Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Internationalization Dynamics of Character Based Education Pandemic Dian Cita Sari; Ari Setiawan; Yuki Shiozaki; Khairunnas Rajab; Abu Yasid; Fariza MD Sham; Abdul Halim bin Ali; Makmur Harun; Sulaiman Dorloh; Azim A. Yuldashev; Muntaha; Mohd Kasturi Nor Bin Abd Aziz; Syahril Siddik; Siti Seituni; Nurul Azizah; A. Muammar Alawi; Dewi Maharani; Hajar Nurma Wachidah; Noorilham bin Ismail; A Hamid; Ummi Rasyidah; Mai Zunianti; Khairul Anwar; Afib Rulyansah; Rachman Sidharta Arisandi; Ezi Apino; Dedek Andrian; Ilham Tri Maulana; Felestin Felestin; Pipit Sari Puspitorini
TAMANSISWA INTERNATIONAL JOURNAL IN EDUCATION AND SCIENCE Vol 3 No 1 (2021): October 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/tijes.v3i1.11117

Abstract

The study aims to identify the manifestation of Character Based Education Pandemic in internationalization Dynamics. It also explore concept of character as a part of pandemic process throughout human life and investigate on how pandemic plays role in character. In order to meet the purpose of the research, the qualitative approached, as it is in line with this particular study which is descriptive in nature. In accordance with many of the previous theories regarding the character based education in pandemic, it is found that the application of Character Based Education Pandemic of internationalization dynamics to be a better character. Improvement and successful program indirectly derived from manifestation of the characteristics of Character Based Education Pandemic namely faith in oneself, the aspiration towards excellence, the tenacity to challenge themselves, the engagement of support from others, and the continuous deliberate practice. Through the act of character based education, internationalization dynamics will evolve toward the betterment and so will the organization.
Pemodelan Matematis Optimasi Dual Channel pada Sistem Distribusi Jeruk dengan Pendekatan Multi-Objective Linear Programming Silvi Agustina; Pipit Sari Puspitorini; Ismi Yayuk Rakhmawati
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.215

Abstract

Studi ini mengembangkan model matematis pada sistem distribusi jeruk dual channel. Pemodelan matematis digunakan untuk menggambarkan interaksi antarvariabel dalam sistem serta mengoptimalkan keputusan distribusi dan pengelolaan limbah secara simultan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pemodelan Multi-Objective Linear Programming (MOLP) yang bertujuan mengoptimalkan dua fungsi, yaitu keuntungan ekonomi dan pengurangan limbah. Modelnya mencakup dua saluran distribusi (tengkulak dan wisata petik) serta aliran balik berupa pengolahan limbah menjadi kompos. Untuk memperoleh solusi tunggal, digunakan Metode Penjumlahan Tertimbang yang menggabungkan kedua fungsi tujuan. Hasil optimasi menunjukkan bahwa seluruh distribusi dialokasikan ke saluran wisata petik sebesar 40.000 kg karena memberikan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan tengkulak. Limbah yang dihasilkan sebesar 6.000 kg, dengan 4.000 kg dimanfaatkan menjadi kompos dan 2.000 kg pembuangan, sehingga menunjukkan adanya upaya minimalisasi limbah dalam sistem. Hasil ini juga mengindikasikan bahwa model mampu memberikan solusi yang konsisten dan rasional sesuai dengan parameter struktur yang digunakan. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam menentukan strategi distribusi dan pengelolaan limbah yang lebih efisien. Studi pengembangan selanjutnya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan, variasi harga, serta penggunaan metode optimasi multiobjektif lainnya untuk memperoleh solusi yang lebih kuat.
Model Simulasi Risiko Kurir Dalam Pengiriman Cash On Delivery Dengan Mempertimbangkan Re-attempt Delivery Pada Last Mile Delivery Saskia_Marsa Safira; Pipit Sari Puspitorini; Rakhmad Wahyudi
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.216

