Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Deskripsi Kepadatan Lalat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Gampong Jawa Kota Banda Aceh Tahun 2019 Yuni Nindia; Hamdani Hamdani; Teuku Asrin; Mardiati Mardiati
Jurnal Bioleuser VOL 3, NO 1 (2019): April 2019
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Syiah Ku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/j. bioleuser.v0i0.18811

Abstract

Lalat merupakan spesies yang mempunyai peran penting bagi masalah kesehatan. Keberadaan lalat dapat menimbulkan kesan negatif terutama dari segi estetika dan dapat menjadi penular penyakit. Pada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah keberadaan lalat berhubungan dengan kepadatan sampah dan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan lalat pada tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Gampong Jawa Kota Banda Aceh. Penelitian ini bersifat deskriptif, pengukuran kepadatan lalat dilakukan pada 5 titik area sesuai dengan arah mata angin dengan menggunakan fly grill. Hasil penelitian dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di TPA Gampong Jawa berada pada kategori baik, namun pengukuran kepadatan lalat jarang dilakukan. Rerata 5 kepadatan tertinggi lalat pada TPA Gampong Jawa berkisar pada rentang 8,2 – 13,4 per blok fly grill. Hal ini menunjukkan bahwa kepadatan lalat di TPA Gampong Jawa berada pada kisaran kepadatan lalat tinggi (6 – 20 lalat per blok fly grill). Oleh karena itu perlu dilakukan upaya pengendalian tempat-tempat berkembangbiakan lalat di TPA Gampong Jawa agar dapat mengurangi kepadatan lalat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN ARANG AKTIF SEKAM PADI UNTUK PENJERNIHAN AIR SUMUR DESA PAYA ABOE KECAMATAN PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Zulfikar Zulfikar; Wiwit Aditama; Budi Arianto; Khairunnisa Khairunnisa; Yuni Nindia; Iskandar Iskandar
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.4.1.22-31

Abstract

Ketersediaan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat Desa Paya Aboe, Mereka menggunakan air yang bersumber dari sungai dan sumur gali yang tidak memenuhi syarat. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan masyarakat dalam mengolah air bersih yang memenuhi syarat kesehatan dengan saringan arang sekam padi. Metode yang dilakukan yaitu melalui sosialisai, penyuluhan dan praktek. Filter yang dibuat adalah filter sederhana sebagai contoh untuk diaplikasikan ke masyarakat. Hasil pengabdian diperoleh bahwa air yang digunakan masyarakat keruh, bau, berasa dan terdapat endapan pada penampung. Setelah sosialisasi dan penerapan saringan arang sekam padi, air yang dihasilkan sudah memenuhi syarat kesehatan dan bisa digunakan untuk kebutuhan sehari – hari. Diharapkan masyarakat dapat menerapkan teknik penyaringan ini untuk pengolahan air bersih.
Kegiatan pengolahan air sungai dengan metode kougulasi dan flokuasi dalam upaya pencegahan stunting di Desa Sumber Jaya Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah Aditama, Wiwit; Zukfikar, Zulfikar; Khairunnisa, Khairunnisa; PS, Budi Arianto; Nindia, Yuni; Sari, Arnida; Samosir, Ainun
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 6, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v6i2.2120

Abstract

The location of the village in a highland area makes it difficult to get groundwater, to fulfil daily needs, namely drinking, bathing, washing. Meanwhile, to fulfil these water needs, residents utilise rainwater and river water. Rainwater sources can only be used to meet the needs during the rainy season, while river water is used by residents by piping from the mountain where there is a small river that does not always get clear water because it is carried away by soil material, especially during the rainy season the water becomes cloudy and the water reservoir must always be cleaned because there is silt or soil carried by water. This service will be carried out, namely counselling activities and river water treatment practices with simple cougulation and flocculation methods to always get clear water. The target of the service is villagers. Activities were carried out in May 2024, with site preparation activities and permits and procurement of materials, implementation of lecturer and student activities and assisted by the community in the form of counseling and at the same time practice in making filters and natural cogulation, participants who attended were generally attended by family heads and housewives. And the ability of the community to treat water simply and the ability to make natural coagulation was obtained.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTHELMINTIK TERHADAP CACING Ascaridia galli: UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI ANTHELMINTIK TERHADAP CACING Ascaridia galli Khaliza, Nur; Handayani, Rini; Aulianshah, Vonna; Zakiah, Noni; Munira, Munira; Nindia, Yuni
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 5 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v5i1.890

Abstract

Infeksi cacing masih menjadi masalah kesehatan yang umum di negara tropis seperti Indonesia. Salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah pepaya (Carica papaya L.), yang bijinya diketahui memiliki sifat anthelmintik, tetapi biji pepaya seringkali dibuang tanpa dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak biji pepaya terhadap mortalitas cacing Ascaridia galli. Sebanyak 75 ekor cacing digunakan dalam penelitian ini, dibagi dalam tiga kali ulangan, masing-masing terdiri dari lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (NaCl 0,9%), kontrol positif (Pirantel Pamoat 0,5%), serta ekstrak biji pepaya dengan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%. Penilaian dilakukan berdasarkan skor gerakan cacing setelah inkubasi selama 12, 24, dan 36 jam. Skor 2 diberikan jika seluruh tubuh cacing bergerak, skor 1 diberikan jika cacing tidak bergerak namun masih hidup, dan skor 0 diberikan jika cacing mati. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa ekstrak biji pepaya 10% menyebabkan kelumpuhan pasca inkubasi 12 jam pertama dan kematian seluruh cacing setelah 24 jam pasca inkubasi. Konsentrasi 15% dan 20% menyebabkan kematian pada semua cacing pasca inkubasi 12 jam pertama. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak biji pepaya konsetrasi 10%, 15% dan 20% efektif sebagai anthelmintik terhadap Ascaridia galli.
Studi Kematian Larva Culex Sp. dengan Menggunakan Ekstrak Biji dan Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) Zelila, Cut Zyllan; Nindia, Yuni
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 13 No. 1 (2020): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit kaki gajah merupakan salah satu di antara penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi cacing filarial yang ditularkan oleh nyamuk Culex sp, yang tersebar hampir di semua pulau di Indonesia terutama di pedesaan dan pemukiman transmigrasi. Penelitian ini bertujuan untuk studi kematian larva Culex sp dengan menggunakan ekstrak biji dan kulit rambutan (Nephelium lappaceum L.). Metode penelitian ini adalah eksperimental semu dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan masing-masing adalah 10,20,30gr/150ml air dengan 3 kali pegulangan. Analisa pengaruh ektrak biji dan kulit rambutan dilakukan dengan uji one way anova. Hasil didapatkan pada taraf signifikan 5% menunjukkan nilai p (0,296) > 0,05 berarti hal ini menunjukkan ketiga dosis ekstrak biji rambutan tidak terdapat perbedaan rata-rata dan pengaruh yang signifikan terhadap kematian larva Culex sp. Sedangkan pada kulit nilai p (0,00) < 0,05 yang artinya hal ini menunjukkan bahwa ketiga dosis ekstrak kulit rambutan tersebut menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata dan pengaruh yang signifikan terhadap kematian larva Culex sp. Kesimpulan dosis ekstrak biji tidak terbukti efektif terhadap kematian larva Culex sp sedangkan kulit rambutan terbukti efektif terhadap kematian larva Culex sp yaitu terdapat pada dosis 20 mg/150ml air.
Prototype Sistem Informasi Penelusan Lulusan (Tracer Study) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh Nindia, Yuni; Darmiati, Darmiati; Aditama, Wiwit
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 17 No. 1 (2024): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v17i1.556

