Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Penggunaan Analgetik dan Antibiotik pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Tertutup di Instalasi Rawat Inap Bedah RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Fridelly Mairani Apt; Fatma Sri Wahyuni; Hansen Nasif
JOPS (Journal Of Pharmacy and Science) Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3393

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji gambaran sosiodemografi, nilai visual analogue scale (VAS) sebelum dan sesudah pemberian analgetik, efektivitas penggunaan analgetik dan antibiotik. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif dengan rancangan prospective cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan observasi langsung mengenai nyeri yang dirasa pasien menggunakan kartu VAS pada jam ke-24 pasca operasi dan setelah pemberian analgetik. Dilakukan pengamatan pada luka operasi pasien pada hari ke 3-7 sampai 30 hari pasca operasi untuk mengamati ada tidaknya ILO. Dari 40 pasien yang diteliti berdasarkan umur terbanyak adalah usia 26 tahun sampai 35 tahun (27,77%), yang paling sedikit adalah usia 45 tahun sampai 55 tahun (11,11%) dan usia 56 tahun sampai 65 tahun (11,11%). Berdasarkan jenis kelamin sebanyak 27 orang (67,50%) laki-laki dan 13 orang (32,50%) perempuan. Dari 40 pasien Sebanyak 39 pasien (97,5%) tidak terjadi ILO dan 1 pasien ( 2,5%) terjadi ILO. Sebelum pemberian analgetik seluruh pasien mengalami nyeri. Setelah pemberian parasetamol infus sebanyak 8 pasien, ketorolak injeksi sebanyak 31 pasien, dan tramadol injeksi sebanyak 1 pasien terjadi penurunan skala nyeri. Analisa data menggunakan uji wilcoxon menunjukkan adanya efektivitas penggunaan analgetik terhadap perubahan skala nyeri pada pasien (p<0,05) dan analisa secara deskriptif menunjukkan terdapat efektivitas penggunaan antibiotik pada pasien pasca operasi fraktur tertutup
ADMET Prediction Compounds of Polar Extract Curcuma rhizoma Sumardi, Sumardi; Suprianto, Suprianto; Siregar, Suci Rahmadani; Zai, Arifin Putra; Tambubolon, Regina Elianda; Mairani, Fridelly
Jurnal Indah Sains dan Klinis Vol 5 No 3 (2024): Jurnal Indah Sains dan Klinis
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jisk.v5i3.01

Abstract

The pharmacokinetic and metabolic profiles of polar extract compounds from Curcuma rhizoma were evaluated using ADMET (Absorption, Distribution, Metabolism, Excretion, and Toxicity) predictions. Most compounds exhibited high gastrointestinal (GI) absorption, with the exception of D-glucose, citric acid, and terpenoids such as alpha-pinene and zingiberene, which demonstrated low absorption, highlighting potential challenges for systemic bioavailability. Blood-brain barrier (BBB) permeability was observed in lipophilic compounds like xanthorrhizol, bisdemethoxycurcumin, and terpenoids, suggesting their potential for CNS-targeted therapies, while polar compounds, including D-glucose, citric acid, and most curcuminoids, were non-permeant. D-glucose was the only compound identified as a P-glycoprotein (Pgp) substrate, indicating minimal efflux-related limitations for other compounds. Selective cytochrome P450 (CYP) enzyme inhibition was detected in compounds such as xanthorrhizol, curcuminoids, and zingiberene, suggesting potential metabolic interactions in multi-drug contexts. Promising therapeutic candidates include curcuminoids and xanthorrhizol, while non-BBB-permeant and low-absorbing compounds may require formulation strategies or alternative applications. These findings provide valuable insights into the pharmacological optimization of Curcuma rhizoma compounds, offering a foundation for further research in drug discovery and development.
Sosialisasi Penggunaan Obat Berbahan Alami Oleh Prodi Farmasi Universitas Sari Mutiara Indonesia di Kalangan Para Ibu Anggota PKK Desa Siborna Sosor Martabe Mairani, Fridelly; Desni Rinanda Silitonga; Cut Masyitah Thaib
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para ibu anggota PKK mengenai penggunaan obat yang berasal dari bahan alami melalui sosialisasi. Obat berbahan alami yang dimaksud difokuskan pada penggolongannya yang terbagi menjadi tiga golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Sosialisasi dilaksanakan pada 06 Februari 2025, sasaran penyuluhannya yaitu para ibu yang masuk dalam perkumpulan anggota PKK yang berjumlah sebanyak 20 orang. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan edukasi melalui sosialisasi dan partisipasi dari peserta. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah bertambahnya pengetahuan para ibu untuk lebih mengerti dan memahami penggolongan obat berbahan alami beserta cara membedakannya lewat logo, kriteria obat herbal yang diberikan izin edar, larangan obat tradisional, bentuk sediaan yang dilarang, dan nomor registrasi. Diharapkan setelah dilakukan edukasi dalam upaya penggunaan obat berbahan alami, para ibu yang tadinya menggunakan obat sintetik dapat beralih menggunakan obat-obatan yang berasal dari bahan alami sehingga adanya pergesaran dan kembali ke konsep “Back to nature”.
FORMULASI SEDIAAN LIP GLOSS EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUS) DAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Priltius, Natanael; Suryani, Monica; Mairani, Fridelly; Waruwu, Nia Florentina
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.47709

