Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Komunikasi Ritual Penggunaan Aplikasi WhatsApp: Studi Konsumsi Berita Lewat Group WhatsApp Bafadhal, Oemar Madri
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan pola masyarakat dalam mengonsumsi berita. Kini masyarakat lebih senang membaca berita lewat kanal pribadi di media sosial, salah satunya adalah grup WhatsApp. Masalah terjadi ketika mereka berdiskusi dalam suatu grup yang bersifat homogen. Tidak adanya argumen pembanding dapat menyebabkan munculnya suatu keyakinan palsu akan suatu hal. Artikel ini mencoba memberikan penjelasan atas fenomena ini dengan menggunakan lensa komunikasi secara ritual. Komunikasi ritual memandang sebuah berita bukan merupakan perpanjangan suatu informasi, namun untuk memelihara tatanan sosial masyarakat dalam suatu waktu. Peneliti menggunakan wawancara mendalam untuk mengetahui bagaimana grup WhatsApp pengajian membahas Pilkada DKI Jakarta 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita yang tersebar di grup WhatsApp menimbulkan kekacauan dan kecemasan, namun interaksi di grup WhatsApp memberikan perasaan tertib. Kebanyakan anggota grup WhatsApp juga aktif dalam menyebarkan pesan sebagai pencerahan kepada sesamanya. The advancement of technologies has led to a shift on the way of consuming news. Today, people prefer reading news through their personal channels in social media network, one of them is WhatsApp group. Problems occur when they chat in a relatively homogenous group. The absence of counter arguments can lead to strong beliefs about something. This article tries to explain the phenomenon by using ritual communication lens. Ritual communication does not see message as an extension of information, but to maintain the social order of society at a time. Researchers use in-depth interviews to find out how WhatsApp group of Quranic readers discuss the 2017 Jakarta election. The results show that the news spread across WhatsApp groups spark chaos and anxiety, but the interaction among WhatsApp group members gives a sense of orderliness. Most members of the WhatsApp group are also active in spreading message to enlighten others.
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Literasi Digital Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim Bafadhal, Oemar Madri; Rahmawati, Annisa; Ilham, M Hidayatul; Santoso, Anang Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.6987

Abstract

Kegiatan “Membangun Keberdayaan Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim” merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat dengan skema perkuliahan desa. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran bermedia di kalangan masyarakat Semende khususnya Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim. Melalui pendidikan dan pelatihan, masyarakat ini dibekali dengan kemampuan untuk melawan penyebaran hoaks dan menghadapi informasi palsu secara bijak. Kegiatan ini diadakan di Kantor Sekretariat Desa Pajar Bulan dari tanggal 6 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2023 dan diikuti oleh 26 peserta. Fokus pelatihan meliputi pengembangan pemahaman yang lebih baik dan mendalam dalam mengidentifikasi, mengkritisi, dan memverifikasi informasi. Hasil pelatihan terbukti signifikan, dengan peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui nilai pre-test dan post-test yang berkisar antara 5,33 – 8,24, hasil tes-T mengindikasikan perbedaan substansial sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi informasi.
Konflik dan wacana media dalam pembangunan gereja di Palembang: analisis jaringan diskursus Oemar Madri Bafadhal; Erlisa Saraswaty; Adi Inggit Handoko
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i1.6257

Abstract

Religious community relations in Indonesia require much attention as religious identity is frequently used to gain political power. One of the issues that is frequently politicised is the establishment of places of worship. The interrelationships of various groups that unite their power to become a force in legitimising the rejection of the establishment of places of worship must be investigated further. This study employed the Discourse Network Analysis technique to describe the discourse in the news reporting on establishing a church in Palembang. Twenty-five news stories from thirteen Palembang news portals were investigated, analysed using DNA and visualised using Visone. The findings show that various groups are involved, including church-building committees, community organisations, religious organisations, cultural organisations, political parties, and government institutions. The common argument is that the construction of houses of worship must be halted because it does not follow procedures. Political parties are central to this network. This implies that the relevant stakeholders could not keep the conflict out of politics. Meanwhile, the absence of parties who should have been present to maintain tolerance is an important entry point to ensure this does not happen again.
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Literasi Digital Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim Bafadhal, Oemar Madri; Rahmawati, Annisa; Ilham, M Hidayatul; Santoso, Anang Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.6987

Abstract

Kegiatan “Membangun Keberdayaan Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim” merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat dengan skema perkuliahan desa. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran bermedia di kalangan masyarakat Semende khususnya Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim. Melalui pendidikan dan pelatihan, masyarakat ini dibekali dengan kemampuan untuk melawan penyebaran hoaks dan menghadapi informasi palsu secara bijak. Kegiatan ini diadakan di Kantor Sekretariat Desa Pajar Bulan dari tanggal 6 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2023 dan diikuti oleh 26 peserta. Fokus pelatihan meliputi pengembangan pemahaman yang lebih baik dan mendalam dalam mengidentifikasi, mengkritisi, dan memverifikasi informasi. Hasil pelatihan terbukti signifikan, dengan peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui nilai pre-test dan post-test yang berkisar antara 5,33 – 8,24, hasil tes-T mengindikasikan perbedaan substansial sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi informasi.
The Dynamics of Youth Radicalization: The Mediating Role of Exposure to Political Violence in Shaping Sympathy for Radicalism Bafadhal, Oemar Madri; Rahmawati, Annisa; Santoso, Anang Dwi
Jurnal Media dan Komunikasi Indonesia Vol 7, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jmki.106407

