Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH MINAT MEMBACA DAN PENGUASAAN KOSAKATA TERHADAP KETERAMPILAN BERPIDATO SURVEY PADA SISWA MAN DI JAKARTA Mubarok, Zaky
Jurnal Mandiri : Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi Vol 2 No 1: Juni 2018
Publisher : Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.723 KB) | DOI: 10.33753/mandiri.v2i1.39

Abstract

Tujuan Penelitian Adalah 1) Pengaruh minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersamasama terhadap keterampilan berpidato, 2) pengaruh minat membaca terhadap keterampilan berpidato, 2) pengaruh penguasaan kosakata terhadap keterampilan berpidato. Metode penlitian yang digunakan adalah survey. Populasi terjangkau adalah siswa kelas XII MAN 6 Jakarta kampus B di Jakarta Timur yang berjumlah 61 Siswa. Penlitia ini hingga penyusunan laporan dilaksanakan empat bulan. Hasil penelitian memperoleh kesimpulan, 1) Terdapat pengaruh yang signifikan minat membaca dan penguasaan kosakata secara bersama-sama terhadap keterampilan berpidato siswa MAN 6 Jakarta Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan Nilai F0 = F0 = 37,514 dan Sig. = 0,000 < 0,5. Secara bersama-sama variabel minat membaca dan penguasaan kosakata memberikan kontribusi sebersar 56,4% terhadap varibel keterampilan berpidato. 2)Terdapat pengaruh yang signifikan minat membaca terhadap keterampilan berpidato siswa MAN 6 Jakarta Timur. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai thitung = 2,808 dan Sig. = 0,007 < 0,05. Variabel minat membaca memberikan kontribusi sebesar 16,41% dalam meningkatkan keterampilan berpidato. 3) Terdapat pengaruh yang signifikan penguasaan kosakata terhadap keterampilan berpidato siswa MAN 6 Jakarta. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai thitung = 5,555 dan Sig. = 0,000 < 0,05. Variabel penguasaan kosakata memberikan kontribusi sebesar 39,97% dalam peningkatan keterampilan berpidato.
Inferioritas Tokoh Pribumi dalam Novel "Pangeran dari Timur" Karya Iksaka Banu dan Kurnia Efendi Ratna Wulandari; Zaky Mubarok
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.041 KB)

