Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN SIX SIGMA DMAIC UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PIANO MODEL CS 11 DI PT. KAWAI INDONESIA. Yayan Heru Haerudin
Journal Central Publisher Vol 1 No 6 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v1i6.151

Abstract

Latar Belakang : Penelitian ini membahas tentang losses matrial pada proses pembuatan piano model cs 11 . Tujuan : Tujuan ini untuk mengidentifikasi penyebab dan mengurangi loses matrial. Objek penelitian ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur, sedangkan fokus penelitian ini pada proses piano model cs 11 yang akan dipakai dalam proses assembly produk piano tersebut. Metode : Penelitian ini menggunakan menggunakan metode six sigma dengan tahapan Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC), metode six sigma merupakan tahapan peningkatan kualitas untuk mencapai level sigma yang diharapkan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian ini yaitu 4 penyebab terjadi nya loses material yaitu Dented, Suke, Gompal, Crack. Sebelum perbaikan level sigma saat ini mencapai 2,2 dengan DPMO sebesar 242.365. dan setelah perbaikan mencapai level sigma 3,5 dengan nilai DPMO sebesar 23.074. Kesimpulan : Peneliti mencoba menyimpulkan hasil pembahasan masalah yang ada pada bab IV dan dihubungkan dengan masalah yang dibahas. Pengendalian kualitas memegang peranan yang sangat penting untuk peningkatkan perusahaan dan yang akan meningkatkan daya saing dalam usahanya. Maka dari peneliti mencoba menerapkan metode six sigma DMAIC untuk bertujuan memperbaiki kualitas produk piano pada model cs 11 di PT Kawai Indonesia Plant-3.
PELATIHAN DASAR AUTOCAD UNTUK SISWA TINGKAT SMA/SMK DI PURWAKARTA Agung Widarman; Asep Hermawan; Haris Sandi Yudha; Yayan Heru Haerudin
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 02 (2023): APRIL 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wujud komitmen Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Dasar AutoCAD,yang merupakan sebuah program yang biasa digunakan untuk tujuan perancangan, desain gambar dengan bantuan komputer dalam pembentukan model dalam bentuk dua dan tiga dimensi. Tujuan yang akan dicapai dalam pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan program AutoCAD kepada siswa SMA/SMK di Purwakarta sehingga mereka mempunyai ketertarikan dibidang teknik dan pada akhirnya akan dapat menambah kompetensi tambahan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan menggunakan empat metode yaitu: presentasi, tutorial, praktek, dan Tanya jawab. Pelaksanaan pengabdian ini berjalan dengan lancar dan peserta menunjukan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan ini, peserta dapat memahami konsep dasar menggambar dan dapat mengaplikannya program AutoCAD dalam menggambar produk dua dimensi.
Analisis Analisis Efisiensi Lintasan Produksi Sepatu Menggunakan Metode Ranked Positional Weight (RPW) di PT Metro Pearl Indonesia Nawal Samirah Samirah; Yayan Heru Haerudin Haerudin; Osep Hijuzaman Hijuzaman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2168

Abstract

Ketidakseimbangan lintasan produksi merupakan salah satu permasalahan krusial dalam industri manufaktur karena berdampak pada rendahnya efisiensi dan meningkatnya waktu menganggur (idle time). PT Metro Pearl Indonesia, perusahaan manufaktur sepatu, mengalami permasalahan tersebut pada lini produksi sepatu model NM 4890 di bagian sewing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meningkatkan efisiensi lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, time study, dan studi dokumentasi. Analisis data mencakup perhitungan waktu siklus, waktu normal, waktu baku, serta evaluasi efisiensi, idle time, dan balance delay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lintasan produksi eksisting terdiri dari 20 stasiun kerja dengan efisiensi sebesar 65,32% dan idle time sebesar 41,10 menit. Setelah dilakukan perbaikan menggunakan metode RPW, jumlah stasiun kerja dapat dikurangi menjadi 11. Pada pendekatan RPW dari proses akhir ke awal (Percobaan 1), efisiensi lintasan meningkat menjadi 86,66%, idle time turun menjadi 18,04 menit, dan balance delay menurun menjadi 13,34%. Sementara pada pendekatan dari awal ke akhir (Percobaan 2), efisiensi tercatat sebesar 86,39%. Dengan demikian, metode RPW terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi lintasan produksi dan dapat dijadikan strategi dalam optimalisasi proses manufaktur.
Analisis Pengendalian Kualitas Untuk Mengurangi Produk Cacat Dengan Mengunakan Metode PDCA Di CV. Central Pom Mini Purwakarta Abdul Rahman Shifa Shifa; Yayan Heru Haerudin; Osep Hijuzaman
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2184

