Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN INSTRUCTING RELIGIOUS VALUE Ahmad Hariandi; Brigita Novianti Butar-butar; Endang Juliana; Puput Wulandari; Tati Karyati
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 12, No 2 (2020): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.983 KB) | DOI: 10.35445/alishlah.v12i2.166

Abstract

This research aims to identify the role of Islamic religion teachers in instilling religious values in elementary schools.  Data collecting is done by making direct observations of intensive learning activities and learning outside which are considered to prioritize attitude or religious.  The research method used is a qualitative descriptive approach.  This type of research is a phenomenological research. This research examines a phenomenon that exists in SD Negeri 182/1 Lindung Hutan.  The result of this research shows that the role of Islamic religious education  teachers is very important in instilling religious values in schools. The teacher is a model in the process of instilling religious value for the students.
Kearifan Lokal Pengelolaan Hutan Adat oleh Masyarakat Adat Tigo Luhah Kemantan Kabupaten Kerinci Lensi Erika Novianti; Hamzah Hamzah; Bambang Hariyadi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i1.1971

Abstract

This study aims to describe and identify local wisdom in the management of the Tigo Luhah Kemantan Customary Forest (HATLK) from the aspect of forest management elements (planning, organizing, actuating, controlling or POAC). HATLK is one of the customary forests in Kerinci Regency which has very good forest conditions. One of the problems or obstacles in the management of HATLK is the influence of modernization or the entry of a new culture in the HATLK community. The type of data used in this study consisted of primary data and secondary data. Primary data was obtained from qualitative data directly at the research site, through in-depth interviews with informants, then along with observation and documentation of research activities. Secondary data is obtained through books, archives, reports, publications from the government/private sector, census results, journals and others that support primary data. Based on the results obtained by the local wisdom of the Six Villages of Kemantan in the management of HATLK, apart from the cooperation of the community in forming customary forest management, it is also inseparable from the important role of customary institutions, because for the people of Kemantan, customary institutions are the highest institutions that regulate and supervise human interaction. with the environment. These traditional institutions are the Depati, Pemangku, Ninik Mamak/Pateh/Rio, and Hulubalang, which have their respective roles and functions. Characteristics The local wisdom of the indigenous peoples of the Six Kemantan Villages in HATLK Management is manifested in the form of trust, and customary law which contains applicable norms and rules, so that if these norms and rules are violated, they will get sanctions.
Level Larutan McDougall dan Asal Cairan Rumen pada Teknik In Vitro N. Suningsih; S. Novianti; J. Andayani
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.12.3.341-352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai level larutan McDougall, asal cairan rumen, dan kombinasi berbagai level larutan McDougall dengan asal cairan rumen terhadap kecernaan bahan kering, bahan organik, dan protein kasar secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan tersebut meliputi: A1B1 = 2:1 (26,67 ml larutan McDougall : 13,33 ml cairan rumen sapi), A1B2 = 2:1 (26,67 ml larutan McDougall : 13,33 ml cairan rumen kerbau), A2B1 = 3:1 (30 ml larutan McDougall : 10 ml cairan rumen sapi), A2B2 = 3:1 (30 ml larutan McDougall : 10 ml cairan rumen kerbau), A3B1 = 4:1 (32 ml larutan McDougall : 8 ml cairan rumen sapi), A3B2 = 4:1 (32 ml larutan McDougall : 8 ml cairan rumen kerbau).  Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), dan kecernaan protein kasar (KcPK).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi antara larutan McDougall dan asal cairan rumen tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) namun faktor level larutan McDougall (Faktor A) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein kasar (KcPK). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan berbagai level larutan McDougall yang dikombinasikan baik dengan cairan rumen sapi maupun cairan rumen kerbau menunjukkan kecernaan bahan kering dan bahan organik yang relatif sama. Namun pada level 2 : 1 memberikan pengaruh yang nyata lebih tinggi terhadap kecernaan protein kasar. Kata Kunci : level, McDougall, cairan rumen, in vitro
Penguatan usaha kelompok peternak pelaku integrasi sawit-sapi berbasis limbah di Kecamatan Mestong Ardi Novra; Adriani Adriani; Suparjo Suparjo; Nelson Nelson; Sri Novianti
Riau Journal of Empowerment Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.155 KB) | DOI: 10.31258/raje.2.2.43-54

