Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Terapi Elevasi Ekstremitas Bawah Pada Pasien Ulkus Diabetik Dengan Masalah Keperawatan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Ruangan Bougenville RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Lower Extremity Elevation Therapy In Diabetic Ulcer Patients With Ineffective Peripheral Perfusion Nursing Problems In The Bougenville Room Of The Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Lusi Evin Maritha; Sri Yulianti; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10323

Abstract

Pada penyandang DM dengan ulkus kaki diabetik seringkali mengalami berbagai masalah yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka, salah satunya gangguan perfusi perifer. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh terapi elevasi ekstremitas bawah terhadap perfusi perifer pada pasien ulkus diabetik. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah pasien ulkus diabetik yang datang di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. instrumen pengumpulan data meliputi lembar observasi perfusi perifer, standar oprasional prosedur terapi elevasi ekstremitas bawah, lembar pengkajian keperawatan luka akademi keperawatan Justitia. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian luka pada pasien, setelah diberikan implementasi terapi elevasi ekstremitas bawah selama 2 kali dalam sehari dilakukan selama 6 hari terjadi perubahan sirkulasi perifer yang di tandai dengan penurunan pembengkakan dan nyeri. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi elevasi ektremitas bawah dapat memperbaiki sirkulasi perifer pada ulkus diabetik dengan masalah perfusi perifer tidak efektif. Saran untuk penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar dan evaluasi jangka panjanag diperlukan untuk memvalidasi dan menggeneralisasi temuan ini.
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Flamboyan RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Warm Water Foot Soak Therapy to Reduce Blood Pressure in Hypertension Patients in the Flamboyan Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Kesya; Rahma Edy Pakaya; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10632

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi rendam kaki air hangat. Efektivitas terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi perifer yang membantu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tahanan pembuluh darah. Tujuan: Terapi ini bertujuan melancarkan sirkulasi, memberi efek relaksasi, serta menurunkan aktivitas saraf simpatis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada pasien hipertensi melalui tiga kali kunjungan dengan implementasi terapi rendam kaki air hangat selama 15–20 menit sekali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui buku status, wawancara, observasi, dan proses keperawatan dengan bahan sederhana berupa air hangat, termometer, baskom, dan handuk. Hasil: Penelitian ini menunjukkan penurunan tekanan darah bertahap, dari 162/87 mmHg (nyeri 6) pada hari pertama, menjadi 147/83 mmHg (nyeri 4) pada hari kedua, hingga 130/70 mmHg (nyeri 0) pada hari ketiga. Pasien melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, dan nyeri kepala berkurang. Efek relaksasi yang muncul selama terapi juga dapat membantu menurunkan stress dan ketegangan otot, yang merupakan faktor pemicu peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi yang melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Saran: Terapi rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi.