Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Kompetensi 4C dalam Proses Pembelajaran Biologi SMK Negeri 2 Somolo-Molo Halawa, Wa’adil; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1761

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya keterlibatan peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar peserta didik. Lokasi penelitan ini di SMK Negeri 2 Somolo-Molo yang terletak di Desa Lewuombanua, Kecamatan Somolo-Molo, Kabupaten Nias. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X-ATPH dengan jumlah sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Angket, (2) Lembaran observasi, (3) Wawancara. Hasil Penelitian: (1) Penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi dapat membantu menumbuhkan dan mengembangkan kompetensi 4C peserta didik kelas X-ATPH di SMK Negeri 2 Somolo-Molo, pada Indikator Komunikasi sebesar 80,67%, Berpikir Kritis sebesar 79,33%, Kreativitas & Inovasi sebesar 77,67%, dan Kerjasama sebesar 85,33%. (2) Dampak positif dari penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi yaitu memberikan pengalaman yang penuh makna dalam kehidupan siswa, karena suasana belajar yang diciptakan guru sesuai dengan minat siswa, sedangkan dampak negatifnya, akan berimbas pada siswa yang tidak menyukai pembelajaran 4C jadi siswa kesulitan untuk memahami materi yang dipelajari. (3) Kendala dalam penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi yaitu waktu belajar yang banyak diselingi oleh mata pelajaran lain, sedangkan untuk mata pelajaran Biologi sendiri hanya 5 les dalam satu minggu, selain itu siswa juga menjadi fator penghambat, sebab ada kalanya siswa merasa bosan belajar, terkadang siswa malas membaca dan mencari bahan atau materi tambahan dari referensi lain, dan siswa masih kesulitan untuk mempresentasikan hasil dari pembahasan materinya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MOTIVASI SISWA KELAS VIII SMP LAIA, AGUSTINA MARNATA; ZEGA, NOVELINA ANDRIANI; GULO, HARDIKUPATU; TELAUMBANUA, DESMAN
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v4i4.4015

Abstract

This research aims to determine the feasibility, practicality and effectiveness of power point-based learning media and to determine the increase in student motivation in learning. This research uses the ADDIE development model design which consists of five stages, namely: (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation (evaluation). The product trial was carried out at SMP Negeri 1 Mazo in class VIII for the 2023/2024 academic year. Research results: (1) The percentage of presentation feasibility by the first material expert is 84,72%, the criteria are valid, by the second material expert the percentage is 81,94% the criteria are valid, by the linguist the percentage is 80,77% the criteria are valid, and by the design expert the percentage is 82,29%, the criteria are valid. (2) Students' responses to PowerPoint-based learning media products in individual tests obtained an average percentage of 72,22%, the criteria were practical, in small group trials the percentage was 79,67%, the criteria were practical, and in the field test the percentage was 88,53% criteria is very practical. (3) The effectiveness of students' understanding of learning through the development of PowerPoint-based learning media products obtained a percentage of students' learning completeness, namely 84,62% with very high criteria.. (4) Learning motivation of class VIII students at SMP Negeri 1 Mazo through the use of PowerPoint-based learning media products. The percentage of results from the initial stage learning motivation questionnaire is 64,15% the criteria are sufficient, and the results of the final stage learning motivation questionnaire are 87,69% the criteria are good. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas media pembelajaran berbasis power point serta untuk mengetahui peningkatan motivasi peserta didik dalam belajar. Penelitian ini menggunakan desain model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap antara lain yaitu: (1) Analisis (analyze), (2) Perancangan (design),  (3) Pengembangan (development), (4) Implementasi (implementation), (5) Evaluasi (evaluation). Uji coba produk dilaksanakan di SMP Negeri 1 Mazo pada kelas VIII Tahun Pelajaran 2023/2024. Hasil penelitian: (1) Kelayakan penyajian oleh ahli materi pertama persentasenya yaitu 84,72% kriterianya valid, oleh ahli materi kedua persentasenya yaitu 81,94% kriterianya valid, oleh ahli bahasa persentasenya yaitu 80,77% kriterianya valid, dan oleh ahli desain persentasenya yaitu 82,29% kriterianya valid. (2) Respon peserta didik terhadap produk media pembelajaran berbasis power point pada uji perseorangan diperoleh rata-rata persentasenya yaitu 72,22% kriterianya praktis, pada uji coba kelompok kecil persentasenya yaitu 79,67% kriterianya praktis, dan pada uji lapangan persentasenya yaitu 88,53% kriterianya sangat praktis. (3) Efektivitas pemahaman belajar peserta didik melalui pengembangan produk media pembelajaran berbasis power point diperoleh persentase ketuntasan belajar peserta didik yaitu 84,62% dengan kriteria sangat tinggi. (4) Motivasi belajar peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Mazo melalui penggunaan produk media pembelajaran berbasis power point persentase hasil angket motivasi belajar tahap awal yaitu 64,15% kriterianya cukup, dan hasil angket motivasi belajar tahap akhir yaitu 87,69% kriterianya baik.
ANALISIS KEMAMPUAN PESERTA DIDIK PADA RANAH KOGNITIF DAN AFEKTIF DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER SMA NEGERI 2 ONOHAZUMBA Lombu, Putra Harapan Jaya; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Adriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26850