Abstract

This strengthening waste-based palm oil-cattle integration groups business program is a continuation of the development program in the 2013. It is intended to accelerate and increase production capacity through process technology improvements. The results of the activity show that the group's integrated waste processing business has developed well according to the installed capacity of Biourine A Plus and In-site Trychocompose (ITC) production. The implementation of activities is broadly in line with the target. The achievement of ITC production has been 56% of installed capacity but seen from the production trend has shown the direction towards actual capacity use. The income of group business has a significant increase that almost double. The constraints faced are mainly caused by fluctuations in the supply of the main raw materials (liquid waste and solid cages) as the cattle population changes. Follow-up efforts are to encourage changes in business orientation into a dual purpose: to maintain the balance of composition between male and female livestock, and expansion of partnerships of raw material input with the aim of non-group cattle farmers.
Analisis Metode Pembelajaran yang Dapat Digunakan Pada Pembelajaran PAI Subhan; Ulfah Novianti
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 1 No 3 (2020): July
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.416 KB) | DOI: 10.37251/jee.v1i3.133

Abstract

Tujuan penelitian: Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pentingnya penggunaan metode dalam pembelajaran, selain itu juga untuk mendeskripsikan metode-metode yang dapat digunakan dalm pembelajaran PAI, karen apembelajaran PAI merupakan pendidikan yang sangat penting untuk ditanamkan kuat dari dir peserta didik. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif tipe kajian kepustakaan, yang artinya menggunakan berbagai sumber ilmiah untuk mendeskripsikan berkaitan dengan analisis metode pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran PAI. Analisis yang digunakan analisi isi atau konten. Temuan utama: Setelah melakukan analisis berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah dan artikle maka ada beberapa metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran PAI, seperti PBL, Numbered head together, pembelajaran multikultural, tutor sebaya, market place, dan lain sebaainya. Keterbaruan penelitian: Keterbaruan dari penelitian ini yaitu dapat menggunakan atau menerapkan metode yang layak digunakan untuk pembelajarn PAI.
Implementasi Kemandirian Belajar Peserta Didik Pada Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Di Kelas IV SDN 121/I Muara Singoan Wiga Anggraini Wiga Anggraini; Muhammad Sofwan Muhammad Sofwan; Silvina Novianti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.503 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i3.4452

Abstract

Kemandirian belajar pada dasarnya terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu faktor psikologis, faktor fisiologis dan faktor lingkungan. Siswa yang tidak memiliki motivasi dan minat dalam belajar tidak akan mampu belajar mandiri dan mengalami berbagai kesulitan dalam akademiknya. Sedangkan siswa yang memiliki kemandirian belajar yang tinggi akan termotivasi untuk mempelajari sesuatu dengan kemampuannya tanpa meminta bantuan orang lainPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kemandirian belajar peserta didik pada proses pembelajaran di masa pandemi di kelas IV SDN 121/I Muara Singoan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV serta siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman dengan tahapan, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas IV sudah memiliki sikap kemandirian belajar dalam pembelajaran tematik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah guru sudah melakukan proses pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu menekankan pembelajaran tematik, dan melalui pembelajaran tematik guru dapat mengembangkan kemandirian belajar siswa kelas IV SD Negeri 121/I Muara Singoan.
Analisis Karakteristik Keberlanjutan Mentok Rimba (Cairina Scutulata) Di Taman Nasional Berbak JambiAnalisis Karakteristik Keberlanjutan Mentok Rimba (Cairina Scutulata) Di Taman Nasional Berbak Jambi Hutwan Syarufuddin; Jul Andayani; Sri Novianti; Fatati Fatati
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 19 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.734 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v19i2.4507

