Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

RELATIONSHIP BETWEEN MEDIA EXPOSURE AND THE AGE OF MENARCHE Fahmi Fuadah
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 3, No 1 (2020): Journal of Maternity Care and Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.064 KB) | DOI: 10.36780/jmcrh.v3i1.107

Abstract

Menarche is the first menstruation marked by the discharge of blood from the vagina due to decay of the endometrial wall, factors affecting the age of menarche include nutritional status, socioeconomic, physical abnormalities, audiovisual, social and genetic environment. One of the factors that influence the occurrence of early menarche is caused by strong stimuli from the external factor, one of which is through exposure to information media, both print and electronic. Information media exposure and the speed of adolescent puberty which indirectly causes the acceleration of the age of menarche. Today, teenagers tend to be influenced by information media easily, misinformation about reproduction, and adult websites. The purpose of this study was to determine the relationship between media exposure and the age of menarche. This study used a cross-sectional approach. The total sample was 173 women adolescents chosen using a simple random sampling technique. Data were collected using interviews and a survey and then analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the most age of menarche was 11 years (43.3%), there was a relationship between media exposure with menarche age (p <0.05). It is recommended for each student to be able to choose the right information about reproductive health, it would increase their knowledge and insight about reproductive health.Keywords: Adolescent, Media, Menarche Age.
Sosialisasi dan Pemberian Sarana Penunjang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung Linda Hotmaida; Fahmi Fuadah; Kladinda Buluaro; Marliana Febriani
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.14 KB) | DOI: 10.31294/jabdimas.v1i2.3793

Abstract

Anak sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap terjadinya masalah kesehatan karena pola hidup yang kurang baik. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus diterapkan di lingkungan sekolah agar siswa tidak mudah sakit. Sekolah Dasar Sukawening merupakan salah satu sekolah dasar yang berlokasi di dekat Balai Desa Sukawening Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. Permasalahan kesehatan siswa di SD Sukawening yaitu banyaknya angka kejadian karies gigi pada siswa, dan adanya kebiasaan tidak selalu mencuci tangan sebelum makan. Pentingnya keterlibatan dan komitmen yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan PHBS di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan dukungan sarana penunjang kegiatan PHBS. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi ceramah, simulasi, dan pemberian sarana penunjang kegiatan PHBS berupa pemasangan wastafel, pemberian sikat gigi dan pasta gigi. Semua siswa tampak bersemangat dan antusias melakukan praktek mencuci tangan dan menggosok gigi.  Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa tentang cuci tangan dan gosok gigi. Kegiatan PHBS memberikan manfaat kepada siswa yaitu meningkatkan kesehatan sehingga terlindungi dari ancaman penyakit, meningkatkan semangat belajar yang berdampak  pada prestasi belajar siswa, dan menurunkan angka absensi karena sakit.Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Anak Sekolah
ILMU KESEHATAN, MENCEGAH PENYAKIT DAN MEMPERPANJANG HIDUP Fahmi Fuadah; Imelda Sianipar
JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMU- ILMU KEPERAWATAN, KEBIDANAN, FARMASI DAN ANALIS KESEHATAN, SEKOLAH TINGGI KESEHATAN MUHAMMADIYAH CIAMIS Vol. 6 No. 1 (2019): April 2019
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jurkes.v6i1.59

Abstract

Masalah kesehatan merupakan masalah yang sangat penting yang di hadapi oleh masyarakat kita saat ini .Semakin maju teknologi di bidang kedokteran ,semakin banyak pula macam penyakit yang mendera masyarakat. Hal ini tentu terjadi pengaruhi oleh faktor tingkah laku manusia itu sendiri. Membicarakan kesehatan masyarakat tidak terlepas dari 2 tokoh metologi Yunani, yakni Asclepius dan Higeia yang menceritakan tentang upaya-upaya kesehatan. Higeia memberikan pendekatan / penanganan masalah kesehatan, sedangkan Asclepius melakukan pendekatan (pengobatan penyakit),setelah penyakit tersebut terjadi pada seseorang. Apabila orang yang sudah jatuh sakit Higeia lebih menganjurkan melakukan upaya-upaya secara alamiah untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, antara lain lebih baik dengan memperkuat tubuhnya dengan makanan yang baik dari pada dengan pengobatan/pembedahan. Dari cerita tersebut akhirnya muncul 2 aliran atau pendekatan dalam menangani masalah kesehatan. Kelompok atau aliran pertama cenderung menunggu terjadinya penyakit (setelah sakit) yang selanjutnya disebut pendekatan kuratif (pengobatan). Kelompok ini pada umumnya terdiri dari dokter, dokter gigi, psikiater dan praktisi lain yang melakukan pengobatan penyakit baik fisik, psikis, mental maupun sosial. Sedangkan kelompok kedua, seperti halnya pendekatan Higeia, cenderung melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesehatan (promosi) sebelum terjadinya penyakit.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN MOTIVASI REMAJA DALAM MELAKUKAN PERSONAL HYGIENE PADA SAAT KEPUTIHAN DI SMP UMI KULSUM BANJARAN Fahmi Fuadah
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 9 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa remaja adalah periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Di Indonesia sekitar 90% wanita mengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang sehingga mengakibatkan banyak terjadinya keputihan pada wanita di Indonesia. Keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim. Di seluruh dunia, kini terdapat sekitar 2,2 juta penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja dalam melakukan personal hygiene pada saat keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian pendekatan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh siswi kelas VII yang berjumlah 189 orang dan sampel yang digunakan berjumlah 66 orang dengan tehnik pengambilan yaitu Tehnik Proposional Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik angket menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data melalui tiga tahapan, univariat (distribusi frekuensi), bivariat (wilcoxon signed rank test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan motivasi remaja tentang keputihan di SMP Umi Kulsum Banjaran. Disarankan kepada siswa untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi institusi pendidikan dapat mengoptimalkan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dengan bekerja sama dengan tenaga kesehatan di lingkungan sekitar.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 10 KELURAHAN CIBEUNYING KABUPATEN BANDUNG Tri Ardayani; Fahmi Fuadah; Dennis Setiadi
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 10 No 2 (2022): July-December 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v10i2.428

