Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Hubungan Faktor Maternal dengan Hiperemesis Gravidarum Trimester I di RS DKH Sukatani Usniyah Usniyah; Yulianti Yulianti; Neneng Julianti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7251

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual muntah berlebihan pada trimester pertama kehamilan yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Berdasarkan data WHO tahun 2021, angka kejadian HEG mencapai 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai 14,8% dan di Jawa Barat 14,2%. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan HEG. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RS DKH Sukatani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 ibu hamil trimester I yang mengalami HEG dan dirawat inap. Instrumen penelitian berupa data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerjaan (p=0,039), dan pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, primipara, tidak bekerja, serta berpendidikan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG. Faktor maternal seperti usia, paritas, pekerjaan, dan pendidikan terbukti berhubungan signifikan dengan hiperemesis gravidarum. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar upaya pencegahan dan edukasi pada ibu hamil untuk meminimalisir risiko HEG.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Akseptor KB AKDR Pada Wanita Usia Subur Di TPMB Bdn. Hj Wiwin Wulandari SST., M.Si Tahun 2025 Putri Henida; Rosi Kurnia Sugiharti; Ida Widaningsih; Herlina Simanjuntak
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7316

Abstract

Wanita usia subur (WUS) berusia 15–49 tahun merupakan sasaran utama program Keluarga Berencana (KB). Meskipun demikian, pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) masih relatif rendah. Berdasarkan SDKI 2017, hanya 4% WUS yang menggunakan AKDR, jauh di bawah kontrasepsi suntik (32%) dan pil (14%). Di Kabupaten Bekasi, dari 470.064 WUS, hanya 6,3% yang memilih AKDR. Studi pendahuluan di TPMB Hj. Wiwin Wulandari menunjukkan bahwa 90% dari 20 responden lebih menyukai kontrasepsi suntik dibandingkan AKDR. Rendahnya minat tersebut menjadi dasar penting untuk menelaah faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan AKDR. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan rendahnya penggunaan AKDR pada WUS di TPMB Hj. Wiwin Wulandari, S.ST., M.Si. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 60 WUS yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,028), paritas (p=0,048), pengetahuan (p=0,021), pendidikan (p=0,008), dan pekerjaan (p=0,000) dengan penggunaan AKDR. Disimpulkan bahwa faktor usia, paritas, pengetahuan, pendidikan, dan pekerjaan berpengaruh terhadap rendahnya pemilihan AKDR. Peran bidan dalam memberikan konseling serta dukungan tenaga kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat WUS terhadap AKDR, sehingga program KB jangka panjang dapat berjalan lebih efektif.