Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

UJI MUTU BENIH BUNGA MATAHARI PADA PERBEDAAN METODE PENGERINGAN DAN APLIKASI FUNGISIDA Ni Kadek Ema Sustia Dewi; Luh Putu Yuni Widyastuti; Ni Wayan Purnami Rusadi
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 14 No. 1 (2024): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the viability of sunflower seeds against different drying methods and fungicide applications. This experiment consisted of two factors with a Completely Randomized Design (CRD). The first factor is the drying method, namely drying in the sun (control) with an average of 31°C for six days, cake oven and costume oven with temperatures ranging from 36.5-37.5°C for four days. The second factor is the application of fungicides, namely without fungicides and fungicides. Seed quality testing is carried out using the UKDdP method. The experiment consisted of 6 treatment combinations which were repeated three times so that there were 18 experimental units. Each experimental unit used 25 seeds. The results showed that the lowest water content was 6.25% from sun drying and the highest germination rate was 73.33%. The sun drying method and the use of fungicides can produce the lowest water content, and have the highest values ​​in the percentage of germination, vigor index, maximum growth potential, normal dry weight of sprouts, as well as the use of fungicides. It is necessary to test the temperature and drying period using a cake and custom oven to get the right time to maintain seed viability.
Pengenalan Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Jeruk di Desa Awan Kecamatan Kintamani Javandira, Cokorda; Pratiwi, Ni Putu Eka; Ramdhoani; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Yuniti, I Gusti Ayu Diah
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 1 No. 2 (2023): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v1i2.957

Abstract

Jeruk siam adalah komoditas hortikultura penting dan bernilai ekonomis. Mitra pengabdian masyarakat adalah Kelompok Tani Tegal Sari di Desa Awan, Kecamatan Kintamani, Provinsi Bali yang Bertani jeruk Siam. Mitra memiliki masalah produktivitas rendah pada budidaya buah jeruk Siam akibat serangan penyakit busuk batang (Botryodiplodia theobromae). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pengetahuan dan mendampingi  mitra desa Awan dalam mengetahui gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra desa Awan terhadap gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Juga, mitra dapat menambah peralatan pengendalian penyakit untuk pertanian jeruk Siam. Siamese orange is an important horticultural commodity and has economic value. The community service partner was the Tegal Sari Farmers Group in Awan Village, Kintamani District, Bali Province. Mitra has a problem of low productivity in Siam citrus fruit cultivation due to stem rot disease (Botryodiplodia theobromae). This community service activity aims to introduce knowledge and assist Awan village partners in knowing the symptoms, signs and types of diplodia disease and provide efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. The results of the community service activities showed an increase in the knowledge of Awan village partners regarding the symptoms, signs and types of diplodia disease and provided efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. Also, partners can add disease control equipment to Siam citrus farms.
Pengembangan Potensi Petani Jagung Melalui Edukasi Budidaya Jagung Hibrida Di Desa Kesiut, Kabupaten Tabanan, Bali Cokorda, Javandira; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Ananda, Komang Dean
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 2 No. 2 (2024): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v2i2.1214

Abstract

Desa Kesiut, dengan luas 266 Ha dan populasi 2.203 jiwa yang mayoritas bekerja sebagai petani jagung, memerlukan penyuluhan, sosialisasi, dan demonstrasi langsung tentang budidaya jagung hibrida. Metode kegiatan pengabdian terpadu ini kegiatan ceramah. Kegiatan dilakukan untuk mengedukasi cara membudidayakan tanaman jagung hibrida, diskusi permasalahan dan pemberian solusi-solusi terkait budidaya jagung hibrida. Hasil wawancara awal menunjukkan bahwa 60% petani jarang mengikuti pelatihan pertanian dan 40% petani jagung sering mengalami gagal panen. Permasalahan yang sering dihadapi petani jagung di Desa Kesiut adalah pengelolaan hama penyakit bulai yang disebabkan oleh jamur Peronosclerospora spp. Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan oleh petani dalam kegiatan penyuluhan menunjukkan petani jagung Desa Kesiut telah memiliki pemahaman dasar budidaya jagung hibrida. Namun, perlu diperkaya pengetahuannya tentang teknik budidaya yang baik dan benar terutama mengenai kebutuhan benih, jarak tanam serta teknik pengendalian hama penyakit. Respon petani terhadap kegiatan ini sangat positif. Kesiut Village, with an area of ​​266 hectares and a population of 2,203 people, the majority of whom work as corn farmers, requires counseling, outreach, and direct demonstrations about hybrid corn cultivation. The method of integrated service activities is lecture activities. Activities are carried out to educate how to cultivate hybrid corn plants, discuss problems, and provide solutions related to hybrid corn cultivation. Initial interview results show that 60% of farmers rarely participate in agricultural training and 40% of corn farmers often experience crop failure. The problem often faced by corn farmers in Kesiut Village is the management of downy mildew pests caused by the fungus Peronosclerospora spp. Based on questions asked by farmers during extension activities, it show that Kesiut Village corn farmers have a basic understanding of hybrid corn cultivation. However, knowledge needs to be enriched regarding good and correct cultivation techniques, especially regarding seed requirements, planting distances, and pest and disease control techniques. Farmers' response to this activity was very positive.
Pendampingan Pascapanen Jeruk Siam untuk Mempertahankan Mutu di Desa Awan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Pratiwi, Ni Putu Eka; Cokorda, Javandira; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Ramdhoani
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 2 No. 2 (2024): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v2i2.1215