Abstract

Background. Dengue fever is one of the diseases that is a public health problem and is endemic. Bandung Regency is included in the top 5 regions with dengue cases in West Java Province. Poor environmental sanitation can cause various diseases, one of which is DHF disease. Purpose. To analyze the relationship of knowledge and behavior of the community regarding environmental sanitation to the incidence of dengue fever in RW 10 Cibeunying Village. Method. The research design used was descriptive quantitative with a population of 887 and a sample of 90 respondents. The calculation uses simple random sampling and data collection using accidental sampling techniques. Result. The correlation test using chi square on knowledge variables against the distance and DHF obtained the results of the sig value. 0.580>0.05 means that there is no significant relationship between knowledge and the incidence of DHF. The correlation test using chi square on behavioral variables against the dhf and DHF obtained the results of the sig value. 0.000<0.05 means that there is a significant relationship between knowledge and the incidence of DHF. Conclusion. There is no significant relationship between knowledge and dhf events, but there is a significant relationship between behavior and DHF events. Suggestion. Create a dengue prevention program that is not only an increase in knowledge but there is real action as well as from health workers or from the community. Keywords : Dengue Hemorrhagic Fever, Environmental Sanitation, Knowledge, Behavior.
Health Promotion to Women of Fertile Age (WUS) About the Selection of Family Planning Contraceptives in the North Margahayu Sub-district, Bandung City Tri Ardayani; Fahmi Fuadah; Gurdani Yogisuntanti; Linda Hotmaida; Neti Sitorus
DIKDIMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): DIKDIMAS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT  VOL 2 NO 1 APRIL 2023
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.309 KB) | DOI: 10.58723/dikdimas.v2i1.92

Abstract

Women of childbearing age experience many obstacles in choosing contraception. One of them is due to a lack of knowledge about the safety of the method used and the husband is not allowed to solve the problem so that he does not experience pregnancy. The purpose of doing this community service is to provide information to WUS about the family planning program so that WUS have knowledge and understanding of family planning devices so that they can properly spacing pregnancies and manage the number of children they have. The target of this community service activity is women of childbearing age (WUS), totaling 35 people, carried out offline on Wednesday, August 17 2022, 09.00 to 10.00 WIB, at the RW office. This community service activity is carried out with the help of LCD media and power point, the time for giving the material is 30 minutes. To evaluate health promotion activities by providing post-test questions about the material that has been provided by the resource person. The results obtained after being given health promotion were an increase in knowledge of WUS by conducting evaluations by asking questions about the material that had been conveyed by the informants, all participants were able to answer well. Health promotion is expected not only to increase WUS knowledge but also to change behavior so that the knowledge gained can be applied in everyday life.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT STRES MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI DESA SITUSAEUR KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL JAWA BARAT Fahmi Fuadah; Tri Ardayani; Alfonsina Awom
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v1i1.56

Abstract

Data Kelurahan Situsaeur 2022, jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kelurahan Situsaeur, Bandung adalah 640 orang, 4 diantaranya meninggal pada Tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan tingkat stres masyarakat dalam pencegahan Covid-19. Penelitian ini menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, variabel independen pengetahuan dan sikap serta variabel dependen tingkat stres. Teknik pengumpulan sampel yang digunakan adalah random sampling dengan menggunakan google form sebagai instrumen penelitian serta analisis bivariat persentase menggunakan chi square. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 135 orang dari populasi 203 orang. Hasil Penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan responden mengenai pencegahan Covid-19 dinilai “cukup”, yaitu 68,4%, sikap responden tentang pencegahan Covid-19 dinilai sebagian besar “baik”  (65,9%) dan tingkat stres dinilai sebagian besar “sedang” (62,5%). Pengetahuan responden tentang pencegahan Covid-19 sebagian besar “cukup”, dan ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat stres masyarakat dalam pencegahan Covid-19 di Situsaeur, Bandung. Menghadapi Kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental, menjalankan protokol kesehatan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan bersama-sama dengan tenaga kesehatan dalam melakukan sosialisasi secara berkala melalui media sosial, memberikan kiat-kiat menghadapi pandemi Covid-19, membagikan masker kepada masyarakat, menyiapkan fasilitas pendukung; tempat cuci tangan, hand sanitizer, pengaturan jarak di tempat umum dan siap untuk selalu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG DEPRESI PADA JURUSAN ANALIS KIMIA KELAS XI SMK NEGERI 7 BANDUNG Fahmi Fuadah; Tri Ardayani; Marliana Febriani
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2023): MAY
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v1i1.88

