Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search
Journal : JURNAL BAHARI PAPADAK

TINGKAT KESADARAN MASYARAKAT DI PESISIR KOTA KUPANG TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN SEKITARNYA Kiik G. Sine; Alexander L. Kangkan; Lebrina I. Boikh
Jurnal Bahari Papadak Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.583 KB)

Abstract

Abstrak- Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadaran masyarakat pesisir kota kupang terhadap kebersihan lingkungan sekitarnya. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi dan wawancara, Data dari hasil observasi dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif sedangkan data dari hasil wawancara diaanalisis menggunakan tekin skoring berdasarkan skala data dan dilanjutkan dengan penentuan sebaran frekuensi dari masing-masing skor disetiap skala data, kemudian dari data sebaran frekuensi tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik dan dideskripsikan secara kualitatif dan kuantittaif. Selanjutnya hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menemukan bahwa tingkat kesadaran masyarakat di pesisir Kota Kupang akan kebersihan lingkungan sekitarnya sudah tinggi yang dipicu oleh adanya dukungan perintah dalam menerapkan program-program tertentu seperti adanya jumat bersih, adanya penerapan efek jerah bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan bahkan juga dipicu oleh adanya berbagai komunitas pegiat kebersihan yang sering melibatkan masyarakat sekitar untuk turut berpartisipasi dalam aksi menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta adanya instansi-instansi terkait seperti perguruan tinggi yang sering melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan juga aktivitas bersih pantai dengan terus melibatkan masyarakat pesisir, sehingga memberi dampak positif bagi masyarakat setempat untuk terus sasar akan kebersihan lingkungan sekitarnya. Kata Kunci : Kesadaran, Masyarakat Pesisir, Kebersihan Lingkungan.
TINGKAT KERUSAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR KELAPA TINGGI DESA MATA AIR KABUPATEN KUPANG Imelda Citra Pulo Kian Tokan; Alexander L. Kangkan; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.65 KB)

Abstract

Abstrak – Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang unik dan khas, juga merupakan potensi sumberdaya alam yang sangat potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerusakan ekosistem mangrove serta strategi pengelolaan di Pesisir Kelapa Tinggi, Desa mata Air Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dengan teknik pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan metode jalur (Line Transek) dan transek kuadrat untuk mengambil contoh berupa vegetasi mangrove. Sedangkan untuk mengetahui strategi pengelolaan mangrove digunakan metode analisis SWOT. Tingkat kerusakan ekosistem mangrove diperoleh dari indeks kerapatan berdasarkan Kep-MENLH No 201 (2004) modifikasi. Hasil analisis tingkat kerusakan rata-rata ekosistem mangrove adalah 733 ind/ha yang tergolong dalam kategori rusak ringan dengan nilai INP tertinggi pada tingkat pohon adalah 97,17 % yaitu jenis Xylocarpus granatum sedangkan nilai INP tertinggi pada tingkat semai 78,33 % yaitu jenis Avicenia marina dimana kedua jenis ini dapat menjadi rekomendasi jenis mangrove untuk disemaikan dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di pesisir Kelapa Tinggi. Faktor kerusakan disebabkan oleh alam dan manusia seperti erosi dan pembuangan sampah pada ekosistem mangrove. Strategi pengelolaan yang dapat diterapkan di Pesisir Kelapa Tinggi Desa Mata Air Kabupaten Kupang adalah (1) Mengembangkan pengelolaan berbasis masyarakat seperti konservasi dan usaha pembibitan mangrove untuk rehabilitasi mangrove (2) Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir : pemukiman, vegetasi, dan lain-lain. Wilayah pantai dapat dijadikan ekowisata dan wisata pantai (3) Meningkatkan sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan mangrove. Kata-kata kunci: Kerusakan, Mangrove, Pengelolaan, Analisis SWOT, Pesisir Kelapa Tinggi. Abstract - Mangrove forest is one form of forest ecosystems are unique and distinctive is also the potential of natural resources with huge potential. The study have a purpose to examine the levels of damage to the mangrove ecosystem as well as management strategies in Kelapa Tinggi coast Mata Air Village District of Kupang. The methods