Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Menggunakan Metode Takt Time Pada Produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di PT WXY Munir, Muhammad Arham; Triwibisono, Christanto; Nugraha, Fida Nirmala
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT WXY merupakan perusahaan yangmemproduksi AMDK sesuai dengan permintaan yang diterimaperusahaan setiap bulannya. Seiring dengan meningkatnyatarget produksi perusahaan setiap tahunnya, PT WXY tidakmampu memenuhi beberapa target produksi yang ada selamaperiode 2022, yaitu pada September, Oktober, November, danDesember. Hal tersebut terjadi salah satunya disebabkan olehkurangnya SDM yang dimiliki perusahaan untuk mampumemproduksi dan memenuhi target yang ditetapkan.Ketersediaan karyawan di PT WXY tidak mampu mewujudkantercapainya target produksi karena makin bertambahnyatuntutan yang diberikan oleh perusahaan. Oleh karena itu,pada penelitian ini, dilakukan perancangan kebutuhan SDMyang tepat pada divisi produksi perusahaan menggunakanmetode takt time. Dengan memperhatikan takt time, maka dapatditentukan waktu yang tepat untuk memproduksi AMDK agartidak terjadi idle time. Dengan penambahan 4 karyawan, yangawalnya 25 menjadi 29, maka target produksi yang ada dapatterpenuhi secara optimal. Kata kunci — AMDK, SDM, takt time, idle time
Training Design to Improve Quality of Response: Training to Stimulate Application of Clarity Standard on The Elements of Thinking Nugraha, Fida Nirmala
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 27 No 3 (2012): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 27, No. 3, 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v27i3.4231

Abstract

Critical thinking is a must have cognitive characteristics of first year students that enable them to responds to the problems adequately. On the other hand students are rarely having the chance to develop the ability since they are used to get instant results instead of paying attention on the process (Day, 1981; King, Wood, & Mines, 1990). Training that urged students to implement clarity standard on the elements of thinking can stimulate critical thinking. Using randomized pretest posttest control group design, the training is significantly increasing e quality to solve pro- blem amongst subjects. The experimental group has to solve two ill structured problems: one served as pre and posttest, the other is served as a part of problem based learning which both cases force them to applied clarity standard on the elements of thinking. Control group receive only pre and posttest case. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu karakteristik perkembangan kognitif yang harus dikuasai mahasiswa agar dapat memberikan respons yang tepat pada saat menyelesai- kan persoalan. Mahasiswa umumnya terbiasa memperoleh hasil secara instan dan kurang memperhatikan proses pencapaian hasil (Day, 1981; King, Wood, & Mines, 1990). Salah satu cara untuk menstimulasi perkembangan kognitif individu dapat dilakukan melalui pelatihan untuk menstimulasi penerapan standar clarity pada elemen berpikir. Dengan desain randomized pretest-posttest control group yang diikuti subjek, pelatihan secara signifikan dapat meningkatkan kualitas respons yang ditampilkan pada saat menyelesaikan persoalan. Kelompok ekspe- rimen harus menyelesaikan dua persoalan yang ambigu (ill structured) yaitu satu persoalan sebagai pretest dan posttest sedangkan persoalan lainnya merupakan implementasi pro- blem based learning yang menuntut subjek kelompok ini untuk menerapkan standar clarity pada elemen-elemen berpikir agar dapat memberikan respons yang tepat.
PENINGKATAN WAWASAN KARIR BAGI SISWA SMAN 14 BANDUNG Fida Nirmala Nugraha; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7851

