Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

The The Relationship Between Cyberbullying And Self-Esteem In Adolescents At Global Edu High School Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna; Tania, Mery; Saputra, Anggi; Firdaus, Salsa Bila
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.325

Abstract

The rapid development of social media among teenagers has served as an easily accessible communication tool, creating new trends in society, namely cyberbullying. One's self-esteem is influenced by social relationships and how they feel valued. Many cases indicate that teenagers often experience low self-esteem, one of which is due to cyberbullying. This study aims to determine the relationship between cyberbullying and self-esteem in teenagers at Edu Global High School. The study employed a correlational design with a cross-sectional research approach. The population consisted of 61 active 10th-grade students at Edu Global High School, with 61 respondents as the research sample. The data collection technique used total sampling. Data collection employed two types of questionnaires, namely the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and the Cyberbullying and Online Aggression Survey Instrument. Data analysis utilized univariate analysis presented in the form of distribution and bivariate analysis using the Spearman correlation test. The results showed that in the case of cyberbullying, the majority (87%) were perpetrators with a low category (53 respondents), while the majority (82%) were also victims with a low category (50 respondents). Regarding self-esteem, the majority (67%) had high self-esteem (41 respondents) and almost entirely (33%) were in the low category (20 respondents). The research results indicated a p-value of 0.011 < 0.05, which means there is a significant relationship between cyberbullying and self-esteem in a negative direction, indicating that the higher the level of cyberbullying experienced by teenagers, the lower their self-esteem. In conclusion, this study found a significant negative relationship between cyberbullying and the self-esteem of teenagers at Edu Global High School. The higher the level of experienced cyberbullying, the lower their self-esteem. This emphasizes the importance of the role of nurses and the school in enhancing student self-esteem and addressing cyberbullying issues. These findings provide important insights into the impact of social media on teenagers. Therefore, it is hoped that nurses and the school authorities can work to help improve student self-esteem.
Penyuluhan Hidup Sehat Tanpa Rokok: Penyuluhan Hidup Sehat Tanpa Rokok Maidartati, Maidartati; Tania, Mery; Saputra, Anggi; Khasanah, Umi; Iklima, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/ea5yyz05

Abstract

Smoking is the act of inhaling and drawing in tobacco smoke, which contains harmful substances such as nicotine, carbon monoxide, and tar, and can lead to various health problems. The aim of this activity is to provide counseling on healthy living without smoking. This counseling session was held on July 31, 2024, at SMP PGRI Mekar Manik, with participants being students from grades VII, VIII, and IX. The methods used in this counseling included distributing leaflets and showing a video on the effects of smoking on the body's organs. The leaflets provided information on the definition of smoking, the substances contained in cigarettes, the health side effects of smoking, ways to reduce smoking addiction, and the benefits of not smoking.
GAMBARAN STRESS GASTRITIS Suwignjo, Purwo; Darmayanti, Rita; Nadya, Nadya; Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan di masyarakat dengan prevalensi yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kementerian Republik Indonesia pada tahun 2019 mencatat bahwa kasus grastitis termasuk dalam sepuluh penyakit terbanyak di Indonesia. Di daerah kota bandung sendiri terdapat 8,976 (1,02%). Gastritis dapat mengalami kekambuhan dimana kekambuhan yang terjadi pada penderita gastritis dapat dipengaruhi oleh pengaturan pola makan yang tidak baik dan juga faktor stres. stres merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis. Stres adalah sekumpulan perubahan fisiologis akibat tubuh terpapar terhadap bahaya atau ancaman. Stres dapat menimbulkan suatu pengaruh yang tidak menyenangkan pada seseorang berupa gangguan atau hambatan dalam pengobatan, mencetuskan kembali suatu gejala dari kondisi medis umum. Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin terhadap saluran pencernaan sehinggan beresiko untuk mengalami gastritis. Produksi asam lambung akan meningkat pada keadaan stres, misalnya pada beban kerja berat, panik, tergesa-gesa. Kadar asam lambung yang meningkat dapat mengiritasi mukosa lambung dan jika hal ini dibiarkan maka dapat menyebabkan terjadinya peradangan mukosa lambung atau gastritis. Penelitian ini dilakukan terhadap 60 responden dengan menggunakan teknik accidental sampling. Ditemukan bahwa terdapat setengah dari responden mengalami stres sedang sebanyak 39 responden (65.0 %). Responden yang mengalami stres ringan sebanyak 17 responden (28.3 %) dan sedikit dari responden yang mengalami stres berat sebanyak 4 responden (6.7 %).
GAMBARAN POLA KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK PADA ANAK KELAS V DI SDN 071 SUKAGALIH Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul; Rosmayanti, Herlina
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak usia sekolah dasar cenderung lebih banyak jajan dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat. Dengan banyaknya jajan, orang tua tidak dapat mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anaknya seperti halnya makanan kariogenik. Dampak dari konsumsi makanan kariogenik yang berlebihan menyebabkan karies gigi pada anak. Karies gigi adalah kerusakan pada gigi akibat demineralisasi jaringan keras seperti enamel, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh banyak faktor yaitu mikroorganisme, gigi, waktu, dan pola makan kariogenik pada anak kelas V SDN 071 Sukagalih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran pola konsumsi makanan kariogenik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas V SDN 071 Sukagalih sampel yang digunakan sebanyak 43 anak. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling.Analisa data menggunakan analisis univariat menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar (69,8 %) atau 30 anak berusia 11 tahun, dan sebagian besar (65,1%) atau sebanyak 28 anak mempunyai pola konsumsi makanan kariogenik yang kurang baik. Dari hasil penelitian pola konsumsi makanan kariogenik masih kurang baik diharapkan orang tua lebih memperhatikan kebiasaan makan anak disekolah dan bagi guru dan pihak UKS bisa memberikan edukasi pada anak usia sekolah dasar mengenai dampak mengkonsumsi makanan kariogenik.
GAMBARAN  SELF CARE PADA PASIEN PASCA PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DI CARDIAC CENTRE RUMAH SAKIT SANTOSA BANDUNG CENTRAL IRAWAN, ERNA; Ningrum, Tita Puspita Ningrum; witdiawati, witdiawati; maidartati, Maidartati; Assidik, Muhamad Fajar Assidik
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/szqgmm46