used by illustrating this were taken by using the line transsek and the square to take the example of mangrove vegetation. As for learning of the mangrove management strategy the baste used SWOT analysis methods. The extent of mangrove ecosystem damage is obtained from a fragmented index based on Kep-MENLH No 201 (2004) modifications. Analysis results of the extent of the deterioration of the mangrove ecosystem on the Kelapa Tinggi coast, Mata Air village distric of Kupang is 733 wind /ha which falls under a mild demerits with a high rate of INP at the level is 97,17% the Xylocarous granatum whwreas the highest value at 78,33% is the Avicenia Marina, where these two can be recommended by mangroves to be included in the treatment of the mangrove ecosystem on the Kelapa Tinggi coast. Damage factors caused by the human and nature like erosion and the discard disposal of the mangrove ecosystem. A management strategy that can be implemented on the Kelapa Tinggi coast, Mata Air village distric of Kupang is (1) developing public-based management such as conservation and mangrove nursery for mangrove rehabilitation (2) rearranging coastal space arrangements: settlements, vegetation, and so forth. The coastline provides ecotourism and beach Tours (3) increasing equipment and infrastructure to support mangrove development Keywords: Damage, Mangrove, Management, SWOT analysis, Kelapa Tinggi Coast
TARAF KESADARAN MASYARAKAT PESISIR KELURAHAN KELAPA LIMA DAN PASIR PANJANG MENGENAI KEBERSIHAN LINGKUNGANNYA Christanto Salut; Alexander L. Kangkan; Kiik G. Sine
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.74 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan taraf kesadaran masyarakat pesisir di kota Kelapa Lima dan Pasir Panjang. Metode yang digunakan dalam pengujian ini adalah dengan menggunakan metode Obsevasi dan Wawancara. Informasi observasional diperiksa dengan menggunakan pemeriksaan pencerahan subjektif, sementara pembicaraan dengan informasi dipecah menggunakan prosedur penilaian berdasarkan skala informasi, kemudian, pada saat itu, informasi diperkenalkan dalam struktur yang rata dan kemudian digambarkan secara kuantitatif dan subjektif. Wilayah tempat pengumpulan informasi adalah RT/RW yang berada di kawasan pesisir pantai. Hasil yang didapat dalam penelitian ini menemukan bahwa taraf kesadaran masyarakat pesisir Kelapa Lima dan Pasir Panjang dalam hal kebersihan lingungannya secara umum berada pada klasifikasi yang sangat tinggi yang dipicu oleh bantuan dari pemerintah lingkungan dan kerjasama daerah dalam pelaksanaan proyek-proyek tertentu, misalnya melakukan jumat bersih yang rutin dilaksanakan yang dibatasi oleh pimpinan RT di setiap kelurahan, selain itu daerah berkepentingan dengan kegiatan untuk menjaga kebersihan pantai yang biasanya dilakukan oleh para penggiat kebersihan daerah seperti adanya dinas terkait, misalnya beberapa perguruan tinggi yang sering melakukan kegiatan administrasi daerah sebagai sosialisasi dan kegiatan bersih pantai dengan dilanjutkan dengan mengikutsertakan masyarakat sekitar wilayah pantai, sehingga jelas akan mempengaruhi area lokasi terdekat sehingga mereka tetap fokus pada kebersihan lingkungannya. Kata Kunci: Masyarakat Pesisir, Kesadaran, Kebersihan. Abstrack - This study is intended to determine the level of awareness of coastal communities in the cities of Kelapa Lima and Pasir Panjang. The method used in this test is to use the method of Observation and Interview. Observational information is checked using subjective enlightenment checks, while conversations with information are broken down using a rating procedure based on an information scale, then, at that point, information is introduced in a flattened structure and then described quantitatively and subjectively. The area where information is collected is the RT/RW located in the beach front area. The results obtained in this study found that the level of awareness of the coastal communities of Kelapa Lima and Pasir Panjang in terms of climate tidiness in general was at a very high classification which was triggered by assistance from the environmental government and regional cooperation in the implementation of certain projects, such as clean Friday gymnastics. which is routinely carried out which is limited by the RT leadership in each kelurahan, in addition to the area having an interest in activities to maintain the neatness of the coastal climate. which is usually carried out by local cleaning activists such as the existence of related agencies, for example several universities that often carry out regional administration exercises as socialization and beach cleaning exercises followed by involving the community around the coastal area, so that it will clearly affect the nearest local area so that they stay focused on environmental cleanliness. Keywords : Coastal Communities, Awareness, Cleanlines