Abstract

Wawasan karir menjadi salah satu aspek penting bagi remaja di jenjang pendidikan menengah atas. Hal ini karena mereka akan segera dihadapkan pada pilihan untuk menentukan jurusan atau program studi di tingkat yang lebih tinggi. Adanya mahasiswa yang setelah masuk di suatu jurusan tertentu merasa salah memilih jurusan merupakan salah satu akibat dari kurangnya wawasan karir saat berada di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan dari pengabdian masyarakat yang diselenggarakan adalah memberikan edukasi wawasan karir kepada siswa SMA. Rangkaian kegiatan pengabdian Masyarakat dilaksanakan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu pre seminar, pelaksanaan seminar, serta post seminar. Hasil dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini menunjuukan bahwa terdapat peningkatan wawasan karir di kalangan siswa SWA menjadi 98%. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengarahkan siswa untuk dapat mempersiapkan karir setelah menempuh studi SMA dengan lebih baik. Aktivitas pendukung lainnya dapat dilaukan untuk mematangkah perkembangan karir sesuai tahapannya.
Penguatan Peran Pendamping Akademik bagi Guru SMAN 14 Bandung Fida Nirmala Nugraha; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8496

Abstract

Kemampuan komunikasi merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki oleh pendamping akademik SMA dalam menjalankan perannya. Keberadaan pendamping akademik memiliki kontribusi untuk mendukung kesuksesan akademik dari siswa, terutama dalam hal dukungan sosial dan emosional, menyiapkan pengalaman belajar dan karir di masa depan. Seiring dengan transisi generasi dari peserta didik, para guru pendamping akademik memiliki kendala dalam hal komunikasi yang sesuai. Peserta didik mayoritas berasal dari kalangan generasi Z yang memiliki kebutuhan cara komunikasi berbeda, yaitu preferensi komunikasi digital. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pelatihan terkait metode komunikasi untuk mendukung penguatan peran pendamping akademik. Kegiatan dilaksanakan secara langsung pada 25 Oktober 2024 dihadiri oleh 40 orang guru SMAN 14 Bandung yang mendapat peran sebagai pendamping akademik di sekolah. Pada kegiatan dilaksanakan dalam dua tahapan yaitu penyampaian materi dan diskusi kelompok. Dari hasil diskusi teridentifikasi beberapa poin tantangan serta rekomendasi perbaikan untuk proses pendampingan akademik dalam hal edukasi maupun dukungan sosial dengan mempertimbangkan cara komunikasi yang sesuai. Dari hasil umpan balik, 98% peserta memberikan respon yang positif terhadap kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan, serta mengharapkan kegiatan lanjutan untuk mendukung penguatan peran pendamping akademik di periode mendatang.
Pendampingan Evaluasi Program Tahfidz di LTQ Cahaya Mujahadah menggunakan Model CIPP Fida Nirmala Nugraha; Atya Nur Aisha; Yoga; Kelvin Mulya Saputra
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10371

Abstract

Keberhasilan mencapai suatu tujuan ditentukan antara lain oleh program atau kurikulum untuk mencapai tujuan tersebut. Lembaga Tahfidz Qur’an memegang peranan penting untuk memastikan santri dapat lulus menguasai dan memahami isi kandungan Al-Qur’an dengan benar. Mengingat pentingnya peran lembaga tahfidz maka perlu dilakukan evaluasi terhadap program atau aktivitas yang dilakukan agar tujuan yang direncanakan dapat tercapai dengan cara yang tepat pula. Sejauh ini LTQ Cahaya Mujahadah belum pernah dilakukan evaluasi secara terstruktur untuk mengetahui apakah program tahfidz yang dijalankann sudah tepat atau masih perlu dilakukan perbaikan. Model evaluasi yang digunakan untuk memperbaiki program pengelolaan adalah CIPP. Pendampingan pengelolaan organisasi dengan lebih terstruktur ditawarkan untuk dapat mengoptimalisasi program dan layanan yang diberikan oleh lembaga tahfidz. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan sebagai upaya produktif dalam berkolaborasi dan memberikan manfaat kepada masyarakat sasar, yaitu LTQ Cahaya Mujahadah. Melalui kegiatan pendampingan ini diharapkan dapat dilakukan penguatan tata kelola dalam menjalankan program tahfidz yang dimiliki.
Pendampingan Analisis Jabatan dalam Penyusunan Kriteria Seleksi Calon Santri di LTQ Cahaya Mujahadah Bandung Fida Nirmala Nugraha; Atya Nur Aisha; Yoga Yoga; Septi Dwi Cahya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3101

