Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Kompres Air Hangat Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Lansia Penderita Rhematoid Arthritis Rehmaitamalem, Rehmaitamalem; Puteh, Muhibbullah Ali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 8, No 2 (2022): OKTOBER 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v8i2.2581

Abstract

Pendahuluan Nyeri adalah seuatu kondisi yang tidak nyaman yang betul-betul subyektif dan hanya penderitanya yang dapat menjelaskanya. Salah satu tindakan peredaan nyeri pada pasien nyeri arthritis rheumatoid adalah dengan terapi kompres air hangat dimana dapat menyebabkan vasodiltasi sehingga dapat melancarkan aliran darah dan rasa nyeri bisa berkurang atau berhenti. Tujuan untuk melihat pengaruh kompres air hangat terhadap intensitas nyeri pada lansia penderita reumatoid artritis. Metode : Jenis penelitian Kuantitatif, metode quasi experiment, dengan pretest dan post test one group design. Populasi seluruh lansia sebanyak 35 orang. Variabel independent kompres air hangat Variabel dependent Intensitas Nyeri. Analisa mengunakan uji paired t-test dengan nilai signifikan α= 0,05. Hasil: menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari pelaksaan kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia yang mengalami reumatoid arthritis (p value = .000) yang artinya H0 ditolak atau ada pengaruh kompres air hangat terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia.. Kesimpulan: ada pengaruh terapi kompres air hangat terhadap perubahan intensitas nyeri pada lansia yang menderita arthritis rheumatoid. Oleh karena itu, disarankan kepada perawat maupun tenaga kesehatan lainnya sangat penting untuk memberikan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) tentang pemberian kompres air hangat pada penderita athritis reumatoid.Kata kunci: Kompres air hangat, Intensitas nyeri, Rhematoid ArthritisIntroduction Pain is an uncomfortable condition that is really subjective and only the sufferer can explain it. One of the pain relief measures in rheumatoid arthritis pain patients is warm water compress therapy which can cause vasodilation so that it can launch blood flow and pain can decrease or stop. The purpose is to see the effect of warm water compresses on the intensity of pain in elderly people with rheumatoid arthritis. Method: Quantitative type of research, quasi-experimental method, with pretest and post test one group design. The population of the entire elderly is 35 people. Independent variable compress warm water Dependent variable Pain Intensity. The analysis used a paired t-test with a significant value of α = 0.05. Result: shows that there is a significant influence of the implementation of warm water compresses on reducing the intensity of pain in the elderly who experience rheumatoid arthritis (p value = .000) which means that H0 is rejected or there is an effect of warm water compresses on reducing the intensity of pain in the elderly. Conclusion: there is an effect of warm water compress therapy on changes in pain intensity in the elderly suffering from rheumatoid arthritis. Therefore, it is recommended to nurses and other health workers to provide IEC (Communication, Information and Education) about giving warm water compresses to patients with rheumatoid ahritis.Keywords: : Warm Water Compress, Pain Intensity, Rheumatoid Arthritis
Pengaruh Psikoedukasi Terhadap Pengetahuan Dan Penurunan Tingkat Ansietas Keluarga Dalam Pemberian Imunisasi DT Dan Td Pada Anak Usia Sekolah Hayani, Mela; Malem, Rehmaita; Puteh, Muhibbullah Ali
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3406

