Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Gambaran Skala Nyeri Pada Balita Yang Imunisasi di Puskesmas Puter Bandung Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.816 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4935

Abstract

ABSTRAK Imunisasi erat kaitannya dengan jarum suntik yang dapat menimbulkan kecemasan, penghindaran bahkan dapat meyebabkan distres pada anak selama kunjungan ke pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran nyeri anak pada saat diimunisasi di Puskesmas Puter Bandung. Metode penelitian dilakukan dengan cara observasional, responden penelitian orang tua anak balita yang melakukan imunisasi. Pengukuran nyeri setelah dilakukan imunisasi menggunakan Modified behavior pain scale (MBPS). Pengambilan responden dengan cara Accidental sampling dengan jumlah 50 responden, selanjutnya dilakukan Analisa data univariate menggunakan prosentase. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar 36 responden (72%) termasuk kedalam skala nyeri berat dengan median >7, dan hampir setengahnya 14 responden (28%) masuk kedalam skala nyeri ringan dengan nilai median < 7.  Sebagai tenaga pelayanan kesehatan baiknya kita harus memperhatikan respon anak terhadap tindakan tersebut, yang pada akhirnya dapat mengurangi nyeri pada anak.Kata kunci: balita, immunisasi, nyeri,  ABSTRACTImmunization is closely related to syringes which can cause anxiety, avoidance and even cause distress in children during visits to health services to get vaccines. The purpose of this study was to identify the picture of child pain when immunized at Puter Bandung Health Center. The research method was carried out by observational, research respondents were parents of children under five who were immunizing. Pain measurement after immunization using Modified behavior pain scale (MBPS). Taking respondents by accidental sampling with a number of 50 respondents, then conducted univariate data analysis using a percentage. The results showed that 36 respondents (72%) were included in the scale of severe pain with a median> 7, and nearly half of the 14 respondents (28%) entered the mild pain scale with a median value <7. As a health care worker, we should pay attention to the response children against these actions, which in turn can reduce pain in children.Keywords: anxiety, childs, immunitation
Efektivitas Terapi Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Di Bandung Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Hasanah, Afifah Permata
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.431 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4357

Abstract

ABSTRAKMenstruasi merupakan salah satu tanda remaja putri mengalami pubertas. Menstruasi seringkali menimbulkan nyeri pada remaja putri, terutama dibagian perut yang menjalar hingga ke paha, rasa nyeri ini disebut dismenore. Hal tersebut dapat membuat konsentrasi belajar remaja putri berkurang sehingga dismenore perlu diatasi. Cara mengatasi dismenore ada 2 yaitu secara farmakologis (menggunakan obat-obatan) dan secara non farmakologis, salah satunya kompres hangat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kompres hangat terhadap dismenore pada remaja putri. Desain penelitian ini berupa Pra-Eksperimen dengan menggunakan pendekatan One-Group Pra test- Post test Design. Sampel remaja putri kelas VII dan VIII yang mengalami dismenore sebanyak 47 siswi pada bulan Juli - Agustus tahun 2017. Teknik sampling penelitian ini adalah Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan thermometer air, lembar observasi skala nyeri dismenore Numerik Rating Scale (NRS) dan lembar informed consent. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi diketahui bahwa sebelum dilakukannya intervensi (pemberian kompres hangat) tingkat dismenore (nyeri haid) sebagian dikategorikan nyeri sedang yaitu 23 orang (48.9%), sebagian kecil dikategorikan nyeri ringan 14 orang (29,8%), dan nyeri berat 10 orang (21,3%), serta tidak satupun yang dikategorikan tidak nyeri & nyeri sangat berat. Setelah dilakukan terapi kompres hangat, sebagian besar yang mengalami nyeri ringan yaitu 33 orang (70.2%), sebagian kecil dikategorikan nyeri sedang 13 orang (27.7%), dan sangat sedikit dikategorikan tidak nyeri 1 orang (2,1%). Setelah di Uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian ini menunjukkan P-value = 0,000 dimana P-value < 0,05, sehingga Ho ditolak, artinya terdapat efektivitas pemberian kompres hangat penurunan nyeri haid (dismenore) pada remaja usia 13-15 Kota Bandung.Kata Kunci: Dismenore, Efektivitas kompres hangat, Remaja putri  ABSTRACTMenstruation is one of the signs of adolescent girls experiencing puberty. Menstruation often causes pain in young women, especially in the abdomen that spreads to the thighs, this pain is called dysmenorrhea. This can make the concentration of learning teenage daughter is reduced so that dysmenorrhea needs to be overcome. How to overcome dysmenorrhea there are 2 that is pharmacologically (using drugs) and non pharmacologically, one of them warm compress. This study aims to determine the effectiveness of warm compresses against dysmenorrhea in young women. The design of this research is Pre-Experiment using One-Group Pre-test-Post Test Design approach. Samples of girls of grade VII and VIII who experienced dysmenorrhea as many as 47 female students in July - August 2017. Sampling technique of this research is Purposive Sampling. The instrument used was water thermometer, observation scale of dismenorrhizal pain Numeric Rating Scale (NRS) and informed consent sheet. Based on the results of the frequency distribution it is known that prior to the intervention (warm compress) the dysmenorrhea rate was partially categorized as moderate pain, ie 23 people (48.9%), a minority was categorized as mild pain 14 people (29.8%), and severe pain 10 people (21.3%), and none of which are categorized as not painful and very severe pain. After a warm compress therapy, most of those with mild pain were 33 (70.2%), some were moderately painful 13 people (27.7%), and very few were categorized as painless 1 person (2.1%). After the Wilcoxon Signed Ranks Test the results of this study show P-value = 0,000 where P-value <0.05, so Ho is rejected, meaning there is effectiveness of warm compresses decrease menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescents aged 13-15 years.Keywords: Effectiveness warm compress, dysmenorrhea
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK DI SDN 058 BANDUNG Wijayanti, Anita Putri; Maidartati, Maidartati; Billqie, Lizzy
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terluka. Biasanya terjadi berulang kali, berat atau ringan dan pasti menyebabkan cedera. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa pada tahun 2023, terjadi empat insiden perundungan salah satunya Sekolah Dasar. Kejadian bullying di sekolah sekarang menjadi perhatian utama karena efeknya yang permanen pada korbannya. Perilaku bullying dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor dari dalam diri pelaku, dalam diri korban, keluarga, media, sekolah, kondisi linkungan serta faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di sekolah SDN 058 Babakan Ciparay Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 112 siswa kelas 4,5 dan 6 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < a sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Memahami peran teman sebaya dalam bullying dan mengembangkan program intervensi yang memperkuat peran positif mereka. Pihak sekolah dapat menerapkan program edukasi berkelanjutan dalam deteksi dan pencegahan bullying, serta mengevaluasi efektivitas program anti-bullying.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.
Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah IRAWAN, ERNA; Maidartati, Maidartati; tania, mery; Iklima, nurul; Saputra, anggi; Khasanah, umi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.297

