Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : CJPP

Hubungan Antara Konformitas Dengan Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Zaki, Naufal; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p490-499

Abstract

Konformitas dapat memengaruhi perilaku konsumtif, terutama di kalangan mahasiswa yang aktif menggunakan platform e-commerce seperti Zalora. Perilaku konsumtif sering kali melibatkan pembelian impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dan perilaku konsumtif pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (FIP UNESA). Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain korelasional. Sampel terdiri dari 155 mahasiswa FIP UNESA pengguna aktif Zalora, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara konformitas dan perilaku konsumtif (r = 0.486, p < 0.01). Konformitas berkontribusi sebesar 23,6% terhadap perilaku konsumtif, dengan faktor pendukung berupa usia, tekanan sosial, dan preferensi terhadap produk branded. Konformitas memainkan peran penting dalam memengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa. Edukasi literasi keuangan diperlukan untuk membantu mahasiswa mengelola perilaku konsumtif secara bijak. Abstract Conformity can influence consumptive behavior, especially among college students who actively use e-commerce platforms such as Zalora. Consumptive behavior often involves impulse buying without considering rational needs. This study aims to determine the relationship between conformity and consumptive behavior in students of the Faculty of Education, Surabaya State University (FIP UNESA). A quantitative approach was used with a correlational design. The sample consisted of 155 FIP UNESA students who are active users of Zalora, selected through purposive sampling technique. Data were collected using a Likert scale questionnaire, then analyzed using Pearson correlation and simple linear regression techniques. The results showed a significant positive relationship between conformity and consumptive behavior (r = 0.486, p < 0.01). Conformity contributes 23.6% to consumptive behavior, with supporting factors in the form of age, social pressure, and preference for branded products. Conformity plays an important role in influencing college students' consumptive behavior. Financial literacy education is needed to help students manage consumptive behavior wisely.
Hubungan Antara Self Efficacy dan Perceived Social Support dengan Academic Stress Pada Mahasiswa Semester Akhir Aulia Nabiilah, Nadia; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p518-531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan perceived social support dengan academic stress pada mahasiswa semester akhir. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat dalam pengumpulan data. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 390 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Psikologi yang sedang mengerjakan tugas akhir berupa skripsi. Teknik analisis data yang digunakan yakni melalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self efficacy dan perceived social support dengan academic stress dengan hasil koefisien sebesar 0,600 yang artinya self efficacy dan perceived social support memiliki tingkat hubungan yang kuat. Abstract This study aims to determine the relationship between self-efficacy and perceived social support with academic stress in final semester students. The research method in this study uses a quantitative method with a questionnaire as a tool in data collection. The number of respondents used in this study was 390 students from the Faculty of Education and the Faculty of Psychology who were working on their final assignments in the form of theses. The data analysis technique used was through multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that there is a negative and significant relationship between self-efficacy and perceived social support with academic stress with a coefficient result of 0.600, which means that self-efficacy and perceived social support have a strong relationship.
Hubungan Job Insecurity Dengan Job Satisfaction Pada Sales Marketing Merk Obat-Obatan X Di Surabaya Parahitha, Nabila Sita; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54150

Abstract

Rasa puas dalam bekerja menjadi hal yang diinginkan setiap karyawan. Salah satu faktor penentu kepuasan kerja adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang tidak kondusif menimbulkan ketidakamanan dalam bekerja, terutama pada bidang marketing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job insecurity dengan job satisfaction pada sales marketing merk obat-obatan X di Surabaya. Metode penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian populasi dengan total 81 sales marketing. Sebanyak 30 sales marketing sebagai try out dan 51 sales marketing sebagai subjek penelitian. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan deskripsi data dan uji statistika yang terdiri dari uji asumsi klasik (uji normalitas dan uji linearitas) serta uji hipotesis korelasi product-moment. Hasil analisis data menunjukkan nilai P = 0.000, R = -0.547, dan R-squared = 0,294. Agar dapat meningkatkan kepuasan kerja, perusahaan dapat memperhatikan aspek yang mendominasi job satisfaction dalam penelitian. Begitu pula untuk dapat meminimalisir ketidakamanan kerja, perusahaan dapat lebih memperhatikan aspek-aspek yang mendominasi job insecurity dalam penelitian ini.
Hubungan Antara Job Satisfaction Dengan Work Engagement Pada Karyawan Di Pt. X. Roseana, Assa; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54201