Abstract

Imunisasi DT dan Td merupakan imunisasi lanjutan yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis) untuk anak usia sekolah. Walaupun demikian dalam pemberian imunisasi ini masih dipertimbangkan oleh keluarga karena efek samping yang ditimbulkan dan masih kurangnya pengetahuan sehingga berdampak pada peningkatan ansietas, hal ini dapat mempengaruhi keluarga dalam pemberian imunisasi DT dan Td kepada anak usia sekolah. Melalui pemberian psikoedukasi keluarga imunisasi, maka tindakan ini dapat mengubah pola pikir seseorang sehingga membantu keluarga dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat menurunkan tingkat ansietas ketika menghadapi masalah yang berkaitan dengan pemberian imunisasi DT dan Td kepada anak usia sekolah. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi eksperiment pre post test. Intervensi psikoedukasi keluarga imunisasi diberikan sebanyak 8 sesi selama 6 minggu untuk kelompok perlakuan sebagai perbandingan dengan kelompok kontrol. Jumlah sampel penelitian 100 ibu-ibu dari anak berusia 8 tahun – 11 tahun dengan batasan usia ibu (30 - 48 tahun). Hasil menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan untuk pengaruh psikoedukasi terhadap pengetahuan dan tingkat ansietas keluarga setelah intervensi psikoedukasi keluarga imunisasi DT dan Td pada anak usia sekolah (p value =.001) yang berarti H0 ditolak atau ada pengaruh psikoedukasi imunisasi terhadap peningkatan pengetahuan dan menurunnya ansietas keluarga kelompok perlakuan terhadap kesiapan dalam pemberian imunisasi. Kesimpulan yang didapatkan untuk penanganan ansietas keluarga melalui terapi psikoedukasi relevan dengan hasil temuan dari negara lain. Terapi ini dapat dikembangkan untuk melihat efektifitas psikoedukasi terhadap tingkat ansietas pada program kesehatan lainnya seperti self help group family.Kata kunci: Psikoedukasi; Pengetahuan; Kecemasan; Imunisasi, KeluargaDT and Td immunizations are advanced immunizations given to prevent several infectious diseases such as diphtheria, tetanus and whooping cough (pertussis) for school-age children. Nevertheless, providing the immunization is still being considered by some families because of its side effects caused and there is still a lack of knowledge so that it has an impact on increasing anxiety, this can affect families in administering DT and Td immunizations to school-age children. This study aims to provide the family of psychoeducation for immunization, so it could change family’s mindset that it helps them improve their knowledge and reduce anxiety levels when facing problems related to administering DT and Td immunizations to school-age children. This type of research is quantitative with quasiexperimental pre-post test design. Psychoeducation intervention for the family who get immunization was given as many as 8 sessions for 6 weeks for the treatment group, as a comparison with the control group. The number of research samples is 100 mothers from children aged 8 - 12 years and age limits for mothers (30 - 48 years). The results show that there is a significant difference in the effect of psychoeducation on knowledge and levels of family anxiety after the family psychoeducation intervention of DT and Td immunization in school-age children (p value = .001), which means that H0 is rejected or there is an effect of immunization psychoeducation on increasing knowledge and decreasing anxiety family treatment group on readiness in administering immunization. Conclusions obtained showed the influence of psychoeducation on increasing knowledge and decreasing anxiety of the family in providing immunizations and this is relevant to the results of research from other countries. Based on these results, psychoeducation activities need to be applied as caring actions in increasing knowledge, overcoming anxiety issues for family readiness and support in immunization.Keywords: psychoeducation, knowledge, anxiety, immunization, and family
Dampak climate crisis terhadap pola penyakit ibu hamil dan maternal mortality Fajarina, Mira; Utama, Reka Julia; Malem, Rehmaita
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1571

Abstract

Background: Climate change directly impacts maternal health, increasing the risk of pregnancy complications, delayed antenatal care (ANC) visits, and maternal mortality. Purpose: To analyze the impact of the climate crisis on maternal disease patterns and maternal mortality. Method: An observational analytic study with a case-control design was conducted on 364 pregnant women at the Baitussalam and Blang Bintang Community Health Centers in Aceh Besar. The sample was selected purposive sampling, consisting of case groups (mothers with complications) and controls. Data were collected using a validated questionnaire (CVI by three experts, Cronbach's Alpha ≥0.7) and medical records. Analysis used Chi-square and multiple logistic regression. Results: Exposure to extreme temperatures (OR=2.27; p=0.010), air pollution (OR=1.91; p=0.036), and weather changes (OR=2.85; p=0.006) were significantly associated with pregnancy complications, while counseling played a protective role (OR=0.49; p=0.010). Cancelling antenatal care due to extreme weather increases the risk of complications (OR=3.16; p=0.001). Conclusion: Environmental factors related to the climate crisis impact maternal health, necessitating mitigation strategies such as education, increasing access to antenatal care, and strengthening health system capacity to reduce the risk of maternal complications.   Keywords: Climate Crisis; Maternal Diseases; Maternal Mortality.   Pendahuluan: Perubahan iklim berdampak langsung pada kesehatan maternal, meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, keterlambatan kunjungan antenatal care (ANC), dan mortalitas ibu. Tujuan: Untuk menganalisis dampak climate crisis terhadap pola penyakit ibu hamil dan maternal mortality. Metode: Studi observasional analitik dengan desain kasus-kontrol dilakukan pada 364 ibu hamil di Puskesmas Baitussalam dan Blang Bintang, Aceh Besar. Sampel dipilih secara purposive sampling, terdiri dari kelompok kasus (ibu dengan komplikasi) dan kontrol. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi (CVI oleh tiga ahli, Cronbach’s Alpha ≥0.7) dan rekam medis. Analisis menggunakan Chi-Square dan regresi logistik berganda. Hasil: Paparan suhu ekstrem (OR=2.27; p=0010), polusi udara (OR=1.91; p=0.036), dan perubahan cuaca (OR=2.85; p=0.006) berhubungan signifikan dengan komplikasi kehamilan, sedangkan penyuluhan berperan protektif (OR=0.49; p=0.010). Batal ANC karena cuaca ekstrem meningkatkan risiko komplikasi (OR=3.16; p=0.001). Simpulan: Faktor lingkungan terkait krisis iklim memengaruhi kesehatan ibu hamil, sehingga diperlukan strategi mitigasi seperti penyuluhan, peningkatan akses ANC, dan penguatan kapasitas sistem kesehatan untuk mengurangi risiko komplikasi maternal.   Kata Kunci: Climate Crisis; Maternal Mortality; Penyakit Ibu Hamil.
Pengaruh Simulasi Bantuan Hidup Dasar Terhdap Pengetahuan dan Keterampilan Anggota PMR tingkat SMA di Banda Aceh Mastura, Mirda; Saputra, Mahruri; Malem, Rehmaita; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fmw7c024

