Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sistem Pengaman dan Pelacak Kendaraan Bermotor Menggunakan GPS dan SMS Warjono, Sulistyo; K, Samuel Beta; Kristanto, Andi; Pratama, Hendra; Andriyani, Rifkah Retno
JTET (Jurnal Teknik Elektro Terapan) Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Teknik Elektro - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamanan dan pelacakan kendaraan bermotor merupakan sebuah sistem untuk mengetahui posisi kendaraan dengan pasti. Sistem pelacakan ini menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System) dan perangkat seluler untuk pengamanannya. Kendaraan yang telah dilengkapi dengan GPS akan membalas SMS (Short Message Service) yang dikirim dengan format tertentu, dan akan menunjukkan posisi kendaraan berada. Modul yang ada di kendaraan adalah SIM 548C dan mikrokontroler AT mega 162, serta relai sebagai pemutus kontak. Pada modul SIM548C terdapat modul yaitu GSM dan GPS yang masing-masing memiliki antena yaitu antena GPS dan antena GSM, data yang diterima oleh modul akan diolah dan dikirim secara serial ke mikrokontroler melalui pin RX dan TX. Akses data untuk GPS yaitu NMEA 0183 dan data GSM menggunakan AT Command untuk komunikasi dengan mikrokontroler AT mega 162. Selain posisi kendaraan yang dapat diketahui, kendaraan juga dapat dimatikan mesinnya dengan mengaktifkan relai lewat SMS.
REVITALISASI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI Pratama, Hendra
PEDAGOGY Vol 4 No 1 (2017): JURNAL PEDAGOGY VOL.4 NO.1 JANUARI 2017
Publisher : PEDAGOGY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan bahan ajar merupakan bagian integral dari pengembangan kurikulum dan pengembangan sistem pembelajaran. Pengembangan bahan ajar merupakan pendekatan sistematik dalam merancang, mengevaluasi, memanfaatkan keterhubungan fakta, konsep, prinsip, atau teori yang terkandung dalam mata pada pokok bahasan dengan mengacu pada tujuan. Melalui bahan ajar, pengajar dengan sendirinya akan mempelajari pengajaranya secara mendalam. Pengajar dapat menjadikan bahan ajar sebagai sarana untuk menyatakan harapan- harapanya di dalam pengajaran. Peserta didik juga lebih tertarik untuk mempelajari bahan pembelajaran karena bahan ajarnya telah disusun dengan teratur. Tersedianya bahan ajar memungkinkan peserta didik mengurangi aktivitas mencatat sehingga ia dapat lebih banyak waktu untuk memahami suatu pembelajaran. Bahan ajar juga memungkinkan peserta didik untuk mendiskusikan lebih lanjut materi pengajaran.
Analisis Cacat Produk Green Tyre dengan Pendekatan Seven Tools Hardono, Joko; Pratama, Hendra; Friyatna, Andi
Jurnal INTECH Teknik Industri Universitas Serang Raya Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.968 KB) | DOI: 10.30656/intech.v5i1.1462

Abstract

Quality is one aspect that needs to be maintained in increasing consumer confidence and minimizing production costs. A motorcycle tire manufacturing company has a production defect of 5028 during February 2018. This study aims to reduce the number of defective products in the green tire cooking process in the curing area. The methods used in this study are seven tools, especially Pareto diagrams, and fishbone diagrams and analyzed the cause is 5W1H. Of the six types of green tire defects, under cure is the most dominant factor (40%) that causes disability. The improvement in Pneumatic Problems which the problem of under cure is human factors, machinery, and the method of being able to reduce defects by 48% from 891 pieces in February to 463 pieces in May. The decrease in defects in pneumatic problems affects the reduction in the number of defects in green tire products from 5206 pieces in February to 4699 pieces in May.
PENERAPAN WASTE HIERARCHY PADA LIMBAH B3 ABU BATUBARA PT. AMNT Pratama, Hendra; Rauf, Abdul
Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.558 KB)

Abstract

Limbah merupakan salah satu penyebab masalah lingkungan yang disebabkan aktifitas penambangan, sehingga limbah perlu dikelola dengan baik dan benar agar tidak berpotensi merusak lingkungan. guna mendukung operasional, PT AMNT mengoperasikan PLTU berkapasitas 157 MW dengan produksi limbah abu terbang dan abu dasar 12.000 m3 /tahun. PT AMNT telah melakukan penerapan waste hierarchy yaitu reduce, reuse, recycle, diharapkan pemanfaatan limbah B3 abu terbang dan abu dasar dapat dioptimalkan mendekati 100% dengan cara limbah abu terbang dan abu dasar sebagai campuran tanah untuk kontruksi pengeras jalan pada proyek reklamasi.
PENERAPAN WASTE HIERARCHY PADA LIMBAH B3 ABU BATUBARA PT. AMNT Hendra Pratama; Abdul Rauf
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 2, No 1 (2020): Prosiding
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/p.semitan.2020.1077

