Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH GAME EDUKASI WORDWALL QUIZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IX UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Harefa, Vita Hardianti; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8573

Abstract

Learning outcomes serve as a key indicator for measuring changes in students' knowledge and abilities after participating in the learning process. However, the reality at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli shows that students' scores in Science are still below the Minimum Completeness Criteria (KKM). This study aims to determine the effect and effectiveness of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes in Science. The research method employed was experimental using a Quasi-Experimental Design with a Non-Equivalent Control Group Design. The study population included all ninth-grade students at SMP Negeri 5 Gunungsitoli. The sample consisted of class IX-A as the experimental group (32 students) and class IX-C as the control group (31 students). The research instrument was a learning outcome test, while data analysis was conducted using Microsoft Excel and SPSS version 26. The hypothesis test results, using the Mann-Whitney U Test, showed an Asymptotic Sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05, which indicates a significant influence of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score for the experimental class reached 77.71%, placing it in the "high" category. Thus, it is concluded that the use of the Wordwall Quiz educational game is significantly influential and effective in improving the learning outcomes of ninth-grade students in Science at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Namun, kenyataannya nilai siswa pada mata pelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa serta tingkat efektivitasnya dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design, menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan sampel kelas IX-A sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan IX-C sebagai kelas kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Excel dan SPSS versi 26. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai Asymptotic Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, skor n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen berada pada kategori “tinggi” hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai n-gein skor sebesar 77,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall Quiz berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.    
Penerapan Metode Pembelajaran Peer Lesson Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMA Negeri 1 Hilisalawa’ahe Ndruru, Dekengan; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina A; Harefa, Agnes R
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13170

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi dan kegiatan pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian yaitu: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe. Jenis yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI-MIPA yang berjumlah 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Lembar observasi guru, (2) Lembar observasi peserta didik, (3) Tes hasil belajar.  Hasil penelitian: (1) Proses pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe diketahui rata-rata persentase hasil observasi kegiatan proses pembelajaran (responden guru) di Siklus I sebesar 60,84% dan di Siklus II sebesar 85,83%. Sedangkan rata-rata persentase hasil observasi peserta didik yang terlibat aktif di Siklus I sebesar 62,11% dan di Siklus II sebesar 88,09%. (2) Melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe diketahui pada Siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 69,38 dengan kriteria cukup. Kemudian pada Siklus II nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 81,09 dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Huruna Halawa, Cindi Puspita; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Yaredi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dan pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script.  (2) Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Huruna. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII dengan jumlah 26 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Lembar observasi kegiatan pembelajaran (responden guru), (2) Lembar observasi peserta didik yang terlibat aktif, (3) Tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script di SMP Negeri 1 Huruna diperoleh rata-rata hasil rekapitulasi refleksi Siklus I yaitu 59,22% dengan kriteria kurang dan rata-rata hasil rekapitulasi refleksi Siklus II yaitu 86,42% dengan kriteria baik, (2) Hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script di SMP Negeri 1 Huruna diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pada Siklus I yaitu 59,81 dengan kriteria kurang dan nilai rata-rata hasil belajar pada Siklus II yaitu 82,69 dengan kriteria baik
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN Laia, Aldin Putra Jaya; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9773

Abstract

teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA Hulu, Mistariani Putri; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9823

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Bu'ulolo, Three Putri Nirmala; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 2 Tuhemberua Gea, Kristin Mintaria; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11297

Abstract

Untuk mencapai tujuan pendidikan maka pembelajaran harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk membantu perkembangan siswa dalam memperoleh tingkat kedewasaan, berpikir dan bertingkah laku yang benar, sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem salving. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem salving terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan tru eksperimen dengan desain randomized control-group pretest post tes design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Tuhemberua dan sampel penelitiannya adalah kelas VIII. Istrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa tes hasil belajar. Penelitian dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran kooperatif learning sedangkan di kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran problem salving. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem salving terhap hasil belajar peserta didik
Analisis Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran IPA Telaumbanua, Delvi Wardani; Waruwu, Toroziduhu; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11140

