Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Hulu, Yoren Oktariani; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8569

Abstract

The Treffinger learning model is a creative learning model oriented towards problem solving that provides opportunities for students to think creatively, work together, and relate learning concepts to real problems in their environment. The objectives of this study are (1) to determine whether there is an influence of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) to determine the effectiveness of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli. The type of research used is quantitative research with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample was class VIII-D of SMP Negeri 5 Gunungsitoli, with the researcher acting directly as a teacher during the learning process. The research instruments were pretest and posttest, and learning devices based on the Treffinger model. Data analysis was carried out through the N-Gain test to determine the effectiveness of the Treffinger model and a hypothesis test (paired sample t-test) to test to determine the effect of the Treffinger model on learning outcomes. The results of the study showed that there was a significant increase in learning outcomes after the Treffinger learning model was implemented. The average value of student learning outcomes increased from a pretest score of 50 to a posttest score of 84 with a high effectiveness category based on the results of the N-Gain test. The hypothesis test also showed a significant value smaller than the p-value (0.00 < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, the Treffinger learning model had a positive and significant effect on students' science learning outcomes at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Model pembelajaran Treffinger merupakan model pembelajaran kreatif yang berorientasi pada pemecahan masalah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kreatif, bekerja sama, serta mengaitkan konsep pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan mereka. Tujuan Penelitian ini adalah (1)mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) Untuk mengetahui Efektivitas model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one-group pretest-Posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII-D SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan peneliti berperan langsung sebagai guru selama proses pembelajaran. Instrumen penelitian pretest dan posttest, dan perangkat pembelajaran berbasis model Treffinger. Analisis data dilakukan melalui uji N-Gain untuk mengetahui efektivitas model Treffinger dan uji hipotesis (paired sample t-test) untuk menguji untuk mengetahui pengaruh model Treffingerter  terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari skor pretest 50  ke Posttest 84  dengan kategori efektivitas tinggi berdasarkan hasil uji N-Gain. Uji hipotesis juga menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari pada p-value (0.00 < 0.05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.  
PENGEMBANGAN BUKU SAKU IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI UPTD SMP NEGERI 8 GUNUNGSITOLI Zebua, Justin Intan Purnama Sari; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini; Lase, Natalia Kristiani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8570

Abstract

This study aims to develop a Science pocket book based on Problem-Based Learning (PBL) as a solution to the low conceptual understanding and learning motivation of students at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The needs analysis revealed that 80% of students considered the textbook less engaging, 90% required visual media, and 93% needed practical learning materials such as a pocket book. The product was developed through validation by material experts, language experts, and design experts, resulting in a “Highly Feasible” category with significant score improvements after revisions. The practicality test showed an average student response rate of 93.33% (“Highly Practical”). The implementation stage demonstrated increased motivation, engagement, and conceptual understanding in science learning. The effectiveness of the pocket book was also reflected in the student mastery level, which reached 93.02% in the field test. Thus, the developed PBL-based Science pocket book is proven to be feasible, practical, and effective as a learning medium to improve the quality of science instruction in junior high schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku IPA berbasis Problem-Based Learning (PBL) sebagai solusi atas rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik di UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 80% peserta didik menilai buku paket kurang menarik, 90% membutuhkan media visual, dan 93% membutuhkan bahan ajar praktis seperti buku saku. Produk dikembangkan melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain yang menghasilkan kriteria Sangat Layak dengan peningkatan skor signifikan setelah revisi. Uji kepraktisan menunjukkan rata-rata respon siswa sebesar 93,33% (Sangat Praktis). Implementasi produk memperlihatkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep IPA. Efektivitas buku saku juga tercermin dari ketuntasan belajar siswa yang mencapai 93,02% pada uji lapangan. Dengan demikian, buku saku IPA berbasis PBL yang dikembangkan terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.    
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL AJAR IPA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 HILIDUHO Lahagu, Jelinus; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8571

