Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Supply Chain Management dalam Meningkatan Efisiensi Biaya Pada Produk Sari Buah Pala (Studi Kasus: Home Industry Seqanura, Desa Kusu, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan) Sibela, Gunawan; Djumadil, Nurdiyanawati; Kaddas, Fatmawati; Mahmud, Haris
Jurnal Pertanian Khairun Vol 4, No 1: (Juni, 2025)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v4i1.10024

Abstract

Home Industry Seqanura merupakan home industry yang memproduksi Sari Buah Pala. Sari Buah Pala diproduksi sebanyak 2 kali dalam sebulan dengan jumlah 68 botol per produksi. Tantangan yang dihadapi oleh home industry adalah mempertahankan kelangsungan hidup produk guna mendapatkan alternatif untuk meningkatkan kinerja dan efisiensinya dalam pemasaran melalui manajemen rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Supply Chain Management (SCM) di home industry yang mencakup aliran produk, keuangan dan informasi serta mengetahui efisiensi biaya supply chain. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif meliputi SCM yang terdiri dari aliran produk, informasi dan keuangan. Kuantitatif meliputi perhitungan margin pemasaran dan produser’s share. Hasil penelitian menunjukan 3 aliran SCM pada home industry seqanura dikategorikan baik karena setiap lembaga sudah bekerjasama dengan baik dan saling terintegrasi satu dengan yang lain sehingga barang ke konsumen dapat tersalurkan dengan cepat, konsisten dan harga yang murah. Efisiensi supply chain sari buah pala terdapat pada saluran I, di karenakan (1) saluran pemasarannya lebih pendek, (2) pada saluran I keuntungan penjualan sepenuhnya diterima oleh home industry yaitu sebesar Rp 4.925.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI KELAPA DENGAN PENERAPAN PENGOLAHAN KELAPA ZERO WASTE DI KECAMATAN OBA KOTA TIDORE KEPULAUAN Basuki, Natal; Djumadil, Nurdiyanawati; Mahmud, Haris; Sangadji, Suwandi S.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 6, No 2 (2023): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v6i2.2882

Abstract

ABSTRACTThe potential for coconut cultivation produced by the people of Oba District only uses coconut meat as copra so that apart frim the coconut meat, it only becomes waste such as coconut husks, shells and dregs. Apart from that, the potential for coconut cultivation may not necessarily improve the welfare of farmers in Oba District, Tidore Islands City, because copra prices experience fluctuations which ultimately cause losses for coconut export producers. This service program aims to find out some of the problems that exist among farmer partners in Oba District, Tidore Island City in dealing with waste from copra. This is expected to influemce the comfort of life for the surrounding community by reducing pollution and utilizing waste thereby increasing added value to the coconut agro-industry system in Oba District.Keywords: Copra; Environment; Coconut. Zero Waste and WasteABSTRAKPotensi budidaya kelapa yang dihasilkan oleh masyarakat Kecamatan Oba Hanya memanfaatkan daging kelapa sebagai kopra sehingga selain daging kelapanya hanya menjadi limbah seperti sabut kelapa, tempurung dan ampasnya saja. Selain itu, potensi budidaya kelapa belum tentu dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, karena harga kopra mengalami fluktuasi yang pada akhirnya menyebabkan kerugian bagi produsen ekspor kelapa. Program pengabdian ini bermaksud agar bisa menemukan beberapa persoalan yang ada di mitra petani Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan dalam menanggulangi limbah dari kopra. Hal ini diharapkan dapat mempengaruhi kenyamanan hidup masyarakat sekitar dengan mengurangi polusi dan memanfaatkan limbah sehingga meningkatkan nilai tambah pada sistem agroindustri kelapa di distrik Oba.Kata Kunci: Kopra; Lingkungan, Kelapa, Zero Waste dan Limbah
PENINGKATAN OMZET PENJUALAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI PEMASARAN ONLINE BAGI PELAKU UMKM DI KECAMATAN TIDORE KOTA TIDORE KEPULUAUAN Djumadil, Nurdiyanawati; Arahman, Muhammad Natsir; Basuki, Natal; Mahmud, Haris; Syafie, Yunus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i1.4621