Abstract

Limbah merupakan salah satu penyebab masalah lingkungan yang disebabkan aktifitas penambangan, sehingga limbah perlu dikelola dengan baik dan benar agar tidak berpotensi merusak lingkungan. guna mendukung operasional, PT AMNT mengoperasikan PLTU berkapasitas 157 MW dengan produksi limbah abu terbang dan abu dasar 12.000 m3 /tahun. PT AMNT telah melakukan penerapan waste hierarchy yaitu reduce, reuse, recycle, diharapkan pemanfaatan limbah B3 abu terbang dan abu dasar dapat dioptimalkan mendekati 100% dengan cara limbah abu terbang dan abu dasar sebagai campuran tanah untuk kontruksi pengeras jalan pada proyek reklamasi.
KEGIATAN MEMBACA LEBIH UNGGUL DARIPADA MENONTON DALAM MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS ANAK Shofia Hattarina; Hendra Pratama; Linda Kurnia Supraptiningsih
Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) UNARS Vol 8 No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/pgsdunars.v8i2.839

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menemukan data dan fakta yang mendukung bahwa kegiatan membaca lebih baik daripada menonton dalam meningkatkan skill berpikir kritis seorang anak. Penulisan artikel ilmiah ini menggunakan metode studi literatur dengan menggunakan berbagai jenis sumber baik dari buku, artikel ilmiah dari berbagai jurnal untuk mencari teori dan data-data yang mendukung. Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa Jika anak hanya terbiasa menonton maka kemampuan menulisnya tidak akan sebaik anak yang gemar membaca. Dengan kegiatan membaca imajinasi seseorang bisa semakin terlatih dibanding dengan yang sekedar menjadi penonton. Dan anak yang gemar membaca keterampilan berpikir kritisnya lebih terasah daripada anak yang hanya menonton.
Adsorption of Heavy Metals Fe and Mn in Acid Mine Drainage from Coal Mining Waste Using Calcium Oxide and Fly Ash Hendra Pratama; Edy Nursanto; Rika Ernawati; Muhammad Giatman
invotek Vol 22 No 2 (2022): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v22i2.1020

Abstract

Acid mine drainage for Fe and Mn metals have a negative impact on the environment. This study studies the use of calcium oxide and fly ash as adsorbents, used to absorb Fe and Mn metals contained in acid mine drainage. This study aims to analyze the effectiveness of Calcium Oxide and fly ash as adsorbents, that an adsorbent of Fe and Mn metals in acid mine drainage. The method used is experimental with a laboratory scale, the test is carried out by adsorption using a batch system. Magnetic stirrer is used as a stirring medium in the adsorption process. Calcium oxide with various doses (0.1; 0.2; 0.3 grams) and fly ash with various doses (10; 14; 17 grams) were mixed with 250 ml acid mine drainage, then stirred at a speed of 150 rpm and (30; 60; 90 minutes) stirring time. The characterization of the adsorbent was carried out by SEM testing. The results show that fly ash adsorbent has a better adsorption effectiveness than calcium oxide. The effectiveness of Fe is 85.35% and Mn 78.14%. While calcium oxide has the effectiveness of Fe 72.91% and Mn 61.81%. SEM testing of holes that increase and enlarge after adsorption, as well as the filling of the cavity by the material indicates the success of the adsorption process.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MATERI KONDISI FISIK DI INDONESIA KELAS VII TINGKAT SMP/MT Najaa Hamdan Nidhom; Hendra Pratama
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i3.2154

