vivi Arisandhy; David Try Liputra
Journal of Integrated System Vol. 6 No. 1 (2023): Journal of Integrated System Vol. 6 No. 1 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v6i1.6459

Abstract

Penjadwalan mata kuliah merupakan proses yang secara periodik dilakukan oleh manajemen suatu program studi. Faktor ketersediaan waktu para pengajar sangat mempengaruhi kemudahan penjadwalan. Jadwal atau slot waktu yang digunakan untuksuatu mata kuliah yang tidak sesuai dengan ketersediaan waktu dari pengajar yang mengampunya, perlu dinegosiasikan oleh pihak manajemen. Efisiensi proses penyusunan jadwal dan negosiasi untuk meminimalkan jadwal yang tidak sesuai dengan ketersediaan waktu pengajar menjadi penting untuk pengurangan beban bagi pihak manajemen. Studi ini fokus pada penjadwalan mata kuliah untuk meminimasi ketidaksesuaian tersebut dengan mempertimbangkan satuan kredit semester yang tidak dapat dipisah. Kebaruan dalam studi ini terletak pada penggunaan ketersediaan waktu pengajar sebagai kendala soft dipadukan dengan perumusan kendala untuk bobot mata kuliah yang beragam dan tidak terpisah dengan menggunakan mathematical programming. Data semester genap tahun 2023 diperoleh dari sebuah program studi teknik industri di Indonesia. Integerlinear programming digunakan untuk memodelkan masalah tersebut dan dipecahkan menggunakan CPLEX. Hasil optimal diperoleh dalam waktu yang singkat dan analisis sensitivitas jumlah ruangan juga dapat memberikan wawasan bagi pihak manajemen untuk meningkatkan efisiensi.
Usulan Penentuan Supplier dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Visekriterijumsko Kompromisno Rangiranje (VIKOR) di CV Cok Ko Tengok Joel Sanjaya Sipayung; David Try Liputra; Kartika Suhada
Journal of Integrated System Vol. 6 No. 2 (2023): Journal of Integrated System Vol. 6 No. 2 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jis.v6i2.6501

Abstract

CV Cok Ko Tengok adalah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi. Produk perusahaan adalah kaos dan jaket. Bahan baku utama yang digunakan adalah kain, dimana perusahaan melakukan pemesanan kepada 4 supplier, namun perusahan seringkali bekerja sama dengan Supplier 1 dan Supplier 2. Dasar pertimbangan pemilihan supplier adalah periode waktu kerja sama yang telah lama. Permasalahan yang terjadi di perusahaan, yaitu kualitas bahan baku yang kurang baik dan keterlambatan pengiriman bahan baku dari supplier. Oleh karena itu penulis bermaksud mengkaji ketepatan pemilihan kedua supplier tersebut melalui penentuan kriteria dan subkriteria serta menentukan supplier mana yang sebaiknya dipilih perusahaan. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, ada dua metode yang digunakan, yaitu: AHP dan VIKOR. Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot dari kriteria dan subkriteria dan metode VIKOR digunakan untuk menentukan ranking supplier. Berdasarkan pengolahan data kriteria terpenting adalah kualitas sedangkan subkriteria terpenting adalah tempo pembayaran. Urutan ranking supplier terbaik adalah Supplier 3. Untuk usulan yang diberikan, perusahaan dapat menerapkan single supplier dengan menggunakan Supplier 3.
PENENTUAN SUPPLIER BAHAN BAKU UTAMA KASUR PEGAS MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DAN TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION Yesaya, Angga; Arisandhy, Vivi; Liputra, David Try
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i1.18031

Abstract

Penelitian mengenai pemilihan atau penentuan supplier dengan menggunakan metode AHP maupun kombinasinya dengan metode TOPSIS dalam penentuan supplier di industri penghasil kasur pegas belum banyak dilakukan. Penelitian ini akan membahas penerapan gabungan metode AHP dan TOPSIS dalam penentuan supplier di industri penghasil kasur pegas sehingga diharapkan hasil yang diperoleh lebih akurat dibandingkan jika hanya menggunakan salah satu metode. PT XYZ melakukan pemesanan bahan baku kawat kepada 4 supplier dan mengalokasikan pesanan dengan jumlah yang sama rata. Langkah pertama yang dilakukan adalah penentuan kriteria dan subkriteria untuk pemilihan supplier dan penyusunan hierarki. Selanjutnya dilakukan penyusunan kuesioner perbandingan berpasangan untuk menentukan tingkat kepentingan kriteria dan subkriteria. Setelah dilakukan perhitungan dengan metode AHP, diperoleh bobot kriteria dan subkriteria yang menjadi input untuk metode TOPSIS. TOPSIS digunakan untuk mengetahui supplier yang memiliki kinerja terbaik. Hasil yang diperoleh adalah kriteria Price dan subkriteria Harga Bahan Baku mempunyai tingkat kepentingan tertinggi dalam penilaian kinerja supplier kawat karena memiliki bobot tertinggi. Perusahaan dapat tetap menggunakan kebijakan multi-supplier dengan memprioritaskan supplier 1, namun ada beberapa kriteria dari kinerja supplier 1 yang perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan supplier lainnya.Kata Kunci: AHP, Bahan Baku Utama, Kasur Pegas, Supplier, TOPSIS.