Abstract

Henti jantung / cardiac arrest merupakan keadaan yang ditandai dengan berhentinya fungsi jantung secara tiba–tiba pada seseorang akibat aktivitas kelistrikan jantung berhenti, hal ini disertai henti nafas, sehingga korban sangat terbatas untuk memberikan aliran darah dan oksigen yang memadai ke otak dan otot akhirnya menyebabkan kematian mendadak. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum  dan sesudah Simulasi Bantuan Hidup Dasar dilakukan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pre-eksperimental. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Banda Aceh, pada tanggal 04 mei 2024 dengan total sampel diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 30 orang. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan lembar observasi untuk mengukur tingkat keterampilan. Hasil uji penelitian menggunakan uji wilcoxon didapatkan pada pengetahuan dan keterampilan tingkat kemaknaan (0.05) dengan nilai p yang diperoleh sebesar (0.000). Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (a) maka H1 diterima. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh simulasi bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh simulasi bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan dan keterampilan anggota PMR tingkat SMA di Banda Aceh. Diharapkan anggota PMR dapat melakukan tindakan BHD pada saat terjadi kejadian gawat darurat henti jantung.
Hubungan Kondisi Fisik Dan Pengetahuan Ibu Hamil Primigravida Dengan Aktivitas Seksual Wilayah Kerja Puskesmas Darussalam Kabupaten Aceh Besar Rosalinda, Rosalinda; Malem, Rehmaita; Rahmisyah, Rahmisyah; Riza, Nelva
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/8h61j796

Abstract

During pregnancy, physical and psychosocial changes occur due to the growth and development of the fetus. During pregnancy, it is estimated that 80% of physical and psychological changes occur in pregnant women. Thisstudy is tofind out the relationship between the physical condition and knowledge of primigravida pregnant women with sexual activity. This type of research is cross sectional. The population in this study is all primigravida pregnant women in the Working Area of the Darussalam Health Center, Aceh Besar Regency in July 2024 as many as 34 people by means of total sampling. This research was conducted in July 2024 with a questionnaire filling method. Data processing is carried out using a chi square test. The results of the univariate analysis revealedthat the majority of physical conditions in primigravida pregnant women in the Darussalam Health Center Working Area, Aceh Besar Regency in 2024, were in the sick category , which was 58.8%, the majority of knowledge of primigravida pregnant women is in the poor category, which is 58.8% and the majority of sexual activity in primigravida pregnant women is in the declining category , which is 70.6%. Theresults of bivariate analysis obtained ada relationship between physical conditions p value (0.002 < α : 0.05, ada relationship between knowledge p value (0.000 < α : 0.05 ) primigravida pregnant women with sexual activity. It is expected that respondents will deepen their knowledge about sexual activity during pregnancy both through print and electronic media.
Hubungan Self Esteem Ibu Dengan Status Gizi Anak Stunting Di Desa Lumut Dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah Arami, Melia Ayu; Saputra, Mahruri; Malem, Rehmaita; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ncytvn96

