Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Terapi Elevasi Ekstremitas Bawah Pada Pasien Ulkus Diabetik Dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Ruangan Bougenville RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Lower Extremity Elevation Therapy In Diabetic Ulcer Patients With Ineffective Peripheral Perfusion Nursing Problems In The Bougenville Room Of The Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Lusi Evin Maritha; Sri Yulianti; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10323

Abstract

Pada penyandang DM dengan ulkus kaki diabetik seringkali mengalami berbagai masalah yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, salah satunya gangguan perfusi perifer. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi elevasi ekstremitas bawah terhadap perfusi perifer pada pasien ulkus diabetik. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah pasien ulkus diabetik yang datang di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi perfusi perifer, standar oprasional prosedur terapi elevasi ekstremitas bawah, lembar pengkajian keperawatan luka akademi keperawatan Justitia. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian luka pada pasien, setelah diberikan implementasi terapi elevasi ekstremitas bawah selama 2 kali dalam sehari dilakukan selama 6 hari terjadi perubahan sirkulasi perifer yang di tandai dengan penurunan pembengkakan dan nyeri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi elevasi ektremitas bawah dapat memperbaiki sirkulasi perifer pada ulkus diabetik dengan masalah perfusi perifer tidak efektif. Saran untuk penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan evaluasi jangka panjanag diperlukan untuk memvalidasi dan menggeneralisasi temuan ini.
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Flamboyan RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Warm Water Foot Soak Therapy to Reduce Blood Pressure in Hypertension Patients in the Flamboyan Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Kesya; Rahma Edy Pakaya; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10632

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi rendam kaki air hangat. Efektivitas terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi perifer yang membantu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tahanan pembuluh darah. Tujuan: Terapi ini bertujuan melancarkan sirkulasi, memberi efek relaksasi, serta menurunkan aktivitas saraf simpatis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada pasien hipertensi melalui tiga kali kunjungan dengan implementasi terapi rendam kaki air hangat selama 15–20 menit sekali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui buku status, wawancara, observasi, dan proses keperawatan dengan bahan sederhana berupa air hangat, termometer, baskom, dan handuk. Hasil: Penelitian ini menunjukkan penurunan tekanan darah bertahap, dari 162/87 mmHg (nyeri 6) pada hari pertama, menjadi 147/83 mmHg (nyeri 4) pada hari kedua, hingga 130/70 mmHg (nyeri 0) pada hari ketiga. Pasien melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, dan nyeri kepala berkurang. Efek relaksasi yang muncul selama terapi juga dapat membantu menurunkan stress dan ketegangan otot, yang merupakan faktor pemicu peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi yang melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Saran: Terapi rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi.
Implementasi Teknik Distraksi Guided Imagery Terhadap Tingkat Ansietas pada Pasien Pre Operasi Apendisitis di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Sulawesi Tengah: Implementation of Guided Imagery Distraction Techniques on the Level of Anxiety In Pre-Patients Appendicitis Operation in A General Hospital Undata Region, Central Sulawesi Jalalludin; Sri Yulianti; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4358

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks vermiformis. Apendisitis menyebabkan nyeri abdomen akut dan memerlukan tindakan bedah segera untuk mencegah komplikasi. Penyumbatan akan menyebabkan lumen usus buntu terhambat, sehingga bakteri menumpuk di usus buntu dan menyebabkan peradangan akut dengan perforasi dan pembentukan abses. Jenis penelitian studi kasus ini yang digunakan merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan desain wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder. Diharapkan hasil yang didapatkan oleh peneliti adalah dapat mengetahui hasil implementasi teknik destruksi guided imagery terhadap tingkat ansietas pada pasien pre operasi apendisitis. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ny.F ditemukan hasil klien mengatakan rasa khawatir yang iya rasakan mulai berkurang dengan data objektif yaitu wajah klien nampak cemas, tanda tanda vital: TD: 120/80 mmHg, N: 70x/ menit, S:36.5 C, R:20x/menit, SpO2 : 99%. dan implementasi hari ke dua Hasil : klien mengatakan suda merasa legah dan nyaman data objektif yaitu wajah klien nampak cemas, tanda tanda vital: TD: 110/80 mmHg, N:75x/ menit, S: 36.2 C, R: 20x/menit, SpO2 : 99%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan tingkat ansietas setelah di lakukan implementasi teknik distraksi guided imagery. Pada hari pertama klien mengatakan rasa khawatir yang iya rasakan suda berkurang. dan pada hari kedua di lakukan implementasi klien mengatakan suda merasa legah dan nyaman.
Implementasi Pemberian Relaksasi Benson untuk Mengurangi Nyeri pada Pasien Post Operasi Fraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Benson Relaxation to Reduce Pain in Post-Operational Fracture Patients at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Acin Lumuan; Sri Yulianti; Syaiful Tahir
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4376

