Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI TAMAN KANAK-KANAK Anisa Nur Rohmah; La Yani Konisi; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur direktif dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Dharma Pertiwi Desa Adaka Jaya Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kelas. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam, teknik catat, teknik wawancara dan teknik SBLC (Simak bebas Libat Cakap) sebagai teknik lanjutan. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap tindak tutur direktif dalam proses pembelajaran di Taman Kanak-Kanak Dharma Pertiwi dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga jenis tindak tutur direktif. Tindak tutur direktif tersebut adalah tindak tutur direktif memerintah, tindak tutur direktif memohon dan tindak tutur direktif menasihati. Tindak tutur direktif memerintah adalah tindak tutur direktif yang dominan digunakan dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis, tidak semua tindak tutur direktif memerintah diikuti dan mendapatkan respon baik dari para murid. Ada dua faktor yang menyebabkan suatu tuturran tersebut tidak diikuti oleh murid, Kedua faktor tersebut yaitu faktor murid (kondisi murid) dan faktor guru.
The Symbolical Meaning of Ratibu Ritual Completeness in the Death Ceremony of the Muna Ethnic Community in Muna Regency La Yani Konisi; I Ketut Suardika; Aslin aslin
Jurnal Penelitian Budaya Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Budaya
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpeb.v8i1.43222

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the symbolical meaning of equipments in ratibu tradition of Muna Community in Muna Regency because ratibu tradition is a unique tradition carried out by the community of Muna ethnic. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. The data obtained was then analyzed using the following steps: 1) data reduction, 2) data presentation, and 3) verification. The results of this study showed that the symbolical meaning in the implementation of ratibu ritual in the Muna people community, starting from kalengkano ratibu, poratibu, up to kasongkono ratibu are generally symbols of the human body so that it is arranged in the order of the shape of the human body, namely two combs of ripe plantains which is the symbol of human toes is placed at the bottom of haroa rasul then beside it is placed a lapalapa as a symbol of the human arm, on top of the lapalapa and two combs of ripe plantain arranged plates containing boiled eggs, kasinganga eggs, manu kaowei, manu kasinganga, traditional cakes, and so on which is also a symbol of the human body, and the top of haroa rasul is put white rice mixed with red rice and covered with an omelette as haroa head as the symbol the human head. Keywords: Ratibu, ritual, community, Muna ethnic
Studi Perbandingan Motivasi dan IQ dalam Kesuksesan Pembelajaran Bahasa Maulid Taembo; La Yani Konisi
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 8 No 3 (2024): Volume 8, Nomor 3, 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v8i3.717

Abstract

Motivasi diartikan sebagai dorongan yang menggerakkan serta mengarahkan seseorang untuk melakukan sesuatu yang berdasarkan apa yang dikehendakinya, yang tertuju kepada tujuan yang diinginkannya. IQ (intelligence quotient) itu sendiri adalah hasil tes yang menunjukan kemampuan kognitif yang dimiliki individu untuk mempelajari pengalaman baru, menalar dengan baik dan menyelesaikan masalah dengan efektif. Pembahasan mengenai motivasi dan IQ cukup menari perhatian bagi banyak pihak, khususnya ketika membandingkannya dengan kesuksesan hidup, termasuk kesuksesan dalam pembelajaran bahasa. Hasil kajian teoretis dan kajian terdahulu menunjukkan baik motivasi maupun IQ memiliki pengaruh yang besar di dalam pembelajaran bahasa. Walaupun demikian, motivasi jauh lebih besar pengaruhnya daripada IQ di dalam menentukan keberhasilan pembelajar bahasa. Beberapa faktor penyebabnya, yaitu setiap pembelajaran bahasa selalu diawali dengan adanya motivasi, sedangkan IQ hanya sebagai penunjang di dalam kalancaran penguasaan bahasa; dan motivasi memiliki hubungan yang erat dengan faktor-faktor lain seperti kepercayaan diri, rasa ingin tahu yang tinggi, optimisme, keberanian, dan sebagainya; serta pembelajar bahasa yang IQnya tinggi, tetapi tidak termotivasi untuk belajar bahasa akan cenderung kurang semangat dan tidak serius. Kata Kunci: motivasi; IQ; pembelajaran bahasa; tinggi; rendah
KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS VII MTS AL-IKHLAS RANOWILA KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE SELATAN Iling Andrian Said; Yunus; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.289

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah seberapa baik siswa kelas VII MTs Al-Ikhlas Ranowila mampu membuat teks deskriptif dan tantangan apa yang mereka hadapi ketika belajar menulis teks tersebut? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas VII MTs Al-Ikhlas Ranowila. Kategori penelitian deskriptif kuantitatif termasuk penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan lapangan. Siswah kelas VII MTs Al-Ikhlas Ranowila dengan jumlah 23 orang dijadikan sebagai sumber data penelitian. Penulisan paragraf deskriptif diujikan oleh siswa sebagai bagian dari instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data. Berdasarkan temuan penelitian, 5 (21,73%) dari 23 siswa yang mengikuti penelitian dapat membuat tulisan deskriptif, sedangkan 18 (78,26%) tidak dapat. Siswa kelas VII MTs Al-Ikhlas Ranowila secara data dikatakan belum mampu menulis kalimat deskriptif. Hal ini dikatakan karena rata-rata kemampuan siswa yang sebesar 72% hanya sebesar 21,73%, dengan persentase kemampuan pada aspek judul sebesar 86,95%, aspek identifikasi sebesar 39,13%, aspek uraian sebesar 21,73%, aspek penutup sebesar 26,08%, dan aspek penggunaan bahasa sebesar 30,43%. Berdasarkan derajat kemahiran siswa pada masing-masing unsur, dapat dikatakan bahwa hanya aspek judul dari kelima komponen evaluasi yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Sejumlah tantangan seperti kurangnya fasilitas pembelajaran, metode pengajaran yang tidak efektif, dan sikap negatif siswa terhadap kegiatan pembelajaran menjadi faktor rendahnya kompetensi keterampilan menulis teks deskriptif.
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 2 - 3 TAHUN KELURAHAN LAIWORU KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Arjuna Bysmantara; La Yani Konisi; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i5.325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan fonem, morfem, dan kalimat anak pada usia 2 – 3 tahun dikelurahan laiworu kecamatan batalaiworu kabupaten muna. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang terjun langsung ke tempat penelitian. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, karena penelitian ini berisi gambaran mengenai tahap pemerolehan bahasa anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik mendengarkan, teknik catat, dan teknik rekam. Pada penelitian ini ditemukan bentuk proses pemerolehan bahasa. Pertama pada usia 2 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, h, j, k, l, m, n, p, t, dan y. Pada usia 2,4 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o  dan fonem konsonan c, d, f, g, h, k, m, n, r, p, s, t, dan y. Pada usia 2,6 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, d, g, h, k, l, m, n, p, r, s, t, dan y. Pada usia 2,8 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, d, g, h,  j, k, l, m, n, p, t, dan y. Pada usia 3 tahun pemerolehan fonem yang dihasilkan anak adalah fonem vokal a, i, u, e, o dan fonem konsonan b, c, f, g, h, j, k, l, m, n, p, s, t, w, dan y. kedua Pemerolehan morfem yang muncul pada anak usia 2 – 3 tahun lebih banyak menggunakan morfem bebas dan sesekali menggunakan morfem terikat. Ketiga pada pemerolehan frasa anak usia 2 – 3 tahun lebih banyak menggunakan frasa nominal, pada usia 2,6 dan 2,8 tahun lebih banyak menggunakan frasa verbal, dan pada usia 2,4, 2,6, dan 2,8 tahun sesekali menggunakan frasa adjectival, frasa adverbial, dan frasa preposisional. keempat pada pemerolehan kalimat anak sudah mencapai kalimat yang lebih rumit dan kompleks. Peralihan dari USK menjadi kalimat yang terdiri dari beberapa kata yang terjadi secara bertahap.
