Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Salafi Madrasa, Nation, and (Pseudo-) Nationalism: A Case Study of Two Islamic Education Institutions in Indonesia Wahyu Mulyadi; Sangkot Sirait; Sabarudin Sabarudin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.4879

Abstract

This research aims to examine the negotiations between two Islamic movement organizations, Salafi and Jamaah Ansharus Syariah (JAS), as conservative Islamic movements whose main goal is to return to the original sources of Islam, the Qur'an and As-Sunnah. This study uses a qualitative descriptive research design with data collection methods through observation, interactive interviews, and documentation conducted in two educational institutions owned by Salafi and JAS, using primary and secondary data sources. The research findings are as follows. First, it shows that Salafi and JAS, as fundamentalist movement groups, are capable of conducting cooperative negotiations using the concept of political agonism. Second, the negotiation process of Salafi and JAS emphasizes the concept of nationalism for the sake of the operational interests of educational institutions. Third, Salafi and JAS develop their movement ideology among students and their parents. This research portrays the existence of Pseudo Nationalism, positioning themselves in a contemporary style and acting as an anchor for balance, thereby impacting the existence and strengthening of their ideology.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA PEMIKIRAN TASAWUF Wahyu Mulyadi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.358

Abstract

Reformulasi metodologis untuk perkembangan tasawuf sangat berguna bagi masyarakat dari rentetan perkembanganya dari masa ke masa. Alternatifnya adalah tasawuf sosial sebagai ilmu yang pada dasarnya memiliki kerangka untuk amalan atau keshalihan pribadi namun dengan akhir yang tidak terbatas menjadi keshalihan sosial untuk membangun surga bagi diri sendiri dan umat manusia di dunia ini. Pada sisi lainnya, hakikat spiritual yang terkandung dalam pengamalan tasawuf Islam menekankan core values sufisme dalam diri seorang manusia seperti sikap muruah, waro’i, zuhud, qanaah, ikhlas, taqarub ilallah, moral. Secara esensial, tasawuf terletak pada pengejewantahan dari ajaran tentang ihsan, atau salah satu dari tiga serangkaia ajaran Islam, yaitu Islam sendiri, Iman, dan Ihasan. Esotorisme sufi adalah perwujudan dari sabda Nabi SAW bahwa ihsan adalah keadaan dimana ketika seorang manusia menyembah Allah SWT seolah-olah melihatnya. Sehingga pembelajaran atau paham kaum tasawuf, tidak lain adalah bagaimana menyembah Allah SWT.
Peningkatan Literasi Melalui Program Study Tour di Sekolah Dasar Ahmad Ahmad; Abdul Haris; Hermansyah Hermansyah; Wahyu Mulyadi
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v8i1.2513

Abstract

The purpose of this service activity is motivated by the low literacy culture of students which can be seen from the low interest in reading of children in Kalampa Village, the low interest in reading is caused by several factors including family, environment, peers, and mobile phones. As an effort to improve children's literacy in Kalampa Village, a programme called Study Tour was designed with an integrated learning concept and outclass learning activities were carried out. The parties involved in this service activity are elementary school children in Kalampa Village, and students of PGMI Study Programmes of IAI Muhammadiyah Bima. In this service, the PAR (Participatory Action Research) method is used, which consists of several implementation phases, such as observation, planning, implementation, and evaluation. The results of the implementation of the study tour are very influential on increasing children's literacy and can foster children's learning motivation. through Study Tour activities children can express themselves through several games applied in learning. With intense guidance and an individualised approach, it has made a difference in improving children's literacy.
Penerapan Metode Demonstrasi Terhadap Pembelajaran Shalat Berjama’ah Pada Mata Pelajaran Fiqih di MIN 07 Bima Natri Natri; Ilham; Wahyu Mulyadi
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v1i1.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Shalat berjama'ah pada mata pelajaran Fiqih di MIN 07 Bima. Metode demonstrasi digunakan sebagai pendekatan efektif untuk memandu siswa dalam memahami tata cara dan nilai-nilai spiritual yang terkait dengan Shalat berjama'ah. Langkah-langkah konkrit termasuk perencanaan pembelajaran, demonstrasi, praktek bersama, refleksi, dan penilaian digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa dalam pelaksanaan Shalat berjama'ah. Penelitian ini juga mencakup evaluasi dampak penerapan metode demonstrasi terhadap pemahaman konsep serta nilai-nilai spiritual yang diperoleh siswa dalam konteks pembelajaran keagamaan. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mendalam tentang efektivitas metode demonstrasi dalam konteks pembelajaran Shalat berjama'ah di lingkungan pendidikan Islam. Hasil penelitian ini dapat menjadi kontribusi penting untuk pengembangan strategi pengajaran agama yang lebih interaktif dan terarah, memungkinkan siswa untuk lebih memahami dan menghayati nilai-nilai spiritual dalam pelaksanaan ibadah Shalat berjama'ah
Strategi Guru dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 4-5 Tahun di TK Yaa Karim Kota Bima Hazral Aswa; Ahmadin Ahmadin; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1425