Abstract

Fraktur merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia setelah penyakit jantung koroner dan tuberculosis. Fraktur disebabkan oleh kecelakaan kerja maupun kecelakaan lalu lintas (Noorisa et al., 2017, patah tulang merupakan ancaman potensial atau nyata bagi seseorang, maka mereka mengalami gangguan fisiologis dan psikologis yang dapat menimbulkan reaksi berupa nyeri. Tujuan umum dari penulisan studi kasus ini adalah melakukan implementasi pemberian relaksasi Benson untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi fraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode studi ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu penelitian yangdilakukan dengan tujuan utama untuk mendeskripsikan (memaparkan)peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa kini. Setelah diberikan intervensi relaksasi Benson pada pasien post operasi fraktur untuk mengurangi nyeri dilakukan 2 kali dalam 2 hari diwaktu pagi dan sore hari dengan durasi kurang lebih 15 menit secara rutin, nyeri berat dengan skala nyeri6. Hasilnya nyeri ringan (skala nyeri 2 ). Kesimpulan setelah dilakukan relaksasi benson pada pasien post operasi fraktur dengan masalah keperawatan nyeri akut didapatkan bahwa skala nyeri 2 nyeri ringan.
Implementasi Teknik Relaksasi Napas dalam pada Pasien Pre Operasi Stenosis Ureter terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah : Implementation of Deep Breathing Relaxation Techniques in Preoperative Ureteral Stenosis Patients to Reduce Anxiety Levels at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Taufik Susanto; Sri Yulianti; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4388

Abstract

ketiga di bidang Urologi. Urolithiasis atau batu saluran kemih adalah suatu kondisi yang terjadi ketika batu - batu ini keluar dari ginjal dan berpindah ke bagian lain dari sistem pengumpul urin, yang meliputi ureter, kandung kemih dan uretra. Penyebab terbentuknya batu dapat digolongkan dalam 2 faktor antara lain faktor endogen dan eksogen. Metode deskriptif ialah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki suatu kondisi, keadaan, atau peristiwa lain, kemudian hasilnya akan dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian. Pemberian teknik relaksasi napas dalam dilakukan sebanyak 2 kali dalam 1 hari di pagi dan sore hari dengan durasi kurang lebih 15 menit secara rutin, biasanya diberikan pada klien yang mengalami kecemasan sedang. Teknik relaksasi napas dalam dapat dilakukan tidak hanya untuk pasien cemas teknik ini juga bisa digunakan pada pasien nyeri. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari latihan napas dalam adalah meningkatkan inflasi alveolar maksimal, meredahkan kecemasan, menghilangkan pola aktivitas otot pernapasan yang tidak efektif dan tidak terkoordinasi, memperlambat laju pernapasan, dan mengurangi kerja pernapasan. Pernapasan yang lambat, santai, dan ritmis juga membantu mengendalikan kecemasan yang terjadi. Saran pada penelitian ini antara lain bagi institusi pendidikan, bagi tempat penelitian dan bagi peneliti.
Asuhan Keperawatan Keluarga pada Ny. S yang Vertigo dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Diwilayah Kerja Puskesmas Talise: Nursing Care of Family Member Who Suffers from Vertigo with Acute Pain Nursing Problem in Puskesmas Talise Working Area Olivia Nusi; Rabiah; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i12.4439