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan peneliti pada pemahaman peserta didik di SMA Negeri 2 Onohazumba yang tergolong kemampuan belajar masih kurang efektif baik pada ranah kognitif maupun ranah afektif dan kurang mampu menyelesaikan soal tes evaluasi dalam pembelajaran pada materi pembelahan sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil kemampuan belajar peserta didik pada ranah kogntif dan afektif dengan menerapkan model pembelajaran Numbered Heads Together. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif. Informan penelitian ini adalah 19 orang peserta didik kelas XII-MIPA SMA Negeri 2 Onohazumba. Instrumen pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan, tes hasil belajar kognitif, dan tes hasil belajar afektif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil nilai tes belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi pada materi pembelahan sel tidak semua mencapai KKM 65 dengan nilai rata-rata peserta didik 60. Nilai tertinggi pada tes hasil belajar peserta didik pada ranah kognitif dan afektif melalui penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together pada pembelajaran biologi yaitu 70 dan nilai terendah 60.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION KELAS IX UPTD SMP NEGERI 3 GUNUNGSITOLI TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Bali, Hilaria Florensia; Gulo , Hardikupatu; Zega , Novelina Andriani; Waruwu, Toroziduhu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27620

Abstract

Hasil belajar peserta didik dapat ditingkatkan melalui penggunaan model pembelajaran Group Investigation yang menekankan keterlibatan peserta didik. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui proses penerapan model pembelajaran Group Investigation dalam proses pembelajaran IPA. (2) Untuk mengetahui ketuntasan peningkatan hasil belajar peserta pada mata pelajaran IPA. Lokasi penelitian di UPTD SMP Negeri 3 Gunungsitoli. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX dengan jumlah 31 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahap yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Instrumen penelitian yaitu: (1) Lembaran observasi, (2) Tes hasil belajar peserta didik, (3) Lembaran panduan wawancara. Hasil penelitian: (1) Proses penerapan model pembelajaran Group Investigation diperoleh rata-rata hasil refleksi pada Siklus I yaitu 61,35% dengan kriteria cukup dan Siklus II yaitu 88,13% dengan kriteria baik. (2) Ketuntasan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation pada Siklus I yaitu 61,29% dengan kriteria cukup dan Siklus II yaitu 87,10% dengan kriteria baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI PESERTA DIDIK KELAS XII SMA NEGERI 1 SATU ATAP PULAU SIMUK TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Gari, Yatria Yarisbeth; Lase, Natalia Kristiani; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.28239

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil temuan dilapangan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran masih berpusat kepada guru, peserta didik kurang terlibat aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, dan hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah. Tujuan penelitian: (1) Mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share. (2) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Satu Atap Pulau Simuk. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII dengan jumlah 30 orang. Hasil penelitian: (1) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share diperoleh rata-rata hasil refleksi Siklus I yaitu 61,34% dengan kriteria cukup dan Siklus II yaitu 86,36% dengan kriteria baik. (2) Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share pada Siklus I yaitu 68,17 dengan kriteria cukup dan Siklus II yaitu 80,67 dengan kriteria baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMA NEGERI 1 LOTU Harefa, Winndy Adian Sari; Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.28574

