Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran sosial media influencer dalam membangun kepercayaan generasi z pada tahap pra-pembelian dalam pemilihan destinasi wisata Ichwan Masnadi; Muhammad Rahmad; Octaviani Gita Putri; Sundring Pantja Djati; Rahmat Ingkadijaya
Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbmp.v13i1.127660

Abstract

Generasi Z memainkan peran yang sangat penting dalam mengubah perilaku konsumen pariwisata, di mana media sosial menjadi alat utama bagi mereka dalam mencari informasi destinasi. Selain sebagai konsumen, mereka juga aktif sebagai pembuat dan penyebar konten. Penelitian menyoroti pengaruh besar dari influencer media sosial (SMI) dalam membentuk preferensi perjalanan dan keputusan Generasi Z. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak SMI dalam membangun kepercayaan selama perencanaan perjalanan Generasi Z, dengan harapan dapat mendukung pengembangan strategi pemasaran pariwisata yang lebih efektif. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei kuesioner menggunakan platform G-Form. Skala Likert lima poin digunakan untuk mengukur tanggapan peserta terhadap pertanyaan survei, yang mencakup aspek demografi, relevansi konten SMI, pencarian informasi, dan pertimbangan alternatif. Sampel terdiri dari 123 responden Generasi Z di wilayah Jabotabek, termasuk siswa sekolah menengah dan mahasiswa. Hipotesis penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pelanggan terhadap konten yang dihasilkan oleh Social SMI secara signifikan memengaruhi keinginan perjalanan, pencarian informasi untuk tujuan wisata, dan evaluasi destinasi pariwisata Generasi Z. Studi ini mengungkapkan bahwa kepercayaan pada konten influencer media sosial memiliki dampak yang signifikan pada kecenderungan Generasi Z untuk mengunjungi destinasi wisata, melakukan pencarian informasi, dan mengevaluasi pilihan alternatif selama fase pra-pembelian. 
Peran E-Wom dalam Memoderasi Pengaruh Motivasi dan Citra Destinasi terhadap Minat Kunjungan Wisatawan Destinasi Pantai Paulina Dewi Toffi; Rahmat Ingkadijaya; Nurbaeti Nurbaeti; Myrza Rahmanita
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.8506

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran e-wom dalam memoderasi pengaruh motivasi dan citra destinasi terhadap minat kunjungan wisatawan destinasi pantai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil dari analisis kuantitatif deskriptif menunjukkan bahwa X1 (Motivasi) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat berkung wisatawan dibuktikan dengan nilai. 0,003. Sedangkan pada variabel X2 (citra destinasi) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Y (minat berkunjung) dibuktikan dengan nilai 0.085, dan pada variabel moderasi E-WOM dari hasil penelitian tidak mampu memoderasi pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y dibuktikan dengan nilai 0,507 dan 0,037. Simpulan peneliitan ini bahwa e-worm tidak dapat memoderasi motivasi dan minat berkunjung wisatawan sedangkan motivasi dan citra berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Kata Kunci: Citra Destinasi, Minat Berkunjung, Motivasi Wisata, Pariwisata, Wisata Pantai
Nomadic Tourism Management: E-Wom, Komponen Daya Tarik 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) serta Persepsi Risiko terhadap Minat Berkunjung Digital Nomad Natasha Dewayani Sugiarto; Myrza Rahmanita; Doni Muhardiansyah; Rahmat Ingkadijaya
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 1 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i1.9088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh electronic word of mouth (e-WOM), komponen daya tarik 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) serta persepsi risiko wisatawan mancanegara khususnya kalangan digital nomad, terhadap minat berkunjung mereka ke DKI Jakarta dan Bali sebagai destinasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner kepada 140 responden yakni wisatawan digital nomad yang belum pernah berkunjung ke Indonesia pada saat pandemi atau pasca pandemi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, e-WOM dan komponen daya tarik 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung digital nomad. Peran moderasi persespsi risiko memperlemah pengaruh minat berkunjung antara e-WOM dan komponen daya tarik 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary) terhadap minat berkunjung. Simpulan penelitian bahwa kredibilitas profil pengirim ulasan sangat penting untuk memberikan informasi yang akurat dan sesuai dengan harapan pembaca ulasan, yaitu digital nomad. Kata Kunci: Digital Nomad, Electronic Word of Mouth (e-WOM), Komponen Daya Tarik 4A (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary), Minat Berkunjung, Pasca Pandemi, Persepsi Risiko.
Indonesia’s Gastrodiplomacy for Nation Branding, Diplomatic Relations, and Tourism Promotion: A Lived Experience Approach Rahmat Kusnedi; Willy Arafah; M. Husen Hutagalung; Saptarining Wulan; Rahmat Ingkadijaya
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 4 No. 8 (2026): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v4i8.710

Abstract

Indonesia has a rich and diverse culinary heritage, but Indonesia's culinary presence globally is still limited and often less prominent than the cuisines of other countries that are promoted more systematically. This gap highlights the need to explore how gastronomy can be strategically leveraged for nation branding, diplomatic relations, and tourism promotion. This research aims to analyze Indonesia’s gastrodiplomacy as a strategic instrument for tourism promotion through a lived experience approach. This research employs a qualitative phenomenological approach. Data were collected through in-depth interviews with Indonesian diaspora actors, including chefs and restaurant owners across Asia Pacific, the United States, and Western Europe. Thematic analysis was used to interpret lived experiences and identify key patterns in tourism promotion. The findings reveal that gastrodiplomacy promotes tourism through five key mechanisms: entry point awareness, cultural communication, sensory and emotional engagement, destination image formation, and visit intention. Diaspora actors play a central role as informal tourism ambassadors. Indonesian gastrodiplomacy operates as an experiential and relational process embedded in everyday practices. It significantly contributes to nation branding, diplomatic relation, and tourism promotion, although its effectiveness is constrained by limited policy integration. This research is limited to qualitative analysis and diaspora perspectives, which may not fully represent broader tourism stakeholders. Contributions: This study introduces the concept of lived gastrodiplomacy and contributes to tourism and public diplomacy literature by emphasizing experiential and bottom-up approaches to tourism promotion.