Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Identifikasi Faktor Dominan Penyebab Contract Change Order pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Milik Pemerintah di Jawa Timur Putri, Elysia Stavia Santa; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Hilmy, Muhammad
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2023): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v15i2.4622

Abstract

Contract Change Order ( CCO ) dalam pelaksanaan proyek konstruksi merupakan hal yang umum terjadi. Potensi pembangunan paling besar di Indonesia pada kurun waktu satu tahun ke belakang adalah Jawa Timur. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan pada proyek konstruksi bangunan gedung milik Pemerintah di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Relative Important Indeks ( RII ) untuk menentukan faktor dominan penyebab CCO. Dari analisa tersebut dihasilkan 3 nilai RII tertinggi yang pertama adalah faktor kesalahan perencanaan dan desain dari konsultan perencana dan faktor ketidaksesuaian antara gambar dan kondisi lapangan dengan nilai RII 0,72. Kedua adalah faktor kesalahan dan kelalaian dalam penentuan estimasi volume dengan nilai R II 0,71. Ketiga adalah faktor perubahan desain dan spesifikasi dan faktor perbedaan volume yang signifikan antara gambar, kondisi lapangan dan bill of quantity dengan nilai RII 0,70.
VARIASI SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP CASH FLOW (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN LABORATORIUM TERPADU AKN BLITAR) Safitri, Aida Ayu; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Sandi, Enes Ariyanto
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 5, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.19454

Abstract

Construction projects are a form of long-term investment that requires large capital. One important aspect in construction projects is the payment system. Therefore, it is necessary to vary the payment system on the cash flow of construction projects to determine the effect of the payment variation system on the safest cash flow for the contractor. In this research, the case study used for the calculation of payment system variations on cash flow is the AKN Putra Sang Fajar Blitar integrated laboratory construction project. The payment system used is the progress term payment system. The method used to obtain these results is done by varying the down payment and work progress. There are 6 variations (V) used, namely V1 down payment (0%) work progress 20%, V2 down payment (0%) work progress 25%, V3 down payment 10% work progress 10%, V4 down payment 10% work progress 25%, V5 down payment 20% work progress 20%, V6 down payment 20% work progress 25%. From the results that have been obtained, the highest peak overdraft is in V2 amounting to -Rp5,365,573,659.76 and the lowest is in V3 amounting to -Rp2,864,421,825.56. Meanwhile, the final overdraft value is the same in each variation, which is Rp824,863,740.58. Therefore, the safest variation is V3 with the lowest peak overdraft. The effect of the variation of the payment system that has been known is that the greater the down payment in each variation, the lower the peak overdraft, as well as the smaller the work progress term, the lower the peak overdraft.
Edukasi Pembangunan dan Pemanfaatan Jembatan Kayu Tipe Deck Arch dengan Sistem Knockdown Untuk Kelompok Tani Randu Agung Desa Tambong I Ketut Hendra Wiryasuta; Ni Luh Dewi Sintiari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.75691