PARTISIPASI MASYARKAT DI DESA HANSISI, KECAMATAN SEMAU, KABUPATEN KUPANG DALAM MENJAGA KEBERSIHAN LINGKUNGAN PESISIR Kiik G. Sine; Alexander L. Kangkan; Aludin Al Ayubi
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.064 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pesisir. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara. Jumlah responden yang diwawancarai adalah sebanyak 20 orang. Data dari hasil wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisis menggunakan teknik skoring berdasarkan skala data dan dilanjutkan dengan penentuan sebaran frekuensi dari masing-masing skor disetiap skala data, kemudian dari data sebaran frekuensi tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik dan dideskripsikan secara kualitatif dan kuantittaif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menemukan bahwa partisipasi masyarakat di Desa Hansisi, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Pesisir sudah tinggi. Hal ini dipicu oleh adanya dukungan pemerintah Desa dalam menerapkan program-program tertentu seperti adanya kegiatan bersih pantai yang dilakukan secara rutin dan juga adanya penerapan efek jerah bagi masyarakat yang membuang sampah serta adanya instansi-instansi terkait seperti perguruan tinggi yang sering melakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan juga aktivitas bersih pantai dengan terus melibatkan masyarakat pesisir, sehingga memberi dampak positif bagi masyarakat setempat untuk terus sadar akan kebersihan lingkungan pesisir. Kata Kunci : Partisipasi, Lingkungan Pesisir, Desa Hansisi
POLA DISTRIBUSI KERUANGAN CHLOROPHYLL-A DAN SEA SURFACE TEMPERATURE TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA CAKALANG, MENGGUNAKAN CITRA MODIS AQUA LEVEL 3 DI TAMAN NASIONAL PERAIRAN LAUT SAWU Ulrikus Jansen W. Wangge; Alexander L. Kangkan; Kiik G. Sine
Jurnal Bahari Papadak Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.018 KB)

Abstract

Abstrak – Distiribusi ikan cakalang dipengaruhi oleh kondisi oseanografi secara spasial (keberadaan tempatnya). Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a adalah parameter osenaografi yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan ikan target tangkapan. Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan komod- iti utama hasil tangkapan dari alat tangkap pole and line. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan menggunakan penerapan teknologi Citra Aqua MODIS level 3 di wilayah Taman Nasional Perairan Laut Sawu. Data lapangan diambil selama 6 kali trip penangkapan terhitung bulan Juli, Agustus dan September tahun 2020. Distribusi SPL dan Klorofil-a cukup berfluktuatif pada setiap daerah penangka- pan ikan, kisaran Klorofil-aberada pada angka (0.42 - 0,46 mg/m³), dan SPL(27,22 - 28,65ºC)hal ini dapat disimpulkan bahwa sebaran kedua parameter mengalami perubahan pada setiap bulan. Hasil tangkapan ikan terendah berada pada trip I bulan Juli 3.761 Kg dan tertinggi pada trip VI bulan septem- ber 6.886 Kg, total keseluruhan hasil tangkapan ikan adalah 31.284 Kg. Hasil pengujian statistik ko- relasi berganda memperlihatkan adanya hubungan secara simultan antara SPL dan klorofil-a terhadap tangkapan ikan tuna cakalang dengan nilai Sig. F Change sebesar 0.281 dan R (koefisien korelasi) sebe- sar 0.756, sehingga disimpulkan kedalam kelas kategori berhubungan (korelasi kuat). Kata Kunci : Katsuwonus pelamis, Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a, Fishing Ground, MODIS Aqua Abstract – The distribution of skipjack tuna is influenced by spatial oceanographic conditions (the exist- ence of its place). Sea Surface Temperature and Chlorophyll-a are oceanographic parameters used to detect the presence of target fish catches. Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is the main commodity caught from pole and line fishing gear. This research uses the observation method and uses the applica- tion of Aqua MODIS level 3 technology in the area of the Savu Sea National Park. Field data was taken for 6 fishing trips starting in July, August and September 2020. The distribution of SST and Chloro- phyll-a was quite fluctuating in each fishing area, the range of Chlorophyll-a was in the number (0.42 -0.46 mg/m³ ), and SPL (27.22 - 28.65ºC) it can be concluded that the distribution of the two parameters changes every month. The lowest fish catch was on trip I in July 3,761 kg and the highest on trip VI in September was 6,886 kg, the total fish catch was 31,284 kg. The results of the multiple correlation sta- tistical test showed that there was a simultaneous relationship between SST and chlorophyll-a on skip- jack tuna catches with a Sig value. F Change is 0.281 and R (coefficient of correlation) is 0.756, so it can be concluded that it belongs to the related category (strong correlation). Keywords : Katsuwonus pelamis, Sea Surface Temperature, Chlorophyll-a, Fishing Ground, MODIS Aqua
PERUBAHAN SEBARAN MANGROVE MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI DESA BIPOLO KECAMATAN SULAMU Paa, Beatrix Fernanda; Sine, Kiik G.; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Perubahan yang terjadi pada wilayah pesisir dan laut tidak hanya sekedar gejala alam, tetapi kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh aktifitas manusia yang berada disekitarnya. Wilayah pesisir merupakan salah satu ekosistem yang terpadu dan saling berkolerasi secara timbal balik. Masing-masing elemen dalam ekosistem tersebut memiliki peran dan fungsi yang saling mendukung. Salah satu perubahan yang terjadi di wilayah pesisir yaitu ekosistem hutan mangrove yang mengalami perubahan penutupan lahan dan luasan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengkaji Perubahan Sebaran mangrove dan tingkat kerapatan mangrove menggunakan Citra Landsat 8 tahun 2015-2020 di Desa Bipolo Kecamatan Sulamu. Dengan menggunakan penginderaan jauh (Remote Sensing) dengan memanfaatkan Citra Landsat 8 tahun 2015-2020. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini berupa teknik klasifikasi data citra Landsat 8 yaitu menginterpretasi perubahan lahan hutan mangrove yang terjadi dari tahun 2015-2020. Proses pembuatan peta luasan dan sebaran, software yang digunakan dalam pemetaan digital antara lain : Software ENVI 4.6, Ermapper 6.4, Software ArcGIS 10. Analisis data yang diperoleh dari hasil citra landsat kemudian dianalisis dengan menggunakan nilai Normalized Difference Vegetation index (NDVI). Hasil perhitungan menunjukan perubahan Luasan Mangrove mengalami perubahan tiap tahun dari Tahun 2015-2016 berkurang 4,5 Ha, Tahun 2016-2017 berkurang 0,97 Ha, Tahun 2017-2018 berkurang 0,24 Ha, Tahun 2018-2019 berkurang 2,22 Ha, Tahun 2019-2020 berkurang 2,04 Ha. Berdasarkan hasil perubahan luasan mangrove dilihat bahwa mangrove di Desa Bipolo mengalami perubahan luasan tiap tahun dari Tahun 2015-2020 dengan total perubahan sebesar 9,97 Ha. Kata Kunci : Mangrove, Desa Bipolo, Landsat 8 Abstrak – Changes that occur in coastal and marine areas are not just natural phenomena, but these conditions are strongly influenced by human activities around them. The coastal area is an integrated ecosystem and reciprocally correlated. Each element in the ecosystem has a role and function that supports each other. One of the changes that occur in coastal areas is the mangrove forest ecosystem which has changed land cover and land area. The purpose of this study was to assess changes in mangrove distribution and mangrove density using Landsat 8 Imagery 2015-2020 in Bipolo Village, Sulamu District. By using remote sensing (Remote Sensing) by utilizing Landsat 8 Imagery 2015-2020. The method used in this study is a Landsat 8 image data classification technique, which is to interpret changes in mangrove forest land that occurred from 2015-2020. The process of making an area and distribution map, the software used in digital mapping, among others : ENVI 4.6 software, Ermapper 6.4, ArcGIS 10 software. Analysis of the data obtained from the Landsat imagery was then analyzed using the Normalized Difference Vegetation index (NDVI) value. The calculation results show that changes in Mangrove Area change every year from 2015-2016 reduced by 4.5 Ha, 2016-2017 reduced by 0.97 Ha, 2017-2018 reduced by 0.24 Ha, 2018-2019 reduced by 2.22 Ha , the year 2019-2020 reduced by 2.04 Ha. Based on the results of changes in mangrove area, it can be seen that the mangrove in Bipolo Village changes in area every year from 2015-2020 with a total change of 9.97 Ha. Keyword : Mangrove, Bipolo Village , Landsat 8
