Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KOLESTEROL PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSI uliyatul laili; Rizki Amalia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.661

Abstract

Abstrak Latar belakang : Pada ibu hamil, kolesterol dibutuhkan sebagai salah satu zat yang digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Sehingga kadar kolesterol ibu hamil umumnya lebih tinggi dibandingkan sebelum hamil. Akan tetapi jika kadar kolesterol terlalu tinggi juga dapat menimbulkan risiko pada kehamilan seperti pre eklamsi, gestasional diabetus militus, large for gestasional age, serta makrosomia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar kolesterol pada ibu hamil dengan kejadian pre eklamsi.  Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Endang Sidoarjo dengan jumlah sampel yaitu ibu hamil trimester III sebanyak 33 responden. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan pada saat ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan kejadian pre eklamsi di dapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan kadar kolesterol normal tidak mengalami kejadian pre eklamsi yaitu sebesar 24 responden (72,7%). Berdasarkan hasil analisa uji statistik didapatkan bahwa nila p value dari fisher exact test adalah 0.036 dan nilai p 0,05.Kesimpulan : terdapat hubungan antara kadar kolesterol pada ibu hamil dengan kejadian pre kelamsi.Kata kunci : kadar kolesterol, Ibu Hamil, Pre eklamsi AbstractBACKGROUND In pregnant women, cholesterol is needed as one of the substances used for fetal growth and development. So that cholesterol levels of pregnant women are generally higher than before pregnancy. However, if the cholesterol level is too high it can also cause risks in pregnancy such as pre-eclampsia, gestational diabetes mellitus, large for gestational age, and macrosomia.OBJECTIVE The purpose of this study was to analyze the relationship between cholesterol levels in pregnant women and the incidence of pre-eclampsia.METHODS The research method used is descriptive analytic research with a cross sectional approach. The research was conducted at RB Endang Sidoarjo with a total sample of 33 pregnant women in the third trimester. Measurement of cholesterol levels is carried out when the mother performs a pregnancy check up and the incidence of pre-eclampsia is obtained based on the results of the examination.RESULTS The results of this study indicated that most pregnant women with normal cholesterol levels did not experience pre-eclampsia, namely 24 respondents (72.7%). Based on the results of statistical test analysis, it was found that the p value of fisher's exact test was 0.036 and the p value 0.05.CONCLUSION Conclusion: there is a relationship between cholesterol levels in pregnant women and the incidence of pre-pregnancy.Key Words : cholesterol levels, pregnant women, pre eclampsia
Pengaruh Emotional Demonstration terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI) Uliyatul Laili; Niluh Nita Silfia; Hastuti Hastuti; Gusman Arsyad; Faina Faina
Jurnal Bidan Komunitas Vol 5, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v5i2.5142

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Sigi merupakan kabupaten dengan angka Stunting tertinggi ke tiga dengan prevalensi Status Gizi balita yaitu Stunting 24.6%. Pemerintah kabupaten Sigi melalui Keputusan Bupati Sigi Nomor: 444-185 Tahun 2020 menetapkan 10 Lokasi Fokus (LOKUS) konvergensi percepatan penurunan stunting Tahun 2021. Satu dari sepuluh Lokus konvergensi percepatan penurunan stunting tersebut berada di Wilayah kerja Puskesmas Dolo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Emotional Demontration (Emo Demo) Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Bayi 6 – 24 bulan Tentang Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP ASI). Metode: Penelitian ini adalah penelitian pre eksperimen dengan rancangan the one grup pre test and post test. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bayi 6 – 24 bulan dengan jumlah sampel 15 orang. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value Pengetahuan sebesar 0,020 dan p-value sikap sebesar 0.003 (P 0,05).. Kesimpulan: Terdapat pengaruh emo demo terhadap pengetahuan dan sikap ibu bayi 6 – 24 bulan tentang pemberian MPASI di wilayah kerja Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Uliyatul Laili; Ratna Ariesta Dwi Andriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat IPTEKS Vol 5, No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT IPTEKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/pengabdian_iptek.v5i1.2154