Abstract

Lip Gloss merupakan salah satu produk pemulas bibir yang berfungsi untuk memberikan kilauan yang mengkilat di bibir atau digunakan untuk memberikan efek warna tertentu. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit buah naga merah dan ektrak bunga telang dalam bentuk sediaan Lip gloss sebagai pewarna alami. ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan bunga telang (Clitoria ternatea) dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut 96% sampai memperoleh ekstrak cair dan kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator dan diuapkan menggunakan waterbath hingga diperoleh ekstrak kental. Formulasi sediaan Lip Gloss terdiri dari Vaseline album, BHT, nipagin, gliserin, aquadesh, oleum strawberry, oleum ricini serta penambahan ekstrak kulit buah naga merah dan bunga telang. Hasil penelitian dari ekstrak kulit buah naga merah dan bunga telang dapat diformulasikan sebagai Lip Gloss dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% dengan perbandingan 3:2. Evaluasi sediaan Lip Gloss meliputi uji organoleptis, uji homegenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya oles, uji daya sebar, uji iritasi, uji stabilitas dan uji kesukaan. Hasil evaluasi sediaan menunjukan bahwa sediaan homogen dan memenuhi persyaratan yang baik. Hasil uji kesukaan menunjukan bahwa konsentrasi 20% (F3) yang paling banyak disukai oleh panelis. sehingga dapat disimpulkan bahwa sediaan yang paling baik terdapat pada konsentrasi 20% (F3).
EDUKASI DAGUSIBU OBAT YANG BAIK DAN BENAR Mairani, Fridelly; Suryani, Monica; Sirait, Citrawani Enjelina; Sinaga, Johannes
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v5i1.248

Abstract

Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mendorong peningkatan motivasi masyarakat untuk memeriksakan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga akses mendapatkan obat pun menjadi lebih mudah. Namun, peningkatan penggunaan obat ini belum diimbangi dengan pemahaman masyarakat yang memadai mengenai cara mengonsumsi dan mengelola obat secara tepat di rumah. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional, termasuk tata cara penyimpanan dan pembuangan obat yang rusak atau kadaluarsa dengan benar. Metode yang kami gunakan adalah pemberian edukasi mengenai DAGUSIBU kepada kader PKK, yang mencakup penyuluhan dan pendampingan langsung dalam pengelolaan obat di rumah. Diharapkan, pengetahuan yang diperoleh masyarakat melaluikegiatan ini dapat mengubah perilaku mereka dalam mengelola obat di rumah sekaligus mendorong penggunaan obat secara lebih rasional. Hasil evaluasi dan monitoring menunjukkan dampak positif dari kegiatan ini, berupa peningkatan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang rasional serta pengelolaan obat di rumah yang lebih tepat.
Isolation of Secondary Metabolites of Zingiberaceae Rhizomes by Spectrofotometry and Chromatography: A Review Supartiningsih, Supartiningsih; Mairani, Fridelly; Putri, Ananda Dwi; Panggabean, Indah Elsayanti; Situmorang, Imelda Stefani Overia; Erni, Erni; Marbun, Eva Diansari
NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal Vol. 3 No. 02 (2025): NSMRJ: Nusantara Scientific Medical Research Journal
Publisher : CV. Nusantara Scientific Medical

