Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi Penerapan Standarisasi Obat dan Alat Kesehatan di RS Harum Sisma Medika Kota Jakarta Timur dan RSU Tangerang Selatan Hardiman SG; Januar Ariyanto; Azizah Zen
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2023): AS-SYIFA: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.4.1.41-47

Abstract

Standar pelayanan di rumah sakit meliputi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai. Manajemen logistik adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengelolaan kegiatan logistik yang dimulai dengan pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan penghapusan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah agar staf dan karyawan rumah sakit dapat mengetahui pentingnya penerapan standarisasi obat dan alat kesehatan di rumah sakit. Pengabdian masyarakat dilakukan di Rumah Sakit Sisma Medika Jakarta Timur dan Rumah Sakit Umum Tangerang Selatan.  Kegiatan dilakukan tanggal 21 juni dan 6 juli 2023. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah perwakilan staff dan karyawan rumah sakit. Metode dan media yang digunakan adalah penyebaran leaflet dan memberikan edukasi. Hasil dan pembahasan:. edukasi berhasil dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan dan  pemahaman pentingnya penerapan standarisasi obat dan alat kesehatan yang meilbatkan semua pihak terkait, termasuk staf medis, manajemen rumah sakit dan pemasok. Dengan demikian, manajemen logistik yang efektif dapat menciptakan lingkungan yang lebih terorganisir efisien dan berkualitas tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pekerja Home Industry Konveksi X Tangerang Selatan Azizah Zen; Ghafira Nisa Ramadhanti; Januar Ariyanto; Hardiman S G
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 5 (2023): Oktober 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i5.976

Abstract

Penyakit musculoskeletal disorders (MSDs) menjadi penyebab utama dalam Years Lived Disability (YLD) sebesar 17% di seluruh dunia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian MSDs. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan sampel 30 pekerja konveksi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi pengukuran REBA (Rapid Entire Body Assesment), dan kuesioner Nordic Body Map. Berdasarkan penilaian REBA ada 23 pekerja pada tingkat risiko sedang (76,7%), 5 pekerja (16,7%) pada tingkat risiko tinggi dan 2 pekerja pada tingkat risiko rendah (6,7%). Berdasarkan keluhan MSDs sebesar 63,3% mengalami keluhan sedang dan 36,7% pekerja mengalami keluhan ringan. Ada hubungan usia (p value=0,000), masa kerja (p value=0,000), aktivitas fisik (p value=0,009), postur kerja (p value=0,041) dengan kejadian MSDs. Tidak ada hubungan jenis kelamin (p value=0,425), kebiasaan merokok (p value=0,425) dengan kejadian MSDs. Banyak mengeluhkan terkait punggung, pinggang, bahu kanan, dan bokong mereka.
Hubungan Jenis Kelamin Dan Ketersediaan Alat Pelindung Diri Dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri Perawat Rawat Inap RSU Tangerang Selatan Hardiman SG; Wulandari Wulandari; Azizah Zen
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 4, No 1 (2023): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.4.1.59-65

Abstract

Perawat dalam menjalankan tugasnya dituntut untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang kompeten karena pada pekerjaan perawat menyangkut kesehatan dan keselamatan pasien. Salah satu resiko yang dapat dihadapi perawat dalam menjalankan tugasnya adalah tertular penyakit infeksi. Penggunaan Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit Indonesia lebih dari 40%, tetapi pada kenyataannya para perawat hanya menggunakan salah satunya (jas lab, masker, atau sarung tangan saja) ketika menangani pasien. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi crosssectional dan menggunakan metode Total sampling. Jumlah responden 59 perawat. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji statistic univariat dan bivariat (chi-square) pada perangkat lunak Statistical Program for Social Science. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (P Value : 1,117) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, sedangkan ketersediaan alat pelindung diri (P Value : 0,005) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Pentingnya penggunaan alat pelindung diri pada perawat dapat mengurangi resiko timbulnya penyakit  atau kecelakaan kerja di Rumah Sakit.
Hubungan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Terhadap Proses Asuhan Keperawatan di Unit Rawat Inap RSUD Khidmat Sehat Afiat Kota Depok tahun 2022: Stres Kerja dengan Kinerja Kerja Maulida Khalizahy; Azizah Zen; Fini Fajrini
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 3 No. 1 (2023): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - T
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v3i1.387