PSIKOLOGI TOKOH DALAM NOVEL MAHIKA KARYA AYA (KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD) Putri Ashari Amir; Sumiman Udu; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.395

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguraikan aspek psikologi tokoh dalam novel Mahika karya Aya dengan menerapkan kajian psikoanalisis Sigmund Freud. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskripsi kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari novel Mahika karya Aya yang diterbitkan pada tahun 2022 oleh penerbit CV Nexterday Group dengan tebal buku 516 halaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik membaca dan mencatat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan psikologi sastra yang memfokuskan pada fenomena kejiwaan yang dialami pada tokoh dalam novel Mahika karya Aya, dengan menekankan pada pikiran, perasaan, serta tingkah laku yang melekat pada tokoh. Hasil analisis dan pembahasan menyimpulkan bahwa tokoh Sadhara Daneswari, Aksara Mahari, dan Deehan Dhaninjaya dalam novel Mahika karya Aya dipengaruhi oleh id, ego, dan superego. Data menunjukkan bahwa ketiga tokoh ini cenderung lebih banyak menggunakan unsur id, yang berarti tindakan mereka lebih banyak dipengaruhi oleh prinsip kesenangan, di mana mereka cenderung melakukan hal-hal yang memberikan kepuasan dan menghindari situasi yang tidak menyenangkan.  
HOMONIM KATA DALAM BAHASA TOLAKI DIALEK MEKONGGA Ade Putri Pertiwi Supriadi; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk homonim kata dalam Bahasa Tolaki dialek Mekongga berdasarkan lafal dan tulisannya pada masyarakat Sabilambo. Manfaat penelitian yang diharapkan dari penulisan ini adalah (1) Sebagai bahan informasi bagi masyarakat, khususnya masyarakat Kolaka yang berbahasa ibu Bahasa Tolaki dialek Mekongga,(2) Sebagai bahan informasi peneliti selanjutnya, khususnya yang akan mengkaji bahasa Tolakidialek Mekongga. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan, karena melibatkan masyarakatsebgai informan atau sumber data dalam penelitian ini. Data yang digunakan dalam penelitian iniadalah data lisan. Data lisan yang dimaksud adalah data yang berasal dari tuturan lisan bahasadaerah Tolaki dialek Mekongga yang dipakai dan diungkapkan dalam percakapan sehari-harioleh masyarakat penuturnya. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik rekam,teknik catat dan teknik triangulasi. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan metodesimak dan metode cakap dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul di analisis denganmetode distribusional dengan teknik oposisi. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa homonimkata dalam bahasa Tolaki dialek Mekongga yaitu, bentuk-bentuk homonim kata berdasarkan lafal dan ejaan atau tulisan yaitu, kata dasar seperti kata kadu ‘cukup’ dan kadu ‘karung’, kata tia ‘perut’ dan tia ‘bagi’. Kata turunan seperti moratu ‘memberi racun’ dan moratu ‘buah siap panen (matang)’, kata metemba ‘duduk bersila’ dan metemba ‘menembak’.
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA WAWONII Pita Delima; Zalili Sailan; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maksim Kesantunan Berbahasa Wawonii yang dilakukan di Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur, penulisan ini dilatarbelakangi penggunaan bahasa daerah yang saat ini kerap menggunakan bahasa-bahasa yang dinilai kurang santun. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kesantunan berbahasa masyarakat Wawonii yang berkaitan dengan maksim-maksim kesantunan berbahasa. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran-gambaran penggunaan maksim kesantunan berbahasa Wawonii di Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik cakap semuka, yaitu, langsung mengetahui kondisi geografis setiap daerah pengamatan yang mungkin turut berperan bagi perkembangan isolek pada daerah pengamatan itu sendiri. Teknik catat, yaitu teknik yang digunakan dengan cara mencatat percakapan dan teknik rekam yaitu teknik yang digunakan untuk merekam percakapan seluruh pembicaraan informan dilingkungan Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur. Dari hasil penelitian yang dilakukan mengenai Maksim Kesantunan Berbahasa Wawonii di Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur maka penulis dapat menyimpulkan bahwa ditemukan gambaran-gambaran penggunaan maksim berbahasa Wawonii di lingkungan Desa Munse Kecamatan Wawonii Timur menggunakan maksim kesantunan berbahasa, maksim kesantunan yang dimaksud yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim perendahan hati, maksim kesetujuan, maksim kesimpatian, maksim pertimbangan.
