Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Tanaman oleh Etnis Tionghoa dalam Ibadah di Beberapa Vihara di Kota Medan Indah Kemalasari; Jamilah Nasution; Ferdinand Susilo
Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA) Vol 1, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.073 KB) | DOI: 10.31289/jibioma.v1i2.167

Abstract

Chinese is one of the ethnic that use some plants for their ceremony needs as well certain ritual and therapy for most illness. This research about utilization of plants for Chinese etnic of prayer ceremony. The purpose of this reseacrh was to asses some kinds of useful plants among Chinese ethnic for their praying ceremony in some Viharas in Medan with their specific function. This reseacrh used descriptive qualitative method through emic and ethnic approach. Based on the observations which were carried out in 5 Viharas in Medan 29 kinds of plants 18 families were used for prayer ceremony purposes. 50% of these plant were used for offerings without being processed as remaining 50% were processed as food/beverages which were used for offerings as well. Regarding to functional parts, 3% of these plants were used utilizing the plant’s stem, leaves (13%), flowers (19%), fruits (32%), seeds (13%), beets (10%), and some of them were used as whole plant which represented as 10% of whole species
Bioaktivity Test Crude Fruit of Citrus Lime (Citrus aurantifolia) on Bacteria Escherichia coli in Vitro Aldino Ramadhianto; Jamilah Nasution
Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal Vol 1, No 2 (2019): Budapest International Research in Exact Sciences, April
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birex.v1i2.219

Abstract

The antimicrobial activity of citrus fruit crude (Citrus aurantifolia) was proven in this experiment  with  different  concentration  treatments.  The  purpose  of  this  study  was  to determine the antibacterial power of citrus fruit crude against Escherichia coli bacteria tested in vitro. This research uses experimental method with laboratory test for citrus fruit crude using Kirby-baurier of suspectibility test method, with data obtained by using statistical test of Analysis of Varian (Anova) with complete randomized data retrieval. The results showed that of citrus fruit crude has antibacterial power to the growth of Escherichia coli bacteria. At concentrations of 25%, 50%, 75%, 100% formed inhibit zone with an average diameter of 12.6 mm, 15.4 mm, 16.6 mm, 17.3 mm. So, the higher the concentration of citrus fruit crude the better of inhibitory power
Study Ethnobotany of Minyak Karo Jamilah Nasution; Agung Suharyanto; Eva Sartika Dasopang
Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal Vol 2, No 1 (2020): Budapest International Research in Exact Sciences, January
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birex.v2i1.740

Abstract

Research on the study of Minyak Karo ethnobotany aims to determine the types of plants that are the raw material for making Minyak Karo and its utilization. The method used in the study is a qualitative descriptive method with data collection techniques carried out through an emic approach and an ethical approach to the interview method with producers of Minyak Karo. The results obtained in this study are 42 species from 24 families which are used as ingredients in the production of Minyak Karo. Zingiberaceae is the type most widely used in these herbs. Plant parts used are leaves (16 species), rhizomes (7 species), roots (6 species), seeds (5 species), fruit (4 species), flowers and tubers (2 species each), and stems (1 species). Benefits of Minyak Karo treat aches, treat colds, reduce heat / fever, heal wounds, dry out and treat sunburn, treat itching, strengthen bones in infants, treat lumbago, treat rheumatism, treat sprains, treat body aches, and treat muscle cramps. Minyak Karo is an external medicine so that its use is enough by way of being rubbed, applied or massaged.
PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN MENGGUNAKAN CARA TRADISIONAL Chalis Fajri Hasibuan; Rahmiati Rahmiati; Jamilah Nasution
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.201 KB) | DOI: 10.31604/jpm.v1i3.128-132

