Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Akibat Hukum Perceraian Dan Dampak Terhadap Kesehatan Mental Anak Di Desa Labuan Lelea, Kec. Labuan Kab. Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: The Legal Consequences of Divorce and its Impact on Children's Mental Health in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Maryam; Indri Iriani; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8355

Abstract

Kasus perceraian yang terjadi semakin hari terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan terjadinya perubahan zaman dan pergeseran nilai-nilai sosial yang berkembang ditengah masyarakat. Kondisi ekonomi yang tidak stabil menimbulkan gejolak di tengah masyarakat dan menjadi salah satu yang mempengaruhi tingginya angka perceraian di Pengadilan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Akibat Hukum Perceraian dan Dampak Kesehatan Mental Anak. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan sosialisasi dengan mengadakan penyuluhan akibat hukum perceraian dan dampak Kesehatan mental anak. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “ Akibat Hukum Perceraian Dan Dampak Terhadap Kesehatan Mental Anak pada Akademi Keperawatan Justitia di Desa Labuan Lelea Kabupaten Donggala ”telah terlaksana pada hari Jumat, 06 Desember 2024 pada pukul 08.00 – 09.00 wita. Penyuluhan tentang akibat hukum perceraian dan Dampak terhadap Kesehatan Mental anak yang dipaparkan oleh pemateri dan dihadiri 36 orang peserta. Peserta sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri dengan berbagai aturan atau hukuman jika terjadi perceraian dan dampaknya terhadap kesehatan mental anak.
Health Education About Rheumatism Di Desa Sibedi Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Health Education About Rheumatism in Sibedi Village, Marawola District, Sigi Regency Indri Iriani; Rabiah; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8386

Abstract

Pendahuluan: Rematik atau artritis merupakan penyakit muskuloskeletal yang dapat menyerang sendi, otot, tulang, ligamen, dan tendon, bersifat kronis, progresif, dan berpotensi menyebabkan kecacatan permanen. Prevalensi nyeri sendi akibat rematik di Indonesia mencapai 7,3% dan meningkat menjadi >15% pada usia di atas 55 tahun (Riskesdas, 2018). Rendahnya pengetahuan masyarakat, khususnya di daerah pedesaan, memicu tingginya miskonsepsi dan keterlambatan deteksi dini. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada 27 Juli 2023 di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, melibatkan 20 peserta. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemangku kepentingan desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, poster, dan leaflet, serta sesi diskusi dan konsultasi individual. Materi mencakup definisi, jenis, faktor risiko, tanda dan gejala, pencegahan, penatalaksanaan farmakologis dan nonfarmakologis, serta pola hidup sehat. Hasil: Kegiatan meningkatkan pemahaman peserta mengenai hubungan pola makan tinggi purin dengan gout arthritis (85% peserta mampu menyebutkan makanan yang perlu dihindari). Kesadaran terhadap pola hidup sehat meningkat, dan sebagian peserta menyarankan pemeriksaan kesehatan berkala untuk deteksi dini. Edukasi berhasil mengoreksi miskonsepsi seperti anggapan bahwa mandi malam menjadi penyebab tunggal rematik. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan pengelolaan rematik. Keberlanjutan program melalui penyuluhan berkala, keterlibatan kader kesehatan, serta program pendampingan bagi penderita rematik direkomendasikan untuk menekan angka kejadian dan komplikasi di masa depan.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Pada Lansia Di Desa Labuan Lelea Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Hypertension in the Elderly in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Indri Iriani; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8388

Abstract

Pendahuluan: Lansia (?60 tahun) memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi akibat proses penuaan yang menurunkan elastisitas pembuluh darah dan memengaruhi fungsi kardiovaskular. Hipertensi dikenal sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa gejala namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada usia 65–74 tahun mencapai 63,2% dan meningkat menjadi 69,5% pada usia >75 tahun. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku lansia. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan di Desa Labuan Lelea, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, melibatkan 20 peserta dari berbagai kalangan usia. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal dengan pihak desa, penyuluhan interaktif menggunakan media presentasi, leaflet, dan poster, sesi diskusi serta konsultasi kesehatan, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Materi meliputi definisi, faktor risiko, tanda/gejala, patofisiologi, komplikasi, dan pencegahan hipertensi. Hasil: Kegiatan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta terkait pengertian dan faktor risiko hipertensi, kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, dan pemahaman langkah pencegahan. Sebagian besar peserta yang sebelumnya tidak memahami hubungan pola makan dan gaya hidup dengan hipertensi menjadi lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan faktor risiko. Layanan pemeriksaan kesehatan mendorong peserta untuk melakukan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan di Desa Labuan Lelea efektif meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi dan memotivasi mereka untuk menerapkan gaya hidup sehat. Disarankan kegiatan serupa dilakukan secara berkala dengan melibatkan kader kesehatan desa, pendampingan bagi penderita hipertensi, serta penguatan program gizi keluarga untuk menekan angka kejadian dan komplikasi hipertensi di masa mendatang.
Pencegahan Penyakit Hipertensi Pada Lansia Melalui Gerakan Program PATUH di Desa Bomba Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Prevention of Hypertension in the Elderly Through the PATUH Program Movement in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency Sri Yulianti; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8486