Abstract

  PCI merupakan salah satu tatalaksana penyakit jantung koroner yang pada saat ini banyak digunakan karena proses penatalaksanaan yang cepat dan minimal resiko yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Penerapan self care yang tidak adekuat dapat meningkatkan kekambuhan gejala seperti nyeri dada, sesak nafas, dada terasa seperti tertindih serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self Care Pada Pasien CAD Post Tindakan PCI di Cardiac Centre Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive corelative dengan desain cross sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien CAD rajal post PCI sebanyak 200 responden, Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling n sampel berjumlah 133 orang dengan kriteria minimal 4 minggu post PCI. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (SC-CHDI dan  SAQ-7). Pengolahan data dianalisis menggunakan software statistic SPSS, kemudian untuk analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji ranks spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran self care responden menunjukan sebagian besar memiliki self care baik sebanyak 80 responden (60.2%), dan sebagian kecil memiliki self care kurang sebanyak 53 responden (39.8%).   PCI is one of the coronary heart disease treatments that is currently widely used because the management process is fast and minimal risk that can improve the quality of life of patients. Inadequate self-care implementation can increase the recurrence of symptoms such as chest pain, shortness of breath, chest feels like being crushed and limitations in carrying out daily activities. This study aims to determine the Relationship of Self-Care with Quality of Life in CAD Patients Post PCI Procedures at the Cardiac Center Santosa Hospital Bandung Central. This study is a descriptive correlative study with a cross-sectional design. In this study, the population was 200 respondents of CAD patients post PCI. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 133 people with a minimum criterion of 4 weeks post PCI. The instrument in this study used a questionnaire (SC-CHDI and SAQ-7). Data processing was analyzed using SPSS statistical software, then for univariate analysis using frequency distribution, while bivariate analysis using the Spearman ranks test. Based on the research results, the description of respondents' self-care shows that most have good self-care, as many as 80 respondents (60.2%), and a small portion has poor self-care, as many as 53 respondents (39.8%).  
SKRINING GULA DARAH, KOLESTEROL DAN ASAM URAT SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT Putri, Saparingga Dasti; Maidartati, Maidartati; Tania, Mery
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 6 (2025): Volume 4, Nomor 6, Desember 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i6.621

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas baik secara global maupun nasional. Salah satu tantangan utama pengendalian PTM adalah rendahnya deteksi dini faktor risiko metabolik, khususnya peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan literasi kesehatan masyarakat melalui skrining gula darah dan kolesterol yang disertai edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada 7 Oktober 2025 di Skadik 202 Lanud Sulaiman melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dengan melibatkan dosen dan mahasiswa keperawatan Universitas ARS. Metode pelaksanaan meliputi edukasi pra-skrining, pemeriksaan gula darah dan kolesterol menggunakan alat tes cepat, konseling hasil pemeriksaan, serta pemberian rekomendasi tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi serta peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PTM dan pentingnya deteksi dini. Kolaborasi dengan TNI mendukung keteraturan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan, sehingga skrining dan edukasi kesehatan dapat berjalan optimal. Kegiatan ini menegaskan bahwa skrining kesehatan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan edukasi dan kolaborasi lintas sektor merupakan strategi promotif–preventif yang efektif dalam mendukung pengendalian PTM