DEIKSIS DALAM NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Ummi Kulsum; La Yani Konisi; La Ino
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 3 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam Novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono”. Adapun masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah jenis- jenis deiksis dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis jenis deiksis yang terdapat dalam novelHujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca secara intensif novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono untuk mengidentifikasi jenis-jenis deiksis yang terdapat di dalamnya, mencatat semua kata dan kalimat yang berkaitan dengan deiksis yang ada pada novel, dan memberi tanda atau menggaris bawahi kata dan kalimat dalam novel yang berkaitan dengan jenis- jenis deiksis. Analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis di atas menunjukkan bahwa dalam novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terdapat lima macam deiksis yaitu: deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis sosial, dan deiksis wacana. (1) deiksis persona terdiri atas tiga bagian yaitu: kata ganti orang pertama. Kata ganti orang pertama terbagi atas: aku, -ku, saya, kami, dan kita, kata ganti orang kedua terbagi atas: kamu, -mu, kau dan kalian, dan kata ganti orang ketiga terbagi atas: dia, ia, -nya, dan mereka. (2) deiksis tempat terbagi atas: di sini, di sana, itu dan ini. (3) deiksis waktu terbagi atas: dulu, tadi, kali ini, sekarang dan nanti. (4) deiksis sosial terbagi atas: Bapak, Ibu, Pak, Bu dan Meneer. (5) deiksis wacana terbagi atas: anafora bentuk -nya.
DEIKSIS DALAM WACANA NARASI BUKU SISWA BAHASA INDONESIA SMP KELAS VII REVISI 2017 Fatmaruwanti Apu; La Yani Konisi; Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 4 No. 1 (2019): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Deiksis dalam Wacana Narasi Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP kelas VII Revisi 2017”. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sebuah karya fiksi khsusnya wacana narasi dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas VII revisi 2017 tidak terlepas dari tanda-tanda deiksis, sertadalam dialog-dialog antar tokoh didalam narasi terdapat banyak kata yang mengandung unsur deiksis. Dalam hal ini, deiksis yang jelas akan mengantar pembaca untuk memahami ide yang disampaikan oleh pengarang, sebaliknya deiksis yang kabur memungkinkan akan memberikan penafsiran yang kurang tepat. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bentuk-bentuk deiksis apa saja yang terdapat dalam wacana narasi buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas VII revisi 2017? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk deiksis dalam wacana narasi buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas VII revisi 2017. Metode yang digunakan untuk menganalisis deiksis dalam wacana narasi buku siswa BahasaIndonesia SMP kelas VII revisi 2017 adalah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode baca dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk deiksis persona yang terdapat dalam wacana narasi terdiri dari deiksis persona pertama saya dan kita serta deiksis persona ketiga ia, -nya, dan mereka. Deiksis penunjuk yang terdapat dalam wacana narasi ini yaitu itu dan ini. Dalam wacana narasi ini tidak terdapat deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deisksi sosial. Simpulan dalam penelitian ini yaitu pada wacana narasi dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMP kelas VII revisi 2017 hanya terdapat bentuk deiksis persona serta deiksis penunjuk, dan tidak terdapat deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan serta deiksis sosial. Saran dalam penelitian ini yaitu peneliti selanjutnya dapat mengembangkan lagi bentuk-bentuk deiksis yang ada pada jenis wacana lain.