Abstract

Produksi jeruk tertinggi di Bali terdapat di Kabupaten Bangli dengan 93.162,3 ton per tahun, tetapi pemasaran jeruk dari desa Awan mengalami kendala daya simpan yang pendek saat pengiriman. Berdasarkan beberapa permasalahan yang dialami perlu dilakukan pendampingan terkait penanganan pascapanen Jeruk Siam yang ideal untuk mempertahankan mutu dan daya simpan hingga ditangan konsumen. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelaku usaha Jeruk Siam Desa Awan Kintamani telah berusaha menerapkan teknik pascapanen untuk meningkatkan mutu dan daya simpan jeruk. Mereka melakukan pemanenan tepat waktu, pembersihan dengan metode basah dan kering, penyortiran sesuai standar mutu, serta pengemasan dan penyimpanan pada suhu dan kelembaban ideal. Selain itu, moda transportasi yang aman digunakan untuk menjaga kondisi Jeruk Siam hingga ke pasar dan konsumen. The highest orange production in Bali is in Bangli Regency with 93,162.3 tons per year, but the marketing of oranges from Awan village is constrained by short shelf life during shipping. Based on several problems experienced, it is necessary to help relate to the ideal post-harvest handling of Siamese Oranges to maintain quality and shelf life until they reach consumers. The results of the community service show that Siamese Orange entrepreneurs in Awan Kintamani Village have tried to apply post-harvest techniques to improve the quality and shelf life of oranges. They harvest on time, clean using wet and dry methods, sort according to quality standards, and package and store at ideal temperatures and humidity. In addition, safe transportation modes are used to maintain the condition of Siamese Oranges until they reach the market and consumers.
PENGARUH KOSENTRASI BIOURINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Luh Putu Yuni Widyastuti; Ramdhoani; I Ketut Sumantra; Patrianus Hadun
Agrofarm: Jurnal Agroteknologi Vol. 3 No. 2 (2024): AGROFARM (JURNAL AGROTEKNOLOGI)
Publisher : Faculty of Agriculture and Business, Universitas Mahasaraswati Denpasar , Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali 80233

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrofarm.v3i2.10780

Abstract

Brassica juncea L. or commonly called mustard greens is one of the most popular types of vegetables in Indonesia, because this mustard is one of the varieties that contain various health benefits. The objectives of this research are 1). Knowing the effect of giving cow biourine concentration on the growth and yield of mustard plants. 2). Determine the effect of giving the best concentration of cow biourine on the growth and yield of mustard plants. This study used a Randomized Block Design (RBD) method with six treatments, namely the control treatment (B0), the concentration of biourine 100 ml/1 liter of water (B1), the concentration of 100 ml/1 liter of water (B1). Biourine 200 ml/1 liter water (B2), biourine concentration 300 ml/1 liter water (B3), biourine concentration 400 ml/1 liter water (B4), and biourine treatment 500 ml/1 liter water (B5) each treatment was repeated four times so that the total number of treatments was 24. In the test of the effect of bovine biourine concentration on mustard plants, the application of 500 ml/1 liter of water bovine biourine gave the best growth results for all parameters observed, namely; Plant height (cm), Number of leaves (strands), Leaf area (cm2), fresh weight of plant roots (g), fresh weigght withouat plant roots (g), Total fresh weight of the plant (g),Oven dry weight of plant roots (g), Oven dy weight withouat plant roots (g), and Total oven dry weight of plants (g).
Pembuatan Limbah Baglog Jamur Tiram Sebagai Pupuk Kompos Dalam Mewujudkan Produksi Tanpa Limbah Di UMKM Bee Jamur Desa Peguyangan Bali Ramdhoani; Pratiwi, Ni Putu Eka; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Martiningsih, Ni Gst. Ag. Gde Eka; Rusadi, Ni Wayan Purnami
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.161