Abstract

Pada tahun 2017 pemerintah telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional, daerah terutama desa. Salah satu bagian dari program tersebut adalah pemcegahan stunting yang terjadi di masyarakat. Karena sebagian besar masyarakat belum paham dengan benar menganai stunting, dan beranggapan bahwa stunting atau kerdil sebutan yang biasa digunakan di masyarakat adalah faktor keturunan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Metode yang dialakukan adalah menilai pengetahuan masyarakat serta permasalahan yang dihadapi tentang pencegahan dan cara menilai/ deteksi dini stunting pada balita di RW 2 Kelurahan Wonokromo Kecamatan Wonokromo Surabaya. Pengetahuan ibu diukur dengan menggunakan menggunakan pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan pengetahuan. Berdasarkan hasil pretest dan post test yang diikuti oleh 35 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentang  tingkat pengetahuan responden mengenai propram pencegahan stunting sebesar 14 responden (40%) mengerti tentang program pencegahan stunting sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 27 responden (77,1%) yang mengerti  tentang program pencegahan stunting.Kata Kunci: stunting, balita, pemberdayaan
PENDAMPINGAN ORANG TUA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA MENGHADAPI MENARCHE Uliyatul Laili; Nur Ainiyah; Hinda Novianti; Diajeng Setyo Pratiwi
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v8i2.899

Abstract

Latar Belakang : Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seseorang wanita. Kurang pengetahuan menyebabkan cemas, kaget, mudah tersinggung, khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk saat menarche. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kecemasan yaitu pendampingan dari orang tua. Tujuan : Mengetahui hubungan pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Metode : Desain penelitian ini Cross sectional. Sampelnya siswi kelas VII SMPN 40 Surabaya sebanyak 63 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan propotional stratified random sampling. Variabel independen adalah peran pendampingan orang tua, sedangkan variabel dependen yaitu tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Instrument pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearmen dengan tingkat kemaknaan a = 0,05. Hasil : Menunjukkan bahwa dari 63 respoden terdapat 37 siswi yang memiliki tingkat kecemasan kategori tidak ada kecemasan (58,7%), dan (68,2%) siswi mendapatkan pendampingan orang tua baik yaitu sebanyak 30 siswi. Uji rank spearman didapatkan nilai p = 0,002 dengan tingkat kemaknaan a = 0,05 yang berarti ada hubungan antara pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan remaja putri dalam menghadapi menarche. Kesimpulan : Terdapat hubungan pendampingan orang tua dengan tingkat kecemasan terhadap remaja putri dalam menghadapi menarche
HUBUNGAN KOLESTEROL PADA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMSI Uliyatul Laili; Rizki Amalia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v12i1.661

Abstract

Latar belakang : Pada ibu hamil, kolesterol dibutuhkan sebagai salah satu zat yang digunakan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan janin. Sehingga kadar kolesterol ibu hamil umumnya lebih tinggi dibandingkan sebelum hamil. Akan tetapi jika kadar kolesterol terlalu tinggi juga dapat menimbulkan risiko pada kehamilan seperti pre eklamsi, gestasional diabetus militus, large for gestasional age, serta makrosomia.Tujuan : untuk menganalisis hubungan antara kadar kolesterol pada ibu hamil dengan kejadian pre eklamsi. Metode: penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Endang Sidoarjo dengan jumlah sampel yaitu ibu hamil trimester III sebanyak 33 responden. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan pada saat ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan kejadian pre eklamsi di dapatkan berdasarkan hasil pemeriksaan.Hasil : penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil dengan kadar kolesterol normal tidak mengalami kejadian pre eklamsi yaitu sebesar 24 responden (72,7%). Berdasarkan hasil analisa uji statistik didapatkan bahwa nila p value dari fisher exact test adalah 0.036 dan nilai p 0,05.Simpulan  : terdapat hubungan antara kadar kolesterol pada ibu hamil dengan kejadian pre kelamsi. Kata kunci : Ibu Hamil, Kadar kolesterol, , PreeklamsiThe Relationship between Cholesterol in Pregnant Women and the Incidence of Preeclampsia Background : In pregnant women, cholesterol is needed as one of the substances used for the process of growth and development of the fetus. So that the cholesterol levels of pregnant women are generally higher than before pregnancy. However, if cholesterol levels are too high, it can also pose risks in pregnancy such as pre-eclampsia, gestational diabetus militus, large for gestational age, and macrosomia.Purpose: to analyze the relationship between cholesterol levels in pregnant women and the incidence of pre-eclampsia.Method: analytical descriptive research with a cross sectional approach. The study was conducted at RB Endang Sidoarjo with a total sample of 33 third trimester pregnant women. Measurement of cholesterol levels is carried out when the mother conducts a pregnancy check-up and the incidence of pre-eclampsia is obtained based on the results of the examination.Results: this study showed that most pregnant women with normal cholesterol levels did not experience a pre-eclampsia event, namely 24 respondents (72.7%). Based on the results of statistical test analysis, it was found that the indigo p value of the fisher exact test was 0.036 and the p value 0.05.Conclusion: there is a relationship between cholesterol levels in pregnant women and the incidence of pre-laxity. Keywords : cholesterol levels, Pregnant Women, Pre-eclampsia
Analysis of socio-demographic factors affecting the management options for emesis gravidarum in pregnant women Uliyatul Laili; Nur Zuwariah
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2022.10(2).116-123

Abstract

Background: Management of emesis in pregnancy depends on the severity of the symptoms felt by the pregnant woman. Treatment for emesis gravidarum can be carried out in several ways: pharmacological treatment which is the use of medical drugs, non-pharmacological treatment such as avoiding the consumption of coconut milk or fat-containing food, and frequent eating of small portion of food. In addition, the management of emesis gravidarum can also be done using a complementary treatment with acupressure, aromatherapy, and other methods. Currently, the type of management chosen by most health workers and accepted by pregnant women are pharmacological and non-pharmacological treatments. Recently, health workers have begun to develop and apply the use of complementary therapies in overcoming emesis gravidarum in pregnant women. Objectives: This study aims to analyze the characteristics of pregnant women that influence the choice of emesis gravidarum management.Methods: This was a cross sectional quantitative study. The research was conducted at the Independent Midwife Practice (PBM) Nanik, Sidoarjo. The population in this study were women in the 1st trimester of pregnancy. 43 respondents were taken as sample by using purposive sampling. The independent variables in this study were factors that influence the mother, such as age, occupation, education, parity, and knowledge. Meanwhile, the dependent variable was the emesis gravidarum therapy chosen (pharmacological, non-pharmacological and complementary therapies). The data were collected directly using questionnaires. Results: The results show that most of the respondents (67%) were those aged 21-35 years, 58% was primiparous mothers, 58% had secondary education, 51% was housewives, while 47% had good knowledge level about emesis gravidarum management. The bivariate analysis using chi square showed that education, occupation and knowledge had an effect on the choice of therapy for emesis gravidarum with p value < 0.05. Conclusions: Education, occupation, and knowledge were factors related to the choice of management for nausea and vomiting in pregnant women. Therefore, cooperation and the right decision making were necessary in determining the therapy for emesis gravidarum.
The The Role of Family Companions in Reducing Stunting: PERAN PENDAMPING KELUARGA DALAM MENURUNKAN STUNTING Uliyatul Laili; Endah Budi Permana Putri; Lailatul Khusnul Rizki
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.120-126

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalah gizi yang terjadi di Inodnesia, dan ditandai dengan tubuh pendek. Anak dengan stunting akan lebih rentan terhadap penyakit. Sehingga penanganan masalah Stunting dapat dimulai sejak persiapan sebelum kehamilan yaitu pada remaja, calon pengantin, dilanjutkan pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita melalui tim pendamping keluarga. Pelaksanaan pendampingan keluarga dilakukan dengan membentuk tim pendamping keluarga yang nantinya akan melakukan penyuluhan, fasilitas pelayanan rujukan, fasilitas bantuan sosial bagi keluarga berisiko Stunting serta surveilans terhadap kelompok sasaran di tingkat desa/kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendamping keluarga dalam menurunkan stunting di Kecamatan Porong. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pendamping keluarga di Wilayah Puskesmas Porong. Pengambilan sampel dilakukan dengan samtotal sampling sebanyak 66 pendamping keluarga di Wilayah Puskesmas Porong yang terdiri dari 7 Kelurahan/ desa. Pengambilan data dilakukan secara observasi dan wawancara selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 desa yang terdapat di wilayah Puskesmas Porong, Kecamatan Porong, semuanya telah terbentuk tim pendamping keluarga untuk menurunkan stunting. Prosentase stunting di Kecamatan Porong pada tahun 2020 sebesar 10,80%, sedangkan pada tahun 2021 prosentase stunting sebesar 10%. Pengetahuan tim pendamping keluarga terhadap peran dan tugasnya sudah cukup baik yaitu yang tahu akan tugasnya sebesar 52 responden dan yang tahu tentang tugasnya sebesar 62 responden. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Prosentase Stunting di Kecamatan Porong pada tahun 2021 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Peran pendamping keluarga dapat menurunkan prosentase Stunting di Kecamatan Porong.
GIZI SEHAT MENGHADAPI MENOPOUSE Uliyatul Laili; Yati Isnaini Safitri; Rizki Amalia; Fathimah Zahra
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.459 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3684