Abstract

Work Stress is a condition in which a person feels obstacles or demands related to what is expected and considered to be successful but not as expected. Increased work stress causes nurse must role in a manner maximum in serves patients, some symptom consequence stress includes laziness, experiencing change lust eating, and often sick head. So that could affect the performance of nurses. This research uses a cross-sectional research design. The sample used the total sampling method with a total sample of 69 respondents. The analysis was performed using the chi-square test. From 69 respondents work stress with the performance of nurses in the inpatient unit of Khidmat Sehat Afiat Hospital, Depok City, in the moderate stress level category there were 44 nurses with a percentage of 63.8% with poor nurse performance as many as 25 nurses with a percentage of 56.8% and nurses with good performance as many as 19 nurses with a percentage of 43.2%. The results of the Chi-square statistical test with Crostabulation using α = 0.05 found a p-value of 0.026, so it can be concluded that the p-value <α = 0.05, which means that there is a significant relationship between work stress and nurse performance. There is a Connection Between stress Work with Nurse Performance, listening indicator psychology, physical, and behavior as indicator measurement of work stress. Home it hurts more to notice condition stress nurse with given a chance to develop a career and education, as well as analyze the burden work nurse.
FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDSS) IN CONVECTION X HOME INDUSTRY WORKERS IN SOUTH TANGERANG CITY IN 2023 Ghafira Nisa Ramadhanti; Azizah Zen; Andriyani; Ernyasih
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 4 No. 1 (2024): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v4i1.457

Abstract

Disorders affecting bones, joints, muscles, tendons, ligaments, and nerves are referred to as musculoskeletal disorders (MSDs). Around the world, musculoskeletal disorders (MSDs) account for 17% of Years Lived Disability (YLD). The purpose of this study was to identify the variables associated with the prevalence of MSDs. Thirty convection workers made up the sample for this cross-sectional study. Nordic Body Map questionnaires and REBA (Rapid Entire Body Assessment) measurement observation sheets are used in this study's data collection method. A final REBA score of 5 was obtained from the pattern and sewing stages, indicating that the situation is at medium risk and requires improvement. This condition needs to be improved right now because the last stage findings yielded a final REBA score of 3, which indicates that it is low risk. According to REBA's evaluation, five respondents (16.7%) were at a high-risk level, whereas 23 respondents (76.7%) were at a moderate-risk level. According to MSD complaints, all employees (36.7%) had minor concerns, while 63.3 percent had moderate problems. The incidence of MSDs was correlated with age (p value=0.000), working period (p value=0.000), physical activity (p value=0.009), and work posture (p value=0.041). There was no correlation between smoking habits and the incidence of MSDs (p value=0.425) or between sex and the incidence of MSDs. According to the REBA data, there is a moderate amount of risk (76.7%) associated with the worker's posture. Musculoskeletal disorders (MSDs) were moderately prevalent (63.3%) in the NBM assessment. Numerous people mentioned complaints regarding their right shoulders, buttocks, waists, and backs. To meet the nutritional demands of employees who work longer shifts, there is a necessity for relaxation or stretching for one to two hours during or after work.
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND THE BEHAVIOR OF HEIGHT WORKERS AT PT. X ON THE BINTARO XCHANGE II PROJECT IN 2023 Hariyanti; Azizah Zen; Munaya Fauziah; Triana Srisantyorini
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 4 No. 1 (2024): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v4i1.526