Abstract

Penelitian ini berlatar belakang pada permasalahan yang ditimbulkan akibat penjajahan kolonial terhadap pribumi dalam novel Pangeran dari Timur karya Iksaka Banu-Kurnia Efendi. Adanya bentuk dominasi yang ditunjukkan oleh bangsa Eropa sebagai superior menyebabkan inferioritas terhadap pribumi sebagai bangsa terjajah. Melalui pola tersebut, pribumi kemudian menjadi subjek yang tertekan atau dapat disebut sebagai kelompok Subaltern. Berdasarkan dengan kajian teori post-kolonial, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketertindasan atau inferioritas pribumi sebagai kaum terjajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data berupa Novel Pangeran dari Timur karya Iksaka Banu-Kurnia Efendi. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa bentuk superior Eropa yang meliputi dominasi kekuasaan, intelektual dan sosial budaya, mengakibatkan pribumi menjadi kaum inferior. Bangsa terjajah akan ditempatkan sebagai penopang kualitas hidup Eropa, sebagai kelompok yang tidak akan mencapai kesetaraan, terpinggirkan dan mendapat pelabelan yang buruk.Kata kunci : post-kolonial, Inferior, Superior This research is set against the problems caused by colonial colonization of the natives in Novel Pangeran dari Timur by Iksaka Banu-Kurnia Efendi. The existence of a form of domination shown by europeans as superior led to inferiority towards the natives as a colonized nation. Through this pattern, the natives then become depressed subjects or can be referred to as Subaltern groups. Based on the study of post-colonial theory, this study aims to describe the forms of order or inferiority of the natives as colonized. The method used in this study is qualitative descriptive method, with data source in the form of Novel Pangeran dari Timur by Iksaka Banu-Kurnia Efendi. The results of this study illustrate that the superior form of Europe which includes the dominance of power, intellectual and socio-cultural, resulted in the natives becoming inferior. Colonized nations will be placed as supporters of European quality of life, as groups that will not achieve equality, be marginalized and get poor labeling.Keyword : post-colonial, Inferior, Superior
UPAYA PENDOKUMENTASIAN DAN KAJIAN EKOKRITIK PADA DONGENG DAN MITOS DI RANGKASBITUNG Zaky Mubarok; Adam Muhammad Nur; Taat Budiono
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.809 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisa secara deskriptif terhadap dongeng dan mitos yang ada di Rangkasbitung yang berhubungan dengan kajian Ekokritik serta melakukan dokumentasi secara menyeluruh terhadap penyebaran dongeng dan mitos tersebut. Hal ini dilakukan karena (1) sudah hilangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dongeng dan mitos sebagai bagian dari sebuah pembelajaran yang cukup fundamental khususnya pembelajaran tentang alam dan sekitarnya dan (2) Kurangnya kesadaran masyarakat saat ini dalam melestarikan dongeng dan mitos sebagai sebuah karya sastra lisan yang harusnya dapat dilestarikan dengan baik di masyarakat.  Jika dicermati, alam dan manusia merupakan dua hal yan tidak bisa dipisahkan karena kedua entitas ini selalu terhubung satu dengan yang lainnya. Manusia sebagai khalifah di bumi ditugaskan tuhan untuk menggunakan, melindungi dan menjaga alam agar tetap lestari dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Hubungan alam dengan manusia ini tidak hanya diketahui secara global saja tetapi memang sudah tersirat pada tulisan-tulisan dan bahkan sejarah yang sudah berkembang semenjak dulu. Salah satunya adalah pada bentuk-bentuk karya sastra tertulis maupun tidak tertulis. Karya sastra memang selalu memiliki intensi tersendiri dalam setiap isinya, seperti pesan-pesan yang berkaitan dengan nilai moral, estika, estetika maupun mengenai alam. Sehingga tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai hubungan atau keterkaitan antara alam dalam karya sastra khususnya pada dongeng dan mitos yang tersebar di suatu daerah dalam hal ini daerah Rangkasbitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dan menggunakan metode observasi, data yang didapat secara observasi kemudian dikumpulkan kemudian dipilah antara yang berkenaan dengan ekokritik dan tidak, kemudian hasil dari observasi tersebut didokumentasikan. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah berbentuk deskripsi mengenai nilai-nilai yang berkenaan ekologi yang terdapat pada mitos dan dongeng yang ada di Rangkasbitung.Kata kunci : Dongeng, Dokumentasi, Rangkas, Ekokritik
KAJIAN EKOKRITIK PADA NASKAH DRAMA KISAH PERJUANGAN SUKU NAGA KARYA RENDRA Zaky Mubarok
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 5, No 2 (2017): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.505 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v5i2.%p

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kepedulian Rendra terhadap lingkungan hidup strategis dalam naskah drama Kisah Perjuangan Suku Naga (1975) karya Rendra. Tulisan ini menggunakan sudut pandang ekokritik dan metode deskripsi. Ekokritik bertujuan untuk menemukan fakta-fakta dalam teks sastra yang berkaitan atau membicarakan lingkungan hidup. Metode deskriftif diganakan untuk mendeskripsikan fakta yang ditemukan. Fakta yang ditemukan pada naskah Kisah Perjuangan Suku Naga, menjelaskan bahwa Rendra, sebagai seorang seniman, sangat peduli terhadap lingkungan hidup baik sebagai sistem tata masyarakat atau lingkungan hidup sebagi bentuk fisik, Rendra juga menolak bentuk eksploitasi alam dalam segala bentuk, terutama pertambangan tanpa kajian AMDAL yang benar dan bisa mengakibatkan kerusakan alam. Selain itu, Rendra menolak menjadikan desa dan khasanh ritual suatu kebudayaan dijadikan komoditi pariwisata meskipun menjadi devisa bagi negara.Kata kunci: Rendra, Kisah Perjuangan Suku Naga, Ekokritik, kajian Drama, Telaah Drama.
Keberagaman Fenomenalisme Moral Pada Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-Masing Karya Eko Triono (Kajian Sosiologi Sastra) Teguh Tri Fauzi; Zaky Mubarok
Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Vol 4, No 2 (2022): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsalaka.v4i2.6800