Abstract

Menopause is one of the stages in a woman's life cycle where there are physiological and psychological changes. A person's nutritional status is not formed instantly in a person. So it is necessary to establish as early as possible to get maximum conditions in dealing with every phase of a woman's life. This service program aims to improve the nutritional status of Islamic boarding schools through the formation of a nutrition team and the preparation of a nutritional menu table as a daily menu. This service activity begins with coordinating and outreach to female students and boarding school administrators. Furthermore, an assessment of the food menu has been carried out in Islamic boarding schools, and continued with the preparation of food menu adjustments with balanced nutrition. The results of community service activities in the form of counseling showed that there was a significant increase in the knowledge of students and boarding school administrators about nutritional needs. This increase in knowledge encourages students and administrators to start paying attention to the preparation of daily menus in accordance with the needs of nutritional standards. So it is hoped that healthy nutritional status has begun to form from adolescence, late adulthood and in the end it will be useful in dealing with the life cycle of women during menopause where there will be many changes in the body system.
OPTIMALISASI SELF LEADERSHIP IBU MENYUSUI DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF Fauziyatun Nisa; Yunik Windarti; Uliyatul Laili; Rizki Amalia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.17646

Abstract

Fenomena yang ada menunjukkan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif. Kemampuan ibu dalam memimpin dirinya sendiri (Self leadership) mempunyai peran penting terhadap paradigma dan modal psikis ibu (Psychologycal capital) dalam berperilaku. Pengabdian masyarakat yang dilajkan dengan melakukan edukasi guna mengoptimalkan self leadership ibu menyusui ini meningkatkan pengetahuan dan kekeuatan ibu dalam memberikan ASI eksklusif serta bagi kader kesehatan agar bisa selalu memotivasi ibu. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan Kesehatan tentang pentingnya self leadership ibu menyusui. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 22 ibu menyusui dan kader kesehatan. Sebelum diberikan edukasi, dilakukan pre test dan post test mengenai self leadership dan ASI eksklusif. Didapatkan sebagian besar 77% ibu menyusui dan kader memiliki tingkat pengetahuan dan self leadership yang baik setelah dilakukan edukasi. Seorang Ibu menyusui yang mampu memimpin dan memotivasi dirinya secara terus menerus untuk menyusui bayinya secara on demand sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan tanpa memberikan makanan dan minuman tambahan apapun akan berhasil memberikan ASI eksklusif.
THE RELATIONSHIP BETWEEN FREQUENCY OF BREASTFEEDING AND NEWBORN WEIGHT LOSS Ratna Ariesta Dwi Andriani; Uliyatul Laili
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i01.1747

Abstract

Breast milk contains many nutrients, an ideal composition for the baby's needs in the growth stage. In the first ten days, the newborn's weight will decrease by less than 10% of birth weight. Adequacy of breastfeeding for newborns can increase the baby's weight significantly. Mostly, weight is used to determine the baby's growth. To increase the baby's weight, the baby needs proper nutrition, and breastmilk is the primary nutrition for babies less than six months old. One of the factors that influence breast milk production is the frequency of breastfeeding. It helps to stimulate breast milk production. This research aims to analyze the relationship between the frequency of breastfeeding and newborn weight loss. This research used purposive sampling, and the collected data were analyzed using chi-square. The analysis showed that the p-value is 0.003, which means a significant relationship between breastfeeding frequency and newborn weight loss. Keywords: Frequency of breastfeeding, Baby weight