Abstract

This research is motivated by the low achievement of science learning outcomes of students at SMP Negeri 1 Hiliduho, which is still below the Minimum Completion Criteria due to the limited variety of learning resources and the dominance of conventional learning methods. This study aims to analyze the influence and effectiveness of the use of science teaching modules in improving students' cognitive competence. The method applied is quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, where the research sample was determined through a purposive sampling technique among eighth-grade students. The data collection instrument used an objective test whose validity and reliability have been tested. The research findings show a statistically significant increase, evidenced by the Paired Sample t-test hypothesis test which produced a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. In addition, there was an increase in the average score from 59.33 (pre-test) to 76.67 (post-test) with a jump in classical completeness from 3.3% to 80%. Effectiveness analysis using the N-Gain test showed an average score of 0.4202, which is in the moderate category (0.30 ? g < 0.70). The main conclusion of this study confirms that the implementation of science teaching modules has a significant positive impact and is proven effective in improving student learning outcomes. Therefore, it is recommended as a supporting teaching material to optimize the understanding of science concepts in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Hiliduho yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal akibat minimnya variasi sumber belajar dan dominasi metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta tingkat efektivitas penggunaan modul ajar IPA dalam meningkatkan kompetensi kognitif siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest , di mana sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling pada siswa kelas VIII. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik, dibuktikan dengan uji hipotesis Paired Sample t-test yang menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 59,33 (pre-test) menjadi 76,67 (post-test) dengan lonjakan ketuntasan klasikal dari 3,3% menjadi 80%. Analisis efektivitas menggunakan uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,4202 yang berada pada kategori sedang (0,30 ? g < 0,70). Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa implementasi modul ajar IPA memiliki pengaruh positif yang signifikan dan terbukti efektif dalam memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga direkomendasikan sebagai bahan ajar pendukung untuk mengoptimalkan pemahaman konsep sains di sekolah.
PENGARUH GAME EDUKASI WORDWALL QUIZ TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IX UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Harefa, Vita Hardianti; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8573

Abstract

Learning outcomes serve as a key indicator for measuring changes in students' knowledge and abilities after participating in the learning process. However, the reality at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli shows that students' scores in Science are still below the Minimum Completeness Criteria (KKM). This study aims to determine the effect and effectiveness of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes in Science. The research method employed was experimental using a Quasi-Experimental Design with a Non-Equivalent Control Group Design. The study population included all ninth-grade students at SMP Negeri 5 Gunungsitoli. The sample consisted of class IX-A as the experimental group (32 students) and class IX-C as the control group (31 students). The research instrument was a learning outcome test, while data analysis was conducted using Microsoft Excel and SPSS version 26. The hypothesis test results, using the Mann-Whitney U Test, showed an Asymptotic Sig. (2-tailed) value of 0.000<0.05, which indicates a significant influence of using the Wordwall Quiz educational game on student learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score for the experimental class reached 77.71%, placing it in the "high" category. Thus, it is concluded that the use of the Wordwall Quiz educational game is significantly influential and effective in improving the learning outcomes of ninth-grade students in Science at UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kemampuan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. Namun, kenyataannya nilai siswa pada mata pelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa serta tingkat efektivitasnya dalam pembelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan jenis Quasi Experimental Design, menggunakan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan sampel kelas IX-A sebagai kelas eksperimen (32 siswa) dan IX-C sebagai kelas kontrol (31 siswa). Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan aplikasi Excel dan SPSS versi 26. Hasil uji hipotesis menggunakan Mann-Whitney U Test menunjukkan nilai Asymptotic Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan game edukasi Wordwall Quiz terhadap hasil belajar siswa. Selain itu, skor n-gain menunjukkan bahwa kelas eksperimen berada pada kategori “tinggi” hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai n-gein skor sebesar 77,71%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Wordwall Quiz berpengaruh signifikan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IX UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.    
PERBEDAAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO’OA Gulo, Ros Neli; Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 4 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i4.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) antara siswa yang mengikuti pembelajaran berdiferensiasi dan siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimen (eksperimen semu). Sampel dalam penelitian ini terdiri dari kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen I (E1) dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen II (E2) yang dipilih melalui teknik sampel jenuh (saturated sampling) yaitu teknik pengambilan sampel di mana seluruh anggota populasi penelitian diikutsertakan sebagai sampel karena keterbatasan jumlah populasi. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berdiferensiasi memperoleh nilai rata-rata 83,33 untuk kelas eksperimen 1 dan pembelajaran kooperatif memperoleh nilai rata-rata 79,17 untuk kelas eksperimen 2. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan secara statistik antara capaian hasil belajar peserta didik yang diajarkan pembelajaran berdiferensiasi dan peserta didik yang diajarkan pembelajaran kooperatif.
Penerapan Metode Pembelajaran Peer Lesson Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Di SMA Negeri 1 Hilisalawa’ahe Ndruru, Dekengan; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina A; Harefa, Agnes R
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13170