Abstract

Pada tahun 2017 lalu, Eko Triono menerbitkan satu novel dengan fenomena aliran moral serta spiritual berjudul Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-Masing yang juga menyabet gelar #3rd Winner UNNES Internasional Novel Writing Contest. Penelitian ini membahas mengenai Keberagaman Fenomenalisme Moral dengan menggunakan teori Immanuel Kant dalam bukunya yang berjudul Kritik Atas Akal Budi Praktis (2005) dan Dasar-Dasar Filsafat Moral (2003) mengenai enam fenomena moral dan narasi fenomenalisme saling berhubungan dengan konteks sosial budaya masyarakat pada dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bentuk keberagaman fenomenalisme moral dalam novel, juga mendeskripsikan hubungan antara fenomena-fenomena dalam novel yang saling berhubungan dengan dunia nyata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu metode yang biasa dimanfaatkan pada wawancara, pengamatan, dan pemanfaatan dokumen, seperti memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu maupun kelompok orang. Atas dasar itu pula, penelitian ini diberi judul “Keberagaman Fenomenalisme Moral Pada Novel Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-masing Karya Eko Triono”. Penelitian ini menghasilkan jawaban atas rumusan masalah, yaitu (1) terdapat keenam bentuk fenomenalisme moral, sehingga novel tersebut mampu dikategorikan sebagai novel beraliran moralitas, (2) aspek fenomenalisme sosial yang ternarasikan dalam novel juga saling berhubungan dengan dunia nyata di luar cerita.  
Analisis Naskah Monolog “Apakah Kita Sudah Merdeka” Karya Putu Wijaya Ailsa Ardelia; Zaky Mubarok
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus : Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v1i3.833

Abstract

This research analyzes two monologue scripts by renowned writer Putu Wijaya, titled "Aeng" and "Are We Already Free?" using an objective approach and qualitative research method. Literature is considered as a mirror of society that reflects human life, while drama and theater are seen as forms of portraying human life in a performance. Monologue, as a type of drama performed by a single actor, is the main focus of this study. Through the analysis of themes, plot, setting, and messages conveyed in the monologue scripts, this research aims to enrich understanding of literature, the genre of drama and theater, as well as the techniques and strategies employed in monologues. The implications of this research include a deeper understanding of the portrayal of life in literature, expanded knowledge of Putu Wijaya's literary works, comprehension of monologues as a performance form, a more objective perspective in understanding and appreciating literary works, and a more profound and contextual understanding of themes, plot, setting, and messages within the monologue scripts. This study is expected to contribute to the enrichment of literary and dramatic understanding and provide deeper insights into monologues as a form of performance.
Peran Wakaf Sebagai Instrumen Pembiayaan UMKM Pasca Pandemi Covid 19 Alwi, Mochamad Amaludhin; Mubarok, Zaky
LAN TABUR : Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 3 No. 2 (2022): Maret
Publisher : Lembaga Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lantabur.2022.3.2.206-215

Abstract

This study aims to determine the role of waqf in developing MSMEs through financing schemes. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The literature study was conducted by reviewing and examining various literature and policies related to the concept and role of waqf as an instrument for financing MSMEs after the Covid-19 pandemic. The results of this study show that waqf and MSMEs have a very close relationship in an effort to realize community welfare. The role of waqf as an alternative source of financing for MSMEs is carried out through the distribution pattern of waqf benefits as well as in the form of cash waqf.
Infak dan Peningkatan Ekonomi : Kajian Interdisipliner Al-Qur’an dan Al-Hadis dengan Bidang Ekonomi Zaky Mubarok; Syamsurizal Yazid
Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2025): Januari: Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/al-tarbiyah.v3i1.1943

Abstract

Zakat, infaq, and alms are forms of charity that are part of the worship of Muslims, especially infaq is seen as an important tool to increase social solidarity and create economic justice. This study aims to identify and analyze the role of infaq in strengthening the community's economy from the study of the Qur'an and Hadith. The method used in this study is library research, using a qualitative approach. The data sources used are the Qur'an, Hadiths, books and journals related to the theme for the validity of the data presented. The results of the study show that based on a cross-disciplinary study involving the perspective of the Qur'an, Hadith, and economics, infaq that is carried out voluntarily without coercion has a positive impact on economic growth, both at the individual level and at the macro social level.
Keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama Tahun 1989 Tentang Vasektomi Perspektif Metode Instinbat Hukum Islam Mubarok, Zaky
Al-Hukama': The Indonesian Journal of Islamic Family Law Vol. 5 No. 2 (2015): Desember
Publisher : Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/al-hukama.2015.5.2.464-486

