Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Dynamics Of Economic Growth And Quality Of Human Resources In The Archipelago North Maluku Province Abae, Irawan; Ahmad, Abdul Chalid; Hasyim, Aziz
Jurnal Ekonomi Teknologi dan Bisnis (JETBIS) Vol. 3 No. 9 (2024): JETBIS : Journal Of Economics, Technology and Business
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/jetbis.v3i9.147

Abstract

This study examines the relationship between the Gross Regional Domestic Product (GRDP) and the Human Development Index (HDI) in North Maluku Province. The research aims to analyze the influence of HDI, Government Expenditure, Investment, and Labor Force on Economic Growth and the impact of life expectancy, school life expectancy, and per capita expenditure on HDI. The study employs the Two Stage Least Square analysis method using panel data processed through the Eviews application. The results indicate that the HDI, Government Expenditure, and Investment variables significantly affect GRDP, while the Labor Force variable is optional. Meanwhile, the GRDP variable does not substantially affect HDI, but the Life Expectancy, School Life Expectancy, and Per Capita Expenditurea variables significantly impact HDI. The conclusion suggests that economic growth does not necessarily guarantee an improvement in the quality of human resources in North Maluku. The study recommends including additional variables related to GRDP and HDI to better understand their impact in each region.
Kinerja Pemanfaatan Aset Daerah dalam Peningkatan PAD dan Retribusi Daerah Kota Tidore Kepulauan Suparno, Astuti; Amin, Chairullah; Ahmad, Abdul Chalid
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15759

Abstract

Menurut standar akuntansi publik, aset adalah cadangan keuangan yang telah disisihkan atau diperoleh pemerintah berdasarkan proyek-proyek masa lalu yang diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial bagi pemerintah dan masyarakat. dapat dikonversi menjadi uang dengan cara apa pun. Hal ini mencakup cagar alam yang tidak tergantikan yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada publik, dan cagar alam yang dibatasi karena keyakinan agama atau budaya. Menurut standar akuntansi publik, aset adalah cadangan keuangan yang telah disisihkan atau diperoleh pemerintah berdasarkan proyek-proyek masa lalu yang diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial bagi pemerintah dan masyarakat. dapat dikonversi menjadi uang dengan cara apa pun. Hal ini mencakup cagar alam yang tidak tergantikan yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada publik, dan cagar alam yang dibatasi karena keyakinan agama atau budaya..enurut Standar Akuntansi Pemerintah, aset adalah cadangan ekonomi yang telah disisihkan atau diperoleh pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu yang diantisipasi bahwa manfaat dari ekonomi dan masyarakat akan bertambah baik bagi pemerintah maupun masyarakat umum, serta dapat dikonversi ke dalam satu atau lain bentuk menjadi mata uang. Ini termasuk cadangan non-fungible yang diperlukan untuk penyediaan layanan kepada masyarakat umum serta dana cadangan yang tunduk pada pembatasan karena keyakinan agama dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis Kinerja Pemanfaatan Aset Daerah dalam kaitannya dengan PAD Kota Tidore Kepulauan. (2). Menganalisis ambang batas efisiensi/ketidakmampuan untuk setiap SKPD saat menggunakan Aset Daerah Kota Tidore Kepulauan. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah data orde kedua sebagai data primer, dan data orde primer sebagai data sekunder. Sumber data diperoleh dari database atau sumber lainnya yang terkait, khususnya, BPS dan Bank Negara Malaysia Dan Aset Kota Tidore Kelantan. Penelitian ini menggunakan model kuantitatif dengan statistik non-parametrik untuk menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) untuk memperkirakan efisiensi pemanfaatan Aset sehubungan dengan pertumbuhan pendapatan asli di wilayah Tidore Kepulauan. Input dan output data dari Unit Pengambilan Keputusan (DMU) satu organisasi dibandingkan dengan input dan output DMU lain yang berbeda menggunakan metode Analisis Penyelubungan Data (DEA). Output penggunaan Kinerja Pemanfaatan Aset Kota Tidore Kepulauan untuk hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat dina dalam lima tahun terakhir dengan skor efisiensi satu. Dinas yang disebutkan di atas yang memiliki kinerja pemanfaatan aset dapat dikatakan efisien tanah pada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas Perkim dan Dinas Pertanian, sementara perlaratan dan mesin pada Dinkes, Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas PERKIM dan Dinas Pertanian, untuk gedung dan bangunan pada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PU, Dinas PERKIM dan Dinas Pertanian, sementara jalan irigasi dan jaringan pada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PERKIM dan Dinas Pertanian. Mengenai total aset Kota Tidore Kepulauan di SKPD yang dapat digambarkan agak tidak efisien, lihat Dinas Pekerjaan Umum.
Fiscal Transfer Redistribution and Regional Inequality between Island and Non-Island Provinces in Indonesia Ahmad, Abdul Chalid; Effendi, Nuri; Budiono, Budiono; Hadiyanto, Ferry
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 7 No 2 (2024): Sharia Economics
Publisher : Sharia Economics Department Universitas KH. Abdul Chalim, Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v7i2.4529