Abstract

This study examines the relationship between radical content consumption, intensity of social media use, exposure to political violence, and sympathy for radicalism among youth. It contributes empirical evidence from Indonesian secondary-school students. Drawing on Terror Management Theory and media socialization research, the study argues that online exposure is not uniformly radicalizing, but depends on the kind of content encountered and its reinforcement through experiences of collective violence. Data were collected from 120 high school and vocational school students and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that radical content consumption significantly increases exposure to political violence, which in turn increases sympathy for radicalism. By contrast, social media use intensity has no significant direct or indirect effect. However, radical content consumption affects sympathy for radicalism only indirectly through exposure to political violence. These findings suggest that youth radicalization is better understood as a mediated process shaped by content exposure and threat perception rather than by social media use alone. The article concludes with implications for prevention strategies centered on content exposure, digital literacy, and youth resilience.
Does COVID-19 Pandemic Transform the Performance Management of North Indralaya Sub-district Government? Faisal Nomaini; Sofyan Effendi; Oemar Madri Bafadhal; Anang Dwi Santoso
Journal of Government and Civil Society Vol 6 No 1 (2022): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v6i1.5384

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study is to illustrate how sub-district governments manage performance during a time of crisis, specifically the COVID-19 pandemic. When the pandemic struck, the government, which had been criticized for its excessive concentration on routine and administrative affairs, was at a loss for how to respond. COVID-19 requires the government to perform double duty since it must continue to deliver ordinary public services while also working harder to contain the spread of COVID-19 at all levels. Thus, performance management is critical for assuring organizational performance and managing the performance of its personnel in the face of increasing work stress and work-related weariness. This study employed a qualitative method and a case study approach in the North Indralaya sub-district government. The study’s findings indicate that, aside from implementing work- from-home policies and increasing the use of information and communication technologies in public services, the sub-district government has made few modifications to performance management. As a practical consequence, adaptive and evidence-based performance management must be implemented to enable a more rapid response to the dynamics of society as a result of the COVID-19 pandemic. Due to the qualitative nature of the current study, a future study may examine the same issue using quantitative research, assessing the influence of current performance management on employee satisfaction, performance, and motivation. Keywords: Performance management, sub-districts, Covid-19 ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pemerintah kecamatan mengelola kinerja pada masa krisis, khususnya pandemi COVID-19. Ketika pandemi melanda, pemerintah yang dikritik karena konsentrasinya yang berlebihan pada urusan rutin dan administrasi, memiliki sedikitpengetahuan tentang bagaimana meresponsnya. COVID-19 menuntut pemerintah untuk melakukan tugas ganda, karena harus terus memberikan pelayanan publik biasa sambil juga bekerja lebih keras untuk menahan penyebaran COVID-19 di semua tingkatan. Dengan demikian, manajemen kinerja sangat penting untuk memastikan kinerja organisasi dan mengelola kinerja personelnya dalam menghadapi peningkatan stres kerja dan kelelahan terkait pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus di Pemerintah Kecamatan Indralaya Utara. Temuan studi menunjukkan bahwa, selain menerapkan kebijakan bekerja dari rumah dan meningkatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan publik, pemerintah kecamatan hanya melakukan sedikit modifikasi pada manajemen kinerja. Sebagai konsekuensi praktis, manajemen kinerja yang adaptif dan berbasis bukti harus diterapkan untuk memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap dinamika masyarakat akibat epidemi COVID-19. Karena sifat kualitatif dari studi saat ini, studi masa depan dapat memeriksa masalah yang sama menggunakan penelitian kuantitatif, menilai pengaruh manajemen kinerja saat ini terhadap kepuasan, kinerja, dan motivasi karyawan.Kata Kunci: Manajemen kinerja, kecamatan, Covid-19
PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA MELALUI DIGITAL MARKETING MASYARAKAT DESA MENANG RAYA KECAMATAN PEDAMARAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR SUMATERA SELATAN Handoko, Adi Inggit; Andarini, Rindang Senja; Bafadhal, Oemar Madri
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 10, No 1 (2021): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v10i1.46507

Abstract

Desa adalah sebuah perwujudan geografis (wilayah) yang ditimbulkan oleh unsur-unsur geografis sosial, ekonomi, politik, dan kultural dalam hubungan dan pengaruh timbal baliknya dengan daerah-daerah lain disekitarnya. Sebagai wujud pengakuan Negara terhadap Desa, khususnya dalam rangka memperjelas fungsi dan kewenangan desa, serta memperkuat kedudukan desa dan masyarakat desa sebagai subyek pembangunan, diperlukan kebijakan penataan dan pengaturan mengenai desa yang diwujudkan dengan lahirnya UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Pedamaran memiliki beberapa sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan warga. Disana terdapat lebak lebung atau danau yang dapat dimanfaatkan warga untuk mencari ikan, mengambil tanaman purun untuk dimanfaatkan sebagai berbagai macam kerajinan tangan dan menggembalakan kerbau rawa. Hasil dari kegiatan ini adalah melalui program kerja utama, masyarakat Desa Menang Raya sadar akan besarnya andil pemasaran online (digital marketing) dalam memasarkan produk unggulan desa berupa kerajinan purun dan kemplang. Kesadaran ini didukung dengan pelatihan pembuatan akun e-commerce dan juga pengambilan foto produk agar menarik perhatian pembeli, sehingga masyarakat khususnya pengrajin purun dan pembuat kemplang siap untuk merintis bisnis online-nya. Kata Kunci: KKN, Pedamaran, Purun, e-Commerce