Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

EDUKASI PERTOLONGAN KEGAWATDARURATAN ANAK AUTIS di RUMAH PADA GURU DAN ORANG TUA di SEKOLAH LUAR BIASA KHUSUS AUTIS YAYASAN PENGEMBANGAN POTENSI ANAK (YPPA) PADANG Minropa, Aida; Ilham Akerda Eddyul; Lola Despitasari
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v5i1.559

Abstract

Anak autis mengalami beberapa masalah diantaranya mengalami keterlambatan  menyebakan anak autis mengalami sulitnya dalam berkomunikasi, mengungkapkan emosi, gangguan perilaku, interaksi social, sensori interaksi. Masalah ini dapat meneyebabkan terjadinya cedera pada anak tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pertolongan pertama kegawatadaruratan akibat cedera yang sering terjadi pada anak autis di rumah. Berdasarkan masalah tersebut, pengabdian masyarakat ini dapat membantu meningkatkan kemampuan orang tua untuk melakukan tindakan pertolongan pertama   mengatasi masalah kegawat daruratan akbibat cedera yang di alami oleh anak autis di rumah. Adapun tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukanpeningkaytan pengetahuan orang tua terhadap  : 1) melakukan edukasi tentang pertolongan pertama pada keadaan gawat darurat akibat cedera di rumah. 2) melakukan simulasi tindakan pertongan pertama pada kasus gawat adarurat akibat cedera di rumah  Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain: 1) Jurnal terakreditasi shinta 4 ; 2) HAKI terakit  modul pertolongan pertama di rumah. 3) Laporan kegiatan, 4) video di you tube 5). brosur. Hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait seperti kepala sekolah, dan  orangtua.
Penggunaan Cryotherapy Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Post Operasi Fraktur Di RSUD M Yamin Pariaman Amelia, Weny; Lola Despitasari; Fitria Alisa
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol. 5 No. 1 (2025): JURNAL ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v5i1.636

Abstract

Latar Belakang: Fraktur atau patah tulang merupakan gangguan penuh atau sebagian pada kontinuitas struktur tulang. Keluhan utama yang sering ditemukan pada pasien fraktur adalah nyeri. Nyeri atau rasa sakit merupakan respon yang paling dipahami oleh individu ketika mengalami cidera. Hal ini juga merupakan pengalaman pribadi yang diekspresikan secara berbeda oleh masing-masing individu dan nyeri termasuk sensasi ketidaknyaman yang bersifat individual. Terapi dingin secara klinis dapat meningkatkan ambang nyeri, mencegah pembengkakan dan menurunkan performa motorik local. Salah satu cold therapy adalah cryotherapy. Cryotherapymerupakan penggunaan es (ice pack) dan air es dalam pengobatan cedera dan modalitas pengobatan yang umum digunakan dalam pengelolaan cedera.. Secara fisiologis es mengurangi aktivitas metabolisme dalam jaringan sehingga mencegah kerusakan jaringan sekunder dan mengurangi nyeri ke sistem saraf pusat. Metode: Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan melakukan edukasi kepada pasien post operasi fraktur dan keluarga  sebanyak 10 orang ecara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan di Bedah RSUD M. Yamin Pariaman pada hari Selasa, 24 Juni 2025 dimulai dari jam 10.00-12.00 WIB tentang manajemen nyeri pasien post operasi fraktur dengan terapi cryotherapy. Hasil: Setelah kegiatan pengabdian ini dilakukan pasien post operasi mengetahui dan mampu memahami tentang manajemen nyeri pasien post operasi fraktur dengan terapi cryotherapy, dan petugas ruangan dapat menerapkan terapi cryotherapy untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi  
Model Pemberian Edukasi Melalui Aplikasi Android Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Alam Gempa Bumi di Guo Pasa Lalang Kuranji Despitasari, Lola; Sari, Dian Febrida; Hesti, Novria; Alisa, Fitria
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45140

Abstract

Abstrak Gempa bumi berskala besar sering menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi. Manajemen bencana membutuhkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang cukup untuk kesiapsiagaan melalui pemberian edukasi. Perkembangan sistem operasi android, mulai dari gadget, tablet, smartphone dan aplikasi lain yang memiliki sistem operasi android lainnya dapat mendukung dalam pemberian pendidikan yang dapat diakses oleh penggunanya dimana saja dan kapan saja sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai suatu upaya promotif dan preventif dalam kesiapsiagaan bencana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan penerapan model pemberian edukasi melalui aplikasi android terhadap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam gempa bumi. Jenis penelitian ini quasi eksperiment dengan desain pre-test and post-test with control group. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Guo Pasa Lalang Kuranji dengan jumlah sampel 24 orang. Hasil penelitian menggunakan uj mann whitney. Terdapat perbedaan skor kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam gempa bumi yang diberikan edukasi melalui aplikasi android terhadap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam gempa bumi (p value = 0,000). Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam bencana alam khususnya gempa bumi setelah diberikan edukasi melalui aplikasi android sehingga masyarakat siaga dalam menghadapi bencana dan dapat mengaplikasinya ketika terjadi bencana alam khususnya gempa bumi. Kata Kunci: Gempa bumi, model edukasi, aplikasi android Abstract Large-scale earthquakes often cause casualties and material losses. Disaster management requires sufficient knowledge, attitudes and skills for preparedness through providing education. The development of the Android operating system, starting from gadgets, tablets, smartphones and other applications that have other Android operating systems, can support the provision of education that can be accessed by users anywhere and at any time so that it can increase public awareness as a promotive and preventive effort in disaster preparedness. The aim of this research is to determine the effectiveness of implementing the model of providing education via an Android application on community preparedness for facing earthquake natural disasters. This type of research is quasi-experimental with a pre-test and post-test design with control group. The sample in this research was the community in Guo Pasa Lalang Kuranji using a purposive sampling technique with a sample size of 24 people. The research results were processed using the Mann Whitney test. The results showed a difference in the preparedness scores of communities facing earthquake natural disasters who were given education via the Android application regarding community preparedness facing earthquake natural disasters (p value = 0.000). t is hoped that the community can increase their preparedness for natural disasters, especially earthquakes, after being given education through Android applications so that people are prepared to face disasters and can apply it when natural disasters occur, especially earthquakes. Keywords : Earthquake, educational model, android application
Terapi Self Healing Berbasis Virtual Reality Terhadap Skala Nyeri Post Operasi Pasien Kanker Payudara Di RS M. Djamil Padang Despitasari, Lola; Alisa, Fitria; Lidya, Lidya
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50705

