Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN TERHADAP TATA GUNA LAHAN RUMAH SAKIT (STUDI KASUS RUMAH SAKIT HERMINA REJOSO) Izzah, Jannatul; Khofifah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2025): JUMATISI (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jumatisi.v6i2.9744

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan lahan terhadap intensitas perjalanan menuju Rumah Sakit Hermina Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pentingnya keterkaitan antara perencanaan tata ruang wilayah dan tingkat mobilitas masyarakat terhadap fasilitas layanan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan kuesioner kepada 84 responden, serta data sekunder dari pihak rumah sakit, seperti luas lahan, jumlah kamar, dan fasilitas parkir. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan lahan, yang mencakup tata letak, luas lahan, area parkir, fasilitas, serta aspek keamanan dan kenyamanan. Sementara itu, variabel terikatnya adalah tarikan perjalanan yang tercermin dari frekuensi kunjungan dan karakteristik perjalanan pengunjung.Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa penggunaan lahan memberikan pengaruh signifikan terhadap tarikan perjalanan, dengan model persamaan Y = 9,093 + 0,478X dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,200. Ini berarti bahwa 20% variasi dalam intensitas perjalanan dapat dijelaskan oleh kondisi penggunaan lahan, sementara 80% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil uji t dan uji F menunjukkan signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa hubungan antar variabel signifikan secara statistik. Faktor dominan yang memengaruhi tarikan perjalanan meliputi keamanan dan kenyamanan (34,8%), luas parkir (29,3%), dan tata letak lahan (28,8%). Kata kunci: tarikan perjalanan, tata guna lahan, rumah sakit, regresi linier.
Empowering Communities Through Sapta Pesona to Enhance Tourism Service Quality in Candi Belahan Village Khofifah; Bashori, Hasan; Muchamad Syarief Hidayatulloh; Izzatul Muflihah; Sucipto
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v6i2.8352

Abstract

Candi Belahan Village in Gempol District, Pasuruan Regency, possesses unique historical and cultural tourism potential that remains underutilized due to limited community awareness of tourism service standards. This community service program aimed to empower local tourism actors by implementing Sapta Pesona principles—safety, orderliness, cleanliness, coolness, beauty, friendliness, and memorable experiences—to enhance the quality of tourism services and strengthen destination management. The program was conducted from July to August 2025, utilizing a participatory training and mentoring approach that involved 30 local participants, including members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis), traders, and local guides. Activities consisted of preliminary assessment, training, field mentoring, and evaluation to encourage behavioral and environmental transformation. The results indicated a substantial increase in participants’ understanding and application of Sapta Pesona, with post-training assessments showing marked improvement in knowledge and service practices, along with enhanced cleanliness, orderliness, and the development of thematic photo spots reflecting local identity. Collaboration between the community, Pokdarwis, and the village government strengthened collective ownership and coordination in managing the tourism area. Overall, the program not only improved tourism service quality but also demonstrated a replicable model for community-based tourism development that may inform broader village tourism policies and future capacity-building initiatives.