Abstract

ABSTRACTSmall business activities in both traditional and modern sectors through micro, small and medium enterprises (MSMEs) are one of the pillars of economic growth. This service activity was held with the main focus on solving MSME problems in the Tidore Islands. The aim is to identify the problems faced by MSME actors and to hold entrepreneurship training activities to develop the potential of the actors. In the current digital era, it is very easy for people to open new businesses and jobs. This potential can be maximized if knowledge and provision are provided for MSMEs to build their businesses from the start until they are successful in the future. Apart from that, as a business person in a business that is run, an entrepreneur who runs a business in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) needs to have a good marketing strategy. In an effort to increase public awareness to start entrepreneurship and build their businesses to become better developed, it is necessary to provide knowledge and understanding of marketing strategies by utilizing digital technology.Keywords: MSMEs, Digital Marketing, Social Media, Strategy and MarketingABSTRAKKegiatan usaha kecil baik di sektor tradisional maupun modern melalui usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pengabdian ini diadakan dengan fokus utama memecahkan permasalahan UMKM di Tidore Kepulauan. Tujuannya untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM serta mengadakan kegiatan pelatihan kewirausahaan untuk mengembangkan potensi para pelaku. Di era digital saat ini, kemudahan masyarakat untuk membuka usaha dan lapangan kerja yang baru sangat mudah dilakukan. Potensi tersebut bisa dimaksimalkan apabila pengetahuan dan pembekalan bagi para UMKM untuk membangun usahanya dari awal sehingga berhasil di kemudian waktu. Selain itu, sebagai pelaku bisnis pada usaha yang dijalankan, seorang wirausahawan/i yang menjalankan usaha di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) perlu memiliki strategi pemasaran yang baik. Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai berwirausaha dan membangun usahanya menjadi lebih berkembang lebih baik, perlunya memberikan pengetahuan serta pemahaman mengenai strategi pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digitalKata Kunci: UMKM, Digital Marketing, Media Sosial, Strategi dan Pemasaran.
PENGEMASAN DAN MEKANISME PENGURUSAN IZIN P-IRT UNTUK MENINGKATKAN HARGA JUAL SAGU DI DUSUN BANGKO HALMAHERA BARAT Fatmawati, Mila; Sidayat, Mardiyani; Basuki, Natal; Djumadil, Nurdiyanawati; Kaddas, Fatmawati; Haris Mahmud
Abdimas Awang Long Vol. 7 No. 1 (2024): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v7i1.1129

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian di Dusun Bangkok Halmahera Barat adalah untuk meningkatkan nilai jual sagu di pasaran dengan mengadakan pelatihan pengemasan dan perizinan untuk bisa mencapai pasar yang luas di Masyarakat. Dengan melaksanakan kegiatan pelatihan tentang pemasaran dan mekanisme izin p-irt. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pemberdayaan usaha ekonomi Masyarakat di Desa Bangkok Kabupaten Halmahera Barat, yaitu (1) Diskusi awal; (2) Kunjungan lokasi; (3) Penyusunan materi; dan (4) Pelaksanaan kegiatan. Hasil yang dicapai dalam pelaksanaan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat pada Desa Bangkok Kabupaten Halmahera Barat, yaitu (1) Peningkatan produktivitas usaha ekonomi masyarakat dan sebagai solusi untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan; dan (2) Pengembangan usaha ekonomi masyarakat yang terintegrasi dengan pengembangan potensi pertanian. Indeks kinerja utama (IKU) yang ingin dicapai, antara lain: (1) Peningkatan produktivitas usaha ekonomi dan pendapatan masyarakat; dan (2) Penguasaan teknologi oleh Mitra dalam mendukung tata kelola dan pemasaran produk.
PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SENGKANAUNG DI DESA AKEKOLANO KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Fatmawati, Mila; Sidayat, Mardiyani; Djumadil, Nurdiyanawati; Kaddas, Fatmawati; Basuki, Natal; Mahmud, Haris; Nursamsi, Nursamsi; Annisa, Khairun; Syahroni, Syahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5812

Abstract

ABSTRACTFarmer Institutions provide institutional strengthening of farmers through non-formal education that includes activities in knowledge and skills with the main objective of providing strengthening to farmers is one form of empowerment of farmers and agricultural business actors to increase productivity, income and welfare. In improving the knowledge and skills of the community in utilizing agricultural crops into crops that have high economic value. Assistance to farmers in Akekolano Village, Oba District is very important, especially in terms of institutional strengthening of this group, it is necessary to build public awareness in terms of cooperation between extension officers with farmers and other related institutions. The objects that are the main targets in institutional strengthening are farmer groups and the general public in Akekolano Village, Oba District. Where the targets are farmers and farmer group associations who are de facto the family economic managers and young men and women who come from farming families. Keywords: Institutions, Farmer Groups, Values, Economy and EmpowermentABSTRAKKelembagaan Petani memberikan penguatan kelembagaan kepada petani melalui pendidikan non formal yang meliputi kegiatan dalam pengetahuan dan ketrampilan dengan tujuan utama memberikan pengauatan kepada petani adalah salah satu bentuk upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produkstivitas, pendapatan dan kesejahteraan. Dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mayarakat dalam memanfaatkan tanaman pertanian menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pendampingan terhadap petani di Desa Akekolano Kecamatan Oba sangat penting terutama dalam hal penguatan kelembagaan kelompok ini perlu untuk membangun kesadaran masyarakat dalam hal kerjasama antar petugas penyuluh dengan petani serta lembaga terkait lainnya. Adapun objek yang menjadi target utama dalam penguatan kelembagaan yaitu kelompok petani serta masyarakat umum yang berada di Desa Akekolano Kecamatan Oba. Dimana sasarannya adalah para petani dan gabungan kelompok tani yang secara de facto merupakan pengatur ekonomi keluarga dan para pemuda/pemudi yang berasal dari keluarga petani.Kata Kunci: Kelembagaan, Kelompok Tani, Nilai, Ekonomi dan Pemberdayaan