Claim Missing Document
Check
Articles

Investigasi Pengaruh Sosial Media Marketing dan Brand Awereness terhadap Purchase Decision Produk Indihome pada Wilayah Telkom Bengkulu Ratnawia Ratnawia; Ilma Mufidah; Husni Amani
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 10 No 3 (2022)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/pkwu.v10i3.590

Abstract

The impact arising from the expansion of the internet network is the need for internet all the time. Many companies that provide internet services to users which is PT. Telkom Indonesia with its IndiHome product. IndiHome products in Bengkulu Province have a very low installation value through non-sales compared to other areas in Sumatra. Researchers will conduct basic research on digital marketing through social media and increasing brand awareness which will affect the increase in sales of IndiHome products through non-sales. This research has 3 variables, namely social media marketing, brand awareness and purchase decision. This research has conducted a survey to 164 people of Bengkulu Province with 18 research indicators. Calculation of survey results using the PLS method with the smartpls application. The results of the research are Social media marketing and brand awareness affect the purchase decision coefficient of determination of 0.771 or 77.1%. While the remaining 22.9% (100-77.1) was contributed by variables outside the study.
Decision-Making Process for Tourism Potential Segmentation Fandi Achmad; Irsyad Thalib Abdillah; Husni Amani
International Journal of Innovation in Enterprise System Vol 7 No 01 (2023): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v7i01.204

Abstract

The tourism industry is one of the critical sectors driving regional economic development, creating jobs, and preserving cultural and natural heritage. The Rembang Regency Government is trying to design a strategy to increase various tourism potentials that support the tourism industry. Stakeholders cannot optimally manage various tourism potentials in Rembang Regency because the support system facilities still need to be improved. Potential tourism segmentation based on facility support systems (SSF) can assist the government in carrying out strategies to increase the potential of the tourism industry. The main objective of this research is to assist stakeholders in the decision-making process and generate policy advice through tourist mapping results, reducing large-scale tourism industry problems to a scale that can be understood and acted upon in successful tourism industry marketing. Methods in data collection using literature study and observation with accidental sampling to determine as many as 20 tours. The K-Means method was chosen to classify tourism potential in Rembang Regency, Central Java, Indonesia. The results showed three potential tourism clusters in Rembang Regency based on Support System and Facilities (SSF) covering telecommunication, power source, transportation, waste management, location, clean water source, supporting industry, spatial, hospitality, safety, and security. The results of this study can be used in designing decision-making strategies by stakeholders to improve the tourism industry. Increasing the potential of each tourist cluster by stakeholders has its advantages and disadvantages.
Rancangan Program Komunikasi Pemasaran Kere Daun Singkong Pada Usaha Kecil Menengah Noesry Ciwidey Dengan Pendekatan Benchmarking Muhammad Firmansyah Putra; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha Kecil Menengah (UKM) Noesry merupakan pelaku ekonomi yang memiliki keterbatasan dana, pengetahuan, dan sumber daya manusia untuk melakukan komunikasi pemasaran. Oleh karena itu, dilakukan sebuah penelitian untuk merumuskan rancangan komunikasi pemasaran yang tepat oleh UKM Noesry agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk UKM Noesry, menarik minat pembeli, dan membuat produk UKM Noesry dikenal oleh masyarakat kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rancangan komunikasi pemasaran yang dapat diimplementasikan untuk produk kere daun singkong yang sesuai dengan kemampuan UKM Noesry. Penelitian ini menggunakan pendekatan benchmarking terhadap pesaing dengan produk serupa yang telah ada di pasar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah dengan