Abstract

Virgin coconut oil merupakan minyak yang diperoleh dari ekstraksi yang dilakukan dari buah kelapa segar yang diproses dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menggunakan cara tradisional dengan menggunakan peralatan maksimal untuk produksi skala rumahan, tujuan dari pembuatan virgin coconut oil ini adalah untuk memberikan informasi pemanfaat hasil kelapa yang berupa santan yang dapat diolah kembali menjadi minyak VCO yang memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki kegunaan sebagai obat, dari hasil. Cara pembuatan VCO dilakukan dengan cara praktek bersama-sama antara pemateri dengan mitra. Pertama kali dilakukan demonstrasi oleh pemateri yang selanjutnya diikuti oleh mitra yang dipandu oleh pemateri. Prosedur pembuatan VCO  terdiri dari: persiapan bahan baku, Pembelahan Kelapa, pemarutan kelapa, pemerasan kelapa parut menjadi santan, pemanasaan santan sampai menjadi VCO dengan suhu maksimal 70oC.Kata Kunci : Virgin Coconut Oil, Proses Produksi, Biologi Industri
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DAN FERMENTASI PRODUK MAKANAN TRADISIONAL PLIEK-U SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA KELAMBIR KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG Jamilah Nasution; Rahmiati Rahmiati; Agung Suharyanto; Ferdinand Susilo
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i3.1180-1186

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak yang diperoleh dari ekstraksi kelapa segar dan diproses dengan berbagai cara, termasuk metode produksi tradisional di rumah. Tujuan pembuatan VCO dan pliek-u yaitu untuk memberikan informasi tentang pemanfaatan produk kelapa berupa santan yang dapat diolah kembali menjadi minyak VCO, dan ampas minyaknya digunakan sebagai pliek-u sebagai makanan tradisional. VCO memiliki nilai jual yang tinggi dan berkhasiat obat. Pliek-u terbuat dari ampas kering sisa minyak kelapa tua. Kedua produk ini dibuat dengan mitra melalui praktik langsung. Hasil yang diperoleh dari pembuatan VCO adalah memiliki sifat fisik yang baik yaitu bening seperti air, memiliki aroma yang harum dan rasa yang dapat diterima, serta bebas dari bau tidak sedap. Pliek-u merupakan alternatif pengganti buah kelapa dan makanan tradisional yang harus dilestarikan. Pliek-u biasanya ditambahkan sebagai bumbu masakan kari, sehingga memberikan rasa yang unik dan otentik. Hasil uji organoleptik pliek-u yaitu warnanya coklat, rasanya asam dan aromanya tidak berbau.
INVENTARISASI TUMBUHAN PAKU DI KAMPUS I UNIVERSITAS MEDAN AREA JUBAIDAH NASUTION; JAMILAH NASUTION; EMMY HARSO KARDHINATA
KLOROFIL: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan Vol 1, No 2 (2017): Klorofil: Jurnal Ilmu Biologi dan Terapan
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/kfl:jibt.v1i2.1603

Abstract

Inventory of ferns in the University of Medan Area subdistrict Percut Sei Tuan district of Deli Serdang North Sumatra. Ferns generaly live in moist place and open. In the campus of the University of Medan Area 1 has a variety of tree, thus enabling the discovery of epiphytic and terrestrial nails done in campus of the University of Medan Area. The method used in this research is descriptive exploration techniques and documentation, that one the rescarch by describing an object without exaggerated. The sample used in the total sample using purposive sampling method. The results obtained many as 15 species consist of 11 epiphytic ferns are (Davallia trichomanides, Nephrolepis hirsutula, Asplenium nidus, Pyrrosia piloselloides, Pyrrosia lanceolata, Tectaria sp, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quercifolia, Selliguea sp, Goniophlebium verrucosum, Vittaria elongata), and four terrestrial namely (Adiantum trafeziforme, Acrostichum aureum, Lygodium circinnatum, Thelypteris sp)
PENGARUH OLAHAN BERBAGAI PRODUK MAKANANTERHADAP KADAR PROTEIN PADAJAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) Jamilah Nasution; Handayani Handayani; Riyanto Riyanto
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 1, No 2 (2016): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.9 KB) | DOI: 10.31604/eksakta.v1i2.%p

