Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENYULUHAN PEMBERIAN FOOT MESSAGE TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANGAN BEDAH WANITA RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG Mira Andika; Nurleny Nurleny; Ria Desnita; Fitria Alisa; Lola Despitasari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.829

Abstract

Nyeri dialami oleh sebagian besar (86%) yang menjalani perawatan di rumah sakit, dari angka tersebut 40% mengalami nyeri berat. Pasien pasca pembedahan 99% mengalami nyeri (Kozlowski, et al., 2014). Pasien pasca bedah setelah mendapat analgetik intravena tetap merasakan nyeri dan skala nyeri semakin meningkat 6 jam setelah pembedahan. Salah satu penatalaksanaan nyeri adalah foot message, foot message merupakan gabungan dari empat teknik masase yaitu effleurage (mengusap), petrissage (memijit), Friction (menggosok) dan tapotement (menepuk). Foot message merupakan mekanisme modulasi nyeri yang dipublikasikan untuk menghambat rasa sakit dan untuk memblokir transmisi impuls nyeri sehingga menghasilkan analgetik dan nyeri yang dirasakan setelah operasi diharapkan berkurang (Chanif, 2014). Kegiatan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dan mengurangi intensita nyeri post operasi di Ruang Bedah Wanita RSUP Dr.M.Djamil Padang. Metode yang digunakan ceramah dan demonstrasi . Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif mendengarkan dan melakukan foot message dalam mengatasi nyeri post operasi.
PENYULUHAN ACBT (ACTIVE CYCLE OF BREATHING TECHNIQUE) DAPAT MENGURANGI SESAK NAPAS PADA PASIEN PPOK DI POLI KLINIK PARU RSUD SIJUNJUNG Mira Andika; Lenni Sastra; Weny Amelia; Fitria Alisa; Lola Despitasari; Ria Desnita; Vivi Syofia Sapardi; Velga Yazia; Puti Awaliyah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 3, No 1 (2021): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v3i1.1075

Abstract

PPOK merupakan gangguan yang diderita banyak orang yang disebabkan oleh merokok dengan keluhan mukus berlebih, batuk, marusak fungsi silia, menyebabkan inflamasi, serta kerusakan bronkiolus dan dinding alveolus. Jika tidak diatasi akan menyebabkan infeksi saluran napas. Adapun tujuan dari terapi pada PPOK adalah untuk memperbaiki ventilasi, memfasilitasi pembersihan sekret bronkial, mengurangi komplikasi, dan memperlambat progresifitas gejala klinis, serta menjaga kesehatan serta manajemen penyakit klien (Black & Hawks, 2014). Bronkodilator menjadi fokus utama dalam penanganan simtomatik pada PPOK, dimana obat-obat tersebut meringankan obstruksi pada PPOK, adapun penatalaksanaan untuk memperlancar jalan napas pasien PPOK adalah dengan ACBT (Active Cycle Of Breathing Technique) merupakan teknik pembersihan jalan nafas untuk perbaikan jangka pendek dalam menghilangankan sekresi dan dapat diyakini akan kemanjurannya dibandingkan dengan teknik pembersihan jalan nafas. Kegiatan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dalam mengatasi sumbatan jalan napas akibat seksresi sekret di Poli Klinik RSUD Sijunjung. Metode yang digunakan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan peserta sangat aktif mendengarkan dan melakukan ACBT (Active Cycle Of Breathing Technique).
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN AKUPRESUR PADA KELUARGA DENGAN HIPERTENSI Zulham Efendi; Mira Andika; Ria Desnita; Lenni Sastra; Fitria Alisa; Weny Amelia; Lola Despitasari; Dedi Adha
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 1 (2022): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i1.1423

Abstract

Latar Belakang : Lansia (Lanjut Usia) merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko terjadinya masalah kesehatan. permasalahan kesehatan yang terjadi pada lansia sebagai akibat bertambah usia, pola hidup dan lingkungan sehingga menyebabkan terjadinya penyakit degeneratif salah satunya adalah Hipertensi. Kelurahan Pasie Nan Tigo  memiliki  Lansia hipertensi dengan jumlah 48 orang. Berdasarkan survey awal yang dilakukan pada 12 orang Lansia hipertensi di Kelurahan Pasie Nan Tigo Padang didapatkan keterangan selama ini usaha yang mereka lakukan untuk mengatasi hipertensinya yaitu dengan mengunakan terapi herbal dan farmakologis. Penerapan terapi komplementer akupresur belum dilakukan di tatanan perawatan pada Lansia Hipertensi. Metode : Masalah hipertensi pada lansia diatasi dengan pendampingan dan pelatihan akupresur anggota keluarga lansia dengan kegiatan meliputi edukasi mengenai akupresur untuk pengendalian hipertensi pada lansia, pelatihan dan pendampingan akupresur pada anggota keluarga. Hasil: Setelah kegiatan pendampingan dan pelatihan akupresur didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam melakukan terapi akupresur untuk masalah hipertensiKata Kunci : Lansia, Hipertensi, Akupresur
Pengaruh Foot Massage Terhadap Fatigue Pada Pasien Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi Weny Amelia; Fitria Alisa; Lenni Sastra; Lola Despitasari
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 7, No 2 (2022): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v7i2.11972