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi yang memadai dalam jangka waktu yang lama.Berdasarkan pada buku (Alligood, 2017) menjelaskan bahwa konsep diri/harga diri (self esteem) akan berpengaruh untuk ibu mencapai perannya menjadi seorang ibu. Jika ibu telah mencapai perannya menjadi seorang ibu, anak yang di rawatnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Self Esteem Ibu dengan Status Gizi Anak Stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, pada tanggal 04 Juni 2024 dengan total sampel diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 39 orang. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur self esteem dan timbangan berat badan untuk mengukur status gizi. Hasil uji penelitian menggunakan uji chi square didapatkan pada self esteem dan status gizi (0.05) dengan nilai p yang diperoleh sebesar (0.000). Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (a) maka H1 diterima. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.  
Perbandingan Relaksasi Benson Dan Tarik Napas Dalam Dengan Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Jannah, Miftahul; Malem, Rehmaita; Saputra, Mahruri
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/47759p89

Abstract

Penanganan hipertensi dapat dilakukan secara farmakologi (obat-obatan) maupun secara non farmakologi. Penanganan non farmakologi yang dapat dilakukan secara mandiri dan murah dalam upaya menjaga kestabilan tekanan darah bagi penderita hipertensi. Beberapa penelitian menunjukkan pendekatan non farmakologi yang dapat mengurangi hipertensi diantaranya adalah akupresur ramuan cina, terapi herbal, relaksasi nafas dalam, aroma terapi, terapi musik klasik, meditasi, pijat, terapi relaksasi otot progresif (progressive muscle relaxation dan biofeedback. Tujuan penelitian ini Perbandingan Relaksasi Benson dan Tarik Napas Dalam dengan Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Hipertensi Pada Lansia Di Desa Pasie Lamgarot Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar Tahun 2024. Metode penelitian ini yang digunakan adalah quasy eksperiment design dengan menggunakan rancangan Pre and post test without control (control diri sendiri) pada desain ini peneliti hanya melakukan intervensi pada dua kelompok dengan perbandingan dengan jumlah sampel 45 responden. hasil uji Independen T Test diperoleh nilai sig (2-tailed) = 0,000  < 0,05, yang artinya bahwa ada perbedaan rata-rata nilai kelompok Terapi Nafas dalam dengan kelompok Terapi Benson, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Terapi Nafas Dalam Lebih Efektif daripada Terapi Benson terhadap penurunan Hipertensi. Diharapkan agar penelitian ini bisa menambah wawasan yang nantinya akan dapat dipraktikan oleh diri sendiri dan mahasiswa mengenai Efektifitas Terapi benson dan Nafas Dalam  terhadap penurunan hipertensi pada lansia.
Comparison Of Rubber Ball Graining Therapy and Constraint Induced Movement Therapy (Cimt) on Improving Muscle Strength in Ischemic Stroke Patients in theWant to be a successful Pukes Center Work Area Hardi, Anisa Kamilia Putri; putra, Eridha Putra; Rehmaita Malem; Ully Muzakir; Ferdi Riansyah
Teewan Journal Solutions Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3wpnwr70

Abstract

Ischemic stroke is a neurological disorder that frequently causes weakness in the upper extremities, hindering patients' independence in daily activities. According to WHO (2024), 15 million people suffer a stroke annually, and in Indonesia, the prevalence of stroke reaches 10.9% (Riskesdas 2018). This study, conducted in the working area of the Ingin Jaya Community Health Center, Aceh Besar Regency, aimed to compare the effectiveness of rubber ball squeeze therapy and Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) in improving upper extremity muscle strength in ischemic stroke patients. The research utilized a Quasy experiment with a two-group pretest-posttest with control group design, involving 32 patients. Based on the normality test results, the data were not normally distributed, so a non-parametric test was used. The study results showed that both types of therapy had a significant effect. The mean muscle strength of the rubber ball squeeze therapy group increased from 2.69 to 4.19, while the CIMT group increased from 2.81 to 4.44. This improvement was proven significant by the Wilcoxon Signed Ranks Test (p < 0.05). However, the Mann-Whitney Test revealed no significant difference between the effectiveness of the two therapies (p = 0.100). Thus, it can be concluded that both rubber ball squeeze therapy and CIMT are effective in improving upper extremity muscle strength, although there is no difference in effectiveness between them. This thesis was completed on May 9, 2025.