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran masih berpusat kepada guru. Tujuan penelitian: (1) Mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray, (2) Mendeskripsikan kualitas pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray, (3) Mendeskripsikan hasil belajar peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Lotu. Hasil penelitian: (1) Proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada Siklus I yaitu 55,64% tergolong kurang dan Siklus II yaitu 77,70% tergolong baik. (2) Kualitas pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray di SMA Negeri 1 Lotu pada Siklus I sebesar 66,32% tergolong cukup dan Siklus II sebesar 84,52% tergolong baik. (3) Hasil belajar peserta didik di Siklus I sebesar 68,51 tergolong cukup dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 62,86%, dan Siklus II nilai rata-ratanya sebesar 82,59 tergolong baik dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 85,17%.
Analisis Manajemen Laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi Hulu, Denius; Waruwu, Torozidulu; Gulo, Hardikupatu; Lase, Natalia Kristiani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12958

Abstract

Laboratorium IPA memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran sains di sekolah karena memungkinkan siswa untuk memahami konsep ilmiah melalui pengalaman praktikum. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada manajemen yang baik, mencakup perencanaan, keselamatan, peningkatan kualitas, dan pelaksanaan kegiatan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi ditinjau dari empat aspek utama, yaitu perencanaan, keselamatan dan keamanan, peningkatan kualitas, serta pelaksanaan kegiatan praktikum. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap koordinator laboratorium serta guru IPA, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi aktual pengelolaan laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aspek perencanaan masih kurang karena belum adanya dokumen program kerja tertulis dan sistem administrasi yang terstruktur; (2) aspek keselamatan dan keamanan tergolong rendah akibat minimnya fasilitas keselamatan dan belum adanya SOP tertulis; (3) aspek peningkatan kualitas laboratorium masih terbatas karena sarana dan prasarana belum memadai serta kurangnya pemeliharaan rutin; dan (4) pelaksanaan kegiatan praktikum tergolong cukup, tetapi belum berjalan optimal karena frekuensi praktikum masih rendah. Manajemen laboratorium IPA di SMP Negeri 3 Alasa Talumuzoi belum terlaksana secara optimal. Diperlukan peningkatan dalam aspek perencanaan, penyediaan fasilitas keselamatan, pemeliharaan sarana, serta peningkatan intensitas praktikum agar laboratorium dapat berfungsi maksimal dalam mendukung pembelajaran IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 5 GUNUNGSITOLI Hulu, Yoren Oktariani; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8569

Abstract

The Treffinger learning model is a creative learning model oriented towards problem solving that provides opportunities for students to think creatively, work together, and relate learning concepts to real problems in their environment. The objectives of this study are (1) to determine whether there is an influence of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) to determine the effectiveness of the Treffinger learning model on the science learning outcomes of students at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunugsitoli. The type of research used is quantitative research with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research sample was class VIII-D of SMP Negeri 5 Gunungsitoli, with the researcher acting directly as a teacher during the learning process. The research instruments were pretest and posttest, and learning devices based on the Treffinger model. Data analysis was carried out through the N-Gain test to determine the effectiveness of the Treffinger model and a hypothesis test (paired sample t-test) to test to determine the effect of the Treffinger model on learning outcomes. The results of the study showed that there was a significant increase in learning outcomes after the Treffinger learning model was implemented. The average value of student learning outcomes increased from a pretest score of 50 to a posttest score of 84 with a high effectiveness category based on the results of the N-Gain test. The hypothesis test also showed a significant value smaller than the p-value (0.00 < 0.05), so Ha was accepted and Ho was rejected. Thus, the Treffinger learning model had a positive and significant effect on students' science learning outcomes at the UPTD of SMP Negeri 5 Gunungsitoli. ABSTRAK Model pembelajaran Treffinger merupakan model pembelajaran kreatif yang berorientasi pada pemecahan masalah yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir kreatif, bekerja sama, serta mengaitkan konsep pembelajaran dengan permasalahan nyata di lingkungan mereka. Tujuan Penelitian ini adalah (1)mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli, (2) Untuk mengetahui Efektivitas model pembelajaran Treffinger terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunugsitoli. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-eksperimental menggunakan desain one-group pretest-Posttest design. Sampel penelitian adalah kelas VIII-D SMP Negeri 5 Gunungsitoli, dengan peneliti berperan langsung sebagai guru selama proses pembelajaran. Instrumen penelitian pretest dan posttest, dan perangkat pembelajaran berbasis model Treffinger. Analisis data dilakukan melalui uji N-Gain untuk mengetahui efektivitas model Treffinger dan uji hipotesis (paired sample t-test) untuk menguji untuk mengetahui pengaruh model Treffingerter  terhadap hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran Treffinger. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik meningkat dari skor pretest 50  ke Posttest 84  dengan kategori efektivitas tinggi berdasarkan hasil uji N-Gain. Uji hipotesis juga menunjukkan nilai signifikan lebih kecil dari pada p-value (0.00 < 0.05), sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian, bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar IPA peserta didik di UPTD SMP Negeri 5 Gunungsitoli.  
PENGEMBANGAN BUKU SAKU IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DI UPTD SMP NEGERI 8 GUNUNGSITOLI Zebua, Justin Intan Purnama Sari; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini; Lase, Natalia Kristiani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8570