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kelas yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, khususnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pengelolaan kelas oleh guru pada proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (2) Mendeskripsikan pengelolaan kelas yang diterapkan guru dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (3) Mengetahui Kendala yang dihadapai oleh guru dalam pengelolaan kelas pada proses pembelajaran IPA di kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif  dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII pada Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlahnya sebanyak 30 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa. Lokasi Penelitian di MTs Nu Gunungsitoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengelolaan kelas oleh guru di kelas VIII-2 MTs NU Gunungsitoli telah berjalan dengan sangat baik , mencakup pengaturan fisik kelas, manajemen waktu, aturan yang konsisten, dan interaksi yang baik, berkontribusi pada suasana belajar yang kondusif. (2) Hasil angket menunjukkan bahwa pengelolaan kelas berdampak positif dengan nilai rata-rata 79,3%, sementara minat belajar siswa mencapai 77,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik berdampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa secara signifikan. (3) Terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan kelas seperti kurangnya fokus siswa, gangguan dalam kelas, waktu terbatas, dan keterbatasan sarana perlu diatasi.
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Hasil Belajar IPA Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.10837

Abstract

Model pembelajaran Treffinger adalah pembelajaran aktif yang mampu memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memahami konsep yang mendorong Peserta Didik untuk berfikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA. Sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah Peserta Didik 18 orang sebagai kelas Eksperimen dan kelas VIII-3 dengan jumlah Peserta Didik 17 orang sebagai kelas Kontrol. Desain penelitian yaitu Quasy Experimen. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa “ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran sesuai dengan uji hipotesis hasil belajar diperoleh nilai t-hitung = 4,489 dan ttabel = 2,035, karena nilai t-hitung tidak terletak pada interval -2,035 ≤ thitung ≤ 2,035 sehingga Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh penerapan model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar Peserta Didik pada mata pelajaran IPA ”.
Integrasi Augmented Reality dalam Pembelajaran Biologi di Tingkat Sekolah Menengah: Systematic Literature Review: Integration of Augmented Reality in Biology Learning at the Secondary School Level: A Systematic Literature Review Waruwu, Toroziduhu; Zebua, Nofamataro; Ziraluo, Yan Piter Basman; Gulo, Hardikupatu
BIODIK Vol. 12 No. 02 (2026): June 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i02.56366

