Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Studi Karakteristik Oseanografi Sebagai Rekomendasi Waktu Penanaman Mangrove (Studi Kasus: Pulau Dompak) Septy Heltria; Ester Restiana Endang Geulis; Farhan Ramdhani; Amir Yarkhasy Yuliardi; Rizky Janatul Magwa; Lauura Hermala; Yoppie Wulanda
Jurnal Kelautan Vol 17, No 1: April (2024)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v17i1.22182

Abstract

ABSTRAKDegradasi ekosistem mangrove menyebabkan banyak kerugian baik dalam hal pengelolaan jasa lingkungan maupun secara finansial. Penanaman mangrove sendiri merupakan bentuk restorasi guna menyelamatkan penurunan luasan areal mangrove. Dinamika oseanografi merupakan faktor penentu untuk peningkatan keberhasilan dalam kegiatan restorasi ekosistem mangrove. Pulau Dompak tercatat sebagai kawasan Provinsi Kepulauan Riau dengan areal tutupan ekosistem mangrove yang cukup luas namun tergolong tinggi tingkat pemanfaatannya. Penelitan ini bertujuan untuk merekomendasikan waktu terbaik dalam penanaman mangrove dengan melakukan studi karakteristik oseanografi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa pemetaan data karakteristik oseanografi dan deskriptif analisis. Hasil yang didapat pada empat parameter oseanografi berupa suhu, salinitas, arus dan pasang surut masing-masing menunjukan perubahan yang tidak terlalu signifikan dan tergolong baik untuk dilakukan penanaman mangrove. Rekomendasi waktu penanaman mangrove terbaik yaitu pada kondisi kecepatan arus terendah yaitu pada Musim Peralihan I.Kata kunci : Musim Peralihan I, Penanaman mangrove, Pulau Dompak, OseanografiABSTRACTDegradation of mangroves causes many losses both in terms of management of environmental services and financially. Mangrove planting is a restoration to save decreasing areas of mangrove. Oceanography is a determining factor for increasing success in mangrove ecosystem restoration activities. Dompak Island is listed as an area of the Riau Archipelago Province with a relatively wide area of mangrove ecosystem cover but a relatively high level of utilization. This research aims to recommend the best time for planting mangroves by conducting a study of oceanographic characteristics. The method used in this study is in the form of mapping data on oceanographic characteristics and descriptive analysis. The results obtained for the four oceanographic parameters, namely temperature, salinity, currents, and tides each show not too significant changes and classified as good for planting mangroves. The recommendation for the best time to plant mangroves is at the lowest current velocity, namely during the Transitional Season I.Keyword : Dompak island, Planting mangrove, Oceanography, Transitional Season I
Mapping Potential Fishing Ground in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi Province Farhan Ramdhani; Septy Heltria; Suryono; M Hariski; Lauura Hermala Yunita; Sri Novianti; Yoppie Wulanda; Wulandari; Ester Restiana Endang Gelis
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5593

Abstract

This community service activity was carried out in Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province, to address the challenges faced by fishermen in identifying potential fishing grounds. The primary focus was creating a map of potential fishing grounds based on oceanographic data to enhance the efficiency and productivity of fishermen. The methods included collecting oceanographic data, satellite imagery, and performing geospatial analysis using ArcGIS 10.8 software to predict and map the potential fishing grounds. Training sessions were held to teach fishermen how to use GPS and fishing ground maps, enabling them to predict and navigate fishing locations more effectively. This activity was carried out by involving several participations; fishermen, local government, and Fisheries Service of Tanjung Jabung Barat Regency. The map produced by the team depicts strategic locations in the waters of Kuala Tungkal (FMA 711) based on sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a indicators. There are 105,633 potential fishing points being identified in this area. SST values range from 28.2°C to 32°C, and chlorophyll-a values range from 0.2 mg/m³ to 2 mg/m³.  The training outcomes demonstrated that most fishermen could effectively use GPS and the fishing ground map during fishing operations. The active participation of fishermen and the provision of technology training is pivotal in the program’s success. Consequently, the utilization of potential fishing ground maps based on oceanographic data has the potential to enhance fishermen's performance and contribute to sustainable fisheries resource management in the FMA 711 area.
ANALISIS HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN KERAPU (Epinephelus sp) YANG DIDARATKAN DI KALIADEM DAN PASAR IKAN MUARA ANGKE, JAKARTA Rizky Janatul Magwa; Ester Restiana Endang Gelis; Lauura Hermala Yunita; Yoppie Wulanda; Septy Heltria; Farhan ramdhani
JURNAL AKUAKULTUR, TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP, ILMU KELAUTAN Vol 6 No 2 (2023): JOINT-FISH - Jurnal Akuakultur, Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu K
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/joint-fish.v6i2.334

Abstract

Grouper (Epinephelus Sp.) is an economically important fish that lives in coral reefs and is widely consumed by the public. It is necessary to analyze the relationship between the length and weight of fish at the Kaliadem fish landing site and Muara Angke market. This research aims to determine the relationship between length and weight of fish. Data on the length and weight of the fish were taken from a sample of 20 grouper fish sold at the two locations. This Research was carried out in April 2018. This study used survey method, observation of grouper morphology. The analysis used in this research uses multiple linear regression analysis. The research showed that grouper fish had a length range of 128 mm – 169 mm and a weight range of 31 g – 65 g with an average length of 144.5 mm and an average weight of 42.75. The results of linear regression on the relationship between the length and weight of grouper fish samples produced a regression equation Y = 2.7424x – 9.8972 with a value of b = 2.74 and a coefficient of determination of 0.9281. significant b < 3 means the allomatric growth pattern is negative and 98.97% of changes in fish weight occur due to an increase in fish length, while 1.03% is caused by other factors. It can be concluded that length growth is faster than weight gain in grouper fish. The condition factor value of the grouper this research had a Fulton condition factor value (K) ranging from 2.95 to 3.17 and a relative weight (Wr) ranging from 86.50 to 106.41 with an average Wr value of 100.31.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA KAWASAN PESISIR EKOSISTEM MANGROVE DI KAMPUNG NELAYAN TANJUNG JABUNG BARAT Gelis, Ester Restiana Endang; Ester Restiana Endang; Heltria, Septy; Ramdhani, Farhan; Wulanda, Yoppie; Janatul Magwa, Rizky; Hermala Yunita, Lauura
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikana Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9699

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan vegetasi pesisir yang memiliki banyak peran dan fungsi dalam ekologi serta memberikan manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove menyebabkan degradasi kawasan yang berdampak pada penurunan produktivitas perikanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat nelayan Kampung Nelayan, Tanjung Jabung Barat mengenai fungsi ekosistem mangrove secara ekologi dan ekonomi, dampak kerusakan mangrove, serta upaya pelestarian. Metode pelaksanaan berupa sosialisasi dengan pendekatan ceramah, diskusi, dan pembagian handout kepada kelompok nelayan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep ekosistem mangrove, perannya dalam siklus karbon, fungsi sebagai habitat biota, dan dampaknya terhadap hasil tangkapan nelayan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi yang terlihat dari diskusi aktif mengenai upaya pelestarian mangrove melalui penanaman dan pengelolaan sampah laut. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat pesisir untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove sebagai penunjang keberlanjutan mata pencaharian nelayan.