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang paling rentan disebabkan tidak lagi produktif secara ekonomi, masalah kesehatan dan memerlukan pendampingan (caregiver). Kerentanan pada lansia akibat penurunan fungsi imun dan penyakit degenerative diantaranya hipertensi. Tujuan dilakukam pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan terjadinya hipertensi. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flip chart dan leaflet. Hasil Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi. Didapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Hipertensi, sebagian besar Masyarakat Desa Bomba belum memahami penyebab terjadinya Hipertensi dan Bagaimana cara pencegahan penyakit Hipertensi. Pada saat setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi sebagian Masyarakat banyak bertanya terkait Hipertensi, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Hipertensi
Penyuluhan Kesehatan Tentang Tuberkulosis (TB) Di Desa Mantikole Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah: Health Education on Tuberculosis (TB) in Mantikole Village, Dolo Barat District, Sigi Regency, Central Sulawesi Sri Yulianti; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8492

Abstract

Penyakit Tuberkulosis disebabkan oleh suatu kuman dari kelompok Mycobacterium yaitu Mycobacterium Tuberculosis. Infeksi Tuberkulosis berkembang ketika bakteri masuk melalui droplet di udara. Ketika kuman Tuberkulosis sampai terpapar pada paru-paru, maka menjadi penularan jika seseorang kontak langsung dengan penderita Tuberkulosis. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan terjadinya penyakit Tuberkulosis. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan flip chart dan leaflet. Hasil didapatkan Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Tuberkulosis Sebagian besar masyarakat Desa Mantikole belum memahami penyebab terjadinya Tuberkulosis dan bagaimana cara pencegahan penyakit Tuberkulosis. Pada saat setalah diberikan penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Tuberkulosis, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Tuberkulosis.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Melitus dengan luka kaki di Desa Labuan Lelea, Kec. Labuan, Kab. Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Diabetes Mellitus with Foot Ulcers in Labuan Lelea Village, Labuan District, Donggala Regency, Central Sulawesi Province Sri Yulianti; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8510

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kroniks ditandai dengan hiperglikemia yang terjadi karena fungsi sekresi insulin oleh pankreas yang menurun, fungsi insulin itu sendiri maupun kombinasi keduanya yang membutuhkan perawatan secara berkesinambungan untuk mengurangi risiko dengan pengendalian kadar gula dalam darah. Tujuan dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus sehingga dapat mencegah terjadinya luka pada kaki. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan flip chart dan leaflet. Hasil di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Diabetes Melitus Sebagian besar masyarakat Desa Labuan Lelea belum memahami penyebab terjadinya penyakit Diabetes Melitus dan bagaimana cara pencegahan penyakit Diabetes melitus. Pada saat setalah diberikan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Diabetes Melitus, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Diabates Melitus Dengan Luka Pada Kaki.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Stunting Di Desa Mantikole Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi: Health Education on Stunting in Mantikole Village, Dolo Barat District, Sigi Regency Rabiah; Nur Febrianti; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8519

Abstract

Stunting merupakan suatu keadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Stunting. Metode penyuluhan dengan menggunakan media power point dan leaflet, dilaksanakan pada tanggal 18 Juli 2024 di Desa Mantikole. Hasil pengabdian adalah masyarakat datang sesuai waktu yang ditentukan, menyimak dan memperhatikan materi yang disampaikan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat telah terlaksana sesuai dengan waktu yang direncanakan dan diharapkan masyarakat bisa mencegah terjadinya Stunting.
Penyuluhan Penatalaksanaan program CERDIK untuk mencegah komplikasi pada penyandang diabetes melitus di Desa Sibedi kecamatan Marawola Kabupaten Sigi: Counseling on the Management of the CERDIK program to prevent complications in people with diabetes mellitus in Sibedi village, Marawola sub-district, Sigi Regency Sri Yulianti; Nur Febrianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8608

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronik mengakibatkan progresif sehingga ditandai dimana tubuh mengalami ketidakseimbangan atau gangguan pada sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, sampai mengakibatkan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Tujuan dilakukan. Tujuan dilakukam pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan untuk pencegahan terjadinyapenyakit diabetes melitus melalui program CERDIK. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan cara sosialisasi dengan dilakukan penyuluhan kesehatan dengan media flip chart dan leaflet. Hasil Di dapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan terkait materi Diabetes Melitus. Sebagian besar masyarakat Desa Sibedi belum memahami penyebab terjadinya Diabetes Melitus dan bagaimana cara pencegahan penyakit Diabetes Melitus. Pada saat setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit Diabetes Melitus sebagian masyarakat banyak bertanya terkait penyakit Diabetes Melitus, setelah itu diberikan penjelasan dan masyarakat dapat memahami terkait penyakit Diabetes Melitus.