Abstract

Latar belakang masalah dalam penelitian ini berfokus pada pentingnya mengembangkan kemandirian anak sejak dini melalui pembelajaran yang memberikan keleluasaan untuk mengeksplorasi kreatifitas serta inovatif mereka. Konsep Merdeka Belajar yang diterapkan di TK Yaa Karim diharapkan dapat mendukung berkembangnya kemampuan mengambil keputusan, sikap sosial, emosional, dan kognitif anak melalui pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis pada kebutuhan anak. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar dapat memberikan peningkatan sikap kemandirian pada anak usia 4-5 tahun di TK Yaa Karim Kota Bima. Namun, tantangan dalam penerapannya seperti keberagaman kebutuhan anak, keterbatasan waktu serta sumber daya yang terbatas menjadi permasalahannya. Jenis metode yang digunakan pada penelitian ini ialah kualitatif deskriptif yang berfokus pada pemahaman mendalam terhadap fenomena sosial melalui pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan informan utamanya guru kelas A 2 orang serta kepala Tk sebagai informan pendukung. Penelitian ini melibatkan analisis data dari kegiatan pembelajaran yang diterapkan di kelas serta hasil wawancara dengan guru kelas A untuk mendapatkan gambaran mengenai strategi guru dalam menerapkan konsep Merdeka Belajar untuk meningkatkan kemandirian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Merdeka Belajar memberikan dampak positif dalam meningkatkan kemandirian anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, kemampuan mengambil keputusan serta keterampilan sosial yang lebih baik. Meskipun ada tantangan dalam pengelolaan kelas dan keterbatasan waktu dan sumber daya, strategi yang diterapkan oleh guru terbukti efektif dalam mendorong perkembangan kemandirian anak di TK Yaa Karim Kota Bima.
Penanaman Nilai Toleransi Beragama pada Anak Usia Dini RA Al-Amin Kota Bima Rahmatiah Rahmatiah; Agus Salam; Wahyu Mulyadi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1673

Abstract

Toleransi merupakan nilai mendasar dalam kehidupan bermasyarakat yang tercermin melalui sikap menghormati, menerima, dan terbuka terhadap keberagaman, baik dalam hal pandangan, keyakinan, agama, suku ras, maupun status sosial. Menanamkan nilai toleransi sejak dini merupakan upaya strategis dalam membentuk karakter anak agar mampu hidup rukun dalam keberagaraman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan nilai toleransi pada anak usia dinidi RA Al-Amin Kota Bima, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi pendukung maupun penghambat dalam proses tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menjunjukan bahwa penanaman nilai toleransi dilakukan melalui pembiasaan keiatan salat berjamaah, pemanfaatan media bergambar dalam proses pemberlajaran , serta pengintegrasian nilai-nilai keagamaan ke dalam aktivitas harian anak. Faktor-faktor yang mendukung antara lain keterlibatan orang tua secara aktif, pendekatan komunikatif dari guru, serta tersedianya fasilitas belajar yang menunjang. Sementara itu, hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman anak terhadap keberagaman, pengaruh negatif media, serta kurangnya sinergi antara tenaga pendidik dan orang tua. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara tenaga pendidik  dan orang tua dalam membentuk karakter anak yang toleran sejak dini, serta memberikan kontribusi bagi pengembagan pendidikan karakter berbasis nilai keberagaman.