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang paling banyak disukai oleh masyarakat dan memiliki kandungan nutrisi yang tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya variasi olahan seperti nugget, bakso dan jamur krispi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh olahan terhadap kandungan protein jamur tiram putih dan menentukan olahan terbaik dengan menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 ulangan yaitu jamur tiram putih tanpa perlakuan (kontrol), jamur tiram yang diolah menjadi nugget, jamur tiram putih yang diolah menjadi bakso dan jamur tiram putih yang diolah menjadi jamur krispi. Analisa yang digunakan adalah Analisa of Varian (Anova) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein pada jamur tiram putih tanpa perlakuan sebesar14,73 %, jamur tiram putih yang diolah menjadi nugget sebesar 21,62 %, Jamur tiram putih yang diolah menjadi bakso sebesar11,44 % dan Jamur tiram putih yang diolah menjadi jamur tiram krispi sebesar6,48 %. Dapat disimpulkan bahwa olahan mempengaruhi kadar protein jamur tiram putih dan nugget memiliki persentase kadar protein tertinggi yaitu sebesar 21,62% dengan nilai beda nyata 6,89 > 5,96 diterima pada taraf signifikan 5%.Kata kunci : Jamur Tiram Putih, Nugget, Bakso, Jamur Krispi.
UJI EFEKTIVITAS BIO-INSEKTISIDA EKSTRAK DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tabacum L) DAN RIMPANG JERINGAU (Acorus calamus L) TERHADAP HAMAWERENG COKLAT (Nilaparvata lugens) PADA TANAMAN PADI Jamilah Nasution; Riyanto Riyanto; Dimas Prabowo
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 2, No 2 (2017): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.226 KB) | DOI: 10.31604/eksakta.v2i2.92-95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bio-insektisida ekstrak daun tembakau dan rimpang jeringau terhadap hama wereng coklat padi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental yaitu metode yang dilakukan dengan adanya manipulasi terhadap objek penelitian dan adanya kontrol yang tujuannya untuk menyelediki ada tidaknya hubungan sebab akibat dan berapa besar hubungan sebab akibat tersebut dengan cara memberikan perlakuan-perlakuan tertentu dan menyediakan kontrol untuk perbandingan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun tembakau dan jeringau yang dikombinasi sebagai bio-insektisida terhadap hama wereng coklat padi menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Dari total 180 ekor wereng yang mati berjumlah 134 ekor.hal ini menunjukkan kualitas pestisida nabati aman bagi tumbuhan dan manusia yang akan mengonsumsinya nanti. Kata Kunci :Ekstrak Tembakau, ekstrak Jeringau, Padi, Wereng coklat
KANDUNGAN KARBOHIDRAT DAN PROTEIN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) PADA MEDIA TANAM SERBUK KAYU KEMIRI (Aleurites moluccana) DAN SERBUK KAYU CAMPURAN Jamilah Nasution
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 1, No 1 (2016): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.787 KB) | DOI: 10.31604/eksakta.v1i1.%p

