Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KARAKTER CINTA DAMAI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V SDN KARANGANYAR GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Sholikha, Luluk Rizki.N; Pratomo, Wachid; Nadziroh, Nadziroh; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i1.4715

Abstract

Peran Guru Dalam Menanamkan Karakter Cinta Damai Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SDN Karanganyar Gunungkidul Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Peran guru dalam menanamkan upaya penerapan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar, 2)Faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar, 3) Bagaimana solusi dari hambatan yang dihadapi dalam peran guru untuk menanamkan karakter cinta damai yang belum diterapkan pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Karanganyar pada siswa kelas V dengan jumlah 22 siswa. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas V serta siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas dengan meningkatkan ketekunan dan triangulasi (sumber, teknik, dan waktu). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Peran guru dalam upaya menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V di SD Negeri Karanganyar yang lebih menekankan pada peran guru sebagai fasilitator yang memberikan arahan dan kesempatan, berperan sebagai konselor yang membantu siswa mengatasi masalah akademik dan non-akademik, dan guru menjadi teladan bagi siswa dalam bersikap dan berperilaku, sehingga siswa dapat meniru dan menginternalisasi nilai-nilai cinta damai dalam kehidupan sehari-hari. 2) Faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar yaitu, faktor penghambatnya antara lain sifat egois, kesulitan dalam mengemukakan pendapat, serta faktor internal dan eksternal lain seperti lingkungan keluarga dan pertemanan yang kurang mendukung. Faktor pendukung seperti program sekolah P5 yang mengintegrasikan nilai cinta damai dalam pembelajaran, dan sosialisasi anti-bullying. 3) Solusi dari hambatan yang dihadapi dalam peran guru untuk menanamkan karakter cinta damai pada siswa kelas V SD Negeri Karanganyar yaitu penguatan peran guru dan kepala sekolah melalui pengawasan dan bimbingan, serta visualisasi pesan perdamaian, sosialisasi rutin, kegiatan yang menumbuhkan nasionalisme. Kata kunci: Peran Guru; Cinta Damai; Pembelajaran Pendidikan Pancasila
THE TEACHERS’ PERCEPTION ON TEACHING ENGLISH STRATEGIES TO AUTISM SPECTRUM DISORDER STUDENTS Saputri, Tiyas; Pujo Basuki, Edi; Machmudah, Machmudah; Khoirul Fitriyah, Fifi; Lutfauziah, Asmaul; Nadziroh, Nadziroh; Asna, Adibatul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35256

Abstract

It is very challenging for a teacher to teach students with special needs, for example those with Autism Spectrum Disorder (ASD), so that they can learn and get a proper education. ASD students have poor communication and interaction skills. This can be a problem for teachers in the teaching process because their mastery in teaching English strategies to ASD students is low. Teaching ASD students is different from teaching other students in general because English teachers must have special guidelines for teaching strategies. The solution to help is to equip them with the right teaching strategies. Teaching strategies are the structures, systems, methods, techniques, procedures, and processes that teachers use during teaching as a way to help students learn better. There are five teaching strategies for ASD students by applying: 1. Total Physical Response (TPR), 2. Contextual Teaching Learning (CTL) approach, 3. Image media with play techniques, 4. RPP according to the needs of ASD students, 5. Video Recording Method Interactive. The socialization of community service was oriented to focus on strategies for teaching English for ASD students to English teachers at the Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Private Junior High School association in the North Surabaya region. The target participants for this activity were 40 junior high school teachers from various schools who are members of the association, but in fact there were 97 people who attended this seminar. This study aimed to determine teachers' perceptions in teaching English language strategies to students with ASD. This study used qualitative research methods by describing the results of teachers' perceptions obtained from interview with them. The findings of this study indicated that teachers' perceptions were positive regarding this matter. The data collection method was carried out by interviewing five English teachers randomly. Data analysis was carried out by describing the data from the interviews. The results indicated that the English teacher's perception of this community service activity was positive to increase English teachers' mastery in teaching English language strategies to ASD students so that they can teach with appropriate teaching strategies.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENUMBUHKAN NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN TEMATIK MUATAN PPKN KELAS 3 SDN 01 TAWANGMANGU KARANGANYAR Pratomo, Wachid; Nadziroh, Nadziroh; Chairiyah, Chairiyah
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme melalui pembelajaran PPKn Kelas 3 SDN 01 Tawangmangu Karanganyar, faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme melalui pembelajaran PPKn Kelas 3 SDN 01 Tawangmangu Karanganyar,  solusi untuk mengatasi hambatan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme melalui pembelajaran PPKn. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kulitatif. Sumber data primer dari penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Kelas III,dan Siswa Kelas III. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan tringulasi (sumber, teknik , dan waktu). Teknik analisis data yaitu Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan kesimpulan atau verivikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme melalui pembelajaran tematik muatan PPKn yaitu pembiasaan, integrasi karakter dalam RPP, dan keteladanan guru, mencakup nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan. Implementasi ini berhasil menumbuhkan sikap nasionalisme seperti cinta tanah air, rela berkorban, menerima kemajemukan, dan mengutamakan kepentingan umum. 2) Faktor pendukung implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme melalui pembelajaran tematik muatan PPKn yaitu program sekolah dan fasilitas sekolah. Faktor penghambatnya yaitu karakteristik yang beragam. 3) Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut yaitu karakteristik siswa, guru berupaya memberikan contoh yang baik, media pembelajaran yang menyenangkan.  Kata kunci : Nilai Pancasila, Nasionalisme,PKn
MENGHIDUPKAN NILAI PANCASILA DI KELAS: INTEGRASI STEM DAN TRI N DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR Mirawati, Eka Ima; Pratomo, Wachid; Masjid, Akbar Al; Nadziroh, Nadziroh
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6446