Abstract

CV Central Pom Mini merupakan perusahaan industri yang memproduksi pom mini namun beberapa bulan terakhir banyak sekali produk yang kurang dari standar perusahaan yang mengakibatkan produk cacat. Dengan hal itu CV. Central Pom Mini menerapkan metode pendekatan PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang merupakan metode sederhana namun sangat efektif untuk mengurang kecacatan pada produk pom mini. Jenis kecacatan produk antara lain seperti pintu miring, kaca pecah dan bodi retak yang berdampak pada biaya reture dan penurunan efisiensi produksi. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data kecacatan dan analisis mengunakan alat kualitas (check sheet, diagram pareto, fishbone diagram, histogram, flowchart, 5W1H dan Peta kendali p). Hasil penelitian bahwa metode PDCA mampu membantu perusahaan dalam mengidentifikasi akar penyebab cacat, serta memberikan solusi perbaikan untuk meminimal kan tingkat kecacatan dan meninkatkan kualitas produk.
Peningkatan Yield Produksi Tipe Metalis Bopp Di Perusahaan Pt Xqz Dengan Metode Pendekatan Qcdsmpe Dan 4M+1E Yayan Heru Haerudin; M. Amirul Ghiffari; Wisnu Bayu Pratama
Wikara National Economic and Social Research Development Vol 5 No 1 (2024): Wikara National Economic and Social Research Development
Publisher : STIE WIBAWA KARTA RAHARJA PURWAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54010/wnesrd.v5.n1.3

Abstract

Film metalis diproduksi melalui proses metalisasi yang dikenal sebagai deposisi uap. Proses ini melibatkan pelapisan aluminium ke substrat polimer dasar, seperti PET atau PP, dengan tujuan meningkatkan sifat penghalang dari bahan film dasar. Film metalis digunakan dalam berbagai bentuk kemasan, seperti kantong, tutup, bungkus permen, label, serta aplikasi di industri listrik. Kualitas penghalang film metalis memiliki peranan penting dalam memastikan umur simpan produk yang diinginkan. Tingginya tingkat penolakan produk tipe metalis BOPP sebagian besar disebabkan oleh nilai hambatan yang berada di luar spesifikasi yang ditetapkan. Dengan adanya penolakan yang banyak, efisiensi dan hasil produksi akan menurun. Oleh karena itu, tindakan perbaikan perlu segera dilakukan untuk menghindari kerugian produk yang mungkin terjadi.
ANALISIS EFISIENSI BIAYA PEMELIHARAAN MESIN ROBOT WELDING MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) DI PT. XYZ Hardi Elfandi; Yayan Heru Haerudin; Rizky Fajar Ramdhani
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i3.3272

Abstract

The Robot Welding machine is one of the primary production equipment at PT. XYZ with a high utilization rate, requiring an effective maintenance system to ensure its operational reliability. The existing maintenance system is predominantly based on corrective maintenance, resulting in recurring failures, increased downtime, and higher maintenance costs. This study aims to identify critical components, determine appropriate maintenance strategies using the Reliability Centered Maintenance (RCM) method, and analyze maintenance cost efficiency. The research employs the Reliability Centered Maintenance (RCM) approach supported by Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Risk Priority Number (RPN), and Logic Tree Analysis (LTA). The analysis identified four critical components: Contact Tip, O-ring, Feeder Roller, and Conduit Cable (Liner). Based on the RCM Decision Worksheet, the Contact Tip is recommended for Time-Based Maintenance (TBM), while the O-ring, Feeder Roller, and Conduit Cable (Liner) are recommended for Condition-Based Maintenance (CBM). The maintenance cost analysis indicates that the total corrective maintenance cost was IDR 5,177,177, whereas the proposed preventive maintenance cost was reduced to IDR 4,650,000, resulting in a cost saving of IDR 527,177 or approximately 10.18%. The findings demonstrate that the implementation of the Reliability Centered Maintenance method can improve the effectiveness of the maintenance system while reducing maintenance costs for the Robot Welding machine at PT. XYZ.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DAN HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT, AND RISK CONTROL (HIRARC) PADA BAGIAN PRODUKSI DI PT. XYZ Fahrizal Gema Akbar; Hady Sofyan; Yayan Heru Haerudin
Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah Vol. 11 No. 3 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jkps.v11i3.3279