Abstract

Depresi adalah kondisi terganggunya psikis dengan ditandai adanya gejela kehilangan kegembiraan/gairah serta efek lainnya contohnya tidur yang tidak menentu dan selera makan yang rendah. Pendidikan kesehatan adalah suatu kondisi dimana terjadinya peningkatan kemampuan terhadap apa yang didapatkan dan diharapkan mengalami proses menjadi lebih baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang depresi di SMK Negeri 7 Bandung. Desain penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel, yaitu Proportionate Random Sampling dengan jumlah sampel 65 siswa. Hasil dari penelitian ini mendapatkan sebagian kecil sampel 35,4% dengan pengetahuan yang cukup, dan kurang pada saat sebelum perlakuan, setelah diberikan pendidikan kesehatan hampir 92,3% masuk kedalam pengetahuan yang baik tentang depresi sedangkan untuk sikap hampir seluruh sampel (80%) memiliki sikap mendukung, setelah diberikan pendidikan kesehatan seluruh sampel (100 %) memiliki sikap yang mendukung tentang depresi. Hasil analisis dengan menggunakan uji Wilxocon untuk pengetahuan didapatkan hasil signifikan terhadap peningkatan pengetahuan. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang depresi di SMK Negeri 7 Bandung. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa remaja harus mengetahui tentang depresi agar dapat mencegah terjadinya depresi yang mungkin terjadi. Peran tenaga penyuluh dan guru untuk memberikan informasi dan kunjungan secara berkala kepada remaja tentang depresi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG TERHADAP PENGGUNAAN MASKER PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WILAYAH PASAR LEUWI PANJANG KOTA BANDUNG Sriyuni Simarmata; Gurdani Yogisutanti; Fahmi Fuadah
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v1i2.110

Abstract

Pengetahuan merupakan hasil yang ditangkap oleh penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap pengamatan yang dilakukan. Sikap merupakan respons akibat timbulnya reaksi yang dihadapkan pada stimulus berupa materi atau objek sehingga menimbulkan pengetahuan baru sehingga terbentuk sikap tindakannya salah satunya perilaku kesehatan dalam pemakaian masker. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pedagang terhadap penggunaan masker pada masa pandemi covid-19 di wilayah Pasar Leuwi Panjang. Metode Penelitian ini secara  kualitantif dengan pendekatan cross sectional, data diperoleh dari 75 responden secara random sampling dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi.Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengetahuan cukup sebanyak 30 (40,0%), dan sikap mendukung sebanyak 47 (62.7%) terhadap pemakaian masker serta pemakaian masker yang baik dari hari 1-5 sebanyak 17 (22,7%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square didapatkan nilai signifikan (p -value 0.005) > 0,05 hal ini menjelaskan ada hubungan pengetahuan pedagang terhadap pemakaian masker dan sikap pedagang terhadap pemakaian masker didapatkan nilai p-value 0,01 > 0,05 yang artinya ada hubungan. Ada hubungan pengetahuan dan sikap pedagang terhadap pemakaian masker di wilayah Pasar Leuwi panjang. Dari penelitian ini menjalin kerja sama dengan satgas covid-19 serta dapat memberikan gambaran pengetahuan baru bagi pedagang.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU RUMAH TANGGA DENGAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) RW 05 KELURAHAN CISEUREUH Hanna Meridian Ocolly; Tri Ardayani; Fahmi Fuadah
Media Ilmiah Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/miki.v1i2.111

Abstract

Akses jamban adalah salah satu kebutuhan masyarakat dalam pemenuhan sarana sanitasi dan hygiene yang baik. Jamban menjadi akses kebutuhan sekunder yang harus dimiliki oleh semua masyarakat karena dengan adanya jamban tersebut dapat menghindarkan dari adanya penyakit. Penelitian ini memiliki tujuan untuk  melihat adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga terhadap perilaku buang air besar sembarangan. Adapaun pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan di RW 05 Keluarahan Ciseureuh dengan survei analitik dan racangan cross sectional. Responden yang tergabung dalam penelitian ini adalah 230 ribu rumah tanggadan analisis kuesioner menggunakan spearman rank. Hasil analisis yang digunakan adalah adanya hubungan pengetahuan dan perilaku buang air besar sembarangan dengan nilai p-value 0,028 dan adanya hubungan sikap dan perilaku buang air besar sembarangan dengan nilai p-value 0,049. Terdapat adanya hubungan pengetahuan dan sikap ibu rumah tangga dengan perilaku buang air besar sembarangan (BABS). diharapkan  kader RW 05 mampu bekerja sama dengan Puskesmas M. Ramdan untuk memberikan edukasi yang lebih tentang Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) guna membangun kesadaran setiap warga.