Abstract

Pelaksanaan penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi dan kegiatan pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian yaitu: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe. (2) Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe. Jenis yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI-MIPA yang berjumlah 32 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Lembar observasi guru, (2) Lembar observasi peserta didik, (3) Tes hasil belajar.  Hasil penelitian: (1) Proses pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe diketahui rata-rata persentase hasil observasi kegiatan proses pembelajaran (responden guru) di Siklus I sebesar 60,84% dan di Siklus II sebesar 85,83%. Sedangkan rata-rata persentase hasil observasi peserta didik yang terlibat aktif di Siklus I sebesar 62,11% dan di Siklus II sebesar 88,09%. (2) Melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson di SMA Negeri 1 Hilisalawa'ahe diketahui pada Siklus I nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 69,38 dengan kriteria cukup. Kemudian pada Siklus II nilai rata-rata hasil belajar peserta didik yaitu 81,09 dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran Peer Lesson mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Huruna Halawa, Cindi Puspita; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Yaredi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dan pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script.  (2) Mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Huruna. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII dengan jumlah 26 orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Lembar observasi kegiatan pembelajaran (responden guru), (2) Lembar observasi peserta didik yang terlibat aktif, (3) Tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script di SMP Negeri 1 Huruna diperoleh rata-rata hasil rekapitulasi refleksi Siklus I yaitu 59,22% dengan kriteria kurang dan rata-rata hasil rekapitulasi refleksi Siklus II yaitu 86,42% dengan kriteria baik, (2) Hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Script di SMP Negeri 1 Huruna diperoleh nilai rata-rata hasil belajar pada Siklus I yaitu 59,81 dengan kriteria kurang dan nilai rata-rata hasil belajar pada Siklus II yaitu 82,69 dengan kriteria baik
PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS INKUIRI PADA MATERI SISTEM PEREDARAN DARAH MANUSIA DI UPTD SMP NEGERI 4 GUNUNG SITOLI SELATAN Laia, Aldin Putra Jaya; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9773

Abstract

teaching materials that have not yet encouraged students to think critically and solve problems independently in science learning at UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. This condition indicates the need for more innovative teaching materials that promote active student involvement in the learning process. This study aims to develop an inquiry-based module on the topic of the human circulatory system for eighth-grade junior high school students and to determine its feasibility, practicality, and effectiveness. The study employed a research and development method using the 4-D model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data were collected through expert validation, student response questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed module obtained a very high level of validity from experts, a very high level of practicality based on student trials, and an effectiveness level that indicated improvement in student learning outcomes. These findings indicate that the inquiry-based module can support more active learning and help students better understand the concept of the human circulatory system. Therefore, the developed inquiry-based module is considered feasible, practical, and effective to be used as a teaching material in science learning for eighth-grade junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan bahan ajar yang belum mampu mendorong peserta didik berpikir kritis dan memecahkan masalah secara mandiri pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 4 Gunungsitoli Selatan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif dan berorientasi pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis inkuiri pada materi sistem peredaran darah manusia kelas VIII SMP serta mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi ahli, respons peserta didik, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat layak dari para ahli, tingkat kepraktisan yang sangat tinggi berdasarkan uji coba kepada peserta didik, serta tingkat efektivitas yang menunjukkan peningkatan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa modul berbasis inkuiri dapat mendukung pembelajaran yang lebih aktif dan membantu peserta didik memahami konsep sistem peredaran darah manusia secara lebih baik. Dengan demikian, modul berbasis inkuiri yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA di kelas VIII SMP.
PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL TERHADAP PENINGKATAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI ALO'OA Hulu, Mistariani Putri; Zega, Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.9823

