Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tradisi Ngajiwa pada Upacara Seren Taun Masyarakat Kasepuhan Citorek: Kajian tentang Makna Simbolik, Fungsi Sosial, dan Pelestarian Kearifan Lokal Nendi Mulyana; Usmaedi Usmaedi; Iman Sampurna
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi Ngajiwa merupakan salah satu rangkaian ritual sakral dalam pelaksanaan upacara adat Seren Taun masyarakat Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tradisi ini tidak hanya merepresentasikan ungkapan rasa syukur atas hasil panen, tetapi juga menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya, spiritualitas, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, keberadaan tradisi Ngajiwa menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi keberlanjutannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Ngajiwa, menganalisis makna simbolik yang terkandung di dalamnya, mengidentifikasi fungsi sosialnya bagi masyarakat Kasepuhan Citorek, serta mengkaji perannya dalam pelestarian kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pemangku adat, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat Kasepuhan Citorek, serta studi dokumentasi terhadap berbagai sumber pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngajiwa merupakan ritual spiritual yang mengandung makna penghormatan kepada Tuhan YME, penghargaan terhadap jasa leluhur, serta ungkapan syukur atas hasil pertanian. Tradisi ini juga berfungsi sebagai media integrasi sosial, penguatan identitas budaya, pewarisan nilai-nilai adat, serta sarana pendidikan karakter bagi generasi muda. Selain itu, Ngajiwa menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang menjadi dasar kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Citorek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Ngajiwa memiliki peran strategis dalam mempertahankan eksistensi budaya lokal dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat adat di tengah perubahan zaman. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendokumentasikan, melestarikan, serta mengembangkan tradisi Ngajiwa sebagai bagian dari warisan budaya takbenda Indonesia.
Pelanggaran Kemanusiaan dan Keadilan yang Tertunda: Studi Historis Korban Romusha di Pertambangan Batubara Blok Madur, Bayah (1943-sekarang) Apriliya Millani; Usmaedi Usmaedi; Weny Widyawati Bastaman
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 2 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i2.829

Abstract

Penelitian ini mengkaji eksploitasi romusha di pertambangan batu bara Blok Madur, Bayah pada masa pendudukan Jepang dengan fokus pada proses pengerahan, kondisi kerja, dampak, dan persoalan keadilan bagi para korban. Penelitian menggunakan metode sejarah melalui studi literatur, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romusha direkrut melalui bujukan, tipu muslihat, dan paksaan, lalu dipekerjakan dalam kondisi yang berat dan tidak manusiawi tanpa perlindungan keselamatan, upah layak, maupun jaminan kesehatan. Eksploitasi ini menimbulkan dampak fisik, psikis, dan sosial yang berkepanjangan. Pascaperang, para korban belum memperoleh pengakuan dan pemulihan yang memadai. Di sisi lain, ingatan kolektif tentang romusha di Bayah terus memudar akibat hilangnya jejak fisik dan berkurangnya saksi sejarah. Oleh karena itu, dokumentasi sejarah penting untuk menjaga ingatan kolektif dan memberikan pengakuan kepada para korban.
Pengaruh Penerapan Metode Peer Teaching Berbantuan Media Power Point Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI Di MAN 1 Lebak Juliana Agusty Nurqirani; Ridwan Sudirman; Usmaedi Usmaedi; Muhammad Faizal Ahsan
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Peer Teaching berbantuan media Power Point terhadap peningkatan hasil belajar sejarah siswa kelas XI di MAN 1 Lebak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi-experimental design). Melibatkan siswa kelas XI-6 sebagai kelas kontrol dan kelas XI-2 sebagai kelas Eksperimen di MAN 1 Lebak. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen setelah diterapkannya metode Peer Teaching, dengan nilai rata-rata dari 53,03 menjadi 90,20. Selain itu, hasil perbandingan menunjukkan bahwa metode Peer Teaching lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional, dengan rata-rata nilai 90,20 berbanding 76,70. Hal ini menegaskan bahwa metode Peer Teaching berbantuan media Power Point efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, sekaligus memperkuat pemahaman konsep sejarah.
Penggunaan Media Sosial Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir kritis Siswa M Arin Nurdiansyah; Usmaedi Usmaedi; Weny Widyawati Bastaman
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 2 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i2.600