Abstract

Vertigo merupakan masalah yang dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman, vertigo akan mempersepsikan ilusi gerakan yang tidak normal dengan perasaan berputar dimana akan merasakan sekelilingnya bergerak, kondisi ini menyebabkan pengidap vertigo kehilangan keseimbangan sehingga sulit untuk berdiri atau berjalan. Gejala dari vertigo yaitu: pusing, keringat dingin, hilang keseimbangan tubuh, mual ingin muntah, kesulitan beraktivitas, berkeringat, kepala terasa nyeri. Jenis penelitian studi kasus ini yang digunakan merupakan penelitian studi kasus deskriptif dengan pendekatan desain wawancara, observasi, dan pengambilan data sekunder. Diharapkan hasil yang didapatkan oleh peneliti adalah dapat menerapkan Asuhan Keperawatan Keluarga yang menderita vertigo dengan masalah keperawatan nyeri akut. Tujuan pada penelitian ini yaitu melakukan pengkajian Asuhan keperawatan Keluarga pada salah satu anggota keluarga yang menderita vertigo. Hasil penelitian yang dilakukan pada Ny. S didapatkan keluhan: Ny. S mengatakan sering merasakan pusing disertai nyeri kepala, nyeri sensasi berdenyut dan hilang timbul sehingga di dapatkan hasil tanda-tanda vital TD: 119/75mmHg, N: 92x/menit, R: 20x/menit, Ny. S Nampak meringis. Ny. S nampak gelisa. Kesimpulan pengkajian didapatkan Ny. S mengalami masalah kesehatan yaitu vertigo, setelah dirumuskan masalah keperawatan maka didapatkan 1 diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut.
Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di UPT RSUD Undata Palu Provinsi Sulteng: Nursing Care for Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at UPT Undata Hospital, Palu, Central Sulawesi Province Reynaldi; Syaiful; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i9.5834

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolik biasanya ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah akibat anomali emisi insulin. International Diabetic Federation (IDF,2022) memperkirakan bahwa adanya peningkatan penyandang diabetes melitus pada tahun 2045.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada penyakit Diabetes Mellitus diruang Seroja UPT RSUD Undata Provinsi SULTENG. Metode penelitian ini adalah deskritif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah Ny.S dengan kasus Diabetes Melitus Tipe 2 dilakukan diruang Seroja UPT RSUD Undata Provinsi SULTENG yang dilaksankan 3 hari pada hari selasa tanggal 18 Juli – kamis 20 Juli 2023. Hasil pengkajian yang peneliti lakukan pada Ny.S didapatkan pengkajian pada Ny.S Data subyektif Ny.S mengatakan sering merasa haus dan lelah Data objektif , suhu : 36,2 Nadi : 90 x/ menit , Tekanan Darah : 120/75 mmHg , RR : 20x/ menit, Di dapatkan hasil lab Gds 277,1 g/dl. diagnosis keperawatan yang muncul Ketidakstabilan kadar Glukosa darah b/d Hiperglikemia,Intoleransi aktifitas b/d immobilitas, dan Defisit pengetahuan tentang penyakit. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari ketiga masalah keperawatan yang terjadi pada Ny.S teratasi. Kesimpulan penelitian yang dilakukan telah sesuai dengan teori dan tidak ada kesenjangan dimana keluhan dan diagnosis keperawatan pada Ny.S sudah sesuai dengan teori. Diharapkan dengan penelitian ini perawat dapat memberikan pelayanan professional dan komprehensif pada pasien khususnya dengan kasus diabetes melitus.
Implementasi Pemberian SPA Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Di Klinik Rizky Wound Care Centre: Implementation of Foot Spa Provision in Type II Diabetes Mellitus Patients with Acute Pain Nursing Problems at the Rizky Wound Care Center Clinic Moh. Faisal Akbar; Rabiah; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.6559

Abstract

Diabetes melitus Tipe II merupakan kondisi penyakit yang disebabkan oleh kegagalan tubuh memanfaatkan insulin sehingga mengarah pada pertambahan berat badan dan penurunan aktivitas fisik. Ketika Penyandang DM Tipe II mengalami stres mental, gula darah penderita akan meningkat. Stress muncul di pengaruhi oleh peningkatan adrenalin dan hormon kortisol sehingga hormon ini yang dapat meningkatkan gula dalam darah serta meningkatkan energi dalam tubuh. Desain studi kasus yang diterapkan yaitu study kasus deskriptif, studi kasus deskriptif merupakan jenis studi yang memberikan deskripsi kasus tertentu, dan membutuhkan penelitian untuk memulai peneliatan dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian. Pada laporan akhir studi kasus ini peneliti mendapatkan data pada pengkajian awal dengan melakukan anamnesa pada pasien dan buku status pasien. Data yang didapatkan seorang pasien bernama Tn. S dengan umur 42 tahun berjenis kelamin laki-laki masuk dengan keluhan utama nyeri pada kaki yang luka, nyeri dirasakan saat beraktivitas seperti tertusuk-tusuk dengan skala nyeri 3 (ringan), pasien mengatakan memiliki riwayat diabetes melitus tipe II. Hasil pemeriksaan hasil TD : 148/90 MmHg, S : 36,4OC, N : 94x/ menit, R : 18x/ menit, Saturasi Oksigen : 98%. Dari pengkajian yang dilakukan peneliti berpendapat adanya masalah keperawatan yakni nyeri akut. Nyeri yang dirasakan pasien ditandai dengan adanya hasil klien mengatakan nyeri pada kaki yang klien rasakan seperti tertusuk-tusuk. Kesimpulan dari peneliti ini bhawa terapi bahwa pemberian SPA kaki terhadap pasien diabetes mellitus tipe 2 cukup efektif untuk menghilangkan nyeri yang dirasakan pasien, didapatkan hasil keluhan nyeri menurun.
Implementasi Relaksasi Slow Deep Breathing Terhadap Kelelahan Pada Pasien Cronic Kidney Disease (CKD) Stage 5 On HD Dengan Masalah Keperawatan Intoleransi Aktivitas di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Slow Deep Breathing Relaxation on Fatigue in Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) Stage 5 on HD with Activity Intolerance Nursing Problems at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Fitrani Nggabebe; Sri Yulianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7228