Abstract

The allocation of fiscal transfer funds to archipelagic provinces is currently still smaller than non-archipelagic provinces in Indonesia. Its ocean area is larger than that of non-island provinces, and vice versa. Meanwhile, the allocation determination is still based on land area. This study aims to analyze the determinant variables of fiscal transfer disparities between the two groups of provinces, simulate island fiscal transfer funds (DTFK), and analyze their impact on regional inequality. This research uses a panel data model, involving 8 island provinces and 24 non-island provinces, during 2008-2017. This research period was adapted to the 2017 Islands Regional Bill. The results of the DTFK simulation contributed to increasing the DAU, DAK, and DBH of the island provinces. In effect, DAK and DBH reduce regional inequality, while DAU does not.
Penyerapan Tenaga Kerja Jasa Transportasi Online di Kota Ternate: Studi Kasus Gojek dan Grab Bike Syakira Albar; Abdul Chalid Ahmad; Musdar Muhammad; Said Mala
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.4534

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak keberadaan transportasi online (Gojek Bike dan Grab Bike) dan pendapatan) terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Ternate. Penarikan sampel Snowball Sampling (sampel bola salju) dengan jumlah 50 sampel. Jenis sampel ini bersifat non-probabilitas (non-random sampling). Penelitian ini dilakukan pada driver transportasi onine yang ada dikota Ternate. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif berupa hubungan fungsional antar variabel melalui pendekatan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian keberadaan transpotasi online meliputi Gojek bike dan Grab bike di Kota Ternate berpengaruh singnifikan positif terhadap peluang penyerapan tenaga kerja bagi Ojek online; dan Rata-rata tingkat pendapatan perbulan yang diperoleh berpengaruh singnifikan positif terhadap peluang penyerapan tenaga kerja bagi Ojek online di Kota Ternate.
Optimalisasi Peran Koperasi Merah Putih dalam Memperkuat Pembangunan Ekonomi Lokal: Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti Kota Ternate Muammil Sun’an; Abdul Chalid Ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 4 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i4.2306

Abstract

The Merah Putih Village Cooperative (KDMP) plays a strategic role in strengthening community-based local economic development. However, its implementation in archipelagic regions faces challenges such as weak governance, limited business and financial management capabilities, underutilized local economic potential, and restricted access to markets and digital technology. This community service initiative aims to optimize the role of KDMP in Tafaga Urban Village, Moti District, Ternate City. The methods employed were Participatory Rural Appraisal (PRA) and Community Development, encompassing preparation, needs assessment, training, mentoring, monitoring, and evaluation. The activity involved 30 participants, including cooperative administrators, local government officials, MSME players, and community members. Results showed an increase in the average score from 58.63 (pre-test) to 84.37 (post-test), with a statistically significant paired-sample t-test result (p 0.001). The program successfully strengthened governance, work and business planning, financial administration, and digital promotional media based on local potential, thereby supporting sustainable community economic empowerment.
Faktor Strategis SPBE dalam Membentuk Economic Behavior Masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan Anis Iskandar Alam; Abdul Chalid Ahmad; Muammil Sun’an
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 6: September 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i6.19917

Abstract

Digital government in an archipelagic region must be assessed not only through the availability of applications, but also through its capacity to change how citizens access economic services. This study analyzes the strategic factors of Indonesia's Electronic-Based Government System (SPBE) in shaping community economic behavior in South Halmahera Regency. A qualitative-strategic design was applied by combining Focus Group Discussion, MICMAC structural analysis, limited observation, supporting interviews, and triangulation of official documents. Stakeholders identified and assessed direct relationships among fifteen SPBE factors using a scale from zero to three. The results show that South Halmahera's SPBE index increased from 1.72 in 2022 to 2.43 in 2024, yet its maturity remained in the moderate category. The direct-influence matrix had a 93.33 percent fill rate and reached full influence and dependence stability at the third iteration. Internal Architecture Policy and Information and Communication Technology Audit were classified as driving variables. The SPBE Roadmap, Data Management, Data Center Services, Information Security Management, and Human Resource Competence were linkage variables. Application Development, Intra-Government Networks, Service Integration Systems, Risk Management, and Planning-Budget Integration were dependent variables. SPBE shapes economic behavior when digital services reduce transaction costs, shorten service time, expand access to economic information, encourage formal participation, and shift manual habits toward official digital channels. The findings support a staged strategy that strengthens architecture and audit before expanding applications and services.