Abstract

Hubungan antara Self Regulated Learning (SRL) dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran Matematika Mustafa, Dannya Indra; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.58771

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara self regulated learning (SRL) dengan prestasi belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 134 siswa dengan sebanyak 32 siswa sebagai try out dan sisanya 102 siswa sebagai subjek penelitian. Uji korelasi dalam penelitian ini menggunakan teknik product moment pearson corelation dan bantuan SPSS 25.0 for Windows. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala self regulated learning. Penelitian ini menunjukkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,005 (Sig. < 0,05) dan nilai korelasi sebesar r = 0,278. Hasil signifikansi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara self regulated learning dengan prestasi belajar matematika. Besarnya nilai hasil uji korelasi, menunjukkan kategori korelasi yang rendah. Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima.
Hubungan antara Subjective Well-Being dengan Tingkat Kecemasan Lansia di Posyandu Lansia Putri, Nazhifah Wardaningtias Zharfani; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p982-995

Abstract

Masa tua merupakan masa akhir dari proses perkembangan manusia yang dimulai dari usia 60 tahun hingga akhir hayat. Masalah psikososial yang sering dialami oleh lansia adalah kecemasan umum yang disebabkan oleh berbagai hal. Pada masa lansia, subjective well-being penting dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Memperhatikan masalah-masalah yang dialami lansia, maka di Indonesia mengupayakan peningkatan kesejahteraan lansia melalui posyandu lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara subjective well-being dengan tingkat kecemasan lansia di posyandu lansia. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Lokasi penelitian yaitu, posyandu lansia RW 14, Desa Ngringo, Jawa tengah. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel 126 orang. Pengumpulan data berupa kuesioner berbentuk skala likert. Alat ukur yang digunakan adalah skala The Modified BBC Subjective Well-Being (BBC-SWB) dan skala Geriatric Anxiety Scale (GAS). Teknik analisis menggunakan korelasi pearson product moment. Hasil analisis data menunjukkan data berdistribusi normal, kedua variabel linear dengan nilai signifikansi 0.001, dan kedua variabel berbanding terbalik yang ditunjukan dengan hasil pearson correlation negatif (-). Kesimpulan lansia memiliki tingkat subjective well-being yang tinggi dan tidak memiliki kecemasan yang berarti dan hubungan kedua variabel bersifat negatif. Artinya bila subjective well-being tinggi maka kecemasan lansia rendah, dan apabila subjective well-being rendah maka kecemasan lansia tinggi
Hubungan antara Kontrol Diri dengan Fear of Missing Out pada Pengguna Media Sosial Tiktok Janiyah, Fika Tsi Marul; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terkait hubungan antara kontrol diri dengan fear of missing out pada pengguna media sosial tiktok. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni menggunakan kuesioner. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 164 mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Negeri Surabaya yang ber-usia 18 hingga 21 tahun yang menggunakan media sosial tiktok minimal 3 jam per-hari. Penelitian ini menggunakan software IBM SPSS 26.0 untuk membantu analisis data dalam melakukan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negative dan signifikan dari kontrol diri dengan fear of missing out dengan nilai signifikansi 0,0000 (p<0,05) dan nilai koefiensi korelasi sebesar -0,344 yang masuk dalam kategori rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa jika tingkat kontrol diri maka Tingkat fear of missing outnya rendah dan begitu juga sebaliknya jika Tingkat control yang rendah maka Tingkat fear of missing outnya tinggi.
Dinamika Kedukaan atas Kematian Orang Tua pada Dewasa Awal Putri, Safira Ramadhania; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 2 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11n2.p934-953