Abstract

Chronic Kidney Diseasee CKD menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena membutuhkan biaya perawatan yang tinggi, penyakit ini sering kali tidak masuk dalam strategi utama pengendalian penyakit kronis. Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh kita, yang berfungsi untuk menyaring dan mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme dari darah menjadi urine Tujuan penelitian melaksanakan gambaran implementasi relaksasi slow deep breathing untuk mengurangi tingkat kelelahan pada pasien CKD. Desain studi kasus yang digunakan merupakan studi kasus deskriptif. Dimana peneliti ingin mengetahui hasil penerapan relaksasi slow deep breathing untuk mengurangi tingkat kelelahan pada pasien CKD di ruangan rawat inap RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Berdasarkan analisa data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Didapatkan hasil bahwa pasien mengalami tingkat kelelahan. Setelah dilakukan relaksasi slow deep breathing pada pasien kelelahan didaptkan hasil bahwa pasien mengalami penurunan tingkat. Kesimpulan tahapan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi didapatkan hasil bahwa tingkat kelelahan sebelum diberikan relaksasi slow deep breathing di dapatkan data keluhan rasa lelah saat dan sebelum beraktivitas hingga sesak. Secara signifikan ditunjukkan bahwa tehnik relaksasi slow deep breathing adalah tehnik yang efektif dalam mengurangi tingkat kelelahan pada pasien CKD.
Implementasi Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Klinik Rizky Wound Care Centre : Implementation of Progressive Muscle Relaxation Therapy in Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Blood Glucose Level Instability Problems at the Rizky Wound Care Center Clinic Moh. Ramli Nur; Sri Yulianti; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7233

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang di sebabkan oleh gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin atau keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi relasasi otot progresif dalam penurunan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Klinik Rizky Wound Care Centre pada pasien dengan diagnosa diabetes melitus tipe 2 dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah. Hasil penelitian yang ditemukan dari pengkajian, Tn. S masuk dengan keluhan nyeri pada kaki sebelah kanan yang luka, nyeri dirasakan saat beraktivitas, skala nyeri 3 (ringan), nyeri yang dirasakan seperti ditusuk- tusuk. Sebelum diberikan implementasi terapi relaksasi otot progresif kadar glukosa darah pasien pasien 327 mg/dl dan setelah diberikan terapi relaksasi otot progresif selama 15 menit dalam setiap tindakan selama 3 hari, pada hari ketiga mengalami penurunan kadar glukosa darah menjadi 182 mg/dl. Penurunan kadar glukosa darah ini tidak secara signifikan karena pemberian terapi relaksasi otot progresif, tetapi pasien juga mendapatkan terapi farmakologi berupa insulin sebanyak 18 unit yang digunakan 4x sehari pada saat sebelum makan dan sebelum tidur pada malam hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terapi relaksasi otot progresif yang dilakukan selama 3 hari dengan durasi waktu 15 menit setiap tindakan, bahwa tindakan ini efektif dilakukan pada penyandang DM tipe. Dimana penyandang DM tipe 2 dapat mengalami penurunan kadar glukosa darah. Walaupun penurunan kadar glukosa darah ini dipengaruhi faktor eksternal adanya terapi farmakologi penggunaan insulin 18 unit.