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr. Berdasarkan studi epidemiologi, BBLR mempunyai resiko kematian 35 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. pada tahun 2018, prevalensi BBLR masih cukup tinggi. Prevalensi berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan 21% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 4,5% - 40% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, di Asia angka kejadian BBLR yaitu 42,7% Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua yang datang ke poliklinik anak. Selain itu peserta penyuluhan diberikan leaflet yang berisi materi tentang BBLR sehingga materi tentang BBLR dapat dibaca kembali ketika sudah pulang.
Identifying Barriers to Optimal Pain Management in ICU Nurses: A Cross-Sectional Analysis Iklima, Nurul; Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna; Nurlianawati, Lia; Nuryanti, Lisna
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 1, March 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i1.67

Abstract

Pain is a sensitive indicator in the nursing process, so assessment and pain management are the key factors to determining the quality of care and patient satisfaction, especially in critical care areas. The poor handling of pain can have a negative impact on critical patients. Pain management is influenced by internal factors and external factors. Internal factors are knowledge and attitudes while external factors are factors of organizational support and professional authority. This study aims to analyze the factors associated with the implementation of pain management. This study is a quantitative study with an analytic correlation design. The total sample of 84 nurses was taken using the total sampling technique. Data were collected using five questionnaires, namely Regarding Pain Knowledge and Attitudes Survey questionnaire, Perceived Organizational Support, Nursing Autonomy, and Current Practice Related to Pain Assessment and Pain Management. The results showed that the implementation of pain management was quite optimal (51.2%), factors related to the value (p <0.005), The dominant factors contribution score (35.7% for knowledge). The implementation of pain management is quite optimal, but there are some obstacles related to the implementation of pain management including knowledge, attitudes, and professional authority. Nurses are expected to increase their knowledge and competence through education and training to maintain the quality of the implementation of pain management.
The Impact of Early Weaning on Nutritional Status of Children Aged 6–24 Months in Cinambo Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul; Irawan, Erna; Sari, Putri Puspita; Wijayanti, Anita Putri
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 1, March 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i1.69