Abstract

Kanker payudara adalah pertumbuhan sel kanker yang cepat dan ganas dalam payudara dimana sel ini dapat menyebar pada bagian organ lain. Kanker payudara akan berdampak pada kematian jika tidak mendapatkan terapi. Kemoterapi adalah salah satu  modalitas yang sering digunakan oleh pasien kanker payudara. Pada pasien yang menjalani kemoterapi salah satu gejala yang dirasakan oleh pasien kanker payudara adalah fatigue. Fatigue adalah perasaan kelelahan secara mental, fisik, dan emosional. Fatigue timbul secara persisten karena penyakit kanker payudara atau terapi pengobatan kanker payudara. Foot Massage merupakan strategi nonfarmakologi yang dapat meningkatkan skor fatique. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian foot massage terhadap fatigue pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian menggunakan quasi eksperiment berupa pendekatan one group pretest-postest. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan besar sampel 12 orang. Skor fatigue dinilai menggunakan Piper Fatigue Scale (PFS). Uji statistik menggunakan Paired T-Test. Hasilnya ada pengaruh yang signifikan foot massage terhadap fatigue  pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p value = 0,000; α < 0,05). Hasil penelitian ini merekomendasikan foot massage sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk meningkatkan skor fatigue  pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MENELAN OBAT PADA PASIEN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG Ria Desnita; Zulham Efendi; Lenni Sastra; Weny Amelia; Fitria Alisa; Mira Andika; Lola Despitasari
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2289

Abstract

ABSTRAKPengendalian TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo belum terintegrasi dengan pelaksanaan perawatan kesehatan masyarakat sehingga angka kejadian TB paru masih tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo. Hambatan yang ditemukan dalam upaya pengendalian TB Paru adalah pengobatan tidak adekuat (dosis, jenis, jumlah obat dan jangka waktu), belum tersedianya informasi yang adekuat tentang TB Paru pada klien dan keluarga. Pelibatan keluarga dalam perawatan pasien TB Paru menentukan keberhasilan pengobatan. Salah satu peran keluarga adalah sebagai pengawas menelan obat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan peran keluarga sebagai pengawas menelan obat. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Nanggalo Kota Padang pada bulan November 2019. Metode yang dilakukan adalah memberikan edukasi melalui kegiatan penyuluhan dan roleplay, serta memberikan booklet. Hasil dari kegiatan didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga tentang TB Paru dan peran keluarga sebagai pengawas menelan obat. 
PENGARUH MENDENGARKAN AL-QUR’AN TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DIWILAYAH PUSKESMAS ANDALAS PADANG TAHUN 2018 Lola Despitasari
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.739 KB) | DOI: 10.36984/jkm.v2i1.26

Abstract

Hypertension occurs mostly in the elderly because of the increasing age of a person, the body will experience a decrease in both function and structure such as atherosclerosis, reduced elasticity, and a decrease in vascular smooth muscle relations that can reduce cardiac output and increase peripheral resistance resulting in hypertension. The purpose of this study was to determine the effect of Al-Qur'an listening therapy on changes in blood pressure in elderly who experience hypertension.This type of research is pre-experimental with the design of one group pretest-posttest design. Data collection was carried out on July 16 2018 - July 25 2018 in Andalas Community Health Center Padang. The number of samples was 11 people who were taken using purposive sampling technique. Data processing with Paired Sample T-test. The results showed that the mean value of systolic and diastole blood pressure before being given Al-Qur'an listening therapy was 159 mmHg and 90.09 mmHg and after giving Al-Qur'an listening therapy, the mean value of systolic and diastolic blood pressure was 149.27 mmHg and 81 mmHg. Paired sample T-test test showed that p value = 0.000 means that Al-Qur'an listening therapy affects changes in blood pressure in elderly who experience hypertension. Based on the results of the above studies, listening to the Qur'an influences blood pressure changes in elderly people who experience hypertension and is advised for health workers to inform the importance of listening to the Qur'an to control blood pressure values ​​in the prevention of complications. Keyword : Blood Pressure, Brisk walking exercise, Hypertension
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI SELF CARE MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI KLINIK KHUSUS PENYAKIT DALAM RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Lola Despitasari; Lenni Sastra
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 3 No. 1 (2020): JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR
Publisher : STIKes MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v3i1.73