Abstract

Keberhasilan proses pembelajaran di lembaga tahfidz tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kualitas calon santri yang direkrut sebagai komponen utama program. Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Tahfidz Qur’an (LTQ) Cahaya Mujahadah Bandung adalah belum tersedianya kriteria seleksi calon santri yang seragam dan terukur, sehingga proses rekrutmen yang dilakukan oleh pengurus yang berbeda berpotensi menghasilkan standar penerimaan yang tidak konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi pengurus LTQ Cahaya Mujahadah dalam menyusun kriteria seleksi calon santri melalui proses analisis jabatan. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi tujuan dan kebutuhan jabatan, pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner terstruktur dengan pengurus, analisis dan pengolahan data, serta verifikasi dan validasi. Hasil kegiatan mengidentifikasi empat pilar karakteristik santri yang diharapkan, yaitu penyelesaian target hafalan dan murajaah, keteladanan akhlak, kemandirian ibadah dan kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kepemimpinan dan pengabdian sosial. Keempat pilar tersebut selanjutnya dioperasionalkan menjadi enam kriteria sebagai acuan seleksi, yaitu disiplin dan manajemen diri, ketekunan, keteguhan niat, adab, pengendalian emosi, serta kepemimpinan dan kepercayaan diri. Dokumen indikator perilaku pada setiap kriteria dan instrumen panduan wawancara yang dihasilkan telah divalidasi oleh pengurus dan diujicobakan pada proses rekrutmen santri baru. Proses penyusunan kriteria ini melibatkan diskusi aktif bersama pengurus sehingga daftar kriteria untuk penilaian dan instrumen yang dihasilkan mempermudah proses penilaian yang lebih objektif bagi pewawancara, serta membantu penggalian profil calon santri yang lebih terstruktur pada pelaksanaan seleksi periode 2026. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa standardisasi alat ukur seleksi yang objektif serta mendukung keberlanjutan tata kelola rekrutmen di lembaga tahfidz.
Konseling Manajemen Stres pada Santri Lembaga Tahfidz Qur’an Cahaya Mujahadah dengan Media Point of You Fida Nirmala Nugraha; Litasari Widyastuti Suwarsono; Atya Nur Aisha; Melly Uswatun Hasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 5 No. 1 (2026): September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v5i1.1685

Abstract

Pendidikan tahfidz bertujuan untuk mendukung kegiatan menghafal Al-Qur’an, sehingga dapat menghasilkan penghafal Al-Qur’an yang berakhlak baik. Namun demikian, proses menghafal Al-Qur’an tidaklah mudah dan disertai kegiataan yang padat, serta target yang tinggi, berdampak pada kondisi para santri. Tekanan, konflik, dan tanggung jawab moral sebagai penghafal AL-Qur’an memicu munculnya stres di kalangan santri. Survei awal yang dilakukan pada Lembaga Tahfidz Qur’an Cahaya Mujahadah menunjukan bahwa terdapat 32% santri yang merasa sedang mengalami stres dalam tiga bulan terakhir. Apabila stres tidak ditanggulangi dengan baik, dapat berdampak pada pencapaian target hafalan yang telah ditentukan. Sementara masih terdapat 29% santri yang belum mengetahui manajemen stres dengan tepat. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan konseling terkait manajemen stres bagi para santri tahfidz melalui pemanfaatan media Point of You. Selain penggunaan media, diberikan pemahaman secara teori mengenai stres dan cara mengelola stres. Dari hasil pengukuran umpan balik pelaksanaan kegiatan, para santri dapat memahami mengenai gejala mengenai stres dan mengetahui hal yang perlu dilakukan untuk coping stress. Mayoritas peserta memberikan umpan balik positif terhadap kesesuaian materi dan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para santri maupun pengelola Lembaga Tahfidz dalam manajemen stres, sehingga dapat memberikan lingkungan dan kegiatan operasional yang nyaman sejalan dengan tujuan program tahfidz yang direncanakan.