Abstract

This study aims to explore the use of social media as a medium for history learning to enhance students' critical thinking skills at SMAN 1 Banjarsari. The background of this research stems from students' low interest andparticipation in history subjects, which are often perceived as boring. The research employs a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques include observation, interviews with teachers and students, and documentation. The findings reveal that social media platforms, especially YouTube and Instagram, have been effectively used as learning tools. Teachers integrate visual content such as historicaldocumentaries and infographics to boost students’interest in learning. Moreover, students show improvement in critical thinking skills through activities like creating historical content and analyzing digital materials. However, challenges such as limited internetaccess and content validity were noted. Overall, the use ofsocial media has proven to be a significant tool inenhancing students’ critical thinking in understanding historical material.
DAMPAK SISTEM TANAM PAKSA TERHADAP DINAMIKA PEREKONOMIAN PETANI JAWA TAHUN 1830 Agusty Nurqirani Juliana; Usmaedi Usmaedi; Muhammad Faizal Ahsan
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 2 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i2.679

Abstract

Sistem Tanam Paksa telah mengenalkan petani pada sistem tanam yang lebih modern. Kondisi ini membuat ekonomi pangan memiliki pondasi yang semakin mantap. Pada masa ini pula terbuka peluang bagi tumbuhnya ekonomi masyarakat tani. Perekonomian subsisten perlahan bergeser menjadi perekonomian uang. Akan tetapi bagaimanapun penyimpangan dalam pelaksanaan Tanam Paksa pada akhirnya semakin menambah derita penduduk jajahan.
MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBANTUAN DIORAMA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA MAN 1 LEBAK PADA PEMBELAJARAN SEJARAH Nisa Salsabilah; Weny Widyawati Bastaman; Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 2 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i2.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model Project Based Learning (PjBL) berbantuan media diorama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada pembelajaran sejarah di MAN 1 Lebak. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang selama ini lebih banyak menggunakan metode konvensional berbasis ceramah dan hafalan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan Desain Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X, dengan sampel dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pre-test dan post-test) dan non tes (angket). Uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan hasil yang layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbantuan diorama secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa, yang ditunjukkan melalui hasil Uji Independent Sample T-Test dengan nilai yang signifikan. Selain itu, hasil uji N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini memperlihatkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dengan dukungan media konkrit seperti diorama dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inovatif yang lebih efektif dan menyenangkan, serta mampu mendorong siswa untuk berpikir kreatif, aktif, dan mandiri dalam memahami materi sejarah.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA GOOGLE EARTH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SPASIAL SISWA TERHADAP MATERI PERISTIWA SEJARAH KEDATANGAN BANGSA EROPA KE INDONESIA Harum Nirmala Sari; Usmaedi Usmaedi; Iman Sampurna
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 13 No 2 (2025): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v13i2.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk Mengetahui efektivitas penggunaan Media Google Earth pada siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah di MAN 3 Lebak. Untuk Mengetahui Pemahaman spasial siswa XI pada mata pelajaran sejarah Materi Peristiwa Sejarah Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia di MAN 3 Lebak. Untuk Mengetahui manfaat penggunaan Media Google Earth terhadap siswa siswa kelas XI pada mata pelajaran Sejarah di MAN 3 Lebak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Eksperimen Semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan media pembelajaran aplikasi Google Earth dan kelas XI sebagai kontrol yang diberi perlakuan media pembelajaran pendektan google Earth. Pengambilan data menggunakan instrumen pretest dan posttest berbentuk pilihan ganda dan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, dan observasi.
Menelusuri Jejak Pengetahuan Lokal Picung: Tradisi Kotok Bongkok sebagai Warisan Budaya Takbenda di Kabupaten Lebak Dc Aryadi; Badrul Munir; Samsu Bahri; Usmaedi Usmaedi
KALA MANCA: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH Vol 14 No 1 (2026): Kala Manca: Jurnal Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Setiabudhi Rangkasbitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69744/kamaca.v14i1.818

Abstract

This study aims to examine the traditional processing of picung fruit (Pangium edule) and a local food product known as kotok bongkok as part of the cultural heritage of the people of Lebak Regency, Banten. Picung is a distinctive food ingredient of the Indonesian archipelago that possesses a unique characteristic: in its raw state it contains toxic compounds in the form of hydrogen cyanide (HCN), yet through traditional processing it can be transformed into a safe culinary seasoning with high gastronomic value. This research employs a qualitative approach using an ethnographic method, involving field observations, in-depth interviews, and documentation of picung processing practices within the community. The findings indicate that the processing of picung involves several important stages, including fruit selection, boiling, peeling, soaking in flowing river water, natural fermentation, and final maturation before being used as a cooking ingredient. These processes not only function to eliminate toxic substances but also shape the distinctive color, aroma, and flavor that characterize local culinary traditions. Furthermore, picung also carries symbolic meaning within Sundanese culture, reflecting values of patience, life processes, and the harmonious relationship between humans and nature. Therefore, the tradition of processing picung and producing kotok bongkok can be understood as a form of local knowledge that is important to document. This study emphasizes the urgency of inventorying this tradition as part of the intangible cultural heritage of Lebak Regency in order to preserve the continuity of local knowledge and strengthen the cultural identity of the community in the midst of ongoing social change.