Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Ragam Bahasa dan Konstruksi Identitas Hibrida pada Konten TikTok @arab_ngapak: Kajian Sosiolinguistik Riska Syawalia; Prembayun Miji Lestari; Eka Yuli Astuti
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 14, No 2 (2026)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v14i2.137851

Abstract

The development of social media platforms, especially TikTok, has given rise to new linguistic phenomena that are interesting to study sociolinguistically. This study aims to describe the variety of languages and linguistic characteristics in the content of @arab_ngapak TikTok accounts. Using a qualitative descriptive method with a sociolinguistic approach, data was collected from 12 videos uploaded in March–December 2025 through the free participation listening technique (SBLC) and the recording technique. Data analysis used the Miles and Huberman models. The main theoretical frameworks include Martin Joos' theory of linguistic diversity and the theory of Chaer and Agustina's language variation. The results showed three dominant language types: consultative, intimate, and casual, with the business variety being the most frequent due to the high level of promotional content. Prominent linguistic characteristics include the mixing of Arabic and Javanese codes of the Ngapak dialect as a form of hybrid identity enregistration, the use of pisuhan as a marker of group solidarity, and the simile language style. These findings contribute to understanding how content creators use a variety of languages to construct social identities in the digital space.
Makna Leksikal dalam Satuan Lingual pada Tari Tayub di Desa Jambeyan Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen: Kajian Semantik Franshaidar Imam Nur Ichsan; Nur Fateah; Eka Yuli Astuti
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Juli-September, Isu dan Tantangan Kontemporer dalam Pendidikan, Ilmu Sosial, da
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/5y7e2a95

Abstract

Tari Tayub di Kabupaten Sragen memiliki nilai budaya yang mendalam. Penelitian ini dilakukan karena belum ada kajian yang secara khusus membahas satuan lingual dalam Tari Tayub dengan kajian semantik. Tarian ini memiliki satuan lingual yang merepresentasikan nilai budaya, tetapi sudah mulai ditinggalkan karena kurang diminati oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk satuan lingual dalam Tari Tayub di Kabupaten Sragen melalui kajian semantik guna mengungkap makna leksikal dan kulturalnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan semantic kultural. Data dikumpulkan melalui teknik cakap semuka, rekam, dan catat dari informan yang merupakan seniman di Kabupaten Sragen, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada Tari Tayub ditemukan 45 satuan lingual yang terdiri dari 26 kata monomorfemis, 4 kata polimorfemis, dan 11 frasa. Satuan lingual tersebut diklasifikasikan menjadi empat bagian: paraga, busana, iringan, dan gerakan. Setiap satuan lingual memiliki makna leksikal dan kultural. Tari Tayub bukan hanya sekadar seni pertunjukan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang perlu dilestarikan agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.