Abstract

Perkembangan e-commerce mendorong peningkatan aktivitas Last Mile Delivery, khususnya pada sistem pembayaran Cash On Delivery (COD) yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi kurir. Studi ini bertujuan untuk membangun model simulasi guna menganalisis risiko kurir serta mengevaluasi dampak kebijakan Re-attempt Delivery dalam pengiriman COD. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan simulasi System Dynamics. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Model dikembangkan menggunakan Causal Loop Diagram dan Stock Flow Diagram, kemudian disimulasikan dalam dua skenario, yaitu tanpa dan dengan penerapan Re-attempt Delivery. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan volume pengiriman COD menyebabkan kenaikan jumlah paket bermasalah. Pada skenario tanpa kebijakan, paket bermasalah meningkat signifikan. Sementara itu, penerapan Re-attempt Delivery mampu menurunkan jumlah paket bermasalah, dari 9.570 menjadi 6.699 pada awal periode dan dari 20.440 menjadi 14.308 pada akhir periode simulasi. Selain itu, jumlah paket yang berhasil dikirim ulang bisa meningkat secara konsisten.
Enhancing Community Service through the Integration of the Student’s Role as an Agent of Change and Reuse Intention KKN Caption Design Pipit Sari Puspitorini; Dwi Iryaning Handayani
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 6 No 2 (2026): Juni-November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v6i2.2721

Abstract

Improving public satisfaction and reuse intention in social life requires new innovations, namely KKN. The KKN Blue Ocean Innovation integrated capstone design model integrates education, development, service, and community empowerment outside the campus environment. The proposed model, based on the stimuli-organism-response theory and the KKN framework, which integrates the four aforementioned student roles (catalyst, process helper, solution giver, and source linker) to study the intention reuse KKN. Valuable insights for implementing KKN to be accepted by the community are to prioritize community satisfaction as the object of study in integrating more innovative KKN concepts. Partial least squares structural equation modeling (PL-SEM) with a survey of 50 community members and students who have interacted and experienced community service (KKN) was used. Results: This study found that the solution giver dimension dominated the role of students as agents of change compared to the catalyst (C); process helper (PH); solution giver (SG); and sources linker (SL), which were 16%, 20%, 50%, and 14%, respectively. SL dominated the role of students as agents of change. The mediation analysis explains that community satisfaction mediates the relationship between the four dimensions and KKN reuse intention. The role of student agents of change includes raising community awareness and enthusiasm to change and develop SL for the better. The direct and indirect influence of the agent of change dimension on public satisfaction and reuse intention is a novelty of this study.
AGENT-BASED SIMULATION APPROACH FOR MANAGING LOSS RATE IN THE AGROSUPPLY CHAINS UNDER THE GOVERNMENT SUBSIDY POLICY Pipit Sari Puspitorini; Nur Kholifatus Sholikha; Imaduddin Bahtiar Efendi
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i2.108-116