Abstract

The weaning period is critical as it marks the transition from breastfeeding to solid foods, during which infants are particularly susceptible to nutritional disorders. The optimal weaning age is generally around two years, as breastfeeding until this age significantly supports a child's growth. Factors influencing weaning include parental education, economic status, parental employment, and the age of weaning. The timing of weaning is related to nutritional status since a child's diet shifts from exclusively breast milk to a combination of breast milk and solid foods, with increased energy and nutritional needs. This study investigates the relationship between weaning age and nutritional status in children aged 6-24 months at Puskesmas Cinambo, Bandung City. Employing a cross-sectional analytical design, the population includes mothers of children in this age range, totaling 534 respondents. Accidental sampling yielded 118 respondents over one week. Data were collected through questionnaires and analyzed using univariate and bivariate methods, with significance set at p<0.05. Results indicated that 52.5% of respondents had normal nutritional status, while 47.5% were undernourished. Most weaning ages were found to be inappropriate, with 66.1% weaning before the recommended age of 24 months. The Spearman Rank test revealed a significant relationship (p=0.020), confirming H1. In conclusion, there is a relationship between weaning age and nutritional status in children aged 6-24 months at Puskesmas Cinambo. Health services should provide regular education on appropriate weaning practices to enhance the nutritional status of this age group.
Lindungi Matamu dari Layar: Bijak Pakai Gadget, Sehatkan Penglihatan Saputra, Anggi; Maidartati, Maidartati; Khasanah, Umi
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 3 (2025): Volume 4, Nomor 3, Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i3.498

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam kegiatan komunikasi, belajar, dan bekerja. Gadget seperti smartphone, tablet, dan laptop menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas remaja. Namun, penggunaan gadget yang tidak bijak dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terkait dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mata dan upaya pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2025 di SMK Kencana Bandung dengan sasaran siswa kelas XI sebanyak 50 orang. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, edukasi visual melalui leaflet, dan permainan edukatif berbasis digital. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30,4% siswa memiliki pengetahuan baik, sedangkan hasil post-test meningkat menjadi 93%. Selain itu, 84% siswa berkomitmen menerapkan metode 20-20-20 dalam penggunaan gadget. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan menyenangkan dapat secara efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata di era digital. Tindak lanjut dari kegiatan ini direkomendasikan dalam bentuk promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
HUBUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA ANAK DI SDN 058 BANDUNG Wijayanti, Anita Putri; Maidartati, Maidartati; Billqie, Lizzy
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying adalah perilaku yang tidak menyenangkan yang dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman atau terluka. Biasanya terjadi berulang kali, berat atau ringan dan pasti menyebabkan cedera. Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyatakan bahwa pada tahun 2023, terjadi empat insiden perundungan salah satunya Sekolah Dasar. Kejadian bullying di sekolah sekarang menjadi perhatian utama karena efeknya yang permanen pada korbannya. Perilaku bullying dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya faktor dari dalam diri pelaku, dalam diri korban, keluarga, media, sekolah, kondisi linkungan serta faktor teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar di sekolah SDN 058 Babakan Ciparay Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dan menggunakan desain cross sectional study dengan jumlah sampel 112 siswa kelas 4,5 dan 6 yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisis menggunakan Uji Spearman dan diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti p < a sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran kelompok teman sebaya dengan perilaku bullying pada anak usia sekolah dasar. Memahami peran teman sebaya dalam bullying dan mengembangkan program intervensi yang memperkuat peran positif mereka. Pihak sekolah dapat menerapkan program edukasi berkelanjutan dalam deteksi dan pencegahan bullying, serta mengevaluasi efektivitas program anti-bullying.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG ATRAUMATIC CARE DI RUMAH SAKIT Maidartati, Maidartati; Hayati, Sri; Al Fatih, Hudzaifah; Rahima, Putti
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atraumatic Care merupakan pendekatan dalam perawatan anak yang bertujuan untuk meminimalkan atau menghilangkan rasa sakit dan ketakutan yang dialami anak selama menjalani perawatan medis. Mengingat pentingnya penerapan prinsip ini dalam memberikan perawatan yang berkualitas, pengetahuan, sikap, dan perilaku perawat menjadi faktor krusial yang perlu dievaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan perawat tentang prinsip Atraumatic Care di Ruang anak. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 35 perawat yang bekerja di Ruang Anak. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan perawat terkait Atraumatic Care. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan karakteristik responden serta hasil pengukuran variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Atraumatic Care (57,14%). Analisis menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan penerapan prinsip Atraumatic Care dalam praktik sehari-hari di antara perawat. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi berupa pelatihan berkelanjutan dan program pendampingan yang lebih efektif. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan untuk meningkatkan program pendidikan dan pelatihan bagi perawat, yang berfokus pada pengetahuan dalam menerapkan Atraumatic Care. Pengambil kebijakan di rumah sakit juga diharapkan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan Atraumatic Care dalam upaya perbaikan layanan kesehatan anak.