Abstract

Jembatan penghubung antara jalan utama dengan akses petani Kelompok Tani Randu Agung dalam kondisi kurang layak. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan petani dalam proses pembangunan dan pemeliharaan jembatan. Pembangunan jembatan kayu oleh tim pengabdian masyarakat menjadi solusi bagi petani yang menghadapi kendala akses jalan, sekaligus mendukung promosi pariwisata di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kegiatan seminar dan pelatihan pembangunan jembatan kayu tipe deck arch dan sistem knockdown yang diintegrasikan dengan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani di Desa Tambong, Kabupaten Banyuwangi. Responden penelitian dipilih dengan metode purposive sampling. Populasi penelitian adalah anggota Kelompok Usaha Tani Randu Agung dengan ukuran populasi adalah 87. Analisis data dilakukan secara kuantitatif, digunakan uji t-berpasangan (paired t-test). Hasil analisis uji t-berpasangan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dalam 6 (enam) aspek yang diteliti, dimana diantaranya adalah pengetahuan kelompok tani terhadap konstruksi jembatan kayu termasuk jenis, fungsi, dan perawatannya serta kebermanfaatan jembatan dalam kehidupan sosial kultural masyarakat. Implikasi penelitian dapat memberikan masukan berharga untuk pengembangan kebijakan infrastruktur, meningkatkan pemahaman masyarakat, dan merancang strategi edukasi efektif untuk mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan lokal.
Optimalisasi Kinerja Perpipaan dengan Penerapan Air Vent Valve dan Reducer Concentric Pipe dalam Pembuatan Instalasi Air Bersih di Desa Tambong : Optimization of Pipeline Performance through the Application of Air Vent Valve and Concentric Pipe Reducer in the Construction of a Clean Water Installation in Tambong Village Ariyanto Sandi, Enes; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Ngurah Agung Satria Prasetya Dharma Yudha, I Gusti
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tambong di Kabupaten Banyuwangi telah berkembang sebagai destinasi wisata alam, namun menghadapi tantangan infrastruktur, terutama dalam hal fasilitas umum MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Hal ini terjadi akibat rusaknya instalasi air bersih. Fasilitas yang dibangun tahun 2013 melalui program PNPM menjadi kurang optimal karena masalah jaringan perpipaan, tekanan air yang rendah, dan gangguan pasokan air, terutama saat musim kemarau. Untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian dilakukan bertujuan membangun kembali instalasi air bersih meliputi pemasangan jaringan pipa baru, pembangunan menara tandon air, dan pemasangan pompa air. Selain itu, teknologi seperti air vent valve dan reducer concentric pipe diterapkan untuk mengoptimalkan aliran air dan mencegah masuknya udara ke dalam sistem perpipaan. Program ini juga mencakup pelatihan teknis kepada mitra, yakni pemerintah desa, pengelola air minum desa, dan masyarakat. Pelatihan tersebut berfokus pada pembuatan, perawatan, dan pemeliharaan sistem instalasi air. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat sangat puas dengan program ini, dengan tingkat kepuasan mencapai 94,8%, dan persentase pemahaman teknis oleh mitra tercatat sebesar 92,5%. Program ini tidak hanya berhasil mengembalikan fungsi MCK, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung keberlanjutan pariwisata di Desa Tambong.
KAJIAN TINGKAT PENERAPAN GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG FASILITAS PENDIDIKAN DI JAWA TIMUR Laila, Nurul Alfi Candra; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Hardiyanti, Siska Aprilia
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 4, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v4i2.18029

Abstract

The construction of educational facilities in Indonesia, especially in East Java, are increase. However, this development has an environmental impact due to construction activities that use heavy equipment, produce material waste, and are less efficient in managing energy. To reduce this impact, it is important to implement green construction. The purpose of this research is to assess the level of green construction. The Model Assessment Green Construction (MAGC) method is used to assess the level of green construction implementation, focusing on environmentally friendly construction criteria and related indicators. The data from the questionnaire results, evaluating the weights of aspects and factors, were processed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method, resulting in aspect weight of 0.336 and factor weight of 0.821. These weight values become multiplier factors in the MAGC calculation. The results of the MAGC calculation obtain a percentage of 36% from 11 educational facility building construction projects in East Java that meet the NGCIdeal criteria within the baseline range of 15.47 to 21.92.
Inovasi Pembuatan Gazebo Bambu dengan Penerapan Positive Fitting and Friction Tight Rope Connection untuk Mendukung Wisata Berkelanjutan di Desa Grogol Wiryasuta, I Ketut Hendra; Amin, M. Shofi'ul; Safitri, Fikca Ayuk; Kanom; Dewantara, Laksana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.86101

Abstract

Desa Grogol memiliki potensi wisata alam yang besar, salah satunya Goa Sodong. Namun, pengelolaan infrastruktur wisata menghadapi tantangan, seperti gazebo yang rusak dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang teknik konstruksi bambu. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur wisata di Desa Grogol dengan memanfaatkan bambu sebagai bahan utama pembangunan gazebo. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, survei lokasi, perencanaan desain, pembuatan, dan pelatihan pembuatan gazebo dengan teknologi sambungan bambu Positive Fitting dan Friction Tight Rope Connection. Evaluasi dilakukan menggunakan metode kualitatif melalui kuesioner untuk menilai kepuasan mitra terhadap pelaksanaan pengabdian dan dampak pelatihan, serta metode kuantitatif dengan penghitungan persentase penggunaan bambu lokal. Analisis data kualitatif dilakukan dengan metode persentase indeks. Hasil kegiatan menunjukkan kontribusi yang signifikan bagi mitra, yaitu pengetahuan mitra sangat positif, yaitu sebesar 92% tentang teknik konstruksi bambu dari 30 peserta pelatihan yang hadir, tingkat kepuasan peserta terhadap hasil pembuatan gazebo mencapai 93%, dan pembangunan dua gazebo yang menggunakan 82% bambu lokal. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah penguatan kapasitas masyarakat lokal dalam pemanfaatan bambu, yang mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Perbandingan Kemampuan Kolom Pendek Berlubang Menahan Beban Aksial Dengan Variasi Diameter Tulangan Geser Aftoni, Mohammad; Khomari, Mohamad Galuh; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Rifqi, Mirza Ghulam; Amin, M. Shofi'ul
Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur : Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi dan Infrastruktur Vol 13 No.2 : Oktober 2025
Publisher : Civil Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jki.v13i2.10539