Abstract

As Reported by the International Labour Organization (ILO), about 380,000 workers, or 13.7% of the 2.78 million workers, die from workplace accidents or occupational diseases each year. In addition, more than 374 million people are injured or sick each year. Data from the International Labour Organization (ILO) shows that every year around 380,000 workers or 13.7% of the 2.78 million workers die due to workplace accidents or occupational diseases. And more than 374 million people are injured, injured or fall ill each year as a result of accidents with workers. Types of analytical descriptive research with quantitative approaches and cross sectional study designs (potong lintang). Data gathering by lifting, analysis by chi square. The sampling technique uses the Total Sampling method. The population is the total of the 75 height workers in PT. X. According to the results of the analysis, there are 8 (10.7%) employees with less knowledge, 30 (40%) workers with sufficient knowledge and 37 (49.3%) employees with good knowledge. The age picture is known as 50 (66.7%) employees who are ≤ 40 years old and 25 (33.3%) workers who are > 40 years of age. The education picture is 16 (21.3%) people with an educated level of middle school and 59 (78.7%) people with a high school education. The behaviour picture is 38 (50.7%) workers with unsafe behavior and 37 (4.9%) people who have safe behaviors. The results of the bi-variant test on the independent variable relate to the dependent variable, covering the frequency of knowledge with a p value of 0.018, the age with a P value of 0.009, and education with the p value 0.004. Factors related to employee behavior are knowledge, age and education. A suggestion for PT. X to hold a socialization on K3 every month (potentially hazardous, full APD area or other K3 information through posters, banners or other information media).
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND MANAGEMENT COMMITMENT WITH COMPLIANCE WITH THE USE OF PPE FOR HEIGHT WORKERS IN THE SAVYAVASA LUXURY RESIDENCE PROJECT IN 2024 Ronaldi Muhamad Farhan; Azizah Zen; Dihartawan; Triana Srisantyorini
Muhammadiyah International Public Health and Medicine Proceeding Vol. 4 No. 1 (2024): PROCEEDING MUHAMMADIYAH INTERNATIONAL PUBLIC HEALTH AND MEDICINE CONFERENCE - F
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61811/miphmp.v4i1.608

Abstract

Work accidents hurt workers' performance, therefore the K3 program created and the K3 culture embedded in workers aims to reduce the number of work accidents and improve workers' performance. Worker compliance can be a factor that can have a positive impact on work safety. Data from BPJS Employment shows that the national number of work accidents in 2021 was 7,298 work accident cases in general and 417 cases in the city of DKI Jakarta in particular, 49 of which were due to falls from heights. The purpose of this study is to ascertain how high-altitude workers at The Savyavasa Luxury Residence Project in 2024 relate to management knowledge, commitment, and PPE use compliance. The purpose of this study is to determine the association between management knowledge and commitment and use compliance using quantitative methodologies and a cross-sectional approach. PPE for workers at heights. Seventy employees of The Savyavasa Luxury Residence Project in 2024 made up the study's population. The study's findings indicate a correlation between management commitment and PPE use compliance (p-value = 0.006) as well as a correlation between knowledge and PPE usage compliance (p-value = 0.040). The conclusion that can be made is that management commitment, awareness, and compliance with the usage of personal protective equipment (PPE) for high-altitude workers are related. Employee education, workplace inspections, and the assessment and management of current issues by business regulations are all expected of the organization.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Keselamatan Berkendara Pada SiswaI SMA AL - HASRA Kota Depok Tahun 2024 Pajrina, Dhania Putri; Zen, Azizah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2025): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku keselamatan berkendara merupakan salah satu cara untuk menciptakan ketertiban, keamanan, dan kenyamanan di jalan. Menurut Data Kepolisian Republik Indonesia tahun 2024, kecelakaan lalu lintas paling sering terjadi pada usia remaja dan menjadi penyebab utama kematian. Hal ini dipengaruhi oleh minimnya pengetahuan tentang keselamatan berkendara, rendahnya kesadaran terhadap risiko, emosi yang labil, serta kurangnya keterampilan mengemudi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara pada siswa/i SMA AL-HASRA Kota Depok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang dapat mengendarai sepeda motor, yaitu berjumlah 181 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan perilaku keselamatan berkendara adalah sikap (p=0,026), persepsi (p=0,001), dan peran teman sebaya (p=0,005). Sekolah disarankan memberikan edukasi keselamatan berkendara melalui kegiatan integratif seperti simulasi keselamatan berkendara, penyuluhan berkala, dan pelatihan praktik mengemudi untuk meningkatkan kesadaran siswa. Kata Kunci: Perilaku, Keselamatan Berkendara, Remaja, Sikap, Persepsi  --- Driving safety behavior is one way to create order, security, and comfort on the road. According to data from the Indonesian National Police in 2024, traffic accidents most frequently occur among teenagers and are the leading cause of death in this age group. This is influenced by a lack of knowledge, low risk awareness, emotional instability, and poor driving skills. This study aims to analyze the factors associated with driving safety behavior among students at AL-HASRA High School in Depok City. This research is a quantitative study using a cross-sectional approach. The population consisted of all students who were able to ride a motorcycle, totaling 181 students. The sampling technique used was simple random sampling, with a sample size of 106 respondents. Data analysis was conducted using the Chi-Square test at a 95% confidence level (α=0.05). The results showed that the variables related to driving safety behavior were attitude (p=0.026), perception (p=0.001), and peer influence (p=0.005). Schools are advised to provide driving safety education through integrated activities such as safety simulations, periodic counseling, and practical driving training to increase students’ awareness of driving safety. Keywords: Behavior, Driving Safety, Teenagers, Attitude, Perception
Penyuluhan Penggunaan Meja Kerja Ergonomi Dalam Mengatasi Keluhan Musculoskeletal Disorders Pekerja UMKM Pempek Nelfiyanti, N; Anastasia Yudistirani, Sri; Zen, Azizah; Dermawan, Dedi; Qayyum bin Basri, Azizul
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 2 (2025): Renata - Agustus 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.168