SEBARAN SPASIAL KLOROFIL-A DAN SUHU PERMUKAAN LAUT MENGGUNAKAN PENGINDERAAN JAUH DAN SIG DI PERAIRAN TELUK KUPANG Tasik, Marlin Fanggi; Paulus, Chaterina A; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Teknik penginderaan jauh melalui satelit merupakan metode yang efisien untuk mengetahui sebaran klorofil-a dan sebaran suhu permukaan laut. Penentuan suhu dan klorofil-a optimum membantu dalam mengidentifikasi daerah penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dari klorofil-a dan suhu permukaan laut menggunakan metode penginderaan jauh dan SIG di perairan Teluk Kupang. Penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah software SeaDAS versi 8.2.0 untuk cropping daerah yang dijadikan lokasi penelitian, sedangkan SIG menggunakan software ArcGIS versi 10.8 untuk layout tampilan peta, dan microsoft excel 2007 untuk menampilkan titik koordinat lokasi penelitian dan nilai sebaran klorofil-a dan suhu permukaan laut. Nilai sebaran klorofil-a di perairan Teluk Kupang tertinggi pada bulan Agustus dengan nilai 8,26 mg/m³ dan terendah pada bulan Oktober dengan nilai 1,97 mg/m³; dan pada sebaran suhu permukaan laut di perairan Teluk Kupang tertinggi pada bulan April dengan nilai 31,25°C dan terendah pada bulan Agustus dengan nilai 26,77°C. Konsentrasi klorofil-a pada bulan April sampai bulan Oktober 2021 termasuk dalam kategori yang subur, meskipun pada konsentrasi klorofil-a pada bulan September dan bulan Oktober mengalami penurunan konsentrasi klorofil-a. Suhu permukaan laut pada bulan April – Oktober 2021 termasuk dalam kategori suhu yang hangat, dan bersifat homogen seperti kisaran sebaran suhu permukaan laut di perairan Indonesia. Kata Kunci : Klorofil-A, Suhu Permukaan Laut, SIG, Penginderaan Jauh, Teluk Kupang Abstract - Remote sensing techniques via satellite are an efficient method to determine the chlorophyll-a distribution and the distribution of sea surface temperature. Determination of optimum temperature and chlorophyll-a helps in identifying fishing grounds. This study aims to determine the distribution of chlorophyll-a and sea surface temperature using remote sensing and GIS methods in the waters of Kupang Bay. The remote sensing method used in this study is SeaDAS software version 8.2.0 for cropping the area of research sites, while GIS method uses ArcGIS software version 10.8 for display map layouts, and Microsoft Excel 2007 to display the coordinates of the research location and the distribution value of chlorophyll-a and sea surface temperature. The highest value of the chlorophyll-a distribution in August with a value of 8.26 mg/m and the lowest in October with a value of 1.97 mg/m³; while the highest sea surface temperatures distribution was in April with a value of 31.25°C and the lowest was in August with a value of 26.77°C. The concentration of chlorophyll-a in April to October 2021 was in the category of fertile waters, despite the chlorophyll-a in September and October experienced a decrease in the concentration of chlorophyll-a. The sea surface temperature is in the warm temperature category in April – October 2021, and is homogeneous like the range of sea surface temperature distribution in Indonesian waters. Keywords : Chlorophyll-a, Sea Surface Temperature, GIS, Remote Sensing, Kupang Bay
ANALISIS LAJU PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Luwarti, Yohana; Kangkan, Alexander L.; Tallo, Ismawan
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Sebagai garis batas antara darat dan laut, garis pantai dapat terus berubah karena pengaturan lingkungan yang dinamis. Pemantauan garis pantai akibat adanya akresi dan abrasi merupakan salah satu upaya dalam menjaga ketahanan wilayah di pesisir kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Perubahan garis pantai dapat diinterprestasikan dengan menggunakan citra satelit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Laju perubahan garis pantai di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Digital Shoreline Analysis System (DSAS) digunakan untuk menganalisis perubahan garis pantai dengan Metode End Point Rate (EPR). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tetinggi dari perubahan EPR akresi sebesar 41,89 m dengan rata-rata perubahan 20,77 m/tahun. sedangkan total perubahan abrasi sebesar -0,34 m dengan rata-rata sebesar -10,52 m/tahun. Akresi dan abrasi menyebabkan peningkatan dan pengurangan luas wilayah. Bentuk mitigasi yang dilakukan untuk mengurangi dampak abrasi dan akresi dengan membangun ekosistem mangrove dan pelindung pantai seperti tanggul, jetti dan breakwater. Kata Kunci : Perubahan Garis Pantai, Akresi, Abrasi, Kecamatan Kelapa Lima Abstract - As the boundary line between land and sea, the coastline can continuously change due to dynamic environmental settings. Monitoring the coastline due to accretion and abrasion is one of the efforts to maintain regional resilience in the coastal area of Kelapa Lima sub-district, Kupang City. Shoreline changes can be interpreted using satellite imagery. The purpose of this study was to analyze the rate of change of the coastline in Kelapa Lima District, Kupang City. The Digital Shoreline Analysis System (DSAS) is used to analyze shoreline changes using the End Point Rate (EPR) Method. The results showed that the highest value of the accretion EPR change was 41.89 m with an average change of 20.77 m/year. while the total change in abrasion is -0.34 m with an average of -10.52 m/year. Accretion and abrasion cause the increase and withdrawal of area. The form of countermeasures is carried out to reduce the impact of abrasion and accretion by building mangrove ecosystems and coastal protection such as embankments, jetties and breakwaters. Keywords : Shoreline Change, Accretion, Abrasion, Kelapa Lima District
KAJIAN KONDISI DAN POTENSI PANGKALAN PENDARATAN IKAN DALAM MENUNJANG HASIL PERIKANAN TANGKAP DI PPI OEBA KOTA KUPANG Tafuli, Maria Oktaviana; ., Yahyah; Kangkan, Alexander L.
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Salah satu tempat pendaratan ikan yang ada di NTT adalah di Kota Kupang yaitu di Jalan Alor, Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama atau yang dikenal dengan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, merupakan indikator PPI di Nusa Tenggara Timur. Pendaratan hasil tangkapan di PPI Oeba sudah selayaknya mempunyai fasilitas pendukung. PPI Oeba harus mendapat perhatian khusus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting PPI Oeba yang dapat menunjang hasil perikanan tangkap yaitu berupa profil PPI Oeba, manajemen pengelolaan, infrastruktur PPI Oeba, alat tangkap, perbekalan melaut dan hasil produksi PPI Oeba. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi eksisting PPI Oeba Kota Kupang, terutama fasilitas dasar dan fungsional tergolong lengkap akan tetapi terdapat beberapa fasilitas yang belum berfungsi sebagaimana mestinya, beberapa fasilitas tidak digunakan seperti fasilitas fungsional berupa perbengkelan yang saat ini belum berjalan, serta kurangnya dukungan peran koperasi. Frekuensi kunjungan kapal, perbekalan melaut dan juga hasil produksi PPI Oeba juga mengalami fluktuasi yang biasanya tergantung pada musim penangkapan. Kata Kunci : Kondisi Eksisting, Frekuensi Kunjungan Kapal, Perbekalan, Hasil Produksi. Abstract - One of the fish landing sites in NTT is in Kupang City, namely on Jalan Alor, Fatubesi Village, Kota Lama District or known as the Oeba Fish Landing Base (PPI), which is an indicator of PPI in East Nusa Tenggara. Landing of catches at PPI Oeba should have supporting facilities. PPI Oeba must receive special attention. This research aims to find out the existing condition of PPI Oeba which can support capture fisheries products, namely in the form of PPI Oeba profiles, management, infrastructure for PPI Oeba, fishing gear, fishing supplies and production results for PPI Oeba. Based on the results of the study, shows that the existing conditions of PPI Oeba, Kupang City, especially the basic and functional facilities are quite complete, but several facilities are not functioning properly, some facilities are not used, such as functional facilities in the form of workshops which are currently not running, and lack of support for the role of cooperatives. The frequency of ship visits, supplies at sea and also the production of PPI Oeba also fluctuated which usually depended on the fishing season. Keywords: Existing Conditions, Frequency Of Ship Visits, Supplies, Production Results.