Abstract

Objective: Occupational Health and Safety (OHS) plays a strategic role in minimizing workplace accidents and improving productivity in manufacturing industries. Production processes involving press machines, welding robots, pre-tension machines, and assembly operations expose workers to various mechanical, physical, chemical, ergonomic, and electrical hazards. This study aims to identify occupational hazards, assess risk levels, and formulate appropriate risk control recommendations in the production department of PT. XYZ using the Job Safety Analysis (JSA) and Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) methods. Methods: This research employed a descriptive quantitative approach.. Results: The study identified 60 production activities containing 31 mechanical hazards (51.67%), 15 physical hazards (25.00%), 8 ergonomic hazards (13.33%), 4 electrical hazards (6.67%), and 2 chemical hazards (3.33%). Risk assessment showed that 7 activities (11.67%) were categorized as high risk, 28 activities (46.67%) as medium risk, and 25 activities (41.67%) as low risk. High-risk activities were mainly associated with press machine operation, welding robot movement, welding fumes, maintenance activities without Lock Out Tag Out (LOTO), and pre-tension machine operation.
Analisis Preventive Maintenance Mesin Compressor dengan Mean Time Beetween Failure dan Mean Time to Repair di PT Suzuki Indomobil Motor Yayan Heru Haerudin; Wisnu Dwi Wibowo
Journal of Management and Industrial Engineering (JMIE) Vol. 3 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The manufacturing industry is experiencing rapid growth in technology and machine maintenance methods to improve operational efficiency and corporate competitiveness. PT Suzuki Indomobil Motor, as a motor vehicle manufacturer, utilizes various machines and equipment in its production processes, one of which is the compressor that serves as the primary air supply source. Failures or malfunctions in the compressor can lead to increased operational costs and significant production downtime. Therefore, an optimal preventive maintenance strategy is required. This study aims to analyze the effectiveness of preventive maintenance using the Mean Time Between Failure (MTBF) and Mean Time to Repair (MTTR) methods to enhance machine reliability and production efficiency. The results indicate that the compressor's availability value is above 95%, signifying that the machines are in good condition. With a more optimized preventive maintenance plan, companies can reduce repair costs, minimize downtime, and enhance machine reliability in the long term.
Analisis Strategi Bisnis PT Indorama Teknologies Complex Tbk Menggunakan Pendekatan SWOT Yayan Heru Haerudin; Wanwan Jamaludin AL Afgani; Agung Widarman; Haris Sandi Yhuda
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1852

Abstract

  Industri tekstil Indonesia menghadapi tekanan kompetitif yang signifikan akibat masuknya produk impor murah, fluktuasi harga bahan baku, serta perubahan preferensi konsumen global. PT Indorama Teknologies Complex Tbk, sebagai bagian dari Indorama Ventures dan produsen polyester terintegrasi di Indonesia, perlu melakukan evaluasi strategis untuk mempertahankan dan memperkuat daya saingnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor strategis internal dan eksternal, menentukan posisi strategis perusahaan, serta merumuskan strategi prioritas menggunakan pendekatan analisis SWOT. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan, dokumen internal, serta literatur ilmiah terkait industri tekstil. Analisis dilakukan melalui penyusunan matriks IFAS dan EFAS, matriks SWOT, serta diagram kuadran untuk menentukan posisi strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan memiliki skor IFAS sebesar 2,77 dan skor EFAS sebesar 2,76 yang menempatkannya pada Kuadran I dengan strategi agresif (SO). Strategi prioritas yang direkomendasikan meliputi ekspansi pasar tekstil berkelanjutan, pengembangan produk daur ulang bernilai tinggi, dan penetrasi pasar ASEAN melalui perjanjian FTA.
Critical Path Analysis of an Automotive Engine Laboratory Construction Project Muhammad Alfian Hafidzin; Asep Hermawan; Yayan Heru Haerudin
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 8 No. 2 (2026): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v8i2.362

Abstract

Construction schedules presented only as bar charts provide limited information on logical dependencies, time flexibility, and the activities that govern project completion. This study evaluates the schedule of an automotive engine laboratory construction project using the Critical Path Method (CPM). Case data were consolidated from schedule documents, field observations, interviews, and project documentation into eleven work activities and one completion milestone. An Activity-on-Node network was developed and evaluated through forward-pass, backward-pass, and total-float calculations. The CPM model produced a 17-week project duration, equal to the company's original target, while revealing two critical paths: A-B-C-D-I-J-L and A-B-C-D-I-K-L. Steel erection and roofing each had two weeks of total float, whereas wall work and painting each had one week. Seven of the eleven executable activities were critical, and the two critical paths shared a 13-week common sequence. These findings demonstrate that CPM contributes not only through schedule compression but also by exposing schedule logic, focusing managerial attention, and identifying near-critical work that can become critical after a small deviation. The model is deterministic and does not incorporate resource constraints; therefore, subsequent schedule development should integrate resource leveling and probabilistic risk analysis.