Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Nursing Science Update

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMANDIRIAN PADA PASIEN CEDERA KEPALA YANG PERNAH DIRAWAT DI IGD RSUD DR. R. KOESMA TUBAN Moh. Ubaidillah Faqih; Ahsan Ahsan; Tina Handayani Nasution
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1561.856 KB)

Abstract

Cedera kepala akibat kecelakaan lalulintas merupakan penyebab utama disabilitas dan mortalitas. Functional Independence Measure (FIM) merupakan salah satu pengukuran kemandirian pasien cedera kepala. Beberapa faktor yang dicurigai adalah usia, mekanisme cedera, skor awal GCS, hipotensi, diameter pupil dan reaksi cahaya, CT scan, konsumsi alkohol, dan lama perawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang mempengaruhi kemandirian pasien cedera kepala. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan rancangan retrospektif terhadap107 sampel rekam medis RSUD dr. R. Koesma Tuban dari periode Januari-April 2016. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik cluster random sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan lembar checklist dan lembar FIM. Analisis menggunakan uji koefisien kontingensi dan regresi logistik. Hasil uji regresi logistik menunjukan faktor yang mempengaruhi adalah GCS (p=0,996) dan Pupil (p=0,077). Persamaan yang didapat y = 0,357 + 19,434 (GCS) + 2,041 (Pupil). Hasil uji Hosmer and Lameshow menunjukan kalibrasi yang baik (p=1,000), nilai AUC menunjukan bahwa 93,6% persamaan regresi yang diperoleh mampu membedakan kemandirian pasien cedera kepala berdasarkan variabel GCS dan pupil, sisanya yaitu 6,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Skor GCS yangrendah pada awal cedera berhubungan dengan prognosa yang buruk, sedangkan abnormalitas fungsi pupil, gangguan gerakan ekstraokular, pola-pola respons motorik yang abnormal seperti postur fleksor dan postur ekstensor, juga memprediksikan outcome yang buruk setelah cedera kepala.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Skor awal GCS dan Pupil menjadi faktor yang dominan berpengaruh terhadap kemandirian. Oleh karena itu, perawat perlu meningkatkan manajemen pasien cedera kepala pada fase emergency dengan tidak mengabaikan pengukuran GCS dan Pupil.Kata Kunci: Kemandirian, Cedera Kepala, Functional Independence Measure (FIM)
Support Group WhatsApp Chat Method on Knowledge of Heart Failure Patients at RSUD dr. R. Koesma Tuban Fauziansyah, Ahmad; Yulian Wiji Utami; Alfrina Hany; Mohammad Fahrul Arifin; Moh. Ubaidillah Faqih
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 12 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2024.012.01.02

Abstract

Heart failure patients need to gain knowledge of heart failure, one of which is by providing education related to the process of heart failure, its causes and treatment, ways of self-care, how to take medicine, consumption of drinking water and salt intake in food to achieve actual health status. This study aims to determine the effect of group support with the WhatsApp chat method on heart failure patients. This type of research is quasi-experimental, with pretest and posttest control group designs, and it is conducted with a population of 50 patients with heart failure. We had 25 people in the treatment group and 25 people in the control group. Then, the normality test and data analysis were carried out using the Wilcoxon Signed Rank test < 0.05. The results showed that the average respondent was female 33 (66%), farmer occupation 22 (44%), and Killip I functional status was 41 (82%), and the result was p = 0.000 at the level of knowledge of the respondents. From the results of this study, it was concluded that the support group using the WhatsApp chat method can affect knowledge. Still, WhatsApp chat is more appropriate for heart failure patients with higher activities.