wawancara dan observasi, serta memanfaatkan data yang dikumpulkan melalui berbagai publikasi ilmiah, internet yang memiliki informasi terpercaya dan buku literatur. Pemilihan metode benchmarking didasarkan pada proses pencarian secara berkelanjutan untuk suatu ide dan metode baru, praktik dan proses, serta salah satu usaha mengadaptasi fitur terbaik, kemudian menerapkannya untuk memperoleh hasil terbaik. Penelitian dilakukan dengan identifikasi komunikasi pemasaran pesaing, identifikasi SWOT UKM Noesry, benchmarking komunikasi pemasaran pesaing, penentuan target dan segmen pasar yang dituju, dan rancangan program komunikasi pemasaran UKM Noesry. Berdasarkan hasil analisis gap, analisis segmen dan target pasar yang dituju, dan analisis SWOT dapat dirumuskan bahwa rekomendasi program dan media komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan pada UKM Noesry adalah usulan perbaikan kemasan dan penggunaan media sosial Instagram. Kata kunci: UKM Noesry, komunikasi pemasaran, benchmarking, kemasan, Instagram
Strategi Penetapan Harga Air Minum Dalam Kemasan Di Pt. Syahid Global International Dengan Menggunakan Customer Value Map Dan Price Sensitivity Meter Nurtyo Widya Kurniawan; Husni Amani; Maria Dellarosawati
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dewasa ini industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berkembang pesat. Salah satu perusahaan yang bergerak di industri AMDK adalah PT. Syahid Global Internat ional. Awal beroperasi, PT. SGI bekerja sama dengan PT. Fenishelo Suryawijaya yang memiliki merek air minum Suli 5. Selama beberapa bulan beroperasi PT. SGI belum mencapai target karena adanya berbagai masalah. Salah satu masalah yaitu tidak adanya penentuan harga jual produk ditingkat agen kepada konsumen. Melalui hasil evaluasi PT. SGI menghentikan kerja sama dengan PT. Fenishlo Suryawijaya dan mengeluarkan brand baru dengan nama Tirta One. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan usulan harga dengan mengevaluasi value yang dimiliki oleh produk dan benefit yang dirasakan pelanggan ketika mengonsumsi produk Tirta One. Benefit yang dirasakan oleh pelanggan juga menjadi dasar untuk menentukan kemauan bayar pelanggan agar harga yang ditetapkan tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh customer value map yang menunjukan bahwa produk Tirta One berada di disadvantage area. Pada pengolahan price sensitivity meter untuk harga galon pembelian perdana acceptable price range ada pada range Rp 38.000,00 – Rp 52.000,00 dan untuk harga galon isi ulang acceptable price range ada pada range Rp 15.800,00 – Rp 18.500,00. Dengan mempertimbangkan harga kompetitor, customer value map, dan price sensitivity meter harga pembelian galon perdana ditetapkan sebesar Rp 48.000,00 dan harga galon isi ulang sebesar Rp 14.000,00. Kata Kunci: Harga, Value-Based Pricing, Customer Value Map, Customer Willingness To Pay, Price Sensitivity Meter
Analisis Kebutuhan Layanan Program Studi Graphic Design Professional Di Telkom Professional Certification Center Menggunakan Integrasi Eduqual Dan Model Kano Mohamad Subkhi Priono; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Grafis (Graphic Design Professional) merupakan salah satu program studi yang ada pada program sertifikasi dan pelatihan Certified Competency Development and Professional. Program profesi dari lembaga mengalami penurunan dalam jumlah mahasiswa disetiap tahunnya. Menurut marketing manager dari Telkom Professional Certified Centre,program profesi ini akan melakukan ekspansi dan perbaikan dikarenakan jumlah mahasiswa yang selalu menurun. Kebutuhan dari program profesi ini perlu diidentifikasi dengan memperhatikan kondis saat ini dan kondisi ideal. Lembaga diharapkan mampu mengetahui dan memenuhi kebutuhan peserta dan calon peserta pendidikan. Penelitian ini mengidentifikasi 26 atribut kebutuhan yang didapat dari peserta dan calon peserta pendidikan lembaga pelatihan dan sertifikasi Telkom Professional Certified Centre program studi desain grafis. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh bahwa 13 atribut kebutuhan merupakan atribut lemah dimana performansi atribut tersebut masih dibawah harapan peserta pendidikan dan juga 13 atribut yang perlu dipertahankan performansinya. Kata kunci : Atribut Kebutuhan, Education Quality , Model Kano, True Customer Needs.
