Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH VARIASI PERBANDINGAN BATUBARA DAN CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUALITAS BIOBRIKET Arninda, Andi; Saqina, Nur Aflan Farah; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.939

Abstract

Biobriket merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari campuran biomassa dan dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif. Komposisi cangkang kelapa sawit yang dianalisis menunjukkan nilai energi yang tinggi dibandingkan limbah kelapa sawit lainnya. Cangkangnya mengandung komponen organik yang dapat diubah menjadi bahan bakar melalui proses pengarangan. Namun tingginya kandungan abu dan mineral pada cangkang kelapa sawit dapat mempengaruhi kualitas biobriket. Untuk meningkatkan kualitasnya, batu bara dicampur dengan cangkang kelapa sawit selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan batubara dan cangkang kelapa sawit terhadap kualitas biobriket. Percobaan yang dilakukan meliputi pembuatan arang cangkang kelapa sawit, penggilingan menjadi arang, pencampuran dengan batubara dengan arang cangkang kelapa sawit, penambahan larutan sagu 2% sebagai bahan pengikat, dan pencetakan biobriket. Biobriket diuji kualitasnya, meliputi analisis kadar air, kadar abu, kadar zat terbang, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi terdapat pada biobriket batubara 100%:0%, sedangkan kadar air terendah terdapat pada biobriket cangkang sawit 100%. Namun, tidak ada satu pun biobriket yang memenuhi persyaratan kadar abu standar. Studi tersebut menyimpulkan bahwa perbandingan batu bara dan cangkang kelapa sawit mempengaruhi kualitas biobriket, dengan pengaruh yang bervariasi terhadap kadar air, kadar abu, bahan mudah menguap, dan nilai kalor, dimana nilai kalor tertinggi pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 5894,28 kal/g,. nilai kadar air terendah pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 2,69%, nilai kadar abu yang terendah pada variasi perbandingan 60%:40% sebesar 8,96%, dan nilai zat terbang terendah pada variasi perbandingan 100%:0% sebesar 20,18%.
PENGARUH VARIASI KOAGULAN KULIT JERUK UNTUK MENURUNKAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) PADA LIMBAH AIR TAHU Risdayanti; Arninda, Andi; Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 3 No 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v3i2.958

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan oleh berbagai industri sering kali dibuang tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Banyak industri yang langsung membuang limbah cairnya ke sungai, sehingga mengurangi daya dukung lingkungan. Limbah cair dari industri tahu mengandung kadar polutan organik yang tinggi, serta total suspended solid (TSS) yang signifikan. Tingginya TSS dapat menghambat penetrasi sinar matahari ke dalam udara, mengganggu proses fotosintesis, menurunkan kadar oksigen terlarut yang dihasilkan tanaman udara, dan merusak keseimbangan ekosistem akuatik. Kulit jeruk memiliki potensi besar sebagai koagulan alami karena mengandung senyawa bioaktif seperti pektin, limonen, flavonoid, dan asam askorbat, yang memiliki kemampuan menggumpalkan partikel tersuspensi dalam air limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan berbagai jenis kulit jeruk serta menentukan jenis kulit jeruk yang paling efektif dalam menurunkan kadar TSS pada limbah cair tahu. Pertama, kulit jeruk dikeringkan dalam oven pada suhu 105 °C selama 2 jam. Setelah itu, kulit jeruk yang telah kering dihaluskan menggunakan blender dan disaring menggunakan anyaman. Serbuk kulit jeruk yang dihasilkan kemudian siap dimanfaatkan sebagai koagulan dengan parameter uji yang digunakan TSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variasi koagulan baik itu kulit jeruk nipis, kulit jeruk purut, dan kulit jeruk sunkist dengan penurunan kadar TSS dengan masing-masing koagulan 2 g diperoleh hasil terbaik didapatkan pada koagulan kulit jeruk sunkist yaitu 26,96%.
Pembuatan Sabun Mandi Padat dari Eco enzyme dan Hasil Pemurnian Minyak Jelantah Arninda, Andi; Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.395

Abstract

Pemanfaatan limbah rumah tangga untuk menghasilkan produk bernilai tambah merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah dan memberikan keterampilan dalam pembuatan sabun ramah lingkungan yang bernilai ekonomis. Metode pelaksanaan meliputi survei pra-kegiatan, pelatihan, dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 38 peserta, terdiri dari perwakilan 37 UMKM lokal yang ada di Kabupaten Wajo. Survei menunjukkan 94% peserta merasa puas dengan kegiatan, dan 91% menyatakan bahwa kegiatan memberikan manfaat langsung. Sabun hasil sosialisasi memenuhi standar nasional (SNI 06-3532-2021) dengan parameter kualitas seperti pH, kestabilan busa, dan alkali bebas. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga mendorong perubahan perilaku peserta ke arah pengelolaan limbah yang lebih bijaksana dan ramah lingkungan. Kegiatan ini berkontribusi pada pengurangan limbah, peningkatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian lingkungan. Program ini direkomendasikan sebagai model pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berkelanjutan.
SOSIALISASI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH UNTUK PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI BAGI PELAKU USAHA IKM DI KABUPATEN WAJO Arninda, Andi; Yusuf, Andi Asdiana Irma Sari; Tyassena, Flaviana Yohanala Prista
ABDIMAS ALTRUIS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/aa.v8i1.10783

