Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Literature Study: The Role of Educational Psychology in Learning Science: Study Literatur : Peran Psikologi Pendidikan Dalam Pembelajaran IPA Apriani Sijabat; Rina Devi Romauli Siahaan; Lampola Sitorus P; Sahat Renol HS
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2023): July
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to understand the role of educational psychology in learning science. The method used in this research is literature review, namely by collecting information through national journals, books and other references related to the role of educational psychology in learning natural sciences. The results obtained are that educational psychology has an important role as a science that examines mental problems and one's psychological activity in relation to education. Educational Psychology as an interaction and discipline that is quite important in examining problems that interfere with or support students' souls in the science learning process, so that by understanding students' mental states, teachers can manage and try to find solutions to these problems and a teacher should have comprehensive knowledge. about educational psychology so that science learning can be carried out well
PENGUATAN LITERASI DIGITAL DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALISME GURU SESUAI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Eva Pratiwi Pane; Theresia Monika Siahaan; Eduward Situmorang; Gayus Simarmata; Vita Riahni Saragih; Rina Devi Romauli Siahaan; Benjamin A Simamora; Sunggul Pasaribu; Reagan Surbakti Saragih
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.348-355

Abstract

Banyak tindakan positif telah diambil dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah, namun perlu disajikan dengan cara yang lebih efektif agar dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi para guru. Literasi digital menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses, keterampilan, dan pemahaman akan pentingnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk memperkuat literasi digital guru melalui platform digital. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan yang muncul dalam memperkuat literasi digital melalui platform digital, serta memberikan rekomendasi konstruktif untuk mengembangkan literasi digital guru. Beberapa peluang dalam penguatan literasi digital melalui platform digital meliputi mempermudah akses informasi, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan metode yang bervariasi dan menarik, serta mengembangkan keterampilan kritis seperti berpikir, berkolaborasi, berkomunikasi, dan berkreasi. Di sisi lain, beberapa tantangan dalam penguatan literasi digital melalui platform digital mencakup keterbatasan akses, kurangnya keterampilan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital, dan ketidakpahaman tentang manfaat serta dampak penggunaan platform digital dalam proses pembelajaran. Beberapa masih menganggap platform digital hanya sebagai alat hiburan atau sarana komunikasi, bukan sebagai alat pembelajaran yang serius. Upaya meningkatkan literasi digital diharapkan dapat membantu guru mencapai profesionalisme yang lebih tinggi dengan pemahaman yang mendalam tentang kurikulum merdeka, kompetensi yang diperlukan oleh pendidik, dan pentingnya literasi digital. Dengan demikian, guru dapat menguasai literasi digital dengan baik, menjalankan tugas mereka secara optimal dan profesional, dan siap menghadapi tantangan pendidikan sesuai dengan kurikulum merdeka.
The Importance of Digital Literacy in The Era of Society 5.0 Siahaan, Rina Devi Romauli; Sirait, Gloria
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.417

Abstract

The purpose of writing this article is to understand the importance of digital literacy in the era of society 5.0. The era of society 5.0 is a time when science and technology are used and utilized to facilitate people's lives. The method used in this study is a literature study. The data collection technique in this study is to collect information and data from various library materials such as books, articles, previous research, notes, and journals related to the application of digital literacy in the era of society 5.0. The results of data analysis show that one of the skills needed in the era of society 5.0 is digital literacy skills. Between the era of society 5.0 and digital literacy has the same goal in answering all the challenges of social life and improving decision-making skills The result of this writing is to provide an overview of the concept of the era of society 5.0 and information about the importance of digital literacy in the era of society 5.0.
Manfaat Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Saat Melaksanakan Modul Nusantara Di Universitas Kristen Indonesia (UKI) Rina Devi Siahaan; EyxzaPrilia Pratiwi Simanjuntak
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 2 No. 7 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) adalah program pertukaran mahasiswa yang memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih institusi pendidikan tinggi di luar negeri tanpa terikat oleh kesepakatan institusional atau birokrasi tertentu. Modul Nusantara adalah rangkaian kegiatan yang dikhususkan untuk menciptakan pemahaman komprehensif tentang kebinekaan, inspirasi, refleksi, dan kontribusi sosial yang didesain melalui pembinaanan secara berurutan dan berulang. Manfaat Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Saat Melaksanakan Modul Nusantara di Universitas Kristen Indonesia (UKI) yaitu menambah wawasan pengetahuan terkait budaya nusantara baik itu tentang sejarah, agama, adat istiadat, bahasa, suku.
Penguatan Pembelajaran Inovatif Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Kreativitas dan Profesionalisme Guru Eva Pratiwi Pane; Nancy Angelia Purba; Vita Riahni Saragih; Gayus Simarmata; Bernard Simanjuntak; Rina Devi Romauli Siahaan; Golda Novatrasio Sauduran; Rio Parsaoran Napitupulu; Christian Neni Purba; David Togi Hutahaean
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kompetensi guru SMA Negeri 5 Pematangsiantar dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif berbasis deep learning. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi awal dan wawancara dengan pihak sekolah yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum memahami konsep deep learning dalam konteks pedagogis. Dari 22 guru yang menjadi peserta, sekitar 68% guru masih mengidentikkan deep learning dengan kecerdasan buatan atau teknologi digital semata, sedangkan penerapannya sebagai pendekatan pembelajaran yang mendalam, bermakna, dan reflektif belum dipahami secara optimal. Kondisi tersebut berdampak pada masih terbatasnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada 22 guru dari berbagai mata pelajaran. Materi mencakup konsep deep learning dalam pendidikan, penerapan strategi Project Based Learning dan Problem Based Learning, serta pemanfaatan OLabs (Online Labs) sebagai platform laboratorium virtual gratis untuk mendukung pembelajaran eksperimen secara daring. OLabs menjadi alternatif solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana laboratorium. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap prinsip-prinsip pembelajaran berbasis deep learning dan pemanfaatan media digital pendukung pembelajaran. Guru juga menunjukkan komitmen untuk mengimplementasikan pendekatan tersebut sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi pedagogik guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta menjawab tuntutan keterampilan abad ke-21.
Pemberdayaan Sekolah melalui Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila dalam Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter Rina Devi Romauli Siahaan; Prini Desima Evawani Ambarita; Vita Riahni Saragih; Rio Parsaoran Napitupulu; Eva Pratiwi Pane
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.592

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial pada era globalisasi memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam mengembangkan nilai-nilai karakter melalui implementasi pendidikan berbasis Profil Pelajar Pancasila. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan sekolah melalui penguatan pendidikan karakter berbasis Profil Pelajar Pancasila di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, dengan melibatkan sebanyak 20 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, dan warga sekolah sebagai mitra kegiatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8–9 Desember 2025 dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila ke dalam pembelajaran, budaya sekolah, dan kegiatan pengembangan diri peserta didik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, implementasi program, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan melalui pemberian materi penguatan pendidikan karakter, diskusi interaktif, workshop penyusunan program sekolah berbasis karakter, serta pendampingan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai Pancasila. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dan warga sekolah mengenai pentingnya pendidikan karakter, peningkatan kemampuan sekolah dalam merancang program berbasis Profil Pelajar Pancasila, serta terbentuknya budaya sekolah yang lebih positif melalui penguatan nilai religius, gotong royong, kemandirian, kreativitas, bernalar kritis, dan tanggung jawab. Program PkM ini memberikan kontribusi dalam memperkuat ekosistem sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang mendukung terbentuknya generasi unggul, adaptif, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.