Abstract

This study focuses to answer two main problems. First, how is the decision of NU's (the renaissance of the Muslim scholars) congress in 1989 about vasectomy? Second, how is the methodological analysis of the legal reasoning against the decision of NU's congress in 1989 about vasectomy? This is a qualitative-bibliographical research on the decision of NU's congress in 1989. Then, the source is compiled with descriptive analysis. In this case, the author understands a legal adjustment of vasectomy case from the sociological and medical development today according to the decision of the Nahdlatul Ulama's Conference in 1989. First we need to understand the decision of the Nahdlatul Ulama's Conference which states that regulating the scarcity of the number of mortality through any means can not be allowed if it reaches a limit to switch off the absolute thoroughbred function. Therefore, sterilization might be allowed is the one which can be restored the ability to reproduce and not to damage or remove parts of the functioning body. The second is the distinction of medicines that prevent permanently and those that prevent temporarily. If the medicine can prevent pregnancy permanently, it is absolutely forbidden. In making decision, NU tends to use the qauly method. It is taking textually from the book to determine the validity of vasectomy. [Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana keputusan hasil muktamar Nahdlatul Ulama tahun 1989 tentang vasektomi? 2) Bagaimana analisis metode instinbat hukum terhadap keputusan muktamar Nahdlatul Ulama 1989 tentang vasektomi? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis berupa kajian kepustakaan (library research) dari sumber buku yaitu hasil keputusan Muktamar Nahdatul Ulama tahun 1989. Kemudian sumber tersebut disusun dengan deskriptis analisis untuk menemukan hasil sebuah analisis baru dari penjelasan sumber yang ada. Dalam kasus ini penulis memahami adanya penyesuaian hukum tentang kasus vasektomi dari sisi sosiologis dan perkembangan medis  di zaman sekarang menurut keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama pada tahun 1989. Pertama perlu kita pahami mengenai keputusan Muktamar Nahdlatul Ulama yang menyatakan bahwa mengatur kelangkaan jumlah kelahiran melalui cara apapun tidak dapat diperkenankan jika mencapai batas mematikan fungsi berketurunan secara mutlak. Karenanya, sterilisasi yang dapat diperkenankan hanyalah yang bersifat dapat dipulihkan kembali kemampuan berketurunan dan tidak sampai merusak atau menghilangkan bagian tubuh yang berfungsi. Kedua pembedaan obat seperti obat yang mencegah secara total dan obat yang mencegah sementara waktu, haram apabila obat yang mencegah secara total tidak akan kembali hamil, mubah hukumnya sama dengan 'azl(apabila mengeluarkan sperma diluar vagina). Dalam pengambilan keputusan tersebut, Nahdlatul Ulama menggunakan metode qauly yakni mengambil hukum secara langsung dari kitab, untuk menentukan keabsahan tindakan vasektomi.]
Model Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional Serta Aplikasinya dalam Pendidikan Islam Zaky Mubarok; Sunarto Sunarto
Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Hikmah : Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/hikmah.v2i1.610

Abstract

This research is a literature review that examines various literature on the implications of transformational and transactional leadership. The purpose of this study is to determine the implementation of transformational and transactional leadership for Islamic educational institutions, as well as the similarities and differences in transformational and transactional leadership behaviors. The method used in this study is library research, using a qualitative approach with a rational approach method. The findings of this study show that transformational and transactional leadership have implications for each individual's commitment to organizational values and goals. Transformational leadership builds long-term relationships, while transactional leadership builds short-term relationships with subordinates based on shared goals and rewards are given when subordinates are able to achieve goals. Instead, sanctions are given if the objectives cannot be achieved. Creative and innovative behavior is not the main thing, but the status quo is considered important. Islamic education leaders can combine these two models to create a balance between innovation and achievement of results.