Abstract

Penyebab terbesar kematian akibat kanker setiap tahunnya antara lain disebabkan oleh kanker payudara. Penatalaksanaan pada pasien kanker salah satunya dengan pembedahan. Permasalahan yang ditimbulkan setelah post operasi pada pasien kanker adalah nyeri post operasi. Terapi self healing merupakan salah satu terapi non farmakologis untuk mengatasi nyeri post operasi pada pasien kanker payudara. Pendekatan model terapi self healing melalui virtual reality memungkinkan pasien untuk merasakan imajinasi dalam lingkungan tiga dimensi yang memungkinkan penyampaian ransangan sensorik melalui layar yang dipasang di kepala dan perangkat khusus. Pendekatan ini dapat membantu pasien dalam menurunkan nyeri post operasi pada pasien. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi self healing berbasis virtual reality terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Jenis penelitian ini quasi eksperiment dengan desain one group pre-test and post-test design. Sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi kanker payudara sebanyak 20 orang responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pada selisih skor nyeri sebelum diberikan terapi dengan sesudah diberikan terapi self healing berbasis virtual reality  (p = 0,000, α = 0,05) sehingga disimpulkan bahwa terapi Self Healing berbasis virtual reality efektif dalam menurunkan nyeri terhadap skala nyeri post operasi pasien kanker payudara. Intervensi terapi self healing berbasis virtual reality  dapat menjadi salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan perawat dalam menurunkan nyeri pada pasien post operasi kanker payudara.
EDUKASI INTRADIALYTIC STRETCHING EXERCISE UNTUK MENGURANGI KRAM OTOT PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Desnita, Ria; Andika, Mira; Sastra, Lenni; Alisa, Fitria; Amelia, Weny; Despitasari, Lola; Efendi, Zulham
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1614

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease (CKD) adalah permasalahan kesehatan masyarakat global dengan prevalensi serta insiden CKD yang tinggi. Bila seseorang mengalami penyakit ginjal dimana ginjal sudah tidak mampu lagi menjalani seluruh fungsinya dengan baik dan untuk mempertahankan hidupnya diperlukan terapi sementara berupa dialisis. Salah satu masalah yang terjadi pada pasien saat hemodialisis adalah kram otot. Terapi non farmakologi yang dianjurkan untuk mencegah kram otot yaitu intradialytic stretching exercise. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan edukasi kepada pasien CKD dan keluarga tentang intradialytic stretching exercise untuk mencegah kram otot. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan melakukan edukasi kepada pasien CKD dan keluarga secara tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan pengabmas ini dilaksanakan pada hari Jumat, 25 November 2021, dimulai dari jam 10.00-12.00 WIB. Peserta adalah pasien CKDbeserta keluarga yang dirawat di Interne Pria RSUP Dr. M. Djamil Padang. Pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga dan diharapkan dapat mencegah terjadinya kram otot pada pasien saat hemodialisis.
PENGARUH MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP SKOR FATIGUE PADA PASIEN KANKER PARU Amelia, Weny; Despitasari, Lola; Alisa, Fitria
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/ysk9j287

Abstract

Kanker paru adalah kondisi dimana sel–sel di dalam organ paru–paru tumbuh secara tidak terkendali. Salah satu gejala yang dapat dirasakan penderita kanker paru adalah fatigue (kelelahan). Angka kejadian fatigue pada pasien kanker paru mencapai 98%. Fatigue merupakan kondisi subjektif yang ditandai dengan perasaan lelah yang berkepanjangan berhubungan dengan kanker itu sendiri. Salah satu intervensi keperawatan non farmakologis untuk menurunkan skor fatigue adalah massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh massage effleurage terhadap skor fatigue. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Sampel berjumlah 12 pasien kanker paru dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa massage effleurage yang diberikan selama 20 menit sebanyak 3 kali dalam seminggu. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor fatigue sebelum intervensi adalah 46,66 dan sesudah intervensi adalah 35,66. Hasil uji statistik dengan uji paired T-test menujukkan p value 0,000 (p < 0,05), menunjukkan bahwa ada pengaruh massage effleurage terhadap skor fatigue pada pasien kanker paru. Disarankan kepada pelayanan keperawatan untuk dapat menjadikan massage effleurage sebagai salah satu terapi non farmakologis dalam menurunkan skor fatigue pada pasien kanker paru.