Abstract

UMKM Bee Jamur Salah satu usaha budidaya jamur tiram yang berlokasi di Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, telah berdiri sejak 2016. Setiap tahun, permintaan jamur tiram terus meningkat seiring dengan perkembangan pariwisata dan restoran di Bali. Namun, peningkatan produksi ini juga menimbulkan masalah lingkungan, yaitu limbah baglog yang digunakan sebagai media tanam jamur tiram. UMKM Bee Jamur, limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibuang saja langsung ke tanaman. Padahal, limbah baglog mengandung unsur hara makro yang dapat diolah menjadi pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Menanggapi permasalahan ini, kegiatan pengabdian memberikan edukasi kepada UMKM Bee Jamur mengenai pentingnya pengelolaan limbah dalam produksi jamur tiram untuk mencapai produksi tanpa limbah. Program ini dilaksanakan melalui penyuluhan tentang manajemen pengolahan limbah baglog menjadi pupuk organik yang memenuhi standar kualitas. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan limbah baglog menggunakan metode pengomposan aerobik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 88,3% dalam hal manajemen dan pembuatan pupuk organik dari limbah baglog. Mitra kini mampu mempraktekkan pembuatan pupuk organik dengan tepat sesuai prosedur. UMKM Bee Jamur semakin menyadari bahwa limbah baglog dapat diolah menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomis, serta mendukung prinsip produksi tanpa limbah
Inovasi Teknologi Pengendalian Hama Tikus Dan Teknis Budidaya Terpadu Dalam Mengoptimalkan Produksi Padi Yuniti, I Gusti Ayu Diah; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Pratiwi, Luh Putu Kirana; Widyasari, Ni Luh
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.172

Abstract

Meningkatkan produktivitas tanaman padi merupakan kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satu hambatan utama dalam pertanian padi adalah serangan tikus (Rattus argentiventer), yang menjadi hama paling berbahaya dengan kerusakan yang signifikan. Kelompok mitra menghadapi kegagalan panen lebih dari 50% karena beberapa faktor, antara lain kurangnya pengendalian tikus secara menyeluruh, pemupukan tanah yang tidak optimal, kurangnya sanitasi lingkungan yang berkelanjutan, serta absennya manajemen risiko kegagalan panen. Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan pengendalian hama terpadu dalam rangka mendukung pertanian ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi padi di Subak Uma Jero, Desa Taman Bali, Kabupaten Bangli. Metode yang digunakan dalam program ini adalah transfer pengetahuan berbasis participatory action program. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra setelah pelatihan dan pendampingan dalam pengendalian hama tikus dengan rodentisida nabati, perbaikan kesuburan tanah dengan pupuk organik, penerapan sanitasi lingkungan, serta manajemen risiko kegagalan panen. Program pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kelembagaan mitra dengan prinsip green economy yang tidak hanya menekankan pada keberlanjutan, tetapi juga pertumbuhan inklusif, di mana pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berjalan beriringan
Pertumbuhan dan Hasil Produksi Jamur Tiram Putih (Pleorotus ostreatus) pada Variasi Media Tumbuh yang Diperkaya Limbah Organik: Growth and Yield of White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) on Various Organic Waste-Enriched Growth Media Bahasa Indonesia; Ramdhoani; Luh Putu Yuni Widyastuti; Ni Putu Eka Pratiwi
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI)
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.16.1.24-31