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan nilai kebangsaan siswa sejak dini. Namun, praktik pembelajaran yang masih cenderung konvensional seringkali belum mampu mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan konteks kehidupan nyata siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang terintegrasi dengan nilai Tri N (niteni, nirokke, dan nambahi) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SD IT Hidayatullah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa kelas VI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEM dan Tri N mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan bermakna. Siswa tidak hanya memahami konsep nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaplikasikannya melalui kegiatan eksploratif, kolaboratif, dan kreatif. Selain itu, pendekatan ini mendorong peningkatan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta penguatan karakter siswa sesuai Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila berbasis STEM terintegrasi Tri N dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.Kata kunci: Pendidikan Pancasila; STEM; Tri N; pembelajaran inovatif; sekolah dasar; karakter siswa
IMPLEMETASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK PEMBENTUKAN KARAKTER GOTONG ROYONG PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS IV SD NEGERI JANTEN KULON PROGO ADI PANGESTU, GALIH; Nadziroh, Nadziroh; PRATOMO, WACHID
Jurnal Sosio dan Humaniora (SOMA) Vol 4 No 2 (2026): JURNAL SOSIO DAN HUMANIORA : SOMA
Publisher : LPPM Politeknik Pajajaran ICB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59820/soma.v4i2.504

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of how the Problem Based Learning (PBL) model is implemented to foster the value of mutual cooperation in the Pancasila Education subject for fourth-grade students at SD Negeri Janten, Kulon Progo. The research was conducted in the fourth-grade classroom of SD Negeri Janten from July 2025 to February 2026. The participants included the school principal, the fourth-grade teacher, and fourth-grade students who were directly involved in the learning process. Data were collected through observations, interviews, and documentation. To support the data collection process, the researcher employed observation guidelines, interview guidelines, and documentation as research instruments. The validity of the data was ensured through credibility testing using triangulation techniques to enhance the accuracy and trustworthiness of the findings. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman analysis model, which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The results of the study indicate that the implementation of the Problem Based Learning model in Pancasila Education was carried out by presenting real-life problems found in the school environment as discussion material and group work activities. The teacher played an active role in providing guidance, supervision, and assistance throughout the learning process to help students develop caring attitudes, empathy, and cooperation as manifestations of the mutual cooperation character. The inhibiting factors in implementing this learning model included students’ individualistic attitudes, excessive independence, and environmental influences. Meanwhile, the supporting factors included adequate teaching staff, the appropriate application of the learning model, and good cooperation between teachers and parents. To overcome these obstacles, teachers utilized intra-curricular and extracurricular school activities and consistently applied the Problem Based Learning (PBL) model in the classroom to strengthen the development of students’ mutual cooperation character.