Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Strategi Komunikasi Dalam Menyusun Pesan Di Internet Sebagai Media Komunikasi Novianita, Riastri; Muhariani, Wulan; Pratiwi, Cindya Yunita; Yunita, Ria
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.8374

Abstract

Peran komunikator Komunikator sangat penting bagi efektivitas komunikasi selama proses berlangsung. Saat berkomunikasi dengan khalayak sasaran, komunikator perlu mempertimbangkan beberapa elemen kunci, termasuk kredibilitas dan daya tarik sumber. Penulisan ini akan menggunakan desain penulisan deskriptif yang menggunakan wawancara terstruktur dan kuesioner online. Untuk mengetahui seberapa sering pengajar di Universitas Informatika Bina Sarana menggunakan media sosial khususnya Instagram, akan diberikan survei online kepada mereka. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengalaman dan pendapat siswa yang dipilih secara acak tentang penggunaan media sosial, akan dilakukan wawancara mendalam dengan beberapa dari mereka. Data kualitatif dari wawancara akan dievaluasi secara konseptual untuk menentukan tema dan hasil utama, sedangkan data survei akan dianalisis secara statistik menggunakan alat statistik seperti SPSS. Hasil penelitian mengatakan bahwa tergantung pada situasinya, komunikasi langsung atau tidak langsung ialah pendekatan pengajaran yang terbaik. Menggunakan Internet untuk menyusun pesan sebagai media komunikasi: Sebuah strategi komunikasi. Temuan analisis ini akan diterapkan untuk mengatasi kekhawatiran penulisan tentang penggunaan media sosial, kelebihan dan kekurangannya, dan teknik komunikasi praktis dalam situasi ini.
Digital Resistance to Social Media Taxation: A Semiotic Analysis of Protest Discourse on Platform X Irwanto, Irwanto; Hariatiningsih, Laurensia Retno; Yunita, Ria; Irhamdhika, Gema; Bender, George Wilhelm
Communication Vol 17, No 1 (2026): Communication
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/Comm

Abstract

This study examines netizen resistance to Indonesia's proposed 2026 social media tax policy. It employs a qualitative analysis of interactions on Platform X. This research employs van Leeuwen's (2015) social semiotics and W. Lance Bennett and Alexandra Segerberg's (2015) connective action theory, in analyzing how users construct collective resistance narratives. These narratives emerge through multimodal signs and personalized participation. Data from influential accounts, including @kompascom, @detikcom, and individual netizens, reveal three key resistance patterns. First, users construct injustice narratives using words like "targeting" and surveillance icons. Second, digital interactions connect personal frames to collective action through sarcasm and metaphors. Third, multimodal compositions such as infographics, binary signs, and temporal strategies enhance narrative coherence. The findings indicate that netizens frame the tax policy as both an economic burden and a mechanism of social control, articulating fear of privacy violations and systemic injustice. The integration of semiotic analysis with connective action theory reveals how platform affordances facilitate resistance without a hierarchical organization. This transformation positions X as a digital public sphere for political contestation. This research contributes to the understanding of contemporary digital resistance in Global South contexts. It highlights how algorithmic amplification and multimodal communication shape the perceptions of policy legitimacy in Indonesia's evolving digital democracy. The study also underscores the need for more transparent policy communication. Finally, it provides a theoretical framework for analyzing digital protest in post-authoritarian societies. Keywords: Digital Resistance, Social Media Tax Policy, Connective Action, Social Semiotics, Platform 
Analisis Strategi Komunikasi Pengamanan Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2025 -2026 di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara DKI Jakarta Yunita, Ria
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara. Kepulauan Seribu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada periode Nataru. Peningkatan tersebut berpotensi menimbulkan risiko gangguan keamanan dan keselamatan bagi wisatawan maupun masyarakat setempat, sehingga diperlukan strategi komunikasi pengamanan yang efektif dan terkoordinasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan aparat keamanan, unsur pemerintah daerah, dan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pramuka selama periode Nataru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pengamanan yang diterapkan meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi, pembentukan tim komunikasi krisis, penerapan sistem peringatan dini, pemasangan spanduk dan baliho di lokasi strategis, serta penggunaan layanan pesan singkat seperti SMS dan aplikasi WhatsApp. Penerapan strategi komunikasi tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap aspek keamanan dan keselamatan. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah kendala, terutama terkait koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan serta keterbatasan sumber daya dalam pelaksanaan strategi komunikasi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan sinergi antarinstansi, penguatan sumber daya pendukung, serta upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran wisatawan mengenai pentingnya keamanan dan keselamatan selama perayaan Nataru. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan sistem pengamanan pariwisata di Kepulauan Seribu.