Abstract

The installation of electrical and sanitary installation pipes in reinforced concrete columns forms holes that reduce the effective cross-sectional area and decrease the column capacity. This study compares the strength of perforated columns with varying shear reinforcement diameters to columns without holes. One of the reinforcement efforts was to increase the diameter of shear reinforcement to increase the resistance to axial load. The specimens measured 120 x 120 x 450 mm, consisting of six specimens: three columns without holes and three perforated columns with variations in shear reinforcement. The experimental method was used by testing materials, concrete compressive strength, and short columns at the Banyuwangi State Polytechnic Laboratory from January to June 2025. The test results showed that the columns without holes were able to withstand an axial load of 296.71 kN, 16.79% more than the perforated columns which were only able to withstand 246.89 kN. Theoretically, the column without holes has a compressive strength of 327.501kN, 3.4% greater than the perforated column of 316.531kN. The results show that increasing the diameter of shear reinforcement does not significantly increase the axial capacity of short hollow columns. Consideration of the use of diagonal shear reinforcement as additional reinforcement in addition to increasing the diameter of shear reinforcement against axial load is a crucial aspect in the optimization of hollow column design.
Perbandingan Kemampuan Menahan Beban Aksial Kolom Pendek Berlubang Dengan Variasi Jarak Sengkang Pratama, Muhamad Iqbal Dafa; Khomari, Mohamad Galuh Khomari; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Amin, M. Shofi'ul; Rifqi, Mirza Ghulam
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 2 (2026): Desember 2026 (Articles in Press)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i2.1271

Abstract

This study investigates the effect of stirrup spacing variation on the axial load capacity of short reinforced concrete columns with openings. The research focuses on square cross-section short columns measuring 12 cm × 12 cm × 45 cm, incorporating a pipe opening that reduces the cross-sectional area by 5.58%. The objective is to determine whether varying the stirrup spacing can enhance the axial compressive strength of perforated columns, which typically experience strength reduction due to the decreased cross-sectional area. The study was conducted experimentally in a laboratory using 20 MPa concrete, with longitudinal reinforcement of ø10 mm and stirrups of ø6 mm. Two types of columns were tested: solid columns (with 19 cm stirrup spacing) and perforated columns (with 8 cm stirrup spacing). Test results indicate that reducing stirrup spacing in perforated columns was not sufficiently effective to equal or surpass the axial strength of solid columns. The solid columns had an average axial compressive strength of 296.71 kN, while the perforated columns with 8 cm stirrup spacing showed a slightly lower strength of 288.92 kN, representing a decrease of 2.62%.
Perbandingan Kemampuan Menahan Beban Aksial Kolom Pendek Berlubang Dengan Variasi Diameter Tulangan Utama Pangestu, Handi Abdul Halim; Khomari, Mohamad Galuh; Wiryasuta, I Ketut Hendra; Rifqi, Mirza Ghulam
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 7 No 2 (2026): Desember 2026 (Articles in Press)
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v7i2.1274

Abstract

Tuntutan estetika dari sisi arsitektural dalam sebuah bangunan sering dijadikan sebagai alasan utama pemasangan pipa-pipa drainase ataupun instalasi mekanikal elektrikal di dalam kolom. Penambahan lubang tersebut mengakibatkan terjadi pengurangan luas penampang kolom yang akan mempengaruhi kekuatan tekan kolom. Dalam peraturan SNI 2847-2013 pasal 6.3.4 sudah di jelaskan penempatan saluran atau pipa di dalam kolom diperbolehkan dengan syarat tidak boleh melebihi 4% dari luas penampang kolom, namun dalam praktik di lapangan sering melebihi batas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan kuat tekan kolom normal dengan kolom berlubang dalam memikul beban tekan dengan mutu yang sama dan dimensi yang sama. Metode yang digunakan untuk menentukan kuat tekan beton dilakukan perencanaan, pembuatan, dan pengujian kuat tekan pada kolom normal dan kolom berlubang variasi diameter tulangan utama dengan diameter pipa PVC 5,58% dari luas penampang kolom. Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa kolom beton berlubang dengan variasi diameter tulangan utama memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 311,610 kN, lebih besar 4,98% dibandingkan kolom beton normal yang memiliki kuat tekan rata-rata sebesar 296,713 kN. Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan kolom berlubang dengan variasi diameter tulangan utama sebagai alternatif pada kolom yang membutuhkan ruang instalasi pipa, tanpa menurunkan kekuatan tekan secara signifikan. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh industri konstruksi untuk meningkatkan efisiensi ruang dan material pada struktur bangunan.