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58549/nsmrj.v3i02.133

Abstract

The Zingiberaceae family, known as the ginger family, is rich in secondary metabolites that contribute to its extensive use in traditional and modern medicine. Understanding effective methods for isolating these metabolites is crucial for advancing their pharmaceutical and nutraceutical applications. A literature review of 10 journal articles published between 2015 and 2025 was conducted. The focus was on spectrophotometric (UV-Vis, FTIR) and chromatographic (TLC, HPLC, LC-MS) techniques applied to the rhizomes of Zingiberaceae species. Data on compound identification, quantification, and method performance were analysed. Rhizomes of Curcuma aeruginosa, Alpinia purpurata, Zingiber officinale, and Boesenbergia pandurata were reported to contain flavonoids, alkaloids, phenolics, terpenoids, and curcuminoids. Spectrophotometric methods provided functional group identification and estimation of total metabolite concentrations. Chromatographic approaches enabled separation, purification, and structural elucidation with high specificity. Notably, flavenochromane C from Zingiber cassumunar and piperine from Alpinia purpurata were identified using LC-MS and NMR spectroscopy. In addition, TLC-densitometry for curcuminoids and xanthorrhizol in Curcuma xanthorrhiza demonstrated high accuracy and precision. Spectrophotometric techniques offer rapid and cost-effective screening, while chromatographic methods provide detailed identification and quantification of specific compounds. The complementary use of both approaches enhances the accuracy and reliability of isolating Zingiberaceae metabolites, supporting their further utilisation in medicinal research and product development.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Body Scrub dari Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Kombinasi Beras Ketan Putih (Oryza Sativa l Var Glutinous) Sebagai Pelembab Kulit Mairani, Fridelly; Izzani, Alya; Suryani, Monica; Chandra, Devina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7141

Abstract

Masyarakat sekarang sangat mendambakan kecantikan yang alami salah satunya dengan memiliki kulit yang bersih dan lembab. Untuk mendapaktkan kulit yang sehat,bersih dan lembab masyarakat dapat menggunakan sediaan kosmetik Body scrub yang berasal dari bahan alam maupun sintetis. Body scrub dapat membantu menutrisi kulit dengan tambahan bahan-bahan yang diperoleh dari alam seperti tumbuh-tumbuhan. Salah satu kandungan kimia yang terdapat pada daun alpukat yaitu Quersetin tersebut dapat didefinisikan sebagai senyawa kelompok flavonol terbesar dan termasuk senyawa flavonoid yang paling efektif untuk dapat melembabkan kulit dan juga sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan Body scrub dari ekstrak etanol daun alpukat yang dapat melembabkan kulit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimental. Pembuatan ekstrak etanol daun alpukat dengan cara ekstraksi metode maerasi dan menggunakan pelarut etanol 96%. Konsentrasi kandungan daun alpukat yang terkandung bervariasi yaitu, 3%, 5% dan 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan kedalam sediaan Body scrub yang dapat melembabkan kulit, dan sediaan tersebut homogen, sediaan yang stabil uji pH yang dihasilkan 5,12-6,00. Sediaan Body scrub tidak menimbulkan iritasi pada kulit uji viskositas yang dihasilkan 2.573-3.334 cPs uji daya sebar rentan 5,76-5,93 cm uji tipe emulsi menunjkkan tipe M/A uji daya lekat yang dihasilkan 44-61 detik. Pada uji kelembaban konsentrasi 3%,5% dan 7% dapat melembabkan kulit, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun alpukat, semakin tinggi tingkat kelembaban yang di peroleh. Sediaan Body scrub F3 dengan konsentrasi 7% yang paling disukai (sangat suka) dikarenakan lebih dapat melembabkan kulit. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat dapat diformulasikan kedalam sediaan Body scrub dan memiliki kemampuan melembabkan kulit.