Abstract

ABSTRACT In this study, a chili supply chain model based on agent-based simulation (ABS) is designed. ABS is a simulation method that models how individual agents interact to understand a system’s overall behavior. This study aims to test the SCR model and assess the impact of policies such as fertilizer subsidies and price information disclosure on distribution efficiency. The stages for building the ABS model begin with identifying obstacles through questionnaires and observations and modeling, five agents: farmers, collectors, distributors, consumers, and the government. The modeling uses NetLogo software, which is used to build the ABS model with two scenarios. The scenarios considered (1) a model without fertilizer subsidies and price information and, (2) a model with subsidies and price information. The simulation results show that the scenario using fertilizer subsidies and price information is more effective by reducing delivery lead time by 69.6 hours and loss rates by 14%, increasing farmer margins by 50%, and reaching 92% service levels. Model validation in the second scenario reduced prices by approximately 28%. The model’s’ implications can be used by the government in creating food price stabilization policies to maintain food security. Future work on food security models could include integrating digital technologies such as IoT, blockchain, or e commerce to simulate supply chain real-time traceability. ABSTRAK Studi ini mendesain model supply chain cabai berbasis Agent Based Simulation (ABS). ABS merupakan metode simulasi yang memodelkan bagaimana agen individu saling berinteraksi untuk memahami perilaku keseluruhan sistem. Tujuannya adalah untuk menguji model ketahanan supply chain dan menilai dampak kebijakan seperti subsidi pupuk serta keterbukaan informasi harga terhadap efisiensi distribusi. Tahapan untuk membangun model ABS dimulai dari mengidentifikasi hambatan melalui kuesioner dan observasi, serta pemodelan lima agen yaitu petani, pengepul, distributor, konsumen, dan pemerintah. Pemodelan menggunakan perangkat lunak NetLogo yang digunakan untuk membangun model ABS dengan dua skenario. Skenario tersebut mempertimbangkan (1) model tanpa subsidi pupuk dan informasi harga, dan (2) Model dengan subsidi dan informasi harga. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario yang menggunakan subsidi pupuk dan informasi harga berjalan lebih efektif dengan menurunkan lead time pengiriman sampai 69.6 jam dan kerusakan produk (losses rate) sebesar 14%, margin petani meningkat sebesar 50%, serta service level mencapai 92%. Validasi model pada skenario kedua menurunkan harga sekitar 28 %. Implikasi model dapat digunakan oleh pemerintah dalam menciptakan kebijakan stabilitasi harga pangan sehingga mampu menjaga ketahanan pangan. Arah pengembangan model ketahanan pangan kedepan dengan mengintegrasikan dimensi teknologi digital seperti IoT, blockchain, atau e-commerce untuk mensimulasikan ketelusuran waktu nyata dalam supply chain.
PRIORITIZING CRITICAL RISK DIMENSIONS IN CROWD-ON DELIVERY OPERATIONS: A FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS APPROACH Pipit Sari Puspitorini; Saskia Marsa Safira; Ika Deefi Anna
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v9i1.42-51

Abstract

ABSTRAK Makalah ini mengkaji variabilitas risiko harian crowd agent pada pembayaran cash on delivery (COD). Dengan menggunakan koleksi dataset sebanyak 30 crowd agent. Tujuan studi, menemukan faktor risiko yang paling dominan pada saat pengiriman paket dengan cara COD pada perusahaan jasa logistik. Studi ini menerapkan risiko crowd agent dalam melakukan COD dengan menggunakan metode hibrida: (i) Fuzzy berfungsi untuk menghilangkan ketidakpastian dan subjektivitas penilaian para ahli, dan (ii) AHP berfokus untuk menentukan risiko yang mendominasi. Temuan studi mengindikasikan bahwa 6 dimensi berkontribusi pada model. Berdasarkan pembobotan fuzzy-AHP dimensi tersebut, yaitu alamat fiktif, penolakan pembayaran, kehilangan uang tunai COD, ancaman kekerasan, reputasi, dan re-attempt delivery. Validasi lapangan dengan menginterview para ekspert yang mempunyai pengalaman. Implikasi studi ini berfungsi sebagai peta jalan bagi akademisi untuk membuat model pembayaran digital lebih lanjut, sementara itu bagi e-commerce dan pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan antara pembayaran digital dengan preferensi kepercayaan konsumen menuju inklusi keuangan digital di Indonesia. Arah pengembangan, sebaiknya mengintegrasikan faktor sustainable (ekonomi, lingkungan dan sosial) dan berbasis teknologi pengiriman. ABSTRACT  This study examines the daily risk variability faced by crowd agents in cash on delivery (COD) transactions. Using a dataset of 30 couriers, this study aimed to identify the most dominant risk dimensions during package delivery via the COD method. This study applies a risk analysis of couriers performing COD using a hybrid method: (i) Fuzzy logic is used to eliminate the uncertainty and subjectivity of expert assessments, and (ii) AHP is focused on determining the dominant risks. The findings of this study indicate that 6 dimensions contribute to the formulation. Risks were prioritized across six dimensions: fictitious addresses, payment refusal, loss of COD cash, threats of violence, reputation, and re-attempt delivery. Field validation was conducted by interviewing experts with of experience. The implications of this study serve as a roadmap for academics to further develop digital payment models, and for online retailers and policymakers to integrate digital payments with consumer trust preferences to achieve digital financial inclusion in Indonesia. Future development should integrate sustainable dimensions (economic, environmental, and social) and delivery technology-based approaches.