Abstract

Penelitian dilaksanakan di habitat mentok rimba yang ada di Taman Nasional Berbak (TNB) Provinsi Jambi. Pelaksanaan penelitian selama 5 bulan dari bulan Juli sampai Nopember 2016. Habitat mentok rimba merupakan daerah rawa-rawa yang berdekatan dengan Desa Telago Limo dan Desa Sungai Rambut.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis karakteristik habitat Mentok Rimba dan mengetahui binatang, tumbuhan yang menjadi sumber makanan Mentok Rimba di Kawasan Taman Nasional Berbak. Metode penelitian adalah survei dan eksperimen di lapangan serta di laboratorium Fakultas Peternakan. Pengamatan dilakukan terhadap aspek ekologi, ekonomi dan sosial budaya masyarakat sekitar TNB, karakteristik habitat mentok rimba yang berhubungan dengan keberlanjutan mentok rimba. Indeks keberlanjutan mentok rimba di TNB secara multidimensi sebesar 48,98 pada skala sustainabilitas 0 – 100, yang berarti termasuk ke dalam kategori kurang berkelanjutan. Kata kunci: Mentok Rimba, Habitat, TNB
Kecernaan In Sacco Kulit Buah Jagung Amoniasi Sebagai Bahan Penyusun Ransum Ternak Sapi Jul Andayani; Sri Novianti
Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan Vol 24 No 2 (2021): Nopember 2021
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.585 KB) | DOI: 10.22437/jiiip.v24i2.19138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kecernaan secara in sacco penggunaan kulit buah jagung amoniasi dalam ransum ternak sapi. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Bahan yang digunakan adalah kulit buah jagung, rumput gajah, jagung giling, dedak halus, bungkil kelapa dan urea. Alat yang digunakan adalah timbangan, alat pemotong rumput, ember, alat semprot, kantong plastik, oven, alat giling, pH meter, desikator, seperangkat alat untuk in sacco (kantong nilon, tali nilon, selang plastik, karet pengikat, karet penggantung). Peubah yang diambil pada percobaan ini adalah degradasi bahan kering, degradasi NDF dan degradasi ADF. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah R 0 = 70 % Hijauan (100% Rumput + 0% Kulit Buah Jagung Amoniasi) + 30% Konsentrat, R 1 = 70 % Hijauan (75% Rumput + 25% Kulit Buah Jagung Amoniasi) + 30% Konsentrat, R 2 = 70 % Hijauan (50% Rumput + 50% Kulit Buah Jagung Amoniasi) + 30% Konsentrat, R 3 = 70 % Hijauan ( 25% Rumput + 75% Kulit Buah Jagung Amoniasi) + 30% Konsentrat, R 4 = 70 % Hijauan (0% Rumput + 100% Kulit Buah Jagung Amoniasi) + 30% Konsentrat. Data yang diperoleh dianalisis dengan anlisis ragam sesuai dengan rancangan yang digunakan. Uji lanjut yang digunakan adalah uji jarak berganda Duncan. Hasil pada penelitian ini yaitu perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap degradasi bahan kering, degradasi NDF dan degradasi ADF. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kulit buah jagung amoniasi dapat menggantikan total hijauan dalam ransum ternak sapi.
Praktek Etnisitas Dalam Politik Identitas Di Tengah Multikulturalisme Bangsa Indonesia Ahmad Baidawi; Novianti Novianti
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 6 No. 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v6i2.24666

Abstract

Pada sistem demokrasi praktek politik identitas merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan, hal itu dikarenakan pada sistem demokrasi memberikan kebebasan pada setiap induvidu dalam mengekpresikan politiknya termasuk politik identitas baik yang bersumber identitas aliran keagamaan maupun etnisitas. Untuk memahami praktek etnisitas dalam politik identitas ditengah keberagaman bangsa indonesia maka matakuliah politik identitas dan multikulturalisme ini diajarkan pada semester 4 di prodi ilmu politik yang salah satu materinya membahas etnisitas dalam politik identitas. Untuk metode pembelajaran pada matakuliah ini menggunakan metode Project Based Learning (PjBL) Case Method (studi kasus) dengan melakukan penelitian tindakan kelas dan penelitian lapangan sebagai materi pemicu utamanya. Untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami praktek etnisitas dalam politik identitas para mahasiswa akan dibekali dengan pendekatan-pendekatan teori dan konsep tentang politik identitas dan multikulturalisme. Setelah dilakukan penelitian dan pembahasan secara runut penelitian ini akan memberikan proyeksi terhadap perumus, pembuat dan pelaksana kebijakan dalam mengelola politik identitas dan multikulturalisme di indonesia. Lebih lanjut penelitian ini akan menemukan model pembelajaran baru untuk matakuliah ini.
Studi Pustaka Penggunaan Model Pembelajaran IPS Terpadu di Sekolah dasar Ulfah Novianti; Ngatari Ngatari
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 2 No. 1 (2021): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.714 KB) | DOI: 10.37251/jske.v2i1.376

Abstract

Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih mendalam mengenai manfaat penggunaan model pembelajaran IPS terpadu di Sekolah Dasar. Metode: metodologi yag digunakan dalam penelitian ini adalah library research, yaitu memanfaatkan sumber-sumber terpercaya sebagai sumber utama dalam menganalisis model-model pembelajaran yang dapat digunakan pada pembelajaran IPS terpadu. Metode kajian kepustakaan ini menggunakan sumber berupa artikel dan jurnal ilmiah yang terkait dengan model pembelajaran IPS terpadu di sekolah dasar. Alur penelitian adalah mulai dari pengumpulan sumber, pengelompok kan sumber yang dapat digunakan, menganalisis, megkaji ulang sumber-sumber tersebut dan menuliskannya dalam karya tulis ilmiah yang baru kemudian menarik suatu kesimpulan. Temuan Utama: Setelah melakukan penelitian mendalam dengan menganalisi beberapa referensi, maka yang didapat adalah banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan dapat proses pembelajaran IPS Terpadu. Beberpa modelnya adalah : model discovery, model quantum teaching, inkuiry, Contekstual Teaching Learning, cooperative tipe think pair shark. Model-model pembelajaran tersebut dapat digunakan pada pembelajaran IPS terpadu dengan cara yang tepat sehingga hasil belajar peserta didik akan eningkat. Kebaruan/Originalitas penelitian ini: Kebaruan dari penelitian ini yaitu mengetahui model-model apa saja yang digunakan dalam pembelajaran IPS.