Analisis Kebutuhan Magister Manajemen, Pascasarjana Telkom University Dengan Pendekatan Education Quality Dan Model Kano Yuki Hana Putri Tejima; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pascasarjana Telkom University memiliki tiga program magister, yaitu (1) Magister Teknik Telekomunikasi, (2) Magister Informatika, dan (3) Magister Manajemen. Berdasarkan data diketahui bahwa tahun 2015 terdapat penurunan jumlah mahasiswa yang sangat drastis. Salah satu program magister yang akan diteliti pada penilitian ini adalah program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis. Jumlah mahasiswa program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis yang didirikan pada tahun 1999 memiliki jumlah yang tetap, dan tidak terlalu meningkat. Rekomendasi diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data dengan integrasi Education Quality dan Model Kano, didapatkan bahwa, terdapat 15 True Customer Needs, diantaranya 9 atribut yang dipertahankan dan 6 atribut yang perlu ditingkatkan Kata kunci : pascasarjana, TCN, education quality, model kano
Analisis Kebutuhan Layanan E-warong Menggunakan Integrasi Model Kano Dan Metode Service Quality Muhammad Januar Rasyid; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak e-Warong merupakan salah satu program Kementrian Sosial yang diluncurkan pada tahun 2016 untuk memfasilitasi pelayanan Dana Bantuan Sosial Non-Tunai melalui layanan warung elektronik. Berdasarkan hasil in depth interview yang dilakukan oleh penulis, diperoleh keluhan pada layanan e-Warong yang menunjukkan ketidakpuasan Penerima PKH terhadap layanan e-Warong. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan perbaikan kualitas layanan e-Warong menggunakan integrasi Metode Servqual dan Model Kano. Terdapat 21 atribut kebutuhan konsumen yang didapatkan berdasarkan Voice of Customer (VoC). Berdasarkan hasil pengolahan Kuesioner Servqual didapatkan 8 atribut kuat dan 13 atribut lemah. Sedangkan berdasarkan klasifikasi Model Kano diperoleh 13 atribut yang diprioritaskan dan 1 atribut yang perlu dikembangkan. Rekomendasi dirumuskan berdasarkan hasil pengolahan data yang berisi atribut kebutuhan yang diprioritaskan dan dikembangkan sebagai True Customer Needs. True Customer Needs yang diperoleh adalah atribut ketersediaan stok sembako, kelengkapan pilihan sembako, kelayakan kondisi sembako yang diberikan, kelancaran fungsi Mesin EDC, ketersediaan informasi mengenai e-Warong, kelengkapan informasi mengenai e-Warong, kejelasan informasi mengenai e-Warong, ketersediaan contact person di setiap cabang e-Warong, kemudahan dalam menjangkau lokasi e-Warong, ketersediaan petunjuk lokasi e-Warong, transparansi bagi setiap transaksi yang dilakukan, keamanan bagi setiap transaksi yang dilakukan, kemampuan Pendamping PKH dalam memahami Penerima PKH serta kerapihan Pendamping PKH. Kata Kunci : Analisis Kebutuhan, e-Warong, Kementrian Sosial, Servqual, Model Kano, Integrasi Servqual dan Model Kano. Abstract e-Warong is one of the Ministry of Social Affairs programs launched in 2016 to facilitate the Non-Cash Social Assistance Fund Service through the electronic shop service. Based on in depth interview that obtained by writer, shown complaints on the service e-Warong that representate as dissatisfaction of Penerima PKH to e-Warong services. Therefore, in this research, the quality of e-Warong service is improved using Integration of Servqual Method and Kano Model. There are 21 attributes of consumer needs obtained based on Voice of Customer (VoC). Based on the results of Servqual process, obtained 8 strong attributes and 14 weak attributes. Whereas based on Kano Model classification, 13 attributes are prioritized and 1 attribute that needs to be developed. Recommendations are formulated based on the results of data processing containing priority needs attributes and developed as True Customer Needs. True Customer Needs that obtained are attributes of basic needs stock availability, necessities of basic needs, feasibility of basic needs, fluency of EDC machine function, information avaibility about e-Warong, information clarity about e-Warong, contact person avaibility in every e-Warong branch, ease of reaching of e-Warong location, availability of e-Warong location guidance, transparency for every transaction, security for every transaction that done, ability of Pendamping PKH in understanding Penerima PKH Receiver and neatness of PKH Assistant. Keywords : Need Analysis, e-Warong, Ministry of Social Affairs, Servqual, Kano Model, Integration Servqual and Kano.
