Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengelolaan Media Sosial untuk Ekowisata: Kawasan Hutan Adat Larang Mude Ayek Tebat Benawa Kota Pagar Alam Oemar Madri Bafadhal; Adi Inggit Handoko; Annisa Rahmawati; Anang Dwi Santoso
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2023): April
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v5i3.1838

Abstract

This community service aims to provide a comprehension of social media and its ecotourism applications. This event was held in Tebat Benawa Village, Pagar Alam City, from October 8-11, 2022, with 37 ecotourism managers in attendance. The training includes a greater understanding of social media and its use for ecotourism, as well as the creation of a collaborative space for ecotourism promotion between tourists and ecotourism managers. The results of the training demonstrated an increase in comprehension, as evidenced by the pre-test and post-test scores, which ranged from 5.73 to 8.54, and the T-test, which revealed a significant difference between the pre- and post-training periods.
Komunikasi Ritual Penggunaan Aplikasi WhatsApp: Studi Konsumsi Berita Lewat Group WhatsApp Bafadhal, Oemar Madri
JURNAL KOMUNIKASI INDONESIA Vol. 6, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan pola masyarakat dalam mengonsumsi berita. Kini masyarakat lebih senang membaca berita lewat kanal pribadi di media sosial, salah satunya adalah grup WhatsApp. Masalah terjadi ketika mereka berdiskusi dalam suatu grup yang bersifat homogen. Tidak adanya argumen pembanding dapat menyebabkan munculnya suatu keyakinan palsu akan suatu hal. Artikel ini mencoba memberikan penjelasan atas fenomena ini dengan menggunakan lensa komunikasi secara ritual. Komunikasi ritual memandang sebuah berita bukan merupakan perpanjangan suatu informasi, namun untuk memelihara tatanan sosial masyarakat dalam suatu waktu. Peneliti menggunakan wawancara mendalam untuk mengetahui bagaimana grup WhatsApp pengajian membahas Pilkada DKI Jakarta 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berita yang tersebar di grup WhatsApp menimbulkan kekacauan dan kecemasan, namun interaksi di grup WhatsApp memberikan perasaan tertib. Kebanyakan anggota grup WhatsApp juga aktif dalam menyebarkan pesan sebagai pencerahan kepada sesamanya. The advancement of technologies has led to a shift on the way of consuming news. Today, people prefer reading news through their personal channels in social media network, one of them is WhatsApp group. Problems occur when they chat in a relatively homogenous group. The absence of counter arguments can lead to strong beliefs about something. This article tries to explain the phenomenon by using ritual communication lens. Ritual communication does not see message as an extension of information, but to maintain the social order of society at a time. Researchers use in-depth interviews to find out how WhatsApp group of Quranic readers discuss the 2017 Jakarta election. The results show that the news spread across WhatsApp groups spark chaos and anxiety, but the interaction among WhatsApp group members gives a sense of orderliness. Most members of the WhatsApp group are also active in spreading message to enlighten others.
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Literasi Digital Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim Bafadhal, Oemar Madri; Rahmawati, Annisa; Ilham, M Hidayatul; Santoso, Anang Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.6987

Abstract

Kegiatan “Membangun Keberdayaan Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim” merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat dengan skema perkuliahan desa. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran bermedia di kalangan masyarakat Semende khususnya Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim. Melalui pendidikan dan pelatihan, masyarakat ini dibekali dengan kemampuan untuk melawan penyebaran hoaks dan menghadapi informasi palsu secara bijak. Kegiatan ini diadakan di Kantor Sekretariat Desa Pajar Bulan dari tanggal 6 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2023 dan diikuti oleh 26 peserta. Fokus pelatihan meliputi pengembangan pemahaman yang lebih baik dan mendalam dalam mengidentifikasi, mengkritisi, dan memverifikasi informasi. Hasil pelatihan terbukti signifikan, dengan peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui nilai pre-test dan post-test yang berkisar antara 5,33 – 8,24, hasil tes-T mengindikasikan perbedaan substansial sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi informasi.
Konflik dan wacana media dalam pembangunan gereja di Palembang: analisis jaringan diskursus Oemar Madri Bafadhal; Erlisa Saraswaty; Adi Inggit Handoko
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v8i1.6257

Abstract

Religious community relations in Indonesia require much attention as religious identity is frequently used to gain political power. One of the issues that is frequently politicised is the establishment of places of worship. The interrelationships of various groups that unite their power to become a force in legitimising the rejection of the establishment of places of worship must be investigated further. This study employed the Discourse Network Analysis technique to describe the discourse in the news reporting on establishing a church in Palembang. Twenty-five news stories from thirteen Palembang news portals were investigated, analysed using DNA and visualised using Visone. The findings show that various groups are involved, including church-building committees, community organisations, religious organisations, cultural organisations, political parties, and government institutions. The common argument is that the construction of houses of worship must be halted because it does not follow procedures. Political parties are central to this network. This implies that the relevant stakeholders could not keep the conflict out of politics. Meanwhile, the absence of parties who should have been present to maintain tolerance is an important entry point to ensure this does not happen again.
Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Desa Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Literasi Digital Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim Bafadhal, Oemar Madri; Rahmawati, Annisa; Ilham, M Hidayatul; Santoso, Anang Dwi
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.6987

Abstract

Kegiatan “Membangun Keberdayaan Melawan Hoaks: Pendidikan Dan Pelatihan Untuk Masyarakat Semende, Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim” merupakan inisiatif pengabdian kepada masyarakat dengan skema perkuliahan desa. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran bermedia di kalangan masyarakat Semende khususnya Desa Pajar Bulan, Kabupaten Muara Enim. Melalui pendidikan dan pelatihan, masyarakat ini dibekali dengan kemampuan untuk melawan penyebaran hoaks dan menghadapi informasi palsu secara bijak. Kegiatan ini diadakan di Kantor Sekretariat Desa Pajar Bulan dari tanggal 6 Oktober 2023 hingga 9 Oktober 2023 dan diikuti oleh 26 peserta. Fokus pelatihan meliputi pengembangan pemahaman yang lebih baik dan mendalam dalam mengidentifikasi, mengkritisi, dan memverifikasi informasi. Hasil pelatihan terbukti signifikan, dengan peningkatan pemahaman yang ditunjukkan melalui nilai pre-test dan post-test yang berkisar antara 5,33 – 8,24, hasil tes-T mengindikasikan perbedaan substansial sebelum dan sesudah pelatihan. Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah dan memverifikasi informasi.