Abstract

This study aims to develop a Science pocket book based on Problem-Based Learning (PBL) as a solution to the low conceptual understanding and learning motivation of students at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The needs analysis revealed that 80% of students considered the textbook less engaging, 90% required visual media, and 93% needed practical learning materials such as a pocket book. The product was developed through validation by material experts, language experts, and design experts, resulting in a “Highly Feasible” category with significant score improvements after revisions. The practicality test showed an average student response rate of 93.33% (“Highly Practical”). The implementation stage demonstrated increased motivation, engagement, and conceptual understanding in science learning. The effectiveness of the pocket book was also reflected in the student mastery level, which reached 93.02% in the field test. Thus, the developed PBL-based Science pocket book is proven to be feasible, practical, and effective as a learning medium to improve the quality of science instruction in junior high schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku saku IPA berbasis Problem-Based Learning (PBL) sebagai solusi atas rendahnya pemahaman konsep dan motivasi belajar peserta didik di UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa 80% peserta didik menilai buku paket kurang menarik, 90% membutuhkan media visual, dan 93% membutuhkan bahan ajar praktis seperti buku saku. Produk dikembangkan melalui validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain yang menghasilkan kriteria Sangat Layak dengan peningkatan skor signifikan setelah revisi. Uji kepraktisan menunjukkan rata-rata respon siswa sebesar 93,33% (Sangat Praktis). Implementasi produk memperlihatkan peningkatan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep IPA. Efektivitas buku saku juga tercermin dari ketuntasan belajar siswa yang mencapai 93,02% pada uji lapangan. Dengan demikian, buku saku IPA berbasis PBL yang dikembangkan terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP.    
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL AJAR IPA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 1 HILIDUHO Lahagu, Jelinus; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.8571

Abstract

This research is motivated by the low achievement of science learning outcomes of students at SMP Negeri 1 Hiliduho, which is still below the Minimum Completion Criteria due to the limited variety of learning resources and the dominance of conventional learning methods. This study aims to analyze the influence and effectiveness of the use of science teaching modules in improving students' cognitive competence. The method applied is quantitative with a pre-experimental one-group pretest-posttest design, where the research sample was determined through a purposive sampling technique among eighth-grade students. The data collection instrument used an objective test whose validity and reliability have been tested. The research findings show a statistically significant increase, evidenced by the Paired Sample t-test hypothesis test which produced a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. In addition, there was an increase in the average score from 59.33 (pre-test) to 76.67 (post-test) with a jump in classical completeness from 3.3% to 80%. Effectiveness analysis using the N-Gain test showed an average score of 0.4202, which is in the moderate category (0.30 ? g < 0.70). The main conclusion of this study confirms that the implementation of science teaching modules has a significant positive impact and is proven effective in improving student learning outcomes. Therefore, it is recommended as a supporting teaching material to optimize the understanding of science concepts in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar IPA siswa di SMP Negeri 1 Hiliduho yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal akibat minimnya variasi sumber belajar dan dominasi metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta tingkat efektivitas penggunaan modul ajar IPA dalam meningkatkan kompetensi kognitif siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest , di mana sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling pada siswa kelas VIII. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan secara statistik, dibuktikan dengan uji hipotesis Paired Sample t-test yang menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Selain itu, terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 59,33 (pre-test) menjadi 76,67 (post-test) dengan lonjakan ketuntasan klasikal dari 3,3% menjadi 80%. Analisis efektivitas menggunakan uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,4202 yang berada pada kategori sedang (0,30 ? g < 0,70). Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa implementasi modul ajar IPA memiliki pengaruh positif yang signifikan dan terbukti efektif dalam memperbaiki hasil belajar siswa, sehingga direkomendasikan sebagai bahan ajar pendukung untuk mengoptimalkan pemahaman konsep sains di sekolah.