Perancangan Program Komunikasi Pemasaran Terpadu Nugget Lele “mantap Sangat Enterprise” Dengan Menggunakan Metode Zero-based Planning Erlangga Femayuga Femayuga; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mantap Sangat Enterprise (MSE) merupakan suatu UKM yang berasal dari Dumai, yang bergerak di bidang impor-ekspor, konsultan bisnis, training, dan kuliner. Dalam bidang kuliner ada empat produk yang digarap oleh Mantap Sangat: nugget lele, dendeng lele, bakpia, dan es pisang hijau. Produt nugget lele merupakan produk unggulan dari MSE dan pemilik MSE memiliki rencana untuk menggiatkan penetrasi di Bandung tetapi belum menerapkan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Dalam penelitian program Komunikasi Pemasaran Terpadu ini, digunakan metode zero-based planning, yakni sebuah metode perencanaan Komunikasi Pemasaran Terpadu yang lebih mengedepankan aspek dinamika perusahaan daripada kondisi historis perusahaan. Langkah yang ditempuh dalam zero-based planning ini adalah identifikasi target audiens Nugget Lele Mantap Sangat, analisis SWOT, menentukan objectives dari komunikasi pemasaran, mengembangkan komunikasi pemasaran terpadu, analisis dan estimasi biaya, analisis kendala, hingga rekomendasi program komunikasi pemasaran terpadu Nugget lele mantap sangat. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa ada lima jalur Komunikasi Pemasaran Terpadu yang dapat dijalankan oleh brand nugget lele Mantap Sangat. Yaitu periklanan, pemasaran via media sosial, word of mouth marketing, promosi penjualan, dan pengadaan lomba. Kata kunci: IMC, marketing communication, zero-based planning, nugget lele.
Analisis Kebutuhan Jasa Pendidikan Certified Competency Development And Professional Program Studi Creative Multimedia Professional Menggunakan Integrasi Eduqual Dan Kano Bagja Bintang Pamungkas; Husni Amani; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Creative Multimedia Professional merupakan program studi yang yang menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan dalam penyajian komunikasi yang lebih interaktif melalui aplikasi multimedia dan animasi computer, sehingga lulusan dapat mengembangkan dirinya untuk berkiprah di bidang kreatif multimedia secara profesional. Telkom Professional Certification Center (TPCC) akan melakukan ekspansi dikarenakan jumlah mahasiswa yang selalu menurun dari tahun ke tahun dan tidak memenuhi target. Identifikasi kebutuhan didasarkan atas perbaikan program studi terdahulu dengan memperhatikan kondisi eksisting dan kondisi ideal. Terdapat beberapa keluhan mahasiswa terhadap program studi ini. Keluhan ini menunjukkan ketidakpuasan mahasiswa. Lembaga i ni hendaknya mampu mengetahui dan memenuhi keinginan mahasiswa agar dapat bertahan di pasar bisnis jasa pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas jasa pendidikan program studi Creative Multimedia Professional menggunakan integrasi Education Quality dan Model Kano dengan mencari atribut kebutuhan pelanggan terhadap jasa pendidikan program studi Creative Multimedia Professional. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi 21 atribut kebutuhan mahasiswa pendidikan program studi Creative Multimedia Professional. Selanjutnya akan ditentukan atribut kebutuhan yang diprioritaskan untuk perbaikan pendidikan program studi. Berdasarkan hasil pengolahan data pada kuesioner Education Quality diperoleh bahwa dari 21 atribut kebutuhan terdapat 13 atribut kuat dimana atribut tersebut sudah sesuai dengan harapan mahasiswa sehingga atribut tersebut perlu dipertahankan kinerjanya. Kemudian terdapat delapan atribut lemah dimana atribut tersebut belum memenuhi harapan mahasiswa sehingga perlu ditingkatkan performansinya. Rekomendasi diperoleh berdasarkan hasil pengolahan data serta analisis yang melibatkan data mahasiswa, calon mahasiswa, alumni dan data lainnya. Rekomendasi berisi atribut kebutuhan pendidikan program studi Creative Multimedia Professional yang diprioritaskan untuk ditingkatkan sebagai true customer needs yaitu lembaga pendidikan menyediakan akses internet yang memadai untuk mengakses pusat informasi seperi buku, jurnal, software, lembaga pendidikan menyediakan komputer yang mutakhir, staf akademik cepat dalam memberikan pelayanan, Kurikulum lembaga pendidikan memenuhi kebutuhan pembelajaran mahasiswa, mahasiswa mengetahui proses penilaian prestasi, lembaga pendidikan menyediakan program ekstrakurikuler. Kata kunci : atribut kebutuhan, perbaikan produk, integrasi education quality dan model kano, true customer needs