Abstract

Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan hasil dari kegagalan atau penolakan tubuh mnggunakan zat insulin (resistensi insulin). Pada orang dengan diabetes tipe 2 diperlukan self care management untuk mengelola penyakitnya. Diabetes knowledge, self efficacy, self care agency merupakan faktor internal yang mempengaruhi self care management. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor internal yang mempengaruhi self care management pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di poli klinik khusus penyakit dalam RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Poli Klinik Khusus Penyakit Dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Sampel berjumlah 60 orang dengan teknik accidental sampling, dan instrumen penelitian menggunakan kuesioner SDSCA, ASAS-R, DMSES, dan kuesioner diabetes knowledge. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56.7% responden memiliki self care management yang kurang baik, 50% responden dengan self care agency kurang baik, 46.7% responden dengan self efficacy kurang baik, dan 61.7% responden dengan diabetes knowledge kurang baik. Terdapat hubungan antara self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge dengan self care management dengan nilai p value (≤ 0.05). Terdapat hubungan antara self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge dengan self care management di poli klinik khusus penyakit dalam RSUP Dr. M. Djamil Padang. Disarankan kepada pasien diabetes mellitus tipe 2 untuk meningkatkan self care agency, self efficacy, dan diabetes knowledge nya. Kata Kunci : Diabetes mellitus tipe 2, self care management, self care agency, self efficacy, diabetes knowledge
Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Berulang pada Penderita Pasca Stroke Lola Despitasari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 5 No. 1 (2020): Midwinerslion Jurnal Kesehatan STIKES Buleleng
Publisher : STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.216 KB) | DOI: 10.52073/midwinerslion.v5i1.141

Abstract

Berdasarkan data dari RS TK III Reksodiwiryo Padang tahun 2017, terjadi peningkatan pasien stroke yang dirawat inap pada tahun 2017 berjumlah 208 orang meningkat pada tahun 2018 berjumlah 375 orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan kejadian stroke berulang pada penderita pasca stroke di Poliklinik RS. TK. Reksodiwiryo Padang. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien stroke yang datang berkunjung ke Poliklinik RS. TK. III. Reksodiwiryo Padang pada bulan Mei 2019 berjumlah 389 orang dengan sampel 80 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Penelitian ini dianalisa secara univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separoh (52,5%) responden mengalami stroke berulang dan lebih dari separoh (51,3%) mengalami hipertensi. Ada hubungan hipertensi dengan kejadian stroke berulang pada penderita pasca stroke (p value 0.002). Melalui penelitian ini institusi pelayanan kesehatan dan petugas medis bisa menjadi edukator, fasilitator dalam pencegahan terjadinya stroke ulang dengan pemberian informasi yang berkaitan dengan pengendalian faktor risiko dan dampak terjadinya stroke ulang.
CEGAH AMPUTASI DENGAN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI MASA PANDEMI COVID-19 Fitria Alisa; Vivi Syofia Sapardi; Lola Despitasari; Muhammad Farid; Alex Contesa
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.408 KB) | DOI: 10.36984/jam.v1i1.181

Abstract

Background : Diabetes mellitus (DM) is an insulin insufficiency disorder caused by disruption of insulin products by Langerhans beta cells or the body's cells are less responsive to insulin. Covid-19 attacks all ages, especially those who have chronic diseases (co-morbid) have a more frequent risk of getting it with bad complications from this disease. Physical exercise (Diabetes leg exercises) is one of the pillars in the management of DM, which functions to improve insulin sensitivity and maintain body fitness during the COVID-19 pandemic. The goal of this community service is to prevent amputation by managing diabetes mellitus. Method : This community service method refers to action research with the formation of a DM prolanis group at the MERCUBAKTIJAYA clinic in Padang, socialization and education related to the management of diabetes mellitus, as well as monitoring and evaluation that have been carried out in collaboration with the MERCUBAKTIJAYA clinic in Padang as a follow-up to this activity. Result: 90% of the participants were enthusiastic about the activity and were able to re-practice the material presented.
Hubungan Self Efficacy Dengan Self Care Pada Pasien Penderita Diabates Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Andalas Lola Despitasari; Afrizal; Lenni Sastra; Fitria Alisa; Weny Amelia; Ria Desnita; Fadhila Annisa Afnel
Jurnal Amanah Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Amanah Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YPAK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55866/jak.v4i2.175

Abstract

Self-efficacy is the patient's belief to be able to perform behaviors that support disease improvement. Self care is an action to help control blood sugar. Indonesia is a country that ranks 4th with type 2 DM sufferers. The highest prevalence of diabetes mellitus in Indonesia is in DKI Jakarta (3.4%). West Sumatera it self is a province with a prevalence of diabetes mellitus as much as 1.5%. Data on the prevalence of diabetes mellitus in the city of Padang with the highest case being Andalas Public Health Center. The design of this research is cross sectional. The sample is 73 respondents, the sampling technique is accidental sampling.The results showed that 39 respondents (53.4%) had good self-efficacy and 34 (46.6%). good self care as many as 54 (74.0%) and poor self care as many as 19 respondents (26.0%). Based on data analysis using the chi-square test, the p value = 0.004 (p 0.05), there is a relationship between self-efficacy and self-care in type 2 diabetes mellitus patients at the Andalas Health Center. The conclusion of this study is that there is a relationship between self-efficacy and self-care in patients with type 2 diabetes mellitus at the Andalas Health Center. It is suggested that nurses should always motivate patients to continue self-care in order to improve self-care in diabetes mellitus patients