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan kerja pada pelaku UMKM pembuatan makanan pempek. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan dua orang peserta, yaitu pekerja utama dalam proses produksi pempek. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, pengamatan langsung, dan wawancara untuk mengidentifikasi aktivitas kerja serta keluhan yang dirasakan selama proses produksi. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip ergonomi, khususnya terkait penggunaan meja kerja dan postur tubuh yang tepat saat bekerja. Penyuluhan menekankan pentingnya penyesuaian tinggi meja kerja dengan postur tubuh pekerja, penggunaan kursi ergonomis untuk posisi kerja duduk, serta modifikasi alat bantu kerja agar lebih ramah terhadap tubuh. Selain itu, peserta diberikan panduan praktis dalam memposisikan tubuh secara ergonomis saat mengaduk adonan, membentuk pempek, hingga tahap pengemasan. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran pekerja terhadap pentingnya ergonomi dalam kegiatan produksi. Dengan menerapkan prinsip ergonomi, diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan otot dan rangka (musculoskeletal disorders/MSDs), meningkatkan kenyamanan kerja, serta mendorong produktivitas dan kualitas hasil produksi pempek
Dampak Mikroplastik Terhadap Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Firdaus, Bhisma; Zen, Azizah
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annur.6.2.146-153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan melalui tinjauan literatur dari tujuh studi terkini. Literatur diperoleh dari database PubMed, Scopus, dan Web of Science dengan rentang tahun 2020–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa mikroplastik telah terdeteksi dalam tubuh manusia, khususnya dalam darah dan saluran pernapasan, serta dapat memicu stres oksidatif, inflamasi, dan gangguan organ. Di lingkungan, mikroplastik berdampak negatif terhadap ekosistem perairan, mengganggu rantai makanan, aktivitas enzimatik, serta berperan sebagai vektor penyebaran gen resistensi antibiotik. Temuan ini menegaskan bahwa mikroplastik merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan langkah kolaboratif lintas sektor untuk mitigasi dan penelitian lanjutan terhadap efek jangka panjang mikroplastik.