DESKRIPSI JENIS ALAT TANGKAP IKAN DI PESISIR PANTAI KECAMATAN MALAKA BARAT, KABUPATEN MALAKA Seran, Frederikus; Kangkan, Alexander L.; Soewarlan, Lady Cindy
Jurnal Bahari Papadak Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Bahari Papadak
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Kecamatan Malaka Barat merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Malaka yang berjarak 16 Km dari kota Betun, Ibu Kota Kabupaten Malaka. Kecamatan malaka barat termasuk salah satu kecamatan yang berada di pesisir pantai. Penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis alat tangkap serta jenis hasil tangkapan yang di peroleh nelayan Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan pada tanggal, 1 Juni - 31 Juni tahun 2022. Survey menggunakan metode purposive sampling, dengan teknik pengumpulan data melalui data primer berupa observasi dan wawancara tentang alat tangkap dan jenis hasil tangkapan sedangkan data sekunder diperoleh melalui BPS Kabupaten Malaka dan Penelitian terdahulu. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data deskriptif berupa nilai persentasi.Hasil penelitian menemukan bahwa jenis- jenis alat yang digunakan oleh masyarakat pesisir pantai Kecamatan Malaka Barat, berupa jaring ingsang hayut(Gill net) dengan hasil tangkapan,Ikan Tembang (Sardinella aurita),Ikan Terbang(Hirundicthys oxycephalus),Ikan Paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan Julung –julung(Gemiramphus brasiliensis),Ikan Kembung (Rastralingger sp),Ikan Kerong-kerong (Terapan jarbua),Ikan Hiu martil(Sphyrna zygaena),Ikan Layur (T. lepturus),Ikan Terubuk (Hillsa kele),Ikan susu (L.lactarius), pukat hela udang(Shrimp trawls)hasil tangkapannya berupa Udang windu (Paneus monodon),Udang vanamei (Litopenaeus vannamei),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni),Ikan layur (T. lepturus)dan pukat tarik pantai (Beach seines)hasil tangkapannya adalah Ikan belanak (Mugil Cephalus),Ikan paperek (Eubleekeria rapsoni). Kata Kunci : Jenis Alat tangkap, Ikan,Perairan Malaka Barat. Abstract - West Malacca District is a District in Malacca Regency which is 16 Km from the city of Betun, the capital of Malacca Regency. West Malacca District is one of the sub-districts on the coast. This research is to find out the types of fishing gear and the types of catches obtained by fishermen in West Malacca District, Malacca Regency. This research is a survey research conducted on June 1 - June 31, 2022. The survey used a purposive sampling method, with data collection techniques through primary data in the form of observations and interviews about fishing gear and types of catch while secondary data was obtained through the BPS of Malacca Regency and previous research. The data analysis used in this study is in the form of descriptive data analysis in the form of percentage values. The results of the study found that the types of tools used by the coastal communities of West Malaka District, in the form of gill nets with catches, Tembang Fish (Sardinella aurita), Flying Fish (Hirundithys oxycephalus), Paperek Fish (Eubleekeria rapsoni) , Julung-julung fish (Gemiramphus brasiliensis), mackerel (Rastralingger sp), kerong-kerong fish (Applied jarbua), hammerhead shark (Sphyrna zygaena), layur fish (T. lepturus), terubuk fish (Hillsa kele), fish milk (L.lactarius), shrimp trawls (Shrimp trawls) the catches are tiger prawns (Paneus monodon), vanamei prawns (Litopenaeus vannamei), paperek fish (Eubleekeria rapsoni), layur fish (T. lepturus) and beach drag nets (The catches of Beach seines are mullets (Mugil Cephalus), paperek fish (Eubleekeria rapsoni). Keywords: Types of fishing gear, fish, West Malacca waters