Abstract

The development of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia continues to grow every year. In Wajo Regency, the development of SMEs is also increasing. Most SMEs use a lot of oil in their production processes. However, most of them have not utilized cooking oil from the food processing industry optimally, with many throwing it into the environment. This program was designed to enhance the awareness of SME entrepreneurs in Wajo Regency regarding the environmental hazards of cooking oil waste and its potential conversion into value-added products, such as aromatherapy candles. The initiative encompassed educational sessions, technical workshops, and live demonstrations of the candle-making process. The outcomes indicated a significant improvement in participants' understanding of waste cooking oil utilization and sustainable waste management strategies. Participants' feedback reflected an average satisfaction score exceeding 4, underscoring the program's effectiveness in delivering meaningful environmental solutions and practical benefits. Through this activity, it is hoped that not only can the participants utilize cooking oil waste in aromatherapy candles, but they can also use it in other products with added value.
Penentuan Konstanta Isoterm Freundlich dan Kinetika Adsorpsi Karbon Aktif Terhadap Asam Asetat Setyorini, Dwi; Arninda, Andi; Syafaatullah, Achmad Qodim; Panjaitan, Renova
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10835

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang paling sering digunakan. Salah satu senyawa yang dapat diserap yaitu asam asetat. Untuk mengetahui kinerja adsoben lebih lanjut, maka diperlukan studi kinetika berdasarkan persamaan isotherm Freundlich. Isoterm Freundlich mampu menunjukkan jenis adsopsi apakah secara kimisorpsi atau fisisorpsi dan berlangsung secara multilayer. Studi kinetika pseudo first orde dan pseudo second orde dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme dan karakteristik adsorpsi yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstanta isotherm Freundlich dan kinetika adsorpsi karbon aktif terhadap asam asetat. Konsentrasi asam asetat yang digunakan untuk mengetahui konstanta freundlich yaitu 0,5M, 0,25M, 0,125M, 0,0625M, 0,03125M dengan lama waktu kontak selama 10 menit. Sedangkan kinetika adsorpsi dilakukan dengan menggunakan asam asetat yang berkonsentrasi 0,5 M dengan waktu adsorpsi 2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit dan 10 menit. Kemudian filtrat di titrasi dengan NaOH 0,1N. Ukuran karbon aktif yang digunakan antara lain 180 mess, 420 mess dan 600 mess.  Data yang diperoleh dianalisis dengan persamaan freundlich, pseudo first orde dan pseudo second orde. Data analisis yang didapatkan nilai konstanta freundlich yaitu sebesar 50,00342 dan memenuhi kinetika orde dua yang artinya, proses adsorpsi dipengaruhi lebih dari satu faktor.
PENGARUH WAKTU SONIFIKASI TERHADAP NILAI FFA DAN DENSITAS MINYAK BEKATUL Arninda, Andi; Taufiq, Muh. Akmal; Rahim, Herlina; Taufiq, Nuramaniyah; Irawati, Leny
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 4 No 2 (2025): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jtkm.v4i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu sonikasi terhadap kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) dan densitas minyak bekatul. Sampel bekatul diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol food grade, kemudian minyak hasil ekstraksi disonikasi pada frekuensi 42 kHz dengan variasi waktu 40, 50, dan 60 menit. Percobaan dilakukan sebanyak dua kali pengulangan pada pengujian kadar FFA dan nilai densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar FFA minyak bekatul meningkat signifikan pada sonikasi 40 menit (15,82%), namun menurun pada 50 menit (6,21%) dan 60 menit (1,13%). Penurunan nilai FFA tersebut disebabkan oleh efek panas dari kavitasi ultrasonik yang dapat menyebabkan inaktivasi enzim lipase penyebab hidrolisis trigliserida. Nilai densitas minyak bekatul juga mengalami kenaikan bertahap dari 0,50 g/mL pada 40 dan 50 menit hingga 0,56 g/mL pada 60 menit, meskipun masih berada di bawah standar mutu minyak pangan (SNI 0,89 g/mL). Hasil ini menunjukkan bahwa waktu sonikasi berpengaruh terhadap nilai FFA dan densitas minyak bekatul.