Abstract

Kematian orang tua merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk dilalui serta diterima karena orang tua merupakan sosok penting bagi individu. Peristiwa kematian tidak hanya meliputi ketiadaan seseorang, tetapi juga melibatkan adanya perasaan kehilangan yang dialami oleh orang yang ditinggalkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika kedukaan atas kematian orang tua pada dewasa awal. Pada penelitian ini, metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Partisipan penelitian merupakan dua orang berusia dewasa awal yang mengalami kematian orang tua. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua partisipan melalui dinamika kedukaan yang berbeda-beda. Kedua partisipan berada dalam proses penerimaan dengan melalui tahapan kedukaan yang berbeda. Partisipan pertama melalui keseluruhan tahap kedukaan yaitu penyangkalan, amarah, negosiasi, depresi, dan penerimaan, sementara partisipan kedua hanya melalui keempat tahap kedukaan yaitu penyangkalan, amarah, negosiasi, dan penerimaan. Adanya perbedaan tahapan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu dukungan keluarga dan lingkungan, spiritual, kedekatan.
Hubungan antara Adiksi Game Online dengan Prokrastinasi Akademik pada Siswa SMK X Tsabita, Zahiroh; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p663-675

Abstract

Adiksi game online merupakan suatu kondisi di mana individu secara berlebihan dan terus-menerus bermain game online. Keterlibatan yang intens dalam bermain game dapat menyebabkan individu mengabaikan berbagai aktivitas penting lainnya, termasuk kewajiban akademik. Kondisi ini berpotensi menimbulkan perilaku menunda penyelesaian tugas akademik atau dapat disebut dengan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adiksi game online dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMK. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa Google Form. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK kelas X dan XI, dengan jumlah total 308 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional dengan uji Pearson Product Moment menggunakan perangkat lunak SPSS 22 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,602 dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,00. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan dengan tingkat kekuatan sedang antara adiksi game online dan prokrastinasi akademik pada siswa SMK. Abstract Online game addiction is a condition in which an individual engages excessively and continuously in online gaming. Intense involvement in gaming activities can lead individuals to neglect various other important responsibilities, including academic obligations. This condition has the potential to result in the postponement of academic task completion, a behavior commonly referred to as academic procrastination. This study aims to examine the relationship between online game addiction and academic procrastination among high school (SMK) students. The research employed a quantitative approach with data collection conducted through a questionnaire distributed via Google Forms. The population in this study consisted of 308 students from 10th and 11th grades. The data were analyzed using correlational analysis with the Pearson Product Moment correlation test, assisted by SPSS version 22 for Windows. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.602 with a significance value (p) of 0.00. These findings indicate a significant positive relationship of moderate strength between online game addiction and academic procrastination among vocational high school students.
Hubungan antara Perilaku Prososial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Psikologi Ramadhani, Berlian Novira Sonya; Dewi, Damajanti Kusuma
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 02 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n02.p692-704

Abstract

Mahasiswa cenderung menghadapi tingkat tekanan psikologis yang lebih besar dibandingkan dengan populasi orang dewasa secara umum. Tuntutan akademik, tekanan sosial, dan pencarian jati diri seringkali menjadi faktor yang memperburuk kondisi psikologis mereka. Dalam konteks ini, psychological well-being menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kualitas hidup mahasiswa. Salah satu faktor yang diduga dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis adalah perilaku prososial, yaitu tindakan sukarela untuk membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Perilaku ini diyakini mampu meningkatkan perasaan bermakna, keterhubungan sosial, dan kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku prososial dengan psychological well-being pada mahasiswa psikologi yang tergabung dalam Organisasi X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah responden sebanyak 203 mahasiswa. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara perilaku prososial dan psychological well-being (r = 0,546; p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perilaku prososial, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologis mahasiswa. Abstract University students tend to face higher levels of psychological pressure compared to the general adult population. Academic demands, social pressures, and the search for identity often exacerbate their psychological challenges. In this context, psychological well-being becomes an important indicator for assessing students’ quality of life. One factor that is believed to contribute to improved psychological well-being is prosocial behavior, voluntary actions intended to help others without expecting anything in return. This behavior is thought to enhance a sense of meaning, social connectedness, and life satisfaction. This study aims to examine the relationship between prosocial behavior and psychological well-being among psychology students who are members of Organization X. A quantitative correlational approach was used with 203 student respondents. Data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation technique. The findings show a significant positive relationship between prosocial behavior and psychological well-being (r = 0.546; p < 0.05), with a moderate correlation strength. These findings suggest that the higher the level of prosocial behavior, the higher the psychological well-being of the students.