Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Prosiding Semnastek

Pengaruh Massa Ekstrak Daun Tanaman Pala (Horspeldia spicata) Terhadap Aktivitas Antioksidan Sediaan Serum Anti-Aging Menggunakan Metode DPPH Taufiq, Fadil; Susanty; Yudistirani, Sri Anastasia; Yustinah; Winarni
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan molekul yang mampu memperlambat atau mencegah oksidasi molekul lain yang menghasilkan radikal bebas. Tanaman yang memiliki potensi untuk mencegah terpapar radikal bebas dan masalah kesehatan lainnya yaitu rempah-rempah, terkhususnya daun tanaman pala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh massa ekstrak daun tanaman pala (Horsfieldia spicata) terhadap aktivitas antioksidan sediaan serum anti-aging dengan formula yang umum digunakan dipasaran menggunakan metode DPPH. Daun tanaman pala diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut. Formula serum antioksidan diformulasikan menjadi basis serum dengan variasi konsentrasi ekstrak. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun tanaman pala mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, steroid, dan saponin. Rendemen yang dihasilkan dari proses ekstraksi sebesar 33,8%. Keempat formula sediaan serum memiliki pH pada rentang 7,6-8,0; daya sebar sebesar 5,0-5,4 cm; daya lekat 9 detik, dan viskositas 681,3-693,8 mPas. Hasil uji aktivitas antioksidan dari keempat formula sediaan serum menunjukkan bahwa penambahan massa ekstrak daun pala tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan sediaan serum anti-aging. Hal ini terlihat bahwa nilai IC50 dari keempat formula sediaan serum yang memiliki rentang nilai 0,59-0,60.
Formulasi Dan Uji Antioksidan Emulsi Ekstrak Biji Kelor(Moringa oleifera L.) Dengan Kombinasi Minyak Zaitun Amalia, Fauziah; Rahmawati, Rizky; Sari, Fatma; Kurniaty, Ika; Susanty; Nugrahani, Ratri Ariatmi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan medis tinggi adalah tanaman kelor (Moringa oleifera L.). Minyak biji kelor digunakan dalam industri kosmetik sebagai perawatan kulit dan formulasi kosmetik berkualitas tinggi karena mengandung asam lemak tak jenuh dengan sifat antioksidan, anti penuaan dan anti inflamasi yang kuat serta mudah diserap oleh kulit. Penelitian ini mengembangkan metode ekstraksi dengan variasi volume etanol 96% (250 , 300 , 350 ,400 dan 450 ml) dengan waktu maserasi 2 hari dan penggunaan Vaccum Rotary Evaporator untuk pemekatan ekstrak. Hasil penelitian menunjukan bahwa volume pelarut sangat berpengaruh terhadap hasil rendemen, hasil rendemen paling besar yaitu pada volume 450ml sebesar 49,60%. Pada penelitian ini dibuat variasi formulasi emulsi (F1 (0,8 g ekstrak) ; F2 (1 g ekstrak) ; F3 (1,2 g ekstrak) ; F4 (1,4 g ekstrak) ; F5(1,6 g ekstrak) ; F6 (1,8 g minyak zaitun) ). Rasio kombinasi ekstrak biji kelor dengan minyak zaitun adalah 1 : 1. Uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (1,1-Difenil-2-pikrilhidrazil). Perhitungan nilai IC50 pada penelitian ini didapat aktivitas antioksidan pada ekstrak biji kelor sebesar 69,49 ppm dikategorikan sebagai aktivitas antioksidan kuat dan formulasi dengan nilai aktivitas antioksidan terbaik adalah F3 didapat nilai IC50 sebesar 46,61 ppm dianggap sebagai aktivitas antioksidan yang sangat kuat.