Abstract

Jamur tiram putih mempunyai manfaat sangat besar bagi kesehatan karena didalamnya banyak mengandung zat gizi yang seimbang terutama kandungan karbohidrat dan protein yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan karbohidrat dan protein jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) yang tumbuh pada media tanam serbuk kayu kemiri (Aleurites moluccana) dan serbuk kayu campuran (mahoni, kemiri, jati, rambung, dan rambutan). Rangkaian penelitian ini diawali dengan pembuatan media tanam dan penanaman bibit jamur, peletakkan plot baglog lalu pengemasan campuran bahan media, sterilisasi, inokulasi, inkubasi, pertumbuhan tubuh buah jamur dan pemeliharaan hingga masa panen. Plot baglog terdiri dari 20 baglog yang terdapat 2 sampel yaitu 10 baglog serbuk kayu kemiri dan 10 baglog serbuk kayu campuran.Dari 10 baglog pada setiap media tanam dilakukan pemanenan jamur untuk uji karbohidrat dan protein yang dilakukan secara random dengan memanen jamur pada setiap media tanam. Pengujian karbohidrat menggunakan metode Pereaksi Luff Scrhoorl dan pengujian protein menggunakan metode Kjeldhal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kadar karbohidrat dan protein pada setiap media tanam yang berbeda menghasilkan kadar nutrien yang berbeda. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada serbuk kayu kemiri yaitu 0,76%/100 g dan serbuk kayu campuran 0,73%/100 g. Sedangkan untuk kadar protein tertinggi terdapat pada serbuk kayu campuran yaitu 9,5%/100 g dan serbuk kayu kemiri 9,3%/100 g. Kata kunci : Jamur tiram putih, karbohidrat dan protein, serbuk kayu
Ethnozoology in Traditional Marriage Ceremony of Mandailing Tribe in North Sumatra Jamilah Nasution
Journal of Tropical Ethnobiology Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : The Ethnobiological Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46359/jte.v5i1.105

Abstract

Ethnozoological studies can make an important contribution in the introduction of animal natural resources, especially the use of animals based on local wisdom in the traditional marriage ceremony of the Mandailing tribe in North Sumatra. The Mandailing tribe is one of the tribes that has a uniqueness in traditional marriage ceremonies. Mandailing customs, both in everyday life and in certain traditional ceremonies, are still used by the Mandailing people based on dalihan na tolu. The traditional Mandailing wedding procession begins with a markobar event, an event to bring the bride and groom to the building's highway, awarding titles, and upa-upa. In the ceremony, there are five types of animals used, namely (Bubalus bubalis), Goat (Capra aegagrus hircus), Chicken (Gallus gallus domesticus), Goldfish (Cyprinus carpio), and Shrimp (Caridea). The five types of animals have their own meaning.
Co-Authors Abdul Karim Abdul Karim Afrizal Azali Agung Suharyanto Agung Suharyanto Agung Suharyanto Aldino Ramadhianto Banurea, Aisyah Bela Yustika Bidasari bidasari bidasari, Bidasari Chalis Fajri Hasibuan Devi Octaviani Dhea Fathanah Lbn Tobing Dimas Prabowo E. Harso Kardhinata E. Harso Kardhinata Edi Azwar Emmy Harso Kardhinata Emmy Harso Kardhinata EMMY HARSO KARDHINATA Eva S. Dasopang Eva Sartika Dasopang Febriyanti, Putri Ferdinand Susilo Ginting, Dian Vera Br Handayani Handayani Hanifah Mutia Zaida Ningrum Amrul Helen Ajelina Simanjuntak Helen Anjelina Simanjuntak Hera Idaman Hati Ida Fauziah Ida Fauziah Indah Kemalasari JUBAIDAH NASUTION Lumbar Raja, Doan Parulian Maisarah L. Gaol Maisarah Lumban Gaol Marianti, Marianti Meida Nugrahalia Muary, Rholand Mufti Sudibyo Mufti Sudibyo, Mufti Muhammad Ferdiansyah Muhammad Yamin Siregar Nova Kristina Bancin Nurhaika br Hutajulu Nurmaini Ginting Nurul Hasanah Onggal Sihite Putri Dwi Masitah Radiansyah Hadi Chandra Radiansyah Hadi Chandra Radiansyah Hadi Chandra Rahmadani Lubis Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Rahmiati Ramadhani, Citra Suci Rani Eka Sapitri Retna Astuti Kuswardani Riris Meriati Sitorus Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Riyanto Ropianza Purba Rosliana Lubis Salamat Ridoan Saragih, Weni Saragih, Winda Sari, Ayu Indah Sina sina Sina sina, Sina Tambunan, Vini Novalia Toberni S. Situmorang Tresya Br Tarigan Widia Lubis Wiflihani Wiflihani Winda Rahayu Yayuk Asmiah Yudi Gebri Foenna