Rancangan Program Komunikasi Pemasaran Restoran Kumaramen Menggunakan Pendekatan Benchmarking Raditya Artha Prasetyo; Husni Amani; Sari Wulandari
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Restoran Kumaramen adalah salah satu restoran khas Jepang yang menawarkan ramen “leveling” di kota Bandung. Karena ketatnya persaingan usaha restoran di kota Bandung restoran Kumaramen mengalami penurunan pendapatan dan brand awareness. Sehingga pemilik restoran Kumaramen memiliki keinginan untuk meningkatkan kembali brand awareness dan meningkatkan kembali pendapatannya. Oleh karena itu, dilakukan sebuah penelitian untuk merumuskan rancangan program komunikasi pemasaran yang tepat untuk restoran Kumaramen agar dapat memberikan informasi produk, program-program promosi yang dapat menarik minat pembeli dan membuat restoran Kumaramen dikenal kembali oleh masyarakat kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan benchmarking dengan membandingkan program komunikasi pemasaran eksisting restoran Kumaramen dengan usaha yang lebih sukses. Usaha restoran yang dijadikan obyek adalah restoran sejenis yang sukses dan restoran beda jenis namun masih masuk pesaing di kota Bandung. Dalam penentuan program komunikasi pemasaran dilakukan identifikasi komunikasi pemasaran eksisting antara restoran Kumaramen dan pesaing yang dijadikan pembanding dan ditentukan indikator pembandingnya, setelah itu dilakukan proses benchmarking untuk mengetahui perbedaaan diantara ketiganya. Setelah didapatkan kesenjangan diantara ketiga objek tersebut maka akan dilakukan analisis gap untuk menentukan indikator yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan perbaikan. Sehingga akan dihasilkan rancangan program komunikasi pemasaran yang tepat bagi restoran Kumaramen. Berdasarkan hasil benchmarking restoran Kumaramen mendapatkan suatu rekomendasi program komunikasi pemasaran yang sesuai dengan kemampuan sumber daya yang dimiliki. Program komunikasi pemasaran yang dapat diterapkan antara lain perbaikan packaging, program membership, optimalisasi media sosial, menjalin kerja sama dengan komunitas Jepang dan word of mouth. Rekomendasi yang diusulkan tersebut telah disesuaikan dengan sumber daya, sehingga dapat diimplementasi oleh restoran Kumaramen. Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, Benchmarking, Gap, Word of mouth
Co-Authors Adiba, Fadia Nur Agus Kusnayat Alan Tri Wijaya Andrea Dewi Linggani Angdini Nurillaily Anggia Ghassani Anton Abdulbasah Kamil Aprilia, Hafiza Arbidinata Setiawan Ari Prayogo Arrazzaq Bardo Batavio Asnin, Taqyya Naufinda Asri Sukma Isabari Bagja Bintang Pamungkas Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Budi Praptono Denta Elvianda Rizki Ramadhan Dewa Ayu Putu Indah Prabasari Dida Diah Damayanti Dimas Reza Pamungkas Dwita Nurhaliza Kharisma Emeliawaty, Emeliawaty Endang Chumaidiyah Erlangga Femayuga Femayuga Fandi Achmad Fauzan Ghifari Prakoso Fikri Vino Prasetya Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Geofani Andreyana Badrun Hadi, Rosad Maali El Hanifah Prilia Sepnita Surosman Hasanah, Raihan Nurfitri Herfaida Nadia Ningrum Ibnu Junaresi Falah Ilma Mufidah Ima Normalia Ima Normalia Kusmayanti Ima Normalia Kusumayanti Indrawati . Irsyad Thalib Abdillah Irsyad Thalib Abdillah Ivan Ashiva Kiyeng Pamungkas Bondo Sapolo Larasati Martaningtyas Utami Luciana Andrawina Majid, Falahal Maria Dellarosawati Meilana Fatharany Meilana Fatharany Meilana Fatharany, Meilana Mohamad Subkhi Priono Muhammad Farhan Fathurrahman Muhammad Firmansyah Putra Muhammad Januar Rasyid Muhammad Noor Fazri Ni Nyoman Putri Ayu Pramesti Ni Putu Putri Pramesti Ningrum, Herfaida Nadia Novitri Cinta Marito Hasibuan Nur Shiyaam Nurtyo Widya Kurniawan Nurul Rizki Pratiwi Nuryskha Nuryskha Prambudia, Yudha Pramesti, Ni Putu Putri Puspita Marsya Tamara Putra, Timmy Permana Putri Aprilia Qisthi Mahran Harahap Raditya Artha Prasetyo Rahmad Perdana Harianja Raihan Nurfitri Hasanah Ratnawia Ratnawia Reza Fajrul Rahmadi Rifadli Doktawiranda Agusdin Rio Aurachman Rizky Alif Pratama Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali E Rosad Ma’ali El Hadi S. K. B. Pillai Sari Wulandari Savaludin, Zein Zufar Sri Martini Sri Martini Suci Ramadhani Ully Yunita Nafizah Wawan Tripiawan Yati Rohayati, Yati Yuki Hana Putri Tejima Yunita Dewi Trianawati