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan Borg and Gall dengan 10 langkah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pertama proses pengembangan media yang dilakukan oleh peneliti adalah pengamatan, tahap kedua adalah analisis materi, tahap ketiga adalah pengembangan produk, dan tujuan pembelajaran adalah materi untuk kondisi fisik wilayah Indonesia, tahap keempat adalah pengujian validasi dengan 1 ahli materi, 1 ahli materi dan 3 guru IPS, tahap kelima peneliti melakukan uji coba lapangan skala kecil, tahap keenam revisi produk skala kecil, tahap ketujuh pengujian skala besar, tahap kedelapan perhitungan angket, tahap kesembilan revisi produk akhir, tahap terakhir diseminasi dan distribusi produk 2) Pembelajaran media video dapat diketahui tingkat validitas materi ahli 93,6%, pakar media 95,2%, validitas kuesioner respons guru SMPN 1 Sumbergempol 89,3%, guru SMPN 1 Ngunut 91,3%, guru Mts Ma'arif Bakung 92%, hasil uji peer-to-peer skala kecil diperoleh hasil validitas 88,8% dan hasil validitas angket respon siswa di SMPN 1 Sumbergempol memperoleh hasil validitas 90,4%, SMPN 1 Ngunut memperoleh hasil 87,5% dan Bakung Mts Ma'arif memperoleh hasil sebesar 87,3%.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN UNTUK MATERI KONDISI FISIK DI INDONESIA KELAS VII TINGKAT SMP/MT Najaa Hamdan Nidhom; Hendra Pratama
Jurnal Citra Pendidikan Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v3i3.2154

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model pengembangan Borg and Gall dengan 10 langkah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pertama proses pengembangan media yang dilakukan oleh peneliti adalah pengamatan, tahap kedua adalah analisis materi, tahap ketiga adalah pengembangan produk, dan tujuan pembelajaran adalah materi untuk kondisi fisik wilayah Indonesia, tahap keempat adalah pengujian validasi dengan 1 ahli materi, 1 ahli materi dan 3 guru IPS, tahap kelima peneliti melakukan uji coba lapangan skala kecil, tahap keenam revisi produk skala kecil, tahap ketujuh pengujian skala besar, tahap kedelapan perhitungan angket, tahap kesembilan revisi produk akhir, tahap terakhir diseminasi dan distribusi produk 2) Pembelajaran media video dapat diketahui tingkat validitas materi ahli 93,6%, pakar media 95,2%, validitas kuesioner respons guru SMPN 1 Sumbergempol 89,3%, guru SMPN 1 Ngunut 91,3%, guru Mts Ma'arif Bakung 92%, hasil uji peer-to-peer skala kecil diperoleh hasil validitas 88,8% dan hasil validitas angket respon siswa di SMPN 1 Sumbergempol memperoleh hasil validitas 90,4%, SMPN 1 Ngunut memperoleh hasil 87,5% dan Bakung Mts Ma'arif memperoleh hasil sebesar 87,3%.
Penanaman Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Melalui Program Adiwiyata Pada Siswa IPS Kelas IX Di SMPN 2 Kauman Tulungagung Farzda Dwi Prahandani; Hendra Pratama
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/cendikia.v4i2.2873

Abstract

Instilling environmental care character education in students through the adiwiyata program is very important considering the development of science and technology which makes human behavior increasingly exploit natural resources and lose concern for the environment. Through the Adiwiyata program, environmental care character education is expected to generate and realize environmental awareness by introducing children to the importance of environmental conservation. Environmental preservation can be pursued, especially in schools, through the Adiwiyata program. One of the schools in Tulungagung Regency which has the adiwiyata title is SMPN 2 Kauman Tulungagung. This research is qualitative research with a qualitative descriptive research type. The data collection techniques used in this research are observation, interviews, documentation. The formulation of the problem in this research is related to activities in cultivating character education that cares about the environment, strategies for cultivating character education that cares about the environment, supporting and inhibiting factors for cultivating character education that cares about the environment. This research aims to: 1) find out the activities of instilling environmentally caring character education through the adiwiyata program in class IX social studies students at SMPN 2 Kauman Tulungnagung, 2) find out strategies for instilling environmentally caring character education through the adiwiyata program in class IX social studies students at SMPN 2 Kauman Tulungnagung, 3) determine the supporting and inhibiting factors for instilling environmentally caring character education through the adiwiyata program in class IX social studies students at SMPN 2 Kauman Tulungnagung. The results obtained from the research show that 1) in class VII, through socialization on waste recognition, socialization on waste selection, and socialization on waste banks, in class VIII there has begun to be a strengthening of the character of caring for the environment with discipline through class pickets, clean Fridays, not throwing away litter, keeping the classroom and yard clean, responsibility by being willing to accept punishment if you make a mistake, in class IX they have become role models for their younger classmates by giving examples of planting trees and caring for trees, 2) the strategy is that the school takes part in regular competitions, and schools make rules relating to adiwiyata, if anyone violates them they will be punished, 3) supporting factors such as example, teacher strictness, school regulations. Meanwhile, inhibiting factors include school internals, student habits, students' lack of awareness of obeying the rules..