Abstract

ABSTRACT The low level of students’ scientific literacy, particularly in the aspects of concept application and scientific reasoning, indicates a gap between the demands of the Merdeka Curriculum and teacher-centered instructional practices at SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. The use of interactive digital media has not been optimized, highlighting the need for more contextual and participatory learning innovations. This study aims to analyze the effect of E-module implementation on improving students’ scientific literacy. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of two purposively selected classes: an experimental class (using E-modules) and a control class (conventional learning). Data were collected through valid and reliable scientific literacy tests and questionnaires and analyzed using an Independent Samples t-test (α = 0.05). The results revealed a significant difference (Sig. < 0.05), with the experimental class achieving higher mean scores. These findings confirm that E-modules effectively enhance scientific literacy and provide empirical support for strengthening digital learning implementation within the Merdeka Curriculum at the junior secondary level. ABSTRAK Rendahnya literasi sains peserta didik, khususnya pada aspek penerapan konsep dan penalaran ilmiah, menunjukkan adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru di SMP Negeri 1 Gunungsitoli Alo’oa. Pemanfaatan media digital interaktif belum optimal, sehingga diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan partisipatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan E-modul terhadap peningkatan literasi sains siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel terdiri atas dua kelas yang dipilih secara purposive, yaitu kelas eksperimen (menggunakan E-modul) dan kelas kontrol (pembelajaran konvensional). Data dikumpulkan melalui tes dan angket literasi sains yang valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan Independent Sample t-test (α = 0,05). Hasil menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05) dengan rata-rata literasi sains kelas eksperimen lebih tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa E-modul efektif meningkatkan literasi sains dan memberikan kontribusi empiris terhadap penguatan pembelajaran digital berbasis Kurikulum Merdeka di tingkat SMP.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI Bu'ulolo, Three Putri Nirmala; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.9865

Abstract

ABSTRACT The rapid development of educational technology demands innovative learning media that can enhance student engagement and learning outcomes. However, Biology instruction at SMA Negeri 1 Susua is still dominated by lecture-based methods and textbooks, resulting in low student participation and learning outcomes that have not reached the Minimum Mastery Criteria (KKM). This condition indicates a gap between the demands of 21st-century student-centered learning and the current teacher-centered instructional practices, highlighting the need for media that facilitate independent concept discovery. This study aimed to develop a Discovery Learning–based instructional video for Grade XI Biology and to evaluate its feasibility, practicality, and effectiveness. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The research subjects were 26 students of class XI-MIPA. The instruments included expert validation sheets, student response questionnaires, and learning outcome tests, which were analyzed descriptively using a Likert scale and percentage techniques. The results showed that the developed video achieved a feasibility level of 82.29% (feasible) and a practicality level of 88.53% (very practical). The average learning outcome score reached 81.92 with a classical mastery level of 84.62%. Therefore, the Discovery Learning–based instructional video developed in this study is considered feasible, practical, and effective for Biology learning. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Namun, pembelajaran Biologi di SMA Negeri 1 Susua masih didominasi metode ceramah dan buku paket sehingga partisipasi siswa rendah dan hasil belajar belum mencapai KKM. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan antara tuntutan pembelajaran abad ke-21 yang berpusat pada siswa dengan praktik pembelajaran yang masih berpusat pada guru, sehingga diperlukan media yang mendorong penemuan konsep secara mandiri. Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran berbasis Discovery Learning pada mata pelajaran Biologi kelas XI serta menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitasnya. Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi, evaluasi). Subjek penelitian adalah 26 peserta didik kelas XI-MIPA. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar yang dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert dan persentase. Hasil menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 82,29% (layak) dan uji kepraktisan sebesar 88,53% (sangat praktis). Nilai rata-rata hasil belajar mencapai 81,92 dengan ketuntasan klasikal 84,62%. Dengan demikian, video pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk pembelajaran Biologi.