Abstract

White oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) have high economic value due to their nutritional content and the increasing market demand. However, optimizing an effective and environmentally friendly growing medium remains a challenge. This study aims to determine the effect of variations in growing media enriched with organic waste from coffee husks, sugarcane bagasse, and cocoa husks on the growth and yield of oyster mushrooms. The research was conducted from May to September 2023 at Bee Jamur, Peguyangan Village, Bali. The method used was a split-plot design. The first factor, as the main plot, consisted of three types of organic waste: coffee husks (L1), cocoa husks (L2), and sugarcane bagasse (L3). The second factor, as the subplot, comprised eight organic waste compositions: K1 = 100% sawdust (control); K2 = 15% organic waste (LO); K3 = 25% LO; K4 = 35% LO; K5 = 45% LO; K6 = 55% LO; K7 = 65% LO; K8 = 75% LO. The results showed that using organic waste as an additive in the growing medium increased mycelium growth speed, wet weight, and the physical characteristics of the oyster mushrooms compared to the control. The medium with the addition of coffee husks yielded the best results in terms of growth and mushroom production. Furthermore, organoleptic tests showed that mushrooms grown using sugarcane bagasse media were the most preferred in aroma, texture, and taste. Keywords: baglog, mushroom, coffee husks, cocoa husks, sugarcane bagasse
Pengenalan Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Jeruk di Desa Awan Kecamatan Kintamani Javandira, Cokorda; Pratiwi, Ni Putu Eka; Ramdhoani; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Yuniti, I Gusti Ayu Diah
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 1 No. 2 (2023): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/ncer.v1i2.957

Abstract

Jeruk siam adalah komoditas hortikultura penting dan bernilai ekonomis. Mitra pengabdian masyarakat adalah Kelompok Tani Tegal Sari di Desa Awan, Kecamatan Kintamani, Provinsi Bali yang Bertani jeruk Siam. Mitra memiliki masalah produktivitas rendah pada budidaya buah jeruk Siam akibat serangan penyakit busuk batang (Botryodiplodia theobromae). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan pengetahuan dan mendampingi  mitra desa Awan dalam mengetahui gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan mitra desa Awan terhadap gejala, tanda dan jenis-jenis penyakit diplodia serta memberikan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit busuk batang pada tanaman jeruk Siam. Juga, mitra dapat menambah peralatan pengendalian penyakit untuk pertanian jeruk Siam. Siamese orange is an important horticultural commodity and has economic value. The community service partner was the Tegal Sari Farmers Group in Awan Village, Kintamani District, Bali Province. Mitra has a problem of low productivity in Siam citrus fruit cultivation due to stem rot disease (Botryodiplodia theobromae). This community service activity aims to introduce knowledge and assist Awan village partners in knowing the symptoms, signs and types of diplodia disease and provide efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. The results of the community service activities showed an increase in the knowledge of Awan village partners regarding the symptoms, signs and types of diplodia disease and provided efforts to prevent and control stem rot disease in Siam citrus plants. Also, partners can add disease control equipment to Siam citrus farms.
MORFOLOGI MALAI LIMA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) PADA BUDIDAYA ORGANIK Sukerti, Ni Made Sri; Widyastuti, Luh Putu Yuni; Javandira, Cokorda; Sapanca, Putu Lasmi Yuliyanthi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13889

Abstract

Indonesia telah membudidayakan padi sejak abad ke-7 dan beras menjadi makanan pokok mayoritas masyarakat. Padi organik, yang mengurangi penggunaan pupuk sintetis dan pestisida kimia, semakin populer di kalangan petani. Penggunaan varietas unggul memiliki peranan penting dalam meningkatkan produksi padi organik, khususnya melalui pengaruh karakter morfologi malai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter morfologi malai dari lima varietas padi yang dibudidayakan secara organik, yaitu Mentik Susu, Ciherang, Inpari 42, IPB 3S, dan IPB 9G. Penelitian dilakukan di Agro Learning Center, Denpasar, Bali, dari April hingga Oktober 2024 dengan desain percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dan diulang sebanyak lima kali. Karakter yang diamati meliputi panjang malai, jumlah gabah total, jumlah gabah isi, jumlah gabah hampa, persentase gabah hampa, bobot 1000 butir, jumlah cabang primer, dan jumlah cabang sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa varietas padi mempengaruhi semua karakter morfologi malai yang diamati. Varietas IPB 9G dan IPB 3S memiliki panjang malai terpanjang dan jumlah gabah total terbanyak, sedangkan Inpari 42 menghasilkan jumlah gabah isi terbanyak dan persentase gabah hampa terendah. Pemilihan varietas yang tepat dapat meningkatkan hasil panen padi organik, namun faktor media tumbuh dan kandungan hara juga perlu diperhatikan. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pengaruh varietas terhadap hasil padi organik dan pentingnya pemilihan varietas dalam meningkatkan produksi padi.