Abstract

Pengaruh Alumni sangat penting bagi institusi karena hubungan yang dibina secara profesional dan personal dapat membuka berbagai kesempatan untuk menjalin hubungan dengan Pemerintah Daerah, perusahaan, yayasan dan juga prospek-prospek besar lainnya. Secara tidak langsung anggota perkumpulan alumni dari suatu institusi pendidikan dapat memberikan pengalaman dan keahlian mereka untuk meningkatkan dan mengarahkan strategi (Renstra) institusinya. Jurusan Kesehatan Lingkungan perlu melakukan penelusuran lulusan (Tracer Study), ini salah satu hal strategis yang harus dilakukan oleh setiap institusi pendidikan. Tujuan penelitian untuk menghasilkan prototype Sistem Informasi Penelusan Lulusan (Tracer Study) Pada Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan judul Prototype Sistem Informasi Penelusuran Lulusan (Tracer Study) Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh. Lokasi penelitian dilakukan Jurusan Kesehatan Lingkungan pada prodi D-IV dan D-III. ada tampilan ini berisi tampilan awal dari user desain interface. nama website, Home, Input Data Alumni, Data Alumni yang di dalamnya, Gallery, Search,Register dan login yang menjadi awal tampilan dari website tracer study alumni Jurusan Kesehatan Lingkungan juga ada tampilan untuk lowongan pekerjaan,sekilas tentang tracer study.
PELATIHAN KADER POSYANDU PEDULI STBM PILAR PERTAMA DI KECAMATAN TANGAN TANGAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Husaini, Muhammad; Maryono, Maryono; Baharuddin, Baharuddin; Nindia, Yuni; Khairunnisa, Khairunnisa; Yasni, Hilma
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/777fp603

Abstract

Salah satu upaya promotif dan preventif yang harus didahulukan atau diprioritaskan adalah peningkatan akses terhadap sanitasi yang layak. Untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat, akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak sangatlah diperlukan, penggunaan sarana sanitasi yang layak akan memutus mata rantai penularan penyakit yang berbasis lingkungan sehingga terciptanya masyarakat yang sehat bebas dari penyakit. Berdasarkan data dan pengamatan di Kecamatan Tangan Tangan, diperlukan strategi dan upaya yang serius sehingga masalah akses jamban keluarga di Kecamatan Tangan Tangan dimana setiap rumah tangga memiliki jamban sehat dapat terpenuhi. Salah satu upaya adalah masyarakat yang peduli Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama. Kegiatan pengabdian masyarakat didahului dengan melakukan penjajakan awal dan dilanjutkan penyusunan rencana kegiatan. Selanjutkan dilakukan pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan jumlah sasaran sebanyak 30 orang kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tangan tangan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu sebanyak 83,3% tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama. Perlu adanya tindak lanjut dari lembaga terkait untuk pemantauan terhadap penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pilar pertama di kecamatan Tangan tangan kabupaten Aceh Barat Daya
asjo THE EFFECTIVENESS OF PINEAPPLE PEEL EXTRACT (Ananas comosus) AS A MOSQUITO REPELLENT FOR AEDES AEGYPTI Rafiqi; Yuni Nindia, Yuni Nindia
Aceh Sanitation Journal Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.325 KB) | DOI: 10.30867/asjo.v1i1.104

Abstract

The Aedes aegypti mosquito is a vector of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). DHF vector control is carried out in various ways, including the use of insecticides and by using repellent. The use of chemical-based for mosquito repellents cause residues on the environment and endanger for health. Many studies have been carried out to find natural repellents derived from plants, one of them is by using pineapple peel extract. Pineapple peel extract contains flavonoid compounds, tannins, saponins which have the potential to repel mosquitoes and can kill mosquitoes.This study aims to determine the effectiveness of pineapple peel extract (Ananas comosus) as a mosquito repellent for Aedes aegypti. This research is an experimental study, using 180 Aedes aegypti mosquitoes with three treatments and three repetitions. Observation of the number of mosquitoes perched on hand bait was carried out every 5 minutes in the first hour and every hour for 4 hours. The data analyzed using the one-way ANOVA test. The results showed that the average number of mosquitoes perched at a concentration of 10% (18); at a concentration of 20% (16); and at a concentration of 30% (12). The higher the concentration used, less mosquitoes perched on hand. The results of the ANOVA test showed that there was an effect of pineapple peel extract on the number of mosquitoes that perched on hand (p <0.05). The LSD test showed that there was a significant difference in the number of mosquitoes perched between a concentration of 30% with a concentration of 10% and 20%. It can be concluded that pineapple peel extract (Ananas comosus) can be a repellent to reduce the number of mosquitoes that perch on hand bait.