Abstract

Biology learning at the secondary level still struggles to explain abstract and complex concepts that are difficult to observe directly, while traditional approaches often lack strong visual and contextual support. In response to rapid digital advancements, Augmented Reality (AR) has emerged as a promising innovation, yet its research landscape in biology education remains fragmented and insufficiently synthesized. This study aims to systematically examine trends in AR research, identify commonly studied biology topics, explore frequently used instructional models, and analyze AR’s contribution to students’ 21st-century skills. Using a Systematic Literature Review (SLR) based on PRISMA guidelines, this study reviewed Scopus-indexed articles published between 2015 and 2025. Out of 267 initial records, 12 articles met the inclusion criteria. Findings reveal a significant rise in AR research, especially after 2020, with a shift from media development toward evaluating pedagogical outcomes such as engagement, self-efficacy, and meaningful learning. Frequently addressed topics include anatomy, human body systems, genetics, cell biology, and ecology, particularly those requiring strong visualization. AR is commonly integrated with active learning, guided inquiry, discovery learning, mobile learning, as well as project-based and problem-based approaches. Moreover, AR supports the development of critical thinking, creativity, collaboration, communication, digital literacy, and self-regulated learning. However, most studies remain small-scale and short-term, indicating the need for longitudinal research and deeper curriculum integration to maximize AR’s transformative potential in biology education. Pembelajaran biologi di sekolah menengah masih menghadapi persoalan mendasar dalam menjelaskan konsep-konsep abstrak dan kompleks yang sulit diamati secara langsung, sementara pendekatan konvensional sering belum mampu menyediakan pengalaman visual dan kontekstual yang memadai. Di tengah perkembangan teknologi digital, Augmented Reality (AR) muncul sebagai alternatif inovatif, tetapi implementasi dan arah risetnya dalam pembelajaran biologi masih tersebar, beragam, dan belum terpetakan secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis perkembangan tren riset AR dalam pembelajaran biologi sekolah menengah, mengidentifikasi topik materi yang paling banyak dikaji, mengeksplorasi model pembelajaran yang paling sering dikombinasikan, serta menelaah kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21 siswa. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA dengan menelusuri artikel terindeks Scopus pada rentang 2015–2025. Dari 267 dokumen awal, hanya 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan relevansi topik, kualitas publikasi, dan fokus empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa tren penelitian AR meningkat signifikan terutama setelah 2020, dengan pergeseran fokus dari pengembangan media menuju evaluasi dampak pedagogis seperti keterlibatan, self-efficacy, dan pembelajaran bermakna. Topik dominan mencakup anatomi, sistem tubuh manusia, genetika, biologi sel, dan ekologi—khususnya pada materi yang memerlukan visualisasi tinggi. AR paling sering diintegrasikan dengan active learning, guided inquiry, discovery learning, mobile learning, serta pendekatan berbasis proyek dan masalah. Secara signifikan, AR terbukti mendukung pengembangan critical thinking, creativity, collaboration, communication, digital literacy, dan self-regulated learning. Meskipun demikian, riset masih didominasi studi skala kecil dan jangka pendek, sehingga diperlukan penelitian longitudinal dan integrasi kurikulum yang lebih kuat. Temuan ini menegaskan bahwa AR memiliki potensi besar sebagai transformasi pedagogis dalam pembelajaran biologi, bukan sekadar inovasi teknologi, dengan syarat didukung desain instruksional, kesiapan guru, dan kebijakan pendidikan yang berkelanjutan.
Co-Authors Antorius Waruwu Bali, Hilaria Florensia Bu'ulolo, Three Putri Nirmala Daeli, Silmin Kaffah Dalifati Ziliwu Desman Telaumbanua Edward Harefa Evan, Evan Pebriana Citranita Gulo Febriani Zebua Firman Jaya Zalukhu Frengki Finsensius Gulo Gari, Yatria Yarisbeth Gea, Deswan Gea, Kristin Mintaria Gulo, Jovial Vince Hasrat GULO, NESTIN WANTALENTA GULO, REMILIANTI Halawa, Cindi Puspita Halawa, Erik Arisman Halawa, Wa’adil Harefa, Agnes R Harefa, Agnes Renostini Harefa, Gita Claresta Evelyn Harefa, Kasih Putri Harefa, Vita Hardianti Harefa, Weni Yanti Harefa, Winndy Adian Sari Hartanilah Zalukhu Hulu, Debi Rebeka Hulu, Denius Hulu, Mistariani Putri HULU, TRIS DESNIAT NATALIA Hulu, Yoren Oktariani Iman Kasih Lawolo Indah Wijaya Lase Join Citra Lian Ndraha Lahagu, Aperius Lahagu, Jelinus LAIA, AGUSTINA MARNATA Laia, Aldin Putra Jaya Lombu, Putra Harapan Jaya Maruhawa, Ismi Andani Mei Putra Telaumbanua Moriani Tafonao Natalia Kristiani Lase Natalia Kristiani Lase, Natalia Kristiani Nazara, Dewi Artika Nazara, Melvan Nastuti NDRAHA, HISKIA Ndruru, Dekengan Nofamataro Zebua Novelin Andriani Zega Novelina Andriani Zega Otilina Gulo, Otilina Paskalius Halawa Riana Ros Neli Gulo Sokhizaro Hulu Telaumbanua, Delvi Wardani Telaumbanua, Faustus Telaumbanua, Yovita Florentina Waruwu, Astri Purna Wati Waruwu, Elhan Syah Putra Waruwu, Toroziduhu Waruwu, Torozidulu Waruwu, Yaredi Yan Piter Basman Ziraluo Yaredi Waruwu Yernima Lombu Yosua Kristian Firmanyo Lase ZAI, EKA PERIAMAN Zai, Windia Juli Yanti Zebua, Fitri Arni Zebua, Justin Intan Purnama Sari Zega , Novelina